cover
Contact Name
Elfi Yuliza
Contact Email
eyuliza@unib.ac.id
Phone
+6287883057375
Journal Mail Official
nmj@unib.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Bengkulu Jl. WR. Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Newton-Maxwell Journal of Physics
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 27755894     DOI : 10.33369
Newton-Maxwell Journal of Physics is a scientific journal published by UNIB Press and managed by the Department of Physics, FMIPA University, Bengkulu, with ISSN Number: 2775-5894. This journal is published twice a year, in April and October, as a forum for lecturers, researchers, and students to publish their work. The scope of this scientific journal covers the field of physics in general, such as materials, theory and instrumentation, geophysics, acoustics, computer science, physics and its applications, and other relevant areas.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1: November 2020" : 5 Documents clear
Studi Awal Analisis Variasi Massa Jahe Terhadap Daya Listrik Sri Endang Wahyuni; Fita Widiyatun; Didik Nur Huda
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 1 No. 1: November 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.646 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v1i1.14289

Abstract

Baterai merupakan salah satu sumber energi listrik yang sangat banyak penggunaanya. Khususnya dalam menyokong aktivitas sehari-hari seperti alat-alat elektronik, penerangan, jam, mainan dan peralatan lainnya. Baterai yang saat ini ada dipasaran mengandung logam berat sehingga limbahnya berbahaya bagi lingkungan. Berbagai jenis energi listrik alternatif telah berkembang untuk mencari baterai yang ramah lingkungan di antaranya biobaterai. Penelitian mengenai bahan biobaterai dari jahe bertujuan untuk melihat potensi listrik alam pada Jahe. Metode yang digunakan adalah pengukuran langsung nilai tegangan dan arus menggunakan multimeter. Tiga jenis jahe yang digunakan yaitu jahe gajah, jahe emprit dan jahe merah. Selain itu dilakukan variasi massa pada jahe sebesar 100 gram, 200 gram, dan 300 gram untuk melihat pengaruh terhadap nilai tegangan, arus dan daya maksimum yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin bertambahnya massa jahe maka bertambah pula daya listrik yang dihasilkan. Dari ketiga jenis jahe diperoleh nilai daya tertinggi yaitu pada jahe gajah dengan massa 300 gram sebesar 1,841 x 10-2 Watt dengan tegangan sebesar 0,46 Volt dan arus 4 x 10-5 A. Dari ketiga jahe yang dianalisis memiliki potensi adanya tegangan dan arus listrik, sehingga dapat dikembangkan sebagai bio baterai
Peta Sebaran Intensitas Anomali Magnetik Di Daerah Prospek Geothermal Kepahiang Berdasarkan Survei Metode Geomagnet Parjuangan Simbolon; Refrizon Refrizon; Nanang Sugianto
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 1 No. 1: November 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.927 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v1i1.14290

Abstract

Kabupaten Kepahiang merupakan salah satu daerah yang berada di ring of fire Pacific sehingga memiliki potensi geothermal yang cukup potensial untuk menghasilkan energi terbarukan agar dapat dipergunakan untuk daya penyuplai listrik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola sebaran anomali magnetik daerah yang diduga sebagai distribusi dan reservoir panas bumi Kepahiang secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan Proton Precission Magnetometer (PPM) yang tersebar di 143 titik pengukuran. Nilai anomali total yang tinggi dari hasil pengukuran dominan berada di bagian timur, tenggara, selatan, barat daya dan barat daerah penelitian dengan nilai 0 nT sampai 1500 nT, sedangkan pada bagian barat laut, utara dan timur laut di dominasianomali total rendah dengan nilai 0 nT sampai -1500 nT. Pada peta sebaran intensitas anomali magnetik total dominan bernilai rendah dengan nilai 0 nT sampai -1500 nT yang berarti daerah tersebut dipengaruhi oleh panas bumi. Sedangkan nilai anomali magnetik di sekitar Sesar Musi dominan tidak dipengaruhi oleh panas bumi karena bernilai tinggi yaitu 0 nT sampai 600 nT. Pada daaerah mata air panas sumber aliran berasal dari barat laut dengan nilai 0 nT sampai 300 nT
Pengolahan Air Asam Tambang di Penambangan Mineral Logam Kabupaten Pacitan Provinsi Jatim dengan Metoda Elektrokoagulasi Radhitya Adzan Hidayah; Heru Dwiriawan Sutoyo; Nurul Dzakiya; Yoga Ady Saputra
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 1 No. 1: November 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.864 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v1i1.14291

