Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 5 (2023)"
:
10 Documents
clear
Optimalisasi Kinerja Angkutan Kota Medan Rute Medan Amplas – Medan Labuhan Angkutan Kota Rmc 125 Dengan Metode Optimasi Load Factor
Fadhillah, Dicky
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jumlah angkutan kota yang beroperasi di Kota Medan tidak seimbang dengan permintaan jasa dari penumpang, sehingga hal ini menjadi salah satu faktor kemacetan yang terjadi di Kota Medan. Penelitian difokuskan pada angkutan kota RMC 125 dengan jumlah 137 unit yang beroperasi pada rute Medan Amplas-Medan Labuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merasionalisasikan jumlah angkutan kota yang seharusnya beroperasi agar seimbang atas permintaan jasa dengan menggunakan metode optimasi load factor, serta analisa survei tingkat kepuasan penumpang atas pelayanan jasa angkutan dengan kuisioner. Dari hasil perhitungan rasionalisasi dengan metode optimasi load factor, harus ada pengurangan sebanyak 22 unit angkutan kota RMC 125. Dan hasil dari analisa survei, pelayanan jasa yang diberikan oleh angkutan kota RMC 125 sudah cukup baik, namun 78% penumpang dari total 82 responden menyatakan bahwa perlu ada pengurangan angkutan.
Rancangan Bet Tenis Meja Komposit Dari Bahan Limbah Kayu (Serbuk Kayu)
Wijaya, Regi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan rekayasa produk maupun pemanfaatan material berbasis komposit di Indonesia belum begitu popular, dan belum banyak industry diindonesia yang mengembangkan teknologi ini. Dimasa ini perkembangan teknologi bahan semakin pesat. Pemenuhan kebutuhan akan bahan dengan karakteristik tentu juga menjadi faktor pendorongnya. Sementara banyak sekali limbah kayu atau serbuk kayu yang tidak banyak dimanfaati dibiarkan saja, kebanyakan masyarakat mengutip serbuk kayu hanya untuk media tanam, para pengrajin kayu untuk menghilangkan serbuk kayu, mereka hanya menggunakan media bakar, dari hal yang dilakukan oleh pengrajin kayu tersebut dapat menimbulkan polusi udara, maka dari itu serbuk kayu bisa dimanfaatkan dalam pembuatan bet tenis meja ini, apalagi serbuk kayu memiliki nilai ekonomis yang cukup baik. Untuk mengetahui pembuatan bet tenis meja dari bahan limbah kayu (serbuk) dan untuk mengetahui kekuatan komposit yang diperkuat serbuk kayu bahan bet tenis meja mengunakan uji tarik. Pengertian Uji tekuk (bending test) merupakan salah satu bentuk pengujian untuk menentukan mutu suatu material secara visua. Bet tenis dibuat dengan ukuran dan bentuk yang sesuai dengan standard bet tenis.Standard SNI untuk bet tenis meja memiliki berat 150-210 gram dan tebal 6-7 mm. Dan dan berat produk bet tenis meja yang dibuat adalah 177,9 gram dengan tebal 6 mm, maka produk bet tenis meja yang dibuat sudah memenuhi standard SNI.
Penempatan Recloser Terhadap Keandalan Sistem Distribusi Di PT. PLN (Persero) Kota Subulussalam Aceh
Hasugian, Doni Ariadi Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengaman sistem distribusi tenaga listrik merupakan salah satu unsur dari pemenuhan pelayanan. Pemutus balik otomatis atau recloser merupakan salah satu peralatan pengaman Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV yang berfungsi untuk mengantisipasi gangguan sesaat sehingga pemadaman listrik dapat diantisipasi, penggunaan listrik pada saat ini telah meluas hampir keseluruh daerah. Jaringan distribusi 20 kV sering mengalami gangguan baik secara eksternal maupun internal. Gangguan secara eksternal berupa surja yang diakibatkan oleh petir, dahan pohon atau ranting yang terkena pada saluran transmisi, sedangkan pada gangguan internal disebabkan oleh surja hubung diakibatkan karena buka dan tutup Circuit Breaker. Gangguan dapat bersifat sementara maupun permanen. Gangguan sementara akan hilang dengan sendirinya sedangkan permanen membutuhkan operator untuk menetralkan gangguan. Berdasarkan hasil analisa penempatan recloser pada saluran distribusi di PT. PLN (Persero) Subulussalan PK Penanggalan bisa dihitung perbandingan dengan menggunakan SAIDI, SAIFI, dan FITNES. Hasil yang diperoleh sesudah perhitungan penempatan recloser pada posisi trafo depan koramil Sp Kiri dengan nilai SAIDI (0,287), dan SAIFI (0,000517) dan nilai FITNES (746268,657).
