cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2021)" : 35 Documents clear
Kajian Komparasi Persiapan Tebal Lapisan Perkerasan Lentur Dengan Metode Manual Desain Perkerasan Bina Marga 2017 Dan Metode Aashto 1993 Jalan Kedah Kong Bur Sta 2+000 4+000 Arini Ulfa Mawaddah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.149 KB)

Abstract

Lancarnya arus lalu-lintas akan sangat mendukung perkembangan ekonomi suatu daerah seperti Kabupaten Gayo Lues khususnya pada Ruas Jalan Kedah-Kong Bur, Kecamatan Cinta Maju dan Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues. Studi ini bertujuan untuk mengetahui parameter peningkatan konstruksi pada Jalan Kedah Kong Bur Kecamatan Cinta Maju dan Kecamatan Blanjerango Kabupaten Gayo Lues Sta. 2+000 Sta. 4+000. Parameter yang dimaksud dalam hal ini mencakup tebal perkerasan. Metode yang digunakan adalah Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dan Metode AASHTO 1993 untuk perkerasan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh hasil pada Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 untuk Lapisan Permukaan dengan ketebalan 10 cm, Lapisan Pondasi Kelas A dengan ketebalan 40 cm, dan Timbunan Pilihan dengan ketebalan 10 cm. Sedangkan pada Metode AASHTO 1993 yaitu Lapisan Permukaan dengan ketebalan 7 cm, Lapisan Pondasi Kelas A dengan ketebalan 18 cm, Lapisan Pondasi Kelas B dengan ketebalan 20 cm dan Timbunan Pilihan dengan ketebalan 10 cm. Dan pada Metode Lapangan yaitu Lapisan Permukaan dengan ketebalan 6 cm, Lapisan Pondasi Kelas A dengan ketebalan 20 cm, Lapisan Pondasi Kelas B dengan ketebalan 20 cm dan Timbunan Pilihan dengan ketebalan 20 cm. Kata Kunci: AASHTO, Bina Marga, Jalan Baru, Perkerasan Lentur.
Analisis Kemampuan Double Slope Solar Water Heater (SWH) Ari Gunawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.819 KB)

Abstract

Energi surya dapat digunakan sebagai penyedia energi melalui dua macam teknologi yaitu solar energi panas dan fotovoltaik. Pada umumnya energi yang digunakan di dalam adalah energi yang bersumber dari fosil, aktivitas manusia tersebut menyebabkan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber energi fosil yang berdampak pada perusakan lingkungan. Penukar panas adalah perangkat yang memungkinkan perpindahan panas dan dapat berfungsi sebagai pemanas atau sebagai pendingin, biasanya media pemanasnya menggunakan uap panas (superheated) steam) dan air biasa sebagai air pendingin (cooling water). Pemanas air tenaga surya kemiringan ganda, perangkat digunakan untuk mengubah air dingin menjadi air panas, dimana komponen utamanya terdiri dari dua solar kolektor dibuat menggunakan heat pipe aluminium honeycomb dengan diameter 30 mm dan panjang 1000 mm disusun heksagonal (sarang lebah) sebagai pemanas air. . Air surya kemiringan ganda heater yang diteliti mampu memanaskan air hingga 47C, potensi radiasi energi matahari terbesar adalah pukul 14.00 WIB. Penggunaan kaca sangat mempengaruhi pemanasan yang terjadi pada diameter 30 mm kolektor sarang lebah.Kata Kunci: Energi surya, Penukar panas, Pemanas air tenaga surya, kemiringan ganda
Analisis Keseimbangan Tanah Menggunakan Metode Elemen Hingga Dengan Tubular Pile Dan Steel Combined Wall Nurul Wahidah Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.561 KB)

