cover
Contact Name
Joseph H Sianipar
Contact Email
josephhsianipar@gmail.com
Phone
+62818537111
Journal Mail Official
stft@suryanusantara.ac.id
Editorial Address
Jl. Rakutta Sembiring, Pondok Sayur, Siantar Martoba. Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara
ISSN : 23391359     EISSN : -     DOI : -
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian dari dosen-dosen theologi STFT Surya Nusantara. Scope dari penelitian di dalam jurnal ini mencakup bidang ministry atau pelayanan jemaat yang lebih dikenal dengan applied theology (konsentrasi kepemimpinan gereja), kemudian Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, juga penelitian dibidang historika atau sejarah gereja, Jurnal ini menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat maupun gereja dalam menemukan solusi dalam menghadapi permasalahan yang ada di dalam masyarakat dan jemaat
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017)" : 6 Documents clear
EXPOSURE TO ROCK MUSIC: THEIR RELATIONSHIP TO THE RELIGIOUS HABITS OF INDONESIAN COLLEGE STUDENTS Donald Loffie Muntu
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.799 KB)

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk melihat hubungan rock musik dengan kehidupan kerohanian mahasiswa Indonesia di Universitas Advent Philipina antara tahun 2007-2008. Dengan mempertimbangkan faktor umur, agama, jenis kelamin, dan tahun masuk sebagai moderator yang berubah-ubah. Mahasiswa Indonesia “kadang-kadang” mempelajari sendiri akan rock music. kebanyakan mereka mendengarkan rock musik dengan teman mereka, dan mendengarkan rock musik pada hari yang telah ditentukan. Mahasiswa kebanyakan mendengarkan rock musik 5-7 menit sekali dengar dan saat duduk di bangku SMP. Mahasiswa Indonesia mempunyai nilai yang “sangat baik” kehidupan kerohaniannya di dalam hal berdoa, belajar Alkitab, dan bersekutu dan “baik” hanya untuk bersaksi. Hasil untuk hubungan yang telah dianalisa menyatakan bahwa ada sebuah hubungan, rock musik dan kehidupan kerohanian. Hubungan yang terlihat hanya antara rock musik dan berdoa, mendengarkan rock musik dengan teman dan belajar Alkitab, bersekutu, dan kehidupan kerohanian. Juga, seringkali apakah kamu mendengarkan rock musik seringkali mempunyai hubungan dengan bersekutu, dan kehidupan kerohanian, dan hubungan waktu kepada berdoa, belajar Alkitab, bersekutu, dan kehidupan kerohanian. Yang menjadi penyebab kemunduran dari kehidupan kerohanian adalah lamanya mahasiswa Indonesia mendengarkan rock musik per jam.
THE BIBLICAL MODEL FOR RETAINING NEW CONVERTS IN THE CHURCH Jones M Sagala
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.173 KB)

Abstract

Penggenapan akan Amanah Agung Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya: “Pergilah dan jadikanlah bangsa murid-Ku” hingga saat ini terlaksana sampai kepada pulau–pulau di ujung dunia ini. Dari masa ke masa, pertobatan dari orang – orang yang menjadi percaya kepada Kristus dan menjadi perkumpulan dan persekutuan umat Tuhan menjadi satu tubuh. Sejak para rasul dan jemaat mula-mula, pertambahan umat di tubuh Kristus secara umum di dunia kekristenan menjadi dua kategori: umat yang lama dan umat yang baru. Sehingga hal ini menjadi tantangan yang besar seiring besar juga kuantitas orang percaya yang baru bertobat.Oleh karena itu, Firman Tuhan yang adalah dasar penginjilan dan pertobatan, maka tentunya Alkitab juga menyediakan metode mempertahankan dan memelihara umat Kristiani yang baru bertobat di dalam iman kepada Kristus.Dalam artikel ini membahas metode mempertahankan dan pemuridan anggota baru melalui anggota – anggota gereja setempat. Dan Paul J. Bucknell memberikan contribusinya dengan menerapkan 3 langkah untuk pertumbuhan dan pendewasaan seorang Kristen yang dapat diuraikan dari sejak seorang pencari iman, bertobat menerima Yesus Kristus, seorang Kristen awal pertumbuhan iman, menuju kedewasaan dan berbuah dalam imannya dan akhirnya melanjutkan menjadi seseorang yang memimpin seorang pencari kebenaran kepada iman.
KEPEMIMPINAN: KUNCI KEPADA KEBERHASILAN KERJASAMA TIM Joseph H Sianipar
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.477 KB)