Analisis Keruntuhan Struktur Srpm Baja Dengan Bracing Konsentrik Akibat Getaran Gempa Berulang Dan Pengaruh Beban Gravitasi
Agustian, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Tidak jarang gempa datang secara berulang (gempa susulan) terkhusus wilayah Indonesia yang merupakan wilayah zona gempa. Oleh karena itu diperlukan struktur bangunan yang mampu meminimalisir resiko kerusakan akibat gempa terkhusus gempa yang datang secara berulang yang memberikan energi lebih besar dibandingkan dengan gempa tunggal. Pada tugas akhir ini direncakan sebuah struktur dengan 9 lantai yang dimodelkan terhadap 1 jenis penskalaan rekaman gempa yaitu pensekalaan MCE untuk analisis nonlinier. Dari hasil analisis yang di dapatkan dari hasil memodelkan struktur baja dengan kondisi tanah keras (R6) terhadap gempa tunggal dan gempa berulang yang didapatkan nilai Incremental Dynamic Analysis nilai IDR dari gempa berulang lebih besar dari pada gempa tunggal, pada gempa tunggal memiliki nilai RSA(T1) = 1 mendapatkan nilai IDR = 0,083 dan pada gempa berulang memiliki nilai RSA(T1) = 1 menapatkan nilai IDR = 0,094. Hasil analisis juga menunjukan nilai probabilitas (CP) = 5%, dan (LS) = 2,5%, yang diperoleh gempa berulang selalu memerlukan nilai RSA(T1) yang lebih besar dari pada gempa tunggal untuk mencapai kondisi mendekati keruntuhan.sedangkan nilai probabilitas 10% memerlukan nilai RSA(T1) yang lebih besar dari pada gempa berulang untuk mencapai kondisi keruntuhan.
Pengaruh Susunan Rangka Penahan Beban Gravitasi Terhadap Perilaku Keruntuhan Struktur SRPM Baja dengan Bracing Konsentrik Akibat Getaran Gempa
Nurhayati, Indri Dwi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Gempa itu sendiri terdiri dari gempa tunggal yang mana terdiri dari gempa regular, pulse dan fling. Penggunaan material baja untuk konstruksi bangunan bisa mengurangi risiko bangunan roboh saat diguncang gempa bumi dikarenakan tingkat fleksibilitasnya yang cukup tinggi. Indonesia khususnya Kota Padang Pariaman merupakan wilayah yang rentan jika terjadi gempa, sehingga bangunan bertingkat dapat mengalami kehancuran, Oleh karena itu diperlukan struktur bangunan yang mampu meminimalisir resiko kerusakan akibat gempa. Dalam hal tersebut struktur baja sangat direkomendasikan karena struktur baja lebih elastis dibandingkan dengan struktur beton bertulang. Pada tugas akhir ini direncakan sebuah struktur dengan 9 lantai yaitu centerline gravitasi yang dimodelkan terhadap penskalaan rekaman gempa yaitu penskalaan MCE yang disandingkan dengan 20 groundmotion pada gempa fling. Analisa yang digunakan adalah Respon Spektrum sebagai tahap desain dan Respon Riwayat Waktu Linear dan Nonlinear sebagai tahap evaluasi, dengan alat bantu software SAP2000 versi 20 dan RUAUMOKO2D versi 04. Dari hasil analisis yang didapatkan dari hasil memodelkan struktur baja dengan kondisi tanah keras terhadap gempa tunggal didapatkan nilai incremental displacement analysis dimana hasil kurva IDA didapatkan IDR centerline sebesar 0,2002.
Percobaan Kampas Rem Cakram Berbahan Komposit Serbuk Arang Lidi Aren
Zain, Anuar Hadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rem merupakan salah satu komponen pada sepeda motor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan sepeda motor dengan nyaman. Maka peneliti ingin mengetahui nilai dan umur pakai rem sepeda motor serta membuat sampel rem sepeda motor dengan menggunakan material komposit ramah lingkungan dengan beberapa variasi komposisi material. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serbuk lidi aren, resin dengan katalis sebagai pengering. Pembuatan kampas rem diperoleh dengan mencampurkan semua bahan dan dicetak lalu di panaskan hingga mengeras. Pengujian dilakukan pada uji keausan, material kampas rem pada penelitian ini di uji keausan dengan variasi bahan yang disajikan pada diagram alir pengujian. Pengujian untuk mengetahui tingkat keausan dilakukan dengan menggunakan alat Brake Dyanamometer, dengan massa beban pengereman 500gr, 1000gr, dan 1500gr, dari hasil pengujian dapat dihasilkan kampas rem no.2 (Betina) yang memiliki tingkat keausan paling baik/kecil dengan nilai 0,821/gram mm2det pada beban massa pengereman 500gr dan variasi bahan serbuk 4gr. Dan jika sudah memenuhi karakteristik akan dibuat kampas rem yang terbaik dalam bentuk yang lebih baik.
Tinjauan Peralihan Suhu Panas Kawat Tembaga Pada Aliran Laminer
Fari, Muhammad Algi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perpindahan panas kawat tembaga pada aliran laminar sehingga mengetahui apa yang dialami pada kawat tembaga setelah mengalirkan fluida jenis laminar. Tembaga kawat akan diberikan arus dan tegangan dari baterai sehingga kawat tembaga menjadi panas dan sangat berpengaruh jika fluida melewati permukaan kawat. Analisis ini menggunakan perhitungan Reynold untuk menentukan jenis aliran dan perhitungan konveksi untuk menentukan berapa banyak panas yang diterapkan pada kawat dan berapa banyak panas yang hilang di kawat. Perhitungan bilangan Reynold sangat mempengaruhi bilangan lain sehingga semakin tinggi bilangan Reynold maka semakin tinggi nilai perpindahan panasnya. Untuk pengumpulan datanya adalah dilakukan kurang lebih 5 menit dengan masing-masing kecepatan fluida 1 m/s, 1,2m/s, 1,4 m/s, 1,6m/ s, dan 1,8m / s.
