Jurnal Tafsere
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2 (2021)"
:
7 Documents
clear
Naskah Tafsir Al-Khazin
Muhammad Syarif Dzulfahmi;
Aan Hawan;
Andi Abdul Hamzah
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1757.495 KB)
Dari sekian banyak kitab tafsir yang disusun oleh para mufassir, Tafsir Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil yang lebih populer dengan sebutan Tafsir al-Khazin karya Ala ‘al-Din Abu Hasan, Ali Abu Muhammad ibn Ibrahi ibn Umar ibn Khalil alsyaikhi al-Baghdadi al-Syafi’i al-Khazin (678-741 H) memang cukup menarik untuk dijadikan kajian. Makalah ini bertujuan untuk menganalisa kitab tafsir al-Khazin karangan Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ibrahim Asy-Syihi Al-Baghdadi dan kitab tafsir al-Alusi karangan Abu Sana’ Syihab al-Din al-Sayyid Mahmud Afandi al-Alusiyang ditafsirkan secara lengkap tiga puluh juz. Kitab ini wajar diberi perhatian secara mendalam apakah ke dua kitab tafsir ini juga dipengaruhi oleh kisah-kisah Israiliyyat atau tidak. Kitab tafsir al-Khazin adalah merupakan ringkasan dari kitab tafsir Madarik al-Tanzil wa Haqaiqi al-Takwil karya Abdullah Ahmad ibn Mahmud al-Nasafi (w. 710). Tentu saja, dapat dipastikan rujukan utama adalah kitab tersebut. Metode yang digunakan oleh al-Khazin adalah metode tahlili. Sumber penafsirannya mayoritas menggunakan tafsir bil-Ma’tsur. Al-Khazin menafsirkan al-Qur’an berdasarkan urutan surah mulai dari surah al-Fatihah sampai dengan al-Nas. Ketika menafsirkan al-Qur’an, mufassir seringkali dipengaruhi oleh lingkungan tempatnya dan latar belakang keilmuannya. Oleh sebab itu, para mufassir yang memiliki latar belakang sebagai ahli sejarah akan larut menjelaskan al-Qur’an dari aspek kesejarahan
Ragam Riwayat Dan Tafsir Kisah Sulaiman Dalam Al-Dakhil Fi Al-Tafsir
Masilaturrohmah Masilaturrohmah;
Mohammad Jufriyadi Sholeh
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1211.471 KB)
Banyak riwayat Israi’liyat yang masuk dalam dunia tafsir, khususnya dalam ayat-ayat yang menjelaskan tentang kisah-kisah para Nabi. Kisah Nabi Sulaiman As adalah salah satu kisah yang ada dalam al-Qur’an yang dalam penafsirannya dirasuki kisah Isra’iliyat sehingga menodai penafsiran terhadap ayat-ayat kisah tersebut. Dari sanalah peneliti tertarik menelusuri penyimpangan-penyimpangan tersebut untuk memurnikan penafsiran agar menjadi jelas antara al-asil dan al-dakhil dalam tafsir kisah Nabi Sulaiman As. Dengan mengkaji Q.S an-Naml: 44, Q.S Saba’: 34, dan ayat-ayat yang dijadikan bukti Negeri Saba’ di Indonesia oleh Fahmi Basya, maka artikel ini menghasilkan dua poin kesimpulan. Pertama, kisah yang mengandung riwayat Isra’iliyat terdapat pada kisah Nabi Sulaiman As dan ratu Balqis serta Kisah Nabi Sulaiman As yang diuji dengan kekuasaannya. Kedua, penafsiran Negeri Saba’ bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah dari para arkeolog sehingga kisah tersebut menjadi bagian dari al-dakhil dalam tafsir al-Qur’an.
Sombong dalam al-Qur’an Sebuah Kajian Tematik
Taufikurrahman Taufikurrahman
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1142.29 KB)
Di dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang sombong, baik sombong kepada makhluk, sombong terhadap sesama bahkan sombong terhadap Allah dan Rasul-Nya. Orang yang sombong dan dengan jiwa kesombongan yang dimilikinya dia akan jauh dari Allah dan Rasulnya, tidak hanya itu akan tetapi secara sosial dia juga tidak akan disukai oleh banyak orang dengan sifat sombong yang ia miliki. Orang yang sombong di dunia ini lambat atau cepat dia akan segera hancur dengan sombong yang dimilikinya, karena sombong itu tidak layak buat manusia. Oleh sebab itu dalam artikel ini akan membahas tentang sombong di dalam al-Qur’an yang akan membahas masalah apa saja yang di sombongkan oleh manusia semasa hidup di dunia ini.