Abstract

Area fase 1 merupakan lokasi yang jenis tanahnya relatif lunak. Maka dalam perencanaannya hanya mengandalkan daya dukung friction (selimut tiang) saja. Salah satu konstruksi penahan tanah adalah sheet pile atau biasa disebut dengan turap. Dinding turap adalah dinding vertikal relatif tipis yang berbentuk pipih dan panjang, biasanya terbuat dari material baja atau beton yang berfungsi untuk menahan tanah, penahan tebing galian, reklamasi tanah, perlindungan tepi sungai, bendungan serta juga berfungsi untuk menahan masuknya air ke dalam lubang galian. Digunakan tipe combined wall merupakan gabungan dari Tubular Pile / Steel Pipe Pile (SPP) dan Hat type sheet pile, dipasang sepanjang perbatasan fase 1 dan terminal petikemas Belawan (TPK Belawan) dan searah dengan arah ombak air laut dengan panjang 28 m. Memiliki peran untuk meminimalisir keruntuhan tanah dan combined wall di desain dengan pendekatan terhadap kontur dasar laut untuk menahan limpasan air sehingga tidak terjadi sedimentasi yang tinggi. Gaya yang bekerja pada combined wall hanya gaya tekanan tanah lateral. Dalam penelitian ini, akan menganalisis stabilitas combined wall dengan menggunakan metode elemen hingga (FEM) dan limit equilibrium (LEM). Pemodelkan 3 tipe combined wall dengan desain hat type sheet pile yang berbeda untuk mengetahui nilai deformasi dan angka kemanan ketiga pemodelan pada yang digunakan tersebut. Dengan metode elemen hingga mendapatkan hasil deformasi sebesar 11.99 cm, 12.24 cm, 5.93 cm dan nilai angka keamanan sebesar 2.481, 2.480, dan 2.462. Sedangkan metode limit equilibrium didapatkan nilai deformasi sebesar 2.42 cm, .54 cm, dan 6.56 cm, serta nilai angka keamanan sebesar 2.6, 2.34 dan 2. Deformasi dan safety factor dipengaruhi oleh nilai kekakuan normal dan momen inersia.Kata Kunci: Deformasi, Elemen Hingga, Angka Keamanan.
Analisis Pengerjaan Tutup Knalpot Menggunakan Serat Ampas Tebu Fhandymas Abdullah Rasyid Nasution
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.316 KB)

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam industri telah mendorong peningkatan dalam permintaan terhadap material komposit. Perkembangan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam industri mulai meyulitkan bahan konvensional seperti logam untuk memenuhi keperluan aplikasi baru. Komposit adalah suatu sytem yang tersusun melalui pencampuran dua material atau lebih yang berbeda, dalam bentuk dan komposisi material yang tidak larut satu sama lain.pada umumnya bahan komposit adalah bahan yang memiliki beberapa sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh masing-masing komponennya.dalam pengertian ini sudah tentu kombinasi tersebut tidak terbatas pada bahan matriknya.Setelah dilakukan pembuatan spesimen uji impact menggunakan bahan komposit serat ampas tebu, resin, katalis, mirror glaze dan bahan tambahan lainnya.ini maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :1. Semain rendah energi impact yang dihasilkan maka jenis perpatahan yang terjadi akan semakin getas.2. Semakin tinggi energi impact yang dihasilkan maka jenis perpatahan yang terjadi akan semkin ulet.3. Pengujian impact ini dilakukam untuk menguji ketangguhan suatu spesimen terhadap pemberian beban secara tiba-tiba melalui tumbukan.4. Spesimen 1 : a. Luas penampang : 220 mm2 b. Energi yang diserap Joule : 4,100320329 Joule: . Energi pada luas penampang : 0,018637819 Joule / mm2 :5. Spesimen 2 a. Luas penampang : 220 mmb. Energi yang diserap : 14,75234990 Joule. Energi pada luas penampang: 0,067056135 Joule / mm2 : 6. Spesimen a. Luas penampang: 220 mm2 b. Energi yang diserap: 17,187900140 Joule c. Energi pada luas penampang: 0,078126818 Joule / mm2 .Kata Kunci: Komposit, serat ampas tebu, tutup knalpot pengujian impact.
Pengaruh Lengkung Kereta Api Pada Kecepatan Kereta Api Di Jalan Pokok Bambu Kec. Beringin Lintas Medan Araskabu (Studi Kasus) Haris Rinaldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.68 KB)

Abstract

Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Kebutuhan pemeliharaan jalan rel dijalur lengkung dapat berupa pemeliharaan rutin terhadap struktur jalan rel kereta api yang mungkin mengalami penurunan kualitas akibat beban lintas kereta api. Dalam hal ini penulis mengambil judul Evaluasi Pengaruh Lengkung Kereta Api Terhadap Kecepatan Kereta Api Di Jalan Pokok Bambu Kec. Beringin Lintas Medan - Araskabu. Tujuan dan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui seberapa besar kemiringan lengkung di jalan Pokok Bambu Kec. Beringin lintas Medan Araskabu, yaitu 64 mm berbanding sesuai dengan radiusnya, dan untuk mengetahui kecepatan kereta api saat melintasi di jalur lengkung lintas Medan-Araskabu pada kecepatan maximum kereta api 55 km/jam dan kecepatan minimum 50 km/jam pada jalur saat melintasi dijalur lengkung lintas Medan-Araskabu. Kata Kunci : Kereta Api, Lengkung, Kecepatan.
Pengaruh Daya Tarik Beton Akibat Penambahan Superplaticizer Viscocrete 8670-Mn Dan Bahan Tambah Abu Sekam Padi (Studi Penelitian) Diky Juwanda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.303 KB)

