cover
Contact Name
Joseph H Sianipar
Contact Email
josephhsianipar@gmail.com
Phone
+62818537111
Journal Mail Official
stft@suryanusantara.ac.id
Editorial Address
Jl. Rakutta Sembiring, Pondok Sayur, Siantar Martoba. Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara
ISSN : 23391359     EISSN : -     DOI : -
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian dari dosen-dosen theologi STFT Surya Nusantara. Scope dari penelitian di dalam jurnal ini mencakup bidang ministry atau pelayanan jemaat yang lebih dikenal dengan applied theology (konsentrasi kepemimpinan gereja), kemudian Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, juga penelitian dibidang historika atau sejarah gereja, Jurnal ini menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat maupun gereja dalam menemukan solusi dalam menghadapi permasalahan yang ada di dalam masyarakat dan jemaat
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2017)" : 6 Documents clear
MEMBANGUN PEMIMPIN HEBAT MENURUT 2 TIMOTIUS 2:1-25 DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH INDONESIA Ferdinand Butarbutar
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.042 KB)

Abstract

Kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting di dalam menata Organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia. Kepemimpinan diberbagai bidang harus mengalir dan berkesinambungan, mengingat bahwa sumberdaya pemimpin perlu dipersiapkan, dilatih, dan dilengkapi dengan pengetahuan. Pemimpin perlu melakukan transformasi kepemimpinan kepada generasi penerus, untuk itulah seorang pemimpin harus bisa mencetak mimpi kepemimpinannya di dalam VISI. Itulah sebabnya pemimpin berbagai organisasi, kelompok, perkumpulan, dituntut untuk bisa mencapai tahapan-tahapan tertentu sesuai kebutuhan organisasi, Jessi Toner (2010: 17). Melihat kembali sejarah perkembangan Organisasi Advent sejak missionaries oleh orang-orang Eropah dan Amerika tiba di Indonesia, kemudian diteruskan oleh pribumi Indonesia. Penelitian ini mengurai kepemimpinan dari aspek: menderita; bekerja keras; sabar; setia; sungguh-sungguh; berterus terang; omong kosong; mengendalikan diri; cakap mengajar; lemah lembut. Materi penelitian dalam pembahasan ini bersifat kualitatif dan eksploratif, peneliti berusaha menggali kepemimpinan dari sisi analisis verbal dan leksikal
CONTRIBUTION OF TEAMWORK CULTURE TO JOB SATISFACTION OF PASTORS AND ADMINISTRATORS IN WEST INDONESIA UNION MISSION Joseph Hamonangan Sianipar
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.209 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode riset kuantitatif yang bertujuan untuk melihat hubungan antara kerjasama tim dan kepuasan kerja di kalangan pendeta dan administrator di Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB). Ada 200 responden (pendeta dan administrator gereja) dari 7daerah dan 3 konferens di UIKB.Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kerjasama tim diantara pendeta dan tingkat kepuasan kerja. Salah satu penentu tingkat kepuasan kerja adalah posisi. Officer memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi dari para pendeta di ladang. Namun tingkat kepuasan kerja yang tertinggi ditemukan pada direktur departemen. Selanjutnya, diantara 10 dimensi kerjasama tim, ditemukan bahwa sikap saling percaya dan sara mengatasi konflik merupakan indikator penentu dalam tingkat kepuasan kerja pendeta
THE MEANING AND INTEND OF “THE FIRST DAY OF THE WEEK” IN 1 COR 16:2 Zainal Sibagariang
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.577 KB)

Abstract

Hingga zaman modern ini, frasa “pada hari pertama tiap-tiap minggu” dalam 1 Korintus 16:2 telah menjadi bahan perdebatan diantara para pakar Perjanjian Baru sejak awal kekristenan. Cara pendekatan terhadap anjuran rasul Paulus ini telah menghasilkan penafsiran yang berbeda-beda dan sampai saat ini mereka belum terdapat kesepakatan. Sebahagian berpendapat bahwa frasa ini merupakan bukti bahwa kekristenan telah mengadakan mengadakan pertemuan pada hari Minggu sebagai hari perbaktian secara reguler pada zaman rasul-rasul. Mereka berpendapat perbaktian ini diadakan untuk menghormati hari kebangkitan Kristus sebagai ganti hari Sabat Yahudi. Namun di lain pihak banyak pakar yang menolak penafsiran ini. Menurut mereka bahwa frasa pada hari pertama tiap-tiap minggu” dalam 1 Korintus 16:2 bukanlah merupakan sebuah bukti akan perbaktian pada hari minggu pawa awal kekristenan. Mereka menolak ide ini dan mengatakan bahwa mereka mengatakan bahwa mereka telah salah dalam menggunakan teks ini untuk mendukung perbaktian hari minggu. Mereka yang menolak ide ini berpendapat bahwa frasa ini sebenarnya hanya merupakan suatu waktu untuk mengumpulkan uang persembahan. Berdasarkan analisa secara grammatikal, sintaks dan konteks sejarah, studi sampai kepada kesimpulan bahwa arti frasa ini merujuk kepada hari Minggu sebagai hari pertama, tetapi bukan sebagai hari perbaktian melainkan pengumpulan persembahan kepada orang-orang Kristen di Yerusalem.
STUDI EMPIRIS KESESUAIAN LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIR-LABA DENGAN PSAK 45: Gereja Advent Di DKI dan Sekitarnya Tanggor Sihombing
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.078 KB)