Muhammad Asad dan Epistemologi Tafsirnya: Premis Moral dan Sosio-Historis
Ahmad Nabil Amir
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (965.723 KB)
Kajian ini membincangkan pengaruh paham kontekstual dan sosio-historis dalam penafsiran teks al-Qur’an oleh Muhammad Asad. Ia menunjukkan penafsirannya menekankan landas rasional dan saintifik dalam interpretasi teks yang dibawakan dalam tafsirnya The Message of the Qur’an. Kepentingan latar sejarah dan sosio-budaya ini digariskan dalam tafsir dan nota penjelasannya yang ekstensif. Metode kajian bersifat deskriptif dan analitis dari jenis kajian kualitatif berasaskan analisis kandungan. Sumber penelitian diperoleh dari bahan rujukan bersifat primer dan sekunder dan sumber dokumentasi lain yang terkait. Dari penelaahan ringkas terhadap karya tafsirnya ia mendapati manhajnya terkesan oleh aliran tafsir yang berhaluankan mazhab al-Manar yang bercorak al-adabi al-ijtima‘i (sastera-budaya) yang menekankan pemahaman kontekstual dan sosio-historis dan dasar etika-hukum sebagai premis dan metodologi asasnya dalam penafsiran, yang memberi pengaruh yang signifikan dalam pertumbuhan aliran saintifik dan rasional dalam pemikiran tafsir mutakhir.
Pengakuan Ketauhidan Orang Musyrik di Hari Kemudian Suatu Analisis Tahlili Terhadap QS. al-An’am [6]: 22-23
Sijaya Sijaya;
Andi Abdul Hamzah
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (970.571 KB)
Jurnal ini merupakan penelitian terhadap Konsep Pengakuan orang musyrik di Hari Kemudian, yang berisikan tentang pengakuan yang dilakukan oleh orang musyrik di hari kemudian yang mengatakan bahwa mereka beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukannya. Masalah pokok yang muncul dari penelitian ini adalah bagaimana bentuk pengakuan ketauhidan orang musyrik di hari kemudian, suatu analisis tahlili terhadap QS. Al-An’am/6: 22-23? Dari masalah pokok ini, muncul sub-sub masalah yaitu bagaimana hakikat pengakuan ketauhidan orang musyrik di hari kemudian? Bagaimana wujud pengakuan ketauhidan orang musyrik di hari kemudian?Serta bagaimana implikasi pengakuan ketauhidan orang musyrik di hari kemudian?Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep ketauhidan, serta untuk mengetahui sikap orang musyrik di hari kemudian terkait dengan bentuk pengakuannya.
Telaah Tafsir al-Mizan Karya Thabathabai
Amrillah Achmad
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1070.719 KB)
Tafsir merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang sangan penting untuk dipelajari umat islam ketika ingin menge-tahui makna kandungan dari ayat-ayat al-Qur’an. Produk yang dihasilkan ketika menafsirkan al-Qur’an disebut dengan kitab tafsir. Adapun orang yang menafsirkan al-Qur’an disebut Mufassir. Salah satu mufassir keturunan syiah yaitu Muhammad Husain Thabathabai. Beliau merupakan penyusun kitab tafsir al-Mizan. Beberapa hal yang menarik dapat ditemukan dalam tafsir ini untuk pembahasan dalam tafsir yang tersebar tidak hanya di kalangan Muslim Syiah, tetapi juga Muslim Sunni. Beberapa faktor karena tafsir ini juga dapat diterima oleh Muslim Sunni karena penafsirannya lebih mengutama-kan penggunaan sumber bi al-ma’tsur yang artinya tafsir itu benar-benar bersumber dari al-Qur’an. Fokus tulisan ini adalah tentang bagaimana telaah Muhammad Husain al- Thabathabai dalam kitab tafsirnya.
Konsep Libas (Pakaian) dalam Al-Quran
Ahmad Munawwir
Jurnal Tafsere Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membahas tentang konsepsi pakaian dalam Al-Quran melalui term libas. Latar belakang tulisan ini adalah melihat fenomena tren pakaian taqwa yang berkembang menjadi simbol khusus untuk mengidentifikasi kesalehan seseorang. Di beberapa kasus bahkan pakaian menjadi symbol bagi aliran keagamaan tertentu dalam mengidentifikasi anggota kelompoknya dan sekaligus menegasikan orang lain yang bukan kelompoknya dan bukan bagian dari kesalehan. Maka tulisan ini bermaksud menelususri bagaimana sebenernya konspesi libas (pakaian dalam al-Quran), dan bagaimana sejarah perkembangan makna libas dalam Islam, baik sebelum Islam dan Al-Quran diturunkan, kemudian ketika al-Quran diturunkan dan pasca Al-quran diturunkan hingga saat ini.