Abstract

Beton merupakan bahan yang bersifat getas dengan kuat tarik yang rendah. Kekuatan tarik belah digunakan dalam mendesain elemen struktur beton untuk mengevaluasi ketahanan geser beton dan menentukan panjang penyaluran dari tulangan. Banyak jenis abu sekam yang dapat digunakan pada campuran beton diantaranya abu sekam alami dan serat sintetis, contoh serat alami adalahabu sekam padi, abu sekam batu bata, dan lain-lain. Abu sekam padi seperti halnya abu sekam alami dari padi memilliki kerapatan rendah, harga relative murah dan konsumsi energy rendah, serta dapat menetralkan CO2 dan memproduksi O2 tiga kali lebih banyak dari tanaman lainnya. Sika Viscocrete-8670 MN adalah bahan campuran zat additive yang berfungsi untuk mengurangi kadar air dan untuk mempercepat pengerasan beton dan kelecekannya tinggi, campuran semen terkonsentrasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan mutu dan kekuatan suatu bangunan. Tujuan dari penelitian mengetahui hasil tinjauan nilai kuat tarik belah beton dengan bahan tambah serat bambu 5%, 10% dan 15% dan Sika Viscocrete-8670 MN sebesar 0,8% dari berat semen. Sampel pengujian beton yang digunakan adalah silinder dengan ukuran 15 x 30 cm3 sebanyak 16 benda uji. Pengujian dilakukan dengan menguji tentang pengaruh penambahan Serat Bambu terhadap nilai kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Nilai rata-rata kuat tarik belah beton yang diperoleh sesuai dengan variasi adalah BN (2,58 Mpa), ASP 5% (1,91 Mpa), ASP 10% (1,80 MPa), ASP 15% (1,70 MPa).Kata Kunci: Serat Bambu, Sika Viscocrete-8670 MN, Kuat Tarik Belah.
Pengaruh Gerbang Tol Binjai-Semayang Terhadap Kinerja Ruas Jalan Kilometer 12 Diski (Studi Kasus) Surya Pradana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.339 KB)

Abstract

Transportasi merupakan bidang kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia disebabkan kebutuhan akan manusia untuk melakukan pergerakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Analisa Dampak Lalu Lintas merupakan serangkaian kegiatan kajian mengenai dampak lalu lintas dari pembangunan pusat kegiatan, pemukiman, dan infrastruktur yang hasilnya di tuangkan dalam bentuk dokumen hasil analisis dampak lalu lintas (Teknik, 2019). Pemilihan moda merupakan suatu tahapan proses perencanaan angkutan yang menentukan proses pembebanan perjalanan atau mengetahui jumlah (dalam arti proporsi) orang dan barang yang akan menggunakan atau memilih berbagai moda transportasi yang melayani suatu titik asal tujuan tertentu, demi beberapa maksud perjalanan tertentu pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh yang ditimbulkan oleh aktivitas pintu gerbang tol Medan-Binjai dan mengetahui kinerja ruas lalu lintas pada ruas jalan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Volume lalu lintas (Q), Kapasitas (C), Derajat Kejenuhan (DS). Kapasitas jalan menggunakan 5 variabel yaitu kapasitas dasar (C), factor penyesuaian lebar jalan, (FCw), factor penyesuaian pemisah arah (FCsp), factor penyesuaian hambatan samping (FCsf), dan factor penyesuaian ukuran kota (FCcs). Sedangkan Derajat Kejenuhan (DS) menggunakan 2 variabel yaitu volume lalu lintas (Q) dan kapasitas (C). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai DS tahun 2017 untuk ke 2 ruas jalan masih dikatergorikan arus pada kondisi stabil. Kemudian hasil analisa kapasitas jalan menurut PKJI 2014 didapat hasil C = 1449 smp/jam dan untuk hasil volume lalulintas pada jam sibuk didapat pada hari Sabtu di jam 07.00-08.00 dengan 812 smp/jam. Selanjutnya nilai derajat kejenuhan pada Jalan Kilometer 12 DISKI berdasarkan hasil perhitungan adalah 0,47. Kata Kunci: Kapasitas Jalan, Volume Lalu Lintas, Gerbang Tol.
Analisis Bahan Tambah Abu Sekam Padi (ASP) Dan Serat Sabut Kelapa (SSK) Dengan Mekanik Modulus Elastisitas Beton Serat Alami Mariadly Rizky Abdillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.965 KB)