Abstract

The financial statements of non-profit organizations have been set in the PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) 45. This study is devoted to the religious organization of the church, because of the religious organization nature of completeness of financial reporting is often neglected, and gradually can lead to problems in the environment church because of the lack of transparency and accountability. Another important point the need for financial statements is as management performance measurement tool of church achievement. PSAK 45 which aims to set up a nonprofit entity's financial reporting. With the standard of this report, it is expected that non-profit entity's financial statements can be more easily understood, relevance, and has a high appeal. This research is an empirical study using a questionnaire on churches represented by the church treasurer. The discussion was conducted on Adventist churches in Jakarta and surrounding areas, which includes 170 churches. Study focuses on three aspect, the financial position statements, activity report and statement of cash flows. This study shows that, first: the church aware the importance of financial report. But, statement of financial position and cash flows still have higher concern compare with the activity report. Second: Better understanding of making financial position and cash flows statement rather then activity statement. For conclusion of this study, financial records still have higher concern for church rather than as measurement of performance from financial aspect.
PANDANGAN SAINS DAN ALKITAB TENTANG ASAL-USUL DAN PENANGGALAN PENCIPTAAN MANUSIA Elfri Darlin Sinaga
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.801 KB)

Abstract

Sains dan Alkitab, keduanya adalah buku Allah. Allah merupakan pengarang Alkitab dan Pencipta alam semesta. Alkitab berisikan firman Allah yang tertulis, dan Sains menguraikan peristiwa-peristiwa alam, yang merupakan hasil karya agung Pencipta. Seiring dengan kemajuan zaman, Sains berkembang begitu pesat. Bahkan kemajuan Sains telah mengalihkan perhatian dan pandangan manusia dari perkara-perkara rohani kepada perkara-perkara sekuler serta mengabaikan Alkitab. Apakah Sains atau kah Alkitab yang dapat menjawab persoalan umat manusia? Salah satu yang sering dipersoalkan adalah tentang asal-usul umat manusia dan penanggalan penciptaan manusia. Apakah Sains ataukah Alkitab yang bisa memberikan jawabannya?Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui pandangan Sains dan Alkitab tentang asal-usul kehidupan manusia di bumi, mencakup tentang asal-usul dan waktu penciptaan manusia. Sebagai kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pandangan Sains tentang asal-usul umat manusia di bumi beraneka ragam dan kontradiktif. Banyak para ilmuwan memberikan pandangan yang merendahkan martabat manusia setara dengan binatang. Namun, Alkitab memberikan pandangan yang jelas, akurat dan pasti tentang asal-usul umat manusia yang hidup di bumi. Alkitab memberitahukan bahwa manusia pertama yang diciptakan di bumi adalah Adam ( 1 Kor. 15:45). Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang agung dan mulia, karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej.1:26-27). Adam dan Hawa adalah tokoh sejarah yang benar-benar pernah hidup dibumi, dan mereka itulah nenek moyang umat manusia. Kepastian tentang penanggalan penciptaan manusia tidak dapat dijawab melalui penemuan Saintist. Penanggalan penciptaan manusia telah diberitahukan Allah secara tidak langsung melalui Alkitab. Namun, hal itu membutuhkan usaha dan penggalian yang sungguh-sungguh. Alkitab memberitahukan kapan penciptaan manusia pertama (Adam dan Hawa) melalui penelitian yang sungguh-sungguh dan cermat terhadap data-data dan tahun-tahun yang terdapat di dalam Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tuhan Allah menciptakan manusia pertama (Adam dan Hawa) yakni tahun 4174 sM. Dan usia kehidupan manusia di bumi higga saat ini (2017) adalah 6190 tahun, yakni 4174 + 2017- 1.
REDEMPTIVE OR PUNITIVE APPROACH? Sonny Marlen Sipayung
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.882 KB)

Abstract

Berbagai pendekatan dapat dibuat untuk menolong anggota Gereja bertumbuh dalam Iman serta dapat hidup berdampingan dengan sesama baik di Gereja maupun dalam Masyarakat. Pada kenyataannya sekarang ini terjadi penyelewengan dalam iman dan akibatnya terjadi pelanggaran pelanggaran norma. Bagaimanakah Gereja menyikapi pelanggaran pelanggaran di dalam Gereja? Pendekatan disiplin yang manakah yang akan diterapkan? Agar Gereja dan Umat dapat berjalan berdampingan dalam menuntun kepada keselamatan yang dijanjikan Tuhan. Banyak anggota gereja yang pada akhirnya meninggalkan gereja oleh karna tindakan disiplin yang diberikan gereja atas pelanggaran dosa yang dilakukannya. Hal ini terjadi ketika pendekatan Punitive approach dilaksanakan. Sementara ada anggota gereja lainnya yang juga memiliki pelanggaran yang sama, namun tetap berada di dalam gereja oleh karna pendekatan yang dibuat gereja adalah pendekatan Redemptive. Dari kedua pendekatan diatas dapat disimpulkan bahwa Redemptive Approach harus di praktekkan dalam pelaksanaan hukuman terhadap pelanggaran di dalam kehidupan gerejani agar anggota tidak merasa di hakimi dan dimusuhi, tetapi sebaliknya mereka merasa tegoran itu adalah tegoran kasih yang bertujuan untuk menjaga kesucian gereja dan juga menuntun mereka untuk hidup kekal yang Tuhan janjikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6