Abstract

Meskipun ada banyak teori tentang kepemimpinan dan kerjasama tim, hubungan antara keduanya belum begitu jelas. Studi ini mempelajari tentang pengaruh kepemimpinan terhadap kerjasama tim. Pepatah Cina menyebutkan, “burung membawa sayapnya, namun sayap burung tersebut membawa burung itu” (Adair, 2001, p.109). Ilustrasi ini ditulis untuk menggambarkan betapa erat hubungan antara kepemimpinan dan kerjasama tim. Banyak orang menyadari bahwa kepemimpinan dan kerjasama tim tidak dapat dipisahkan (Bass, 1990; Guzzo & Dickson, 1996; Yukl & Van Fleet, 1992). Dari responden yang memberikan tanggapan, mayoritas respondensetuju bahwa pemimpin gereja sudah terbiasa bekerjasama dalam tim. Analisa dalam studi ini terhadap faktor kepemimpinan menyatakan bahwa para responden merasa siap untuk mengesampingkan kepentingan pribadi untuk kebaikan tim kerja, para pemimpin juga siap mempromosikan kepemimpinan partisipatif, mereka juga rela mendelegasikan tanggungjawab dengan efektif untuk mencapai hasil yang lebih besar, bahkan para pemimpin juga rela untuk menyediakan pelatihan yang dapat menolong tim kerja untuk dapat bekerja sebagai tim.
IDENTIFICATION OF THE “TWENTY FOUR ELDERS” IN REVELATION 4:4 Zainal Sibagariang
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.796 KB)

Abstract

Identifikasi frasa “dua puluh empat tua-tua” dalam Wahyu 4:4 telah menjadi suatu topik perdebatan hangat dalam sejarah penafsiran buku Wahyu dan telah berlangsung berabad-abad. Para ahli telah memperdebatkan identifikasi 24 tua-tua ini dan masih menyampaikan pendapat yang berbeda-beda. Beberapa pakar berpendapat bahwa 24 tua-tua ini adalah mahluk-mahluk sorgawi yang melayani di tahta Allah. Namun sebahagian berpendapat mereka adalah manusia yang telah naik ke sorga. Perbedaan pendapat ini menimbulkan keingintahuan untuk meneliti lebih lanjut siapa sebenarnya 24 tua-tua tersebut. Apa yang teks asli alkitab katakan dan merujuk kepada kepada siapa Yohanes ketika menulis Wahyu ini adalah pertanyaan yang memerlukan studi lebih dalam agar dapat menginterpretasi penglihatan sorgawi ini dengan benar. Melalui metode eksege, studi ini berusaha untuk menemukan jawaban akan pertanyaan tersebut. Studi konteks historis dan literatur yang telah dilakukan dalam paper ini mengambil kesimpulan identifikasi mereka .
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENGAJARAN DOKTRIN SANCTUARYDI KALANGAN ANGGOTA GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUHSEKOTAMADYA PEMATANGSIANTAR Elfri Darlin Sinaga
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.87 KB)

Abstract

The doctrine of sanctuary is absolutely necessary to be implemented by every church member of the Seventh-Day Adventist. The implementation of that teaching values of Sanctuary doctrine is veryimportant to all church membersbecause they need more of the required preparation with regards to the time of judgment and preparation for the Second coming of Christ. Some of the preparations required concerning to the work of the mediation of Christ in the Sanctuary, such as: to reject all forms of deviant teaching from the Bible, to conduct heart investigations and settle personal sins through repentance and confession of sin, and pray with a sincere heart to obtain sanctification and assurance of salvation. The last phaseof the priesthood ministration of Christis to conduct the cleansingof sinsof His peoplefromthe book of the recordsin Heavenas describedin the work ofthe high priestinthe annualservicein the earthly Sanctuary. But facts show that many of the church members lack of the required preparation for the time of investigative judgment and preparation for the second coming of Christ.The result of this study indicated that the level implementation of the teaching values of Sanctuary Doctrine among the church members was on the score value 2.5857 (partly implemented or not fully implemented). Based on the result, this research will give some input to church’s pastor in order to improve the spiritual life of his church members, especially amongthe memebers of Seventh-Day Adventist Church in Pematangsiantar municipality
THE BOOK OF PSALMS AND THE MISSION OF GOD: A BIBLICAL RESPONSE TO A DICHOTOMIZE VIEW OF MISSION Sonny M M Sipayung
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.051 KB)

Abstract

Penegasan tentang status orang kafir adalah tema penting dalam Alkitab. Tema ini berlandaskan kepada sifat Allah yang pengasih dan menyelamatkan. Dalam buku kitab Mazmur, Pemazmur menyampaikan tema tentang belas kasih dan cinta kasih Tuhan untuk bangsa-bangsa. Dalam respons terhadap pernyataan perjanjian bagi umat umat Allah, tidak dapat dibantah bahwa Ia selalu memberikan kasihNya yang tidak pernah gagal dan perhatiannya kepada semua manusia. Ia membuat semua umat manusia sejajar dan layak untuk mendapat perhatianNya yang kekal itu. Bangsa bangsa akan mengingat, mengakui, menyerahkan diri, bergembira, dan menyembah Allah. Ada alasan eksplisit dan meyakinkan untuk memasukkan semua bangsa bangsa. Allah melayani kita sebagai pelindung bukan hanya untuk orang Israel tetapi juga untuk orang kafir. Jaminan misi Kristus bukan hanya bagi orang Israel, tetapi juga untuk kebebasan bagi bangsa lain sebagai bagian dari berkat perjanjian ketika kita memiliki hubungan dengaNya. Oleh karena itu, bangsa yang sempit, bersamaan dengan klaim pilih kasih dan eksklusivisme berlawanan dengan misi Allah sebagai pendekatan diskriminatif dari pengajaran Alkitab tentang Tuhan yang secara aktif bekerja sama dengan dan untuk bangsa-bangsa lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 6