cover
Contact Name
Wahyu Rinaldi
Contact Email
wahyu.rinaldi@unsyiah.ac.id
Phone
+6285322997268
Journal Mail Official
abrar.muslim@unsyiah.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Jl. Syech Abdurrauf No. 7, Darussalam, Banda Aceh 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Inovasi Ramah Lingkungan
ISSN : 28298950     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Inovasi Ramah Lingkungan mempublikasikan artikel-artikel yang berkaitan dengan ilmu Teknik Kimia meliputi: Teknik Reaksi Kimia dan Katalisa, Satuan Operasi Nanopartikel, Teknologi Membran, Bioteknologi dan Bioproses, Analisis dan Pengendalian Proses, Teknologi Limbah dan Buangan Industri, dan Teknologi Pangan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): JURNAL INOVASI RAMAH LINGKUNGAN" : 5 Documents clear
Fourier Transform Infrared Spectroscopy dan Chemometrics: Analisis Boraks pada Bakso Sri Mulyani; Ulfah Ulfah; Hesti Meilina; Edi Munawar
Jurnal Inovasi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2021): JURNAL INOVASI RAMAH LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.123 KB)

Abstract

Boraks merupakan jenis garam natrium yang sering digunakan dalam berbagai industri nonpangan. Ironisnya, boraks telah disalahgunakan sebagai bahan pengawet makanan seperti bakso, mie basah, tempura, cilok dan sosis. Keberadaan boraks dalam makanan perlu diindentifikasi karena boraks merupakan senyawa yang berbahaya bagi kesehatan. Identifikasi senyawa boraks selama ini dilakukan menggunakan metode konvensional (nyala api, kertas kunyit dan tusuk gigi) yang memerlukan bahan kimia dan waktu analisis yang relatif lama.bPenelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Fourier Transform Infrared (FT-IR) Spectroscopy dan chemometrics dalam menganalisis kandungan boraks yang terdapat pada bakso. Hasil penelitian menunjukkan analisis secara kualitatif yang dilakukan dengan metode Principal Component Analysis (PCA) mampu mengelompokkan bakso dengan baik berdasarkan konsentrasi masing-masing pada panjang gelombang 1420 nm dan 1900 nm, sedangkan untuk perbedaan spectrum dengan metode subtraction juga mampu membedakan antara kedua jenis bakso. Analisis secara kuantitatif yang dengan menggunakan metode spektrofotometri UV - VIS diperoleh kandungan boraks yang terdapat dalam bakso sebesar 0,006 0,1318 gr dari setiap gr boraks yang ditambahkan ke dalam bahan 100 gr adonan. %Akurasi boraks diperoleh sebesar 0 4,393%. Dapat disimpulkan untuk analisis boraks dalam bakso menggunakan metode spektrofotometri UV - VIS tidak dapat diterapkan sehingga metode tersebut tidak dapat dikombinasikan dengan metode FTIR.
Pembuatan Biodiesel dari Crude Palm Oil (CPO) Menggunakan Proses Kavitasi Hidrodinamik Muhammad Ikram; Muhfadzallah Muhfadzallah; Muhammad Dani Supardan; Anwar Thaib
Jurnal Inovasi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2021): JURNAL INOVASI RAMAH LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.018 KB)

Abstract

Biodiesel merupakan energi yang terbarukan sebagai pengganti bahan bakar fosil yang semakin menipis. Proses pembuatan biodiesel dari CPO (crude palm oil) dapat dilakukan melalui reaksi transesterifikasi. Sejumlah penelitian terus dikembangkan untuk menghasilkan biodiesel dengan lebih murah dan efisien diantaranya adalah proses kavitasi hidrodinamik. Penelitian ini bertujuan melakukan proses pembuatan biodiesel melalui reaksi transesterifikasi antara CPO dengan metanol untuk menghasilkan metil ester menggunakan kavitasi hidrodinamik. Penelitian ini diawali dengan menganalisis CPO meliputi densitas, viskositas dan asam lemak bebas. CPO dilakukan degumming dengan mereaksikan CPO dan asam phospat, menurunkan ALB melalui reaksi esterifikasi dengan asam sulfat dan rasio mol CPO dan alkohol 1:6 kemudian dianalisis persentase asam lemak bebasnya. Selanjutnya dilakukan reaksi transesterifikasi menggunakan CPO dengan ALB 0,8% dan 1,2%, rasio mol CPO terhadap metanol 1:5, 1:6, 1:7, 1:8, dan 1:9 dengan konsentrasi katalis NaOH 1% dari berat CPO yang digunakan serta variasi waktu selama 60, 90, 120 dan 150 menit. Hasil penelitian pembuatan biodiesel menggunakan proses kavitasi hidrodinamik menghasilkan yield dan mutu yang lebih tinggi dibandingkan dengan proses konvensional kecuali pada bilangan asam yang tinggi. Hasil penelitian terbaik dihasilkan pada kondisi waktu reaksi 120 menit dengan perbandingan mol CPO dan metanol 1:9 yaitu diperoleh yield sebesar 89,5%, densitas 0,869 g/cm 3 , viskositas 2,324 mm 2 /s, bilangan asam 2 mg KOH/g, bilangan penyabunan 205,34 mg KOH/g, bilangan iod 55,43 %, dan bilangan setana 55,29.
Pemanfaatan Bittern Dan Cuka Sebagai Koagulan Pada Pembuatan Tahu Sri Ratna Dewi; Resi Handayani; Abu Bakar; Saifullah Ramli
Jurnal Inovasi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2021): JURNAL INOVASI RAMAH LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.637 KB)