Abstract

Seperti yang kita ketahui bahwa beton sangat lemah dalam kuat tarik tidak hanya kuat tarik saja yang menjadi permasalahan, tetapi nilai modulus elastisitas juga sangat mempengaruhi dalam kekuatan beton itu sendiri, dalam penelitian ini abu sekam padi dan abu serat sabut kelapa digunakan sebagai bahan tambah dalam adukan beton. Penelitian ini mengunakan metode eksperimen di laboratorium dengan membuat benda uji silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. setelah melalui tahap perawatan selama 28 hari. Variasi penambahan abu sekam padi dan serat sabut kelapa sebagai bahan tambah campuran beton direncanakan dengan empat variasi yaitu 0%, 10%, 20% dan 30% untuk abu sekam padi dan 0.3% untuk serat sabut kelapa, serta digunakan dua factor air semen yaitu 0.40 dan 0.45 untuk mengetahui hasil yang lebih optimal, jumlah benda uji yang dibuat sebanyak 18 buah benda uji untuk pengujian modulus elastisitas dan kuat tekan. Dari hasil pengujian modulus elastisitas beton serat, nilai maksimum di dapatkan pada campuran variasi abu sekam padi 10% + serat sabut kelapa 0.003 pada FAS 0.40 sebesar 25231 MPa dengan kuat tekan beton serat maksimum di dapatkan pada campuran variasi abu sekam padi 10% + serat sabut kelapa 0.003 pada FAS 0.45 sebesar 30.4 MPa, namun nilai yang dihasilkan masih dibawah beton normal. Kata Kunci: Beton serat, self compacting concrete, abu sekam padi, serat sabut kelapa.
Kajian Eksamen Penggunaan Jarum Nozzle (Needle) Terhadap Kinerja Turbin Pelton Skala Mikro Ari Aswari Purba
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.784 KB)

Abstract

Turbin Pelton adalah turbin spesifik berkecepatan rendah yang digunakan untuk lokasi pembuangan tinggi dan rendah. Pelton turbin memiliki serangkaian ember yang dipasang di tepi cakram yang dipasang pada poros yang berputar. Ini Penelitian ini membahas salah satu unjuk kerja dari turbin pelton yaitu pengaruh nozzle jarum pada kinerja turbin pelton. Mengetahui daya yang dihasilkan turbin pada nozel variasi jarum dan mengetahui efisiensi penggunaan jarum nozel pada turbin pelton dan mengetahui kecepatan aliran yang keluar pada variasi bukaan nozel. Langkah-langkah penelitian untuk variasi penggunaan jarum nozzle pada turbin pelton mulai dari set up alat uji, data pengumpulan, dimana data diperoleh maka tahap selanjutnya menganalisis data tersebut. Hidrolisa tenaga air diperoleh pada analisa data dari pengujian sebesar 2959.008 watt. Putaran tercepat dihasilkan terjadi pada variasi bukaan 16 mm nozzle tertutup 586,6 rpm dan yang terkecil terjadi pada variasi needleless 542,3 rpm. Daya terbesar yang dihasilkan pada pengujian ini diperoleh pada 16 variasi bukaan nozzle mm sebesar 53,49 watt dan yang terkecil diperoleh dari pengujian needleless 43 watt.Kata Kunci: Jarum, Kecepatan Daya, Efisiensi.
Peninjauan Optimalisasi Time Schedule Menggunakan Metode CPM Dan PERT Pada Proyek Pembangunan Jalan Transmigrasi Teget Kabupaten Bener Meriah Ayu Wulandari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.631 KB)

Abstract

Efesiensi waktu dalam penyelesaian proyek sangat penting sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran dalam pelaksanaan pekerjaan sejenis. Rangkaian kegiatan ini meliputi penetapan tujuan (target setting), rencana (plan), organisasi (organisasi), implementasi (Eksekusi) dan pengawasan atau kontrol (control),Durasi Kegiatan Waktu Durasi kegiatan dalam metode jaringan kerja adalah lama waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan dari awal sampai akhir Pada CPM dipakai cara deterministik, yaitu memakai satu angka estimasi. Penghitungan durasi pada metode CPM digunakan untuk memperkirakan waktu penyelesaian aktivitas, yaitu dengan cara single duration estimate. PERT yang mempunyai asumsi dasar bahwa suatu kegiatan dilakukan berkali-kali, maka actual time akan membentuk distribusi beta dimana optimistic (waktu optimis) dan pessimistic (waktu pesimis) merupakan buntut (tail), sedangkan most likely duration (waktu realistis) adalah mode dari distribusi beta tersebut. Hitungan maju untuk mengetahui waktu selesai kegiatan paling awal. hasil perhitungan maju yaitu ES dan EF Waktu proyek normal dipercepat dengan menerapkan metode crashing agar waktu penyelesaian lebih awal untuk meningkatkan performance dan profil dari perusahaan kontraktor.Kata Kunci: Manajemen proyek, Perhitungan Crashing, CPM-PERT

Page 1 of 4 | Total Record : 35