cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2019)" : 8 Documents clear
TAFSIR DAN TAKWIL DALAM PANDANGAN AL-ALUSI Yusran Yusran
Jurnal Tafsere Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.963 KB)

Abstract

Artikel ini akan mengulas bagaimana konsep tafsir dan takwil dalam pandangan dan praktek tafsir seorang mufassir yang sekaligus adalah seorang sufi terkenal, yakni al-Imam Abu Sana Syihab al-Din al-Sayyid Mahmud bin Abdullah al-Husain al-Alusi al-Baghdadi. Kitab tafsirnya yang terkenal dianggap sangat mewakili jenis tafsir yang menggunakan metode ra’yi dan isyari, dan dianggap pula sebagai sebuah aplikasi penerapan tafsir yang cukup representatif menunjukkan bagaimana praktik tafsir dan takwil dilakukan secara hirarkis dalam sebuah penafsiran. Dalam tulisan ini akan secara khusus ditunjukkan beberapa contoh penerapan tafsir dan takwil terhadap ayat al-Quran yang terdapat dalam kitab Al-Alusi sebagai bagian dari bangunan struktur teoritik yang dibangun oleh Alusi sejak awal pengkonsepsiannya secara teoritik hingga pembuktiannya dalam aplikasi-praktek penafsirannya.
MENGENAL AL-IMAM ‘ĀṣIM AL-KῡFĪ (BIOGRAFI DAN METODE QIRAAHNYA) Muhammad Irham
Jurnal Tafsere Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.657 KB)

Abstract

Mayoritas muslim dunia membaca al-Qur’an dengan qiraat ‘Āṣim, begitu pula mushaf-mushaf mereka juga dengan qiraat ‘Āṣim. Akan tetapi, minoritas dari mereka tidak mengenal sosok monumental  yang satu ini, al-Imam ‘Āṣim, apatahlagi metode qiraatnya. Tulisan ini akan mengenalkan pembaca tentang dua hal, yaitu: Biografi ‘Āṣim al-Kῡfī (Nama Lengkap dan Nasabnya, Guru dan Muridnya, Silsilah Qiraahnya, Kredibilitas dan Integritasnya, dan Perawinya); serta Metode Qiraah ‘Āṣim al-Kῡfī.
KISAH YUSUF/JOSEPH DALAM AL-QUR’AN DAN ALKITAB Amrullah Harun
Jurnal Tafsere Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.959 KB)

Abstract

Islam mengenal Nabi Yusuf sebagai salah satu utusan tuhan yang memerintah mesir dan dikenal sebagai pribadi yang tampan dan saleh. Sedang dalam agama kristen Yusuf dikenal sebagai "Joseph semua-molek". selain ketampanannya, ia juga terkenal dengan kerohaniannya. Yusuf juga digambarkan mengenakan Nemes penutup kepala dari wazir Mesir. Ia juga diperingati sebagai salah satu nenek moyang Kudus dalam Kalender Suci Gereja Apostolik Armenia pada tanggal 26 Juli. Dalam Gereja Ortodoks Timur dan orang Katolik Timur Gereja-gereja yang mengikuti Ritus Byzantine. Para Gereja Lutheran - Sinode Missouri memperingati dia sebagai patriark pada 31 Maret. Yusuf (Arabيوسف ), (sekitar 1745-1635 SM) adalah salah satu nabi Allah. Ia merupakan salah satu dari 12 putra Yaqub dan merupakan cucu dari Ibrahim. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM yang ditugaskan berdakwah kepada Kanān dan Hyksos di Mesir. Dalm kisah ini,penulis melakukan metode komparatif kisah yusuf dalam al-Qur’an dan al-Kitab, sebab yusuf adalah sosok yang nyata menurut kedua agama terbesar (Islam dan Kristen) di dunia ini, sebagaimana gambaran singkat di atas.Hanya saja terdapat sedikit perbedaan versi antara al-Qur’an dan al-Kitab, sehingga kisah ini sangat penting untuk dijelaskan titik-titik perbedaan serta persamaannya, guna dapat menjadi pelajaran bagi kedua Agama tersebut. Dan sebagai kesimpulan bahwa ternyata dalam kisah yusuf ini dapat dilihat bahwa ada banyak titik kesamaan di antara keduanya dari pada perbedaannya, sehingga dari persamaan-persamaan ini dapat menciptakan keharmonisan beragama.
HAJI BUDAYA DAN BUDAYA HAJI Abdullah Abdullah
Jurnal Tafsere Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Haji sebagai budaya dan budaya dalam berhaji perspektif sosio-filosofis, menjadi tradisi yang serius diteliti dalam kehidupan keberagamaan dewasa ini, sebab dalam upacara ritual berhaji terkadang sebagian jamaah melupakan makana substansi atau ontologism dalam berhaji itu sendiri.Seharusnya para pelaksana haji sedapat mungkin memahaminya secara dhahiriyah dan bathiniyah atau teks dan konteks dalam pelaksanaan haji. Dalam peneluusuran tulisan ini menemukan Pertama, Haji budaya adalah pelaksanaan haji yang dilakukan oleh setiap umat Islam yang berkemampuan totalitas, secara hakiki ritualistik, spiritualistik dan nilai-nilai sosialistik yang dilakukan oleh orang-orang yang berhaji adalah sebuah budaya. Kedua, Para pelaksana haji baik yang berkemampuan lebih atau yang memaksa diri dalam rangka meraih tingkatan mabrur sebatas pada ritualisme belaka dan tidak memberikan nilai implikasi dari ke-hajiannya, merupakan budaya haji yang hura-hura mengejar prestise bukan prestasi dan kualitas. Hal inilah yang merusak kehidupan kemanusiaan secara individu dan kelompok seperti melakukan penyimpangan sepulang dari melaksanakan haji antara lain korupsi, kolusi dan nepotisme yang tidak wajar untuk dilakukan oleh para haji-haji.
TAREKAT DALAM AL QUR’AN Mubarak Mubarak; Mutawakkil Mutawakkil
Jurnal Tafsere Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.581 KB)