Abstract

Daerah Kabupaten Pacitan, areanya termasuk di dalam pegunungan selatan Jawa Timur, kaya akan kandungan mineral tembaga dan logam lainnya. Area berada di Kecamatan Ngadirojo, konsesi perusahaan PT.Gemilang Limpah Internusa, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pertambangan tembaga, dimana dalam produksinya menghasilkan Air Asam Tambang yang berpotensi mencemari sungai warga karena tambang ini terletak di hulu sungai. Menurut asal usul dan genesa, terbentuknya mineral logam, termasuk tembaga di dalamnya, terjadi karena proses hydrothermal di dalam permukaan bumi. Situasi ini yang menjadi sebab kegiatan eksploitasi terhadap mineral tersebut dan penyertanya menimbulkan adanya dampak perubahan kondisi lingkungan. Eksploitasi ataupun pengambilan material tersebut juga membuat kualitas dari air tanah sekitar memburuk. Saat ini perusahaan masih menggunakan metode cara lama, dengan menggunakan serbuk kapur tohor dalam mengikat polutan/limbah yang muncul. Metode elektrokoagulasi merupakan salah satu metode alternatif dalam mengelola air asam tambang, sehingga diharapkan tingkat kerusakan lingkungan dengan metode ini bisa menurunkan tingkat pencemaran dengan lebih baik. Dari beberapa percobaan, dengan waktu tertentu, semakin lama waktu aliran listrik, semakin baik tingkat penjernihan air asam tambang. Sehingga waktu yang diperlukan bisa dipercepat sebelum air masuk ke sungai. Elektrokoagulasi juga dapat sebagai alternative cara yang lebih efisien dan cepat  untuk menetralkan air asam tambang selain dengan kapur tohor
Peta Anomali Magnetik Daerah Mineralisasi Emas Di Desa Tambang Sawah Kecamatan Lebong Utara Berdasarkan Pengukuran Magnetik Delia Septi Evani Mukazairo; Refrizon Refrizon; Nanang Sugianto
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 1 No. 1: November 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.109 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v1i1.14292

Abstract

Sebaran zona mineralisasi emas menjadi permasalahan yang serius bagi penambang tradisional emas di Desa Tambang Sawah Kabupaten Lebong. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola sebaran zona mineralisasi emas di Desa Tambang Sawah Kecamatan Lebong Utara yang didasarkan pada anomali magnetik yang memiliki hubungan fisis terhadap mineralisasi emas. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Proton Precession Magnetometer (PPM) yang terdiri dari 165 titik pengukuran. Koreksi IGRF (International Geomagnetics Reference Field) dan koreksi variasi harian dilakukan untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali magnetik tinggi berada pada nilai 238,4 nT sampai 533,3 nT. Anomali magnetik tinggi teridentifikasi pada bagian barat laut dan timur daerah penelitian. Anomali rendah menyebar dari arah barat hingga arah timur dengan rentang nilai anomali magnetik -503 nT hingga -19 nT. Nilai intensitas anomali magnetik rendah yang bernilai -503,2 nT hingga 102,4 nT diduga sebagai zona pembentukan mineral emas. Berdasarkan sebaran nilai anomali magnetik, zona mineralisasi emas di daerah Tambang Sawah merupakan mineralisasi emas sulfidasi rendah yang berhubungan dengan geothermal yang ada disekitarnya.
Karakteristik Endapan Sedimen: Studi Kasus Pantai Parangkusumo Daerah Istimewa Yogyakarta Subhan Arif; Pamela Felita Adibrata; Nurul Dzakiya
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 1 No. 1: November 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.256 KB) | DOI: 10.33369/nmj.v1i1.14293

Abstract

Keragaman karakteristik endapan sedimen berdasarkan perbedaan proses geomorfologinya memiliki tantangan dalam dunia eksplorasi yang berkaitan dengan batuan sedimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tekstur endapan sedimen berdasarkan perbedaan proses geomorfologi yang bekerja untuk menjadi sebuah analog. Metode yang digunakan dengan pengumpulan data lapangan, serta tahap pengolahan data berupa analisis granulometri di laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel endapan pasir yang diambil pada daerah gumuk pasir memiliki rata-rata bentuk butir yang lebih menyerupai bentuk bola, kebundaran yang lebih membundar, ukuran butir yang lebih halus, sortasi yang lebih baik dan kedewasaan yang tingkatannya lebih dewasa dibandingkan dengan sampel endapan pasir pada daerah pasang surut

Page 1 of 1 | Total Record : 5