Analisis Kinerja Aksial Dan Horizontal Tiang Pancang Pada Rumah Susun Universitas Negeri Medan Menggunakan Metode Analitis
Ihsan, Muhammad Ali
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pondasi adalah struktur bagian bawah bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah, atau bagian bangunan yang terletak dibawah permukaan tanah yang mempunyai fungsi memikul beban bagian bangunan lain diatasnya (Joseph E. Bowles, 1997). Pada pengaplikasian dilapangan sering mengesampingkan analisis daya dukung pondasi dan penurunan pondasi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan daya dukung aksial dan horizontalpondasi tiang pancang secara analitis maupun numeris dengan pengujian tes di lapangan atau Pile Driving Analyzer (PDA) atau CAPWAP. Secara analitis, perhitungan daya dukung aksial dilakukan dengan menggunakan metode Mayerhof (1976), Briaud Et Al, Tomlinson (1977) yang dilakukan dengan menghitung kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang.sedangkan untuk menganalisis daya dukung horizontal pondasi tiang pancang menggunakan metode Broms untuk mengetahui besarnya gaya lateral berdasarkan data-data dari lapangan yaitu SPT, sedangkan numeris yaitu menghitung dengan menggunakan program All Pile. Perhitungan dilakukan pada titik pengujian SPT yaitu titik BH1 yang akan diverifikasi dengan pengujian PDA atau CAPWAP pada Proyek Pembangunan Rumah Susun UNIMED. Dari hasil analisis secara manual dan program, dapat disimpulkan bahwa metode Mayerhof 1976 = 98.48 ton Briaud et all = 110.16 ton Thomlinson = 78.527 ton hasil computer = 494,51 ton dan daya dukung horizontal tiang pancang panjang ujung bebas yaitu Hu= 4742.91 kg, sedangkan tiang pancang panjang ujung terjepit yaitu Hu = 7853.19 kg, perhitungan komputer untuk tiang pancang deflection = 0.127 cm.
Analisa Berbagai Jenis Logam Konduktivitas Termal Dengan Menggunakan Aplikasi Solidworks
Suhada, Aulia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Material logam dituntut untuk memiliki kekuatan yang besar namun juga harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang tinggi. Salah satu ketangguhan suatu material adalah dinilai dari kemampuan perpindahan panas.. Secara singkat panas dapat dipindahkan melalui tiga cara salah satunya adalah konduksi. Konduksi merupakan proses panas yang mengalir dari daerah yang bersuhu tinggi k e daerah yang bersuhu lebih rendah di dalam suatu medium (padat, cair, atau gas). Konduktivitas termal sendiri adalah salah satu sifat dasar dari material, yaitu laju perpindahan panas melalui ketebalan unit material per satuan luas per gradien suhu. Konduktivitas termal juga dapat menunjukkan seberapa cepat kalor mengalir dalam bahan tertentu. Nilai konduktivitas termal tertinggi menunjukkan bahwa material tersebut adalah konduktor, sementara konduktivitas termal yang rendah menunjukkan material tersebut adalah isolator. Untuk meminimalisir kegagalan yang mungkin terjadi pada alat maka butuh simulasi dan analisis sebelum dilakukan fabrikasi, software yang digunakan mengunakan software solidwork . Dari penelitian ini digunakan material Kuningan (Brass), Besi (Dectile Iron), dan Stainless Steel berbentuk tabung yang berdimensi panjang 100 mm dan diameter 30 mm. Setelah melakukan simulasi didapat konduktivitas thermal Stainless Steel terhadap Dectile Iron (besi), Brass (Kuningan), dan Stainless Steel sendiri yang memiliki nilai tertinggi yaitu Stainless Steel terhadap Stainless Steel, kemudian yang kedua yaitu Stainless Steel terhadap Brass (Kuningan) dan yang terakhir yaitu Stainless Steel terhadap Dectile Iron (besi). Stainless Steel memiliki nilai konduktivitas thermal tertinggi pada simulasi ini dikarnakan memiliki material yang sama terhadap sesama Stainless Steel. Tidak memiliki hambatan laju alir kalor dibanding dengan Stainless Steel terhadap Dectile Iron (besi) dan Stainless Steel terhadap Brass (Kuningan).
Komparasi Perubahan Timbunan Tanah Lunak Memakai Metode Analitik, Metode Elemen Hingga Dan Metode Pvd Di Pelabuhan Kuala Tanjung
Ardiansyah, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia sehingga memiliki banyak daerah pesisir. Tanah yang berada pada pesisir / pinggir laut cenderung merupakan jenis tanah lunak. Tanah lunak merupakan jenis yang memiliki kuat geser yang rendah, koefisien