Abstract

Artikel ini mengelaborasi kata tarekat dan perubahannya dalam alQuran, oleh karena kata ini terkadang di asumsikan sebagai suatu metode  dan dasar terbentuknya organisasi atau gerakan yang dinaungi oleh para kalangan sufi, padahal dalam catatan sejarah, istilah atau kata ini pada dasarnya belum dikenal di tahun pertama hijriyah yang menunjukkan kata ini dinisbahkan kepada kelompok atau kalangan sufi. Begitupula kata ini muncul di dalam Alquran sebanyak sepuluh kali dan memiliki makna yang beragam, bahkan kata ini pula memiliki hubungan dengan lafaz yang lain seperti: shirath, sabil, minhaj, syara‘a, syari‘ah, syir‘ah, mahajjah, dan sunnah.
PROBLEMATIKA TEORI MUNASABAH AL-QURAN Ari Hendri
Jurnal Tafsere Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.52 KB)

Abstract

Upaya pengkajian terhadap al-Qur’an tidak pernah berhenti semenjak ia diturunkan. Tidak ada buku yang dikaji sedemikian rupa melebihi al-Qur’an, dari insider sampai outsider. Di antara tuduhan yang dilontarkan adalah berkaitan dengan susunan al-Qur’an. Para ulama sepakat bahwa penempatan ayat bersifat tauqifi. konsekuensi logis dari itu, ayat-ayat tersebut juga harus memuat alasan penempatannya. Usaha perolehan hubungan seperti inilah yang menjadi tugas utama dari teori-ilmu munasabah.
REKONSTRUKSI OBJEK PENELITIAN TAFSIR AL-QUR’AN: KONSEP DAN APLIKASI Eko Zulfikar
Jurnal Tafsere Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.237 KB)

Abstract

Eksistensi kegiatan tafsir al-Qur’an sejak dulu hingga sekarang membuktikan bahwa al-Qur’an membutuhkan penjelasan, baik dari al-Qur’an itu sendiri, dari hadis Nabi, dan penjelasan para ulama, untuk mempermudah memahaminya. Tulisan ini berusaha merekonstruksi objek penelitian tafsir al-Qur’an. Tujuannya adalah untuk mencapai pemahaman yang komprehensif tentang pemikiran, ide, konsep, dan teori seseorang dalam memahami kandungan ayat-ayat al-Qur’an yang sedang dikaji. Setidaknya ada dua objek dalam penelitian tafsir al-Qur’an; pertama, penelitian disekitar produk-produk penafsiran, yaitu kitab tafsir yang merupakan karya mufassir dalam menjelaskan ayat al-Qur’an. Dalam hal ini, objek yang dikaji adalah seperti biografi pengarang, sumber penafsiran, metode penafsiran dan corak penafsiran. Kedua, penelitian terhadap penafsiran al-Qur’an itu sendiri, yaitu ayat al-Qur’an dan bagaimana cara mufassir menafsirkan ayat tersebut, seperti meneliti ayat al-Qur’an dengan cara menafsirkannya, meneliti asbab al-Nuzul, makiyyah-madaniyyah, dan munasabah.
TAFSIR AL-QUR’AN DENGAN PENDEKATAN MAQĀSHID AL-QUR’ĀN PERSPEKTIF THAHA JABIR AL-‘ALWANI Muhammad Bushiri
Jurnal Tafsere Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.968 KB)

Abstract

Maqasid al-Qur’an adalah sebuah istilah yang menjelaskan tujuan-tujuan universal dari seluruh ayat-ayat al-Qur’an, karena mustahil Allah menurunkan al-Qur’an ke muka bumi hampa dari maksud dan tujuan. Memahami Maqasid al-Qur’an sangat urgensi bagi para Mufassir dalam memproduksi Tafsir al-Qur’an. Karena dengan memahaminya, Mufassir dituntut untuk berusaha memproduksi Tafsir berorentasi pada kemashalatan manusia dan mencegah kemafsadatan. Para Ulama menjadikan Maqasid al-Qur’an sebagai kaidah penting dalam penafsiran al-Qur’an, karena sering kali penafsiran al-Qur’an ditunggangi hanya untuk membela kepentingan ideeologi, mazhab, golongan mufassir semata yang jauh dari kemashalatan manusia. Menjadikan Maqasid al-Qur’an sebagai basis penafsiran al-Qur’an, akan mengantarkan mufassir mampu melahirkan Tafsir yang sejalan untuk kemaslahatan manusia. Dengan  demikian kami menyadari bahwa kajian Maqasid al-Qur’an belum menjadi disiplin ilmu yang tersendiri yang disepakati para ulama.

Page 1 of 1 | Total Record : 8