Abstract

Salt waste known as bittern found in the village of  Baet Aceh Besar Regency is one type of liquid waste that has substantial benefits and is re-utilized as a coagulant on the manufacture of tofu. Tofu is a kind of processed products of soybeans. Its manufacture process requires coagulant as a coagulant substance. This study used waste from the production of salt as a coagulant namely bittern as well as vinegar to compare. In this study, Bittern was used as a clot on the tofu manufacture process. The results showed that the addition of bittern coagulant in the tofu manufacture process was better than with coagulant of vinegar. The best result of coagulant is when it has 2% concentration and in 20 minutes. It is proven in chemical test that on test of water content obtained value about 83%, ash content test was 3% and 16% protein test while fat content was 11%.
Pemanfaatan Bittern Dan Cuka Sebagai Koagulan Pada Pembuatan Tahu Sri Ratna Dewi; Resti Handayani; Abu Bakar; Saifullah Ramli
Jurnal Inovasi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2021): JURNAL INOVASI RAMAH LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.637 KB)

Abstract

Limbah garam yang dikenal sebagai bittern  terdapat di desa Baet Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu jenis limbah cair yang mempunyai manfaat yang cukup besar, dimanfaatkan kembali menjadi koagulan pada pembuatan tahu. Tahu merupakan jenis produk hasil olahan kedelai, dalam pengolahannya memerlukan koagulan sebagai zat penggumpal. Pada penelitian ini digunakan limbah dari hasil pembuatan garam sebagai koagulan yaitu  bittern dan cuka sebagai pembanding. Dalam penelitian ini Bittern dimanfaatkan sebagai penggumpal pada pembuatan tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan koagulan bittern pada pembuatan tahu lebih baik dibandingkan dengan koagulan cuka. Nilai terbaik terdapat pada koagulan dengan konsentrasi 2% dan waktu koagulasi 20 menit. Hal ini terbukti pada pengujian kimia yaitu pada uji kadar air diperoleh nilai berkisar 83%, uji kadar abu1.3% dan uji protein 16% serta kadar lemak yaitu 11%.
Inovasi Magnetic Activated Carbon untuk Pengolahan Limbah Zat Warna dari Industri Batik Aceh Izarul Machdar; Nurul Hajni; Syarifah Lisa Noviani
Jurnal Inovasi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2021): JURNAL INOVASI RAMAH LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.423 KB)

Abstract

engolahan limbah dengan menggunakan karbon aktif merupakan salah satu metode yang mudah diaplikasikan terutama pada industri berskala kecil. Untuk meningkatkan potentialnya, karbon aktif biasa (OAC) dimodifikasi menjadi karbon aktif bersifat magnet (MAC) yang diharapkan dapat mempermudah proses pemisahannya. Daya guna dari nano-magnetite Fe3O4 dimasukkan ke dalam karbon aktif agar diperoleh gabungan sifat adsorpsi karbon aktif  dan sifat magnet dari Fe3O4. Hasil menunjukkan bahwa MAC yang dihasilkan dari metode ko-presipitasi dapat menghilangkan zat warna secara lebih efektif pada limbah batik dan kapasitas adsorpsi nya lebih tinggi jika dibandingkan dengan OAC. Data kinetika dianalisis dengan menggunakan perbandingan dosis adsorben dan konsentrasi awal zat warna. MAC dikarakterisasi dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy – Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan X-Ray Diffraction (XRD). Adanya partikel besi di dalam MAC yang terlihat pada hasil analisis SEM-EDX mengurangi luas permukaan dan volume pori adsorben jika dibandingkan dengan OAC, namun efisiensi penyerapannya lebih baik. Spektrum FTIR dan pola XRD membuktikan adanya gugus Fe-O dan pola Fe3O4.  MAC menunjukkan efisiensi removal hingga 88,82% pada limbah zat warna dengan kapasitas adsorpsi sebedar 8,88 mg/g.

Page 1 of 1 | Total Record : 5