cover
Contact Name
Sisiia Maria Parinusa
Contact Email
s.parinusa@unipa.ac.id
Phone
+6281248838862
Journal Mail Official
jurnallensaekonomi@unipa.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat.
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Lensa Ekonomi
Published by Universitas Papua
ISSN : 18584905     EISSN : 26230895     DOI : https://doi.org/10.30862/lensa
Core Subject : Economy,
Lensa Ekonomi berfokus pada lingkup Ekonomi Pembangunan secara makro serta perencanaan pembangunan yang mencakup analisa ekonomi, ekonomi publik dan Indek pembangunan Manusia.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi" : 10 Documents clear
Analisis Korelasi Antara Lama Usaha, Modal, Lama Jam Kerja dan Tenaga Kerja dengan Pendapatan Pedagang (Studi Kasus Pedagang Mama – Mama Papua di Distrik Elelim Kabupaten Yalimo Provinsi Papua) Mekise Peyon; Dedy Riantoro; Lilyani M Orisu
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.007 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.82

Abstract

This study aims to determine the relationship between business length, capital working hours, and labor to merchant income. The sample of this study were 40 respondents who were Mama-mama Papua traders who traded in the Imbi market in Elelim District, Yalimo Regency, Papua Province. Sampling using accidental sampling technique. Data were analyzed using crosstabulation and Microsoft Excel 2007. The analysis showed that all factors analyzed had a relationship, but the relationship varied between low and very low. The relationship between the length of business variables with the income of the vegetable seller is positive and weak. The relationship between the capital variable and the income of the vegetable seller is negative and very weak. The relationship between variable hours of work and income of vegetable sellers is negative and very weak. The relationship between the variable use of labor and the income of vegetable sellers is positive and very weak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan vaiabel lama usaha, modal lama jam kerja, dan tenaga kerja terhadap pendapatan pedagang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 40 responden yang merupakan pedagang mama-mama Papua yang berdagang di pasar Imbi Distrik Elelim Kabupaten Yalimo Provinsi Papua. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis dengan mempergunakan crosstabulation dan Microsoft Excel 2007. Hasil analisis menunjukan semua Faktor-faktor yang dianalisis memiliki hubungan, namun hubungannya bervariasi antara rendah dengan sangat rendah. Hubungan antara variabel lama usaha dengan pedapatan penjual sayur bernilai positif dan lemah. Hubungan antara variabel modal dengan pedapatan penjual sayur bernilai negatif dan sangat lemah. Hubungan antara variabel lama jam kerja dengan pedapatan penjual sayur bernilai negatif dan sangat lemah. Hubungan antara variabel penggunaan tenaga kerja dengan pedapatan penjual sayur berniai positif dan sangat lemah.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Danau Mooat Sulawesi Utara dengan Menggunakan Analisis SWOT Steven Y Kawatak; Yelly A Walansendow; Dies N.J.C. Repi
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.099 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.72

Abstract

Lake Mooat is a tourism destination that is located in East Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province, which has a lot of natural and cultural potentials. These potentials should be developed in accordance with the principles of sustainable tourism in order to improve the economic wellbeing of the local government and community. In the implementation of this development strategy, active participation of all stakeholders, such as the government, local community and tourists, is crucial. This research was aimed to formulate development strategies suitable for Danau Mooat. SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis was used to analyze the supporting and obstructing factors using data gathered from the tourism stakeholders in the area. Then, these factors were analyzed using a strategy matrix that could be used to determine appropriate and useful development strategies for Danau Mooat. Abstrak Danau Mooat merupakan destinasi wisata andalan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara yang memilik potensi alam dan budaya yang sangat potensial. Potensi-potensi yang dimiliki ini perlu untuk dikembangkan dengan mengikuti prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi pemerintah dan masyarakat lokal. Dalam penerapan strategi pengembangan ini, diperlukan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan pariwisata, seperti pemerintah, masyarakat lokal dan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan berbasis pariwisata berkelanjutan di destinasi wisata Danau Mooat. Metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) digunakan untuk menganalisis berbagai faktor penunjang maupun faktor penghambat melalui data yang didapatkan dari para pemangku kepentingan pariwisata. Kemudian, faktor-faktor tersebut dianalisis dengan menggunakan matriks strategi yang nantinya dapat digunakan untuk menentukan strategi-strategi yang tepat dan berguna bagi pengembangan destinasi wisata ini.
Faktor Determinan Curahan Jam Kerja Tenaga Kerja ‘Ojek’ Sebagai Jasa Transportasi Kabupaten Manokwari Pujah Rachma; Siti Aisah Bauw; Yuyun Puji Rahayu
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.361 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.86

Abstract

This study aims to determine and analyze the effect of the amount of income, length of study, the ease of obtaining private vehicles, and accidents at working place on working hours of 'ojek' driver. The data was analysed by using multiple regression analysis methods. Results of the study stated that the amount of income has a positive and significant effect, the length of school has a negative and not significant effect, the ease of obtaining a private vehicle has a negative and not significant effect, work accidents have a positive effect and not significant to the working hours of motorcycle driver. At a confidence level of 93.8%, variations of all independent variables explain variation on the working hours spending, and the remaining 6.2% is explained by other factors outside the model. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh jumlah pendapatan, lama studi, kemudahan memperoleh kendaraan pribadi, dan kecelakaan di tempat kerja terhadap jam kerja pengemudi ojek. Analisis data menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa jumlah pendapatan berpengaruh positif dan signifikan, lama sekolah berpengaruh negatif dan tidak signifikan, kemudahan memperoleh kendaraan pribadi berpengaruh negatif dan tidak signifikan, kecelakaan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap jam kerja pengemudi sepeda motor. Pada tingkat kepercayaan 93,8%, variasi dari semua variabel independen menjelaskan variasi pengeluaran jam kerja, dan 6,2% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.
Analisis Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Manokwari Johanes Paulus Koromath
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.037 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.75

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of efficiency and effectiveness of regional financial management in Manokwari Regency in the period of 2015-2019. Methods of data collection in this study is the observation non-participant. The variable in this study is the ratio of the efficiency and effectivenss. Data analysis in this study is descriptive analysis. According to data analysis, the average efficiency of regional financial management in Manokwari Regency from 2015-2019 amounted to 92,55 percent, which is categorized less efficient. Furthermore, the average effectiveness of regional financial management in the Manokwari Regency in 2015-2019 amounted to 89,32 percent, which is categorized quite effective. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah selama tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 di Kabupaten Manokwari. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan. Variabel dalam penelitian ini adalah rasio efisiensi dan rasio efektivitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Manokwari adalah sebesar 92,50% yang berarti tingkat efisiensi masih kurang. Selanjutnya rata-rata tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Manokwari adalah sebesar 89,32%. Artinya cukup efektif.
Analisis Determinan Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat Tahun 2009-2019 Sisilia Maria Parinusa; Danny E Waimbo
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.417 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.84

Abstract

The extent to which a region has developed can be measured from a decrease percentage of population living in poverty. Tambrauw Regency which is located in West Papua Province has the highest number of poor people after Pegunungan Arfak Regency. The aim of this research is to examine the social and economic factors that influence the level of poverty in Tambrauw Regency. The social indicator in this study is proxied by Human Development Index meanwhile government capital expenditure, economic growth and income per capita behave as the economic indicators. This research was performed by using a time series data during period 2009 – 2019 and quantitative approach, in particular Ordinary Least Square Method (OLS). The result highlight that Human Development Index, government capital expenditure, economic growth and income per capita have negative and significant effect on the percentage of poor community simultaneously. Furthermore, in partial estimation only economic growth which has negative and significant effect on poverty reduction. Salah satu tolak ukur keberhasilan proses pembangunan di suatu wilayah dapat dilihat dari menurunnya jumlah penduduk miskin. Kabupaten Tambrauw merupakan salah satu Kabupaten di Papua Barat yang memiliki persentase penduduk miskin tertinggi setelah Kabupaten Pegunungan Arfak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana indikator sosial dan ekonomi berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di wilayah Tambrauw. Adapun indikator sosial dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia sedangkan indikator ekonomi diukur dari belanja modal Pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan data time series selama tahun 2009 - 2019. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis multivariate regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil analisis, terlihat bahwa secara simultan IPM, belanja modal Pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin. Akan tetapi, jika dilihat secara parsial maka hanya variabel pertumbuhan ekonomi yang memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin.
Analisis Pengaruh Aglomerasi Industri Pengolahan dan Pertanian Terhadap Hubungan antara Pertumbuhan Ekonomi dengan Ketimpangan Regional di Provinsi Papua Barat Yuli Tri Arimurty Nainggolan; Rully N Wurarah; Dedy Riantoro
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.72 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.93

Abstract

This study aimed to investigate the effect of the agglomeration of manufacturing industries and agriculture on the relationship between economic growth and regional inequality in West Papua in 2013-2017. The research was carried out by calculating the Williamson Index as an indicator of regional inequality, the Balassa Index as an indicator of industrial and agricultural agglomeration, and calculating the economic growth. Then an analysis is performed on whether economic growth significantly affects disparities between Regencies and Cities in Papua Barat. Ten variables were tested using the interaction test, the absolute difference test and the residual test. The results of this study show that economic growth significantly affects regional inequalities, with the agglomeration of manufacturing industries helping to increase economic growth and reduce regional disparities, yet agricultural agglomeration does not able to increase the economic growth and reduce regional inequalities. It can be said that the agglomeration of manufacturing industries is able to become a moderating variable, while agricultural agglomeration not able to be a moderating variable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aglomerasi industri pengolahan dan pertanian terhadap hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan wilayah di Papua Barat tahun 2013-2017. Penelitian dilakukan dengan menghitung Indeks Williamson sebagai indikator ketimpangan wilayah, Indeks Balassa sebagai indikator aglomerasi industri dan pertanian, dan menghitung pertumbuhan ekonomi. Kemudian dilakukan analisis tentang apakah pertumbuhan ekonomi secara signifikan mempengaruhi disparitas antar kabupaten / kota di Papua Barat. Sepuluh variabel diuji menggunakan uji interaksi, uji beda mutlak dan uji residual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan wilayah, dengan adanya aglomerasi industri pengolahan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan wilayah, namun aglomerasi pertanian tidak dapat atau belum mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan wilayah. Dapat dikatakan bahwa aglomerasi industri pengolahan mampu menjadi variabel moderasi, sedangkan aglomerasi pertanian belum mampu menjadi variabel moderasi.
Klasifikasi Pertumbuhan Sektor Pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Manokwari Tahun 2013 – 2017 Tika Adolfina Urbinas; Danny Erlis Waimbo; Rumas Alma Yap
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.056 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.88

Abstract

The purpose of this study is to determine the basic and non-basic sectors, the growth rate of each sector towards economic growth, the contribution of each sector to economic growth, to classify sector growth in the Gross Regional Domestic Product (GRDP) based on the Typology Klassen matrix of Manokwari Regency. and West Papua Province. The data used in this study is in the form of time series data from Gross Regional Domestic Product (GRDP) in the period 2013-2017. By using the Location Quotient (LQ) analysis method and Klassen Typology analysis, 10 basic sectors are obtained, namely: Mining and Excavation, Electricity and Gas Procurement Sector, Water Supply Sector, Waste Management and Recycling, Transportation and Warehousing Sector, Food Accommodation Supply Sector and Drinking, Information and Communication Sector, Financial Services and Insurance Sector, Real Estate Sector, Corporate Service Sector, and Health Services Sector and Social Activities. Whereas the Klassen Typology Matrix shows that the sectors that are developed and growing rapidly in Manokwari Regency and West Papua Province include the Mining and Excavation Sector, Water Supply Sector, Waste Management, Waste and Recycling Sector, Information and Communication Sector, Real Estate Sector, Government Administration, Defense and Compulsory Social Security. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui sektor basis dan sektor non basis, laju pertumbuhan masing-masing sektor terhadap pertumbuhan ekonomi, kontribusi masing-masing sektor terhadap pertumbuhan ekonomi, mengklasifikasi pertumbuhan sektor pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan matriks Tipologi Klassen Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data time series dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam periode tahun 2013-2017. Dengan menggunakan metode analisis Location Quotient (LQ) dan Analisis Tipologi Klassen diperoleh 10 sektor basis yaitu: Pertambangan dan Penggalian, Sektor Pengadaan Listrik dan Gas, Sektor Pengadaan Air, Pengolahan Sampah Limbah dan Daur Ulang, Sektor Transportasi dan Pergudangan, Sektor Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, Sektor Informasi dan Komunikasi, Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, Sektor Real Estate, Sektor Jasa Perusahaan, dan Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Sedangka Matriks Tipologi Klassen menunjukkan bahwa sektor yang maju dan tumbuh dengan pesat di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat antara lain Sektor Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Pengadaan Air, Pengolahan Sampah, Sektor Limbah dan Daur Ulang, Sektor Informasi dan Komunikasi, Sektor Real Estate, Administrasi Pemerintah,Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib.
Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Papua Barat 2014-2018 (Studi Kasus 10 Kabupaten dan 1 Kota) Gabriel Sasea; Rully N Wurarah; Muhammad Guzali Tafalas
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.152 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.81

Abstract

This study aims to analyze the effect of Regional Original Revenue and General Allocation Funds on Gross Regional Domestic Product. The method used in this research is quantitative descriptive analysis techniques using time series data for 2014-2018 and using "Ordinary Least Square" (OLS) regression analysis. The sample of this study was 10 regencies and 1 city in West Papua Province. The results of this study showing that the Regional Original Revenue does not affect the Gross Regional Domestic Product, meanwhile the General Allocation Fund affects the Gross Regional Domestic Product, and subsequently the Dummy Regencies /City has no effect on the Gross Regional Domestic Product. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif teknik analisisnya menggunakan data runtut waktu tahun 2014-2018 dan menggunakan analisa regresi “Ordinary Least Square” (OLS). Sampel penelitian ini adalah 10 kabupaten dan 1 kota yang ada di Provinsi Papua Barat tahun 2014-2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto, selanjutnya Dana Alokasi Umum berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto, dan selanjutnya Dummy Kab/kota induk tidak berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto.
Analisis Pengembangan Pariwisata di Bakaro Beach untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manokwari Yusuf Anthonimus Mayor; Rully N Wurarah; Mus Mualim
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.744 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.85

Abstract

This study aims to analyze the development of tourism in Bakaro Beach in order to increase the Regional Original Income (PAD) of Manokwari Regency. A qualitative descriptive approach is used to describe the tourism development of Bakaro Beach. The samples in this study were the staff of Tourism Office 10 people, 10 people from Bakaro Beach private sector and 30 people from Bakaro Village. The data analysis method used in this research is data triangulation and qualitative descriptive analysis through data reduction, data presentation and verification. The results of this study found that until now the Manokwari Regency Tourism Office does not have a clear tourism development program. Marketing and promotion of tourist objects have been carried out, but there are no clear regulations governing the management of tourist objects so that they cannot be used for increasing PAD in Manokwari Regency. In addition, the infrastructure conditions for tourism development in Manokwari Regency are still inadequate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan pariwisata di Bakaro Beach terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manokwari. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk memaparkan pengembangan pariwisata Bakaro Beach dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Sampel dalam penelitian ini adalah Dinas Pariwisata berjumlah 10 orang, swasta Bakaro Beach sejumlah 10 orang dan masyarakat kampung Bakaro sebanyak 30 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah triangulasi data dan analisis deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menemukan bahwa sampai dengan saat ini Dinas Pariwisata Kabupaten Manokwari belum memiliki program pengembangan pariwisata yang rinci, telah dilakukan pemasaran dan promosi terhadap objek wisata, akan tetapi belum ada regulasi yang jelas yang mengatur tentang pengelolaan objek wisata sehingga belum dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD Kabupaten Manokwari. Selain itu, kondisi infrastruktur bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Manokwari belum memadai.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Perempuan Asli Papua di Pasar Wosi Kabupaten Manokwari Husni Husni; Achmad Rochani; Sarce Babra Awom
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.099 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.89

Abstract

This study aims to determine the factors that influence the entrepreneurial interest of indigenous Papuan women in Pasar Wosi, Manokwari Regency. This research is a quantitative study with an associative method. Data sources include primary and secondary data. The population of this study were all Papuan Mama - Mama in Pasar Wosi, totaling 118 people. The number of samples is 54 people. The sampling technique uses probability sampling method with the sampling technique using simple random sampling. Multiple linear regression is applied in this study to measure the influence of attitude and contextual factors on entrepreneurial intention. Based on the results of data testing, it is known that simultaneously the attitude and contextual factors influence the entrepreneurial intentions variable of indigenous Papuan women. Meanwhile, it is partially proven that attitude and contextual factors have a positive and significant effect on interest in entrepreneurship. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha Perempuan Asli Papua di Pasar Wosi Kabupaten Manokwari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode asosiatif. Sumber data meliputi data primer dan sekunder. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Mama – mama papua di Pasar Wosi, yang berjumlah 118 orang. Jumlah sampel adalah 54 orang. Teknik pengambilan sampel menggunalan metode probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Regresi linier berganda diaplikasikan dalam penelitian ini untuk mengukur pengaruh faktor sikap dan faktor kontekstual terhadap niat berwirausaha. Berdasarkan hasil pengujian data, diketahui bahwa secara simultan faktor sikap dan faktor kontekstual mempengaruhi variabel minta berwirausaha Perempuan Asli Papua. Sedangkan secara parsial terbukti bahwa faktor sikap dan faktor kontekstual berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha.

Page 1 of 1 | Total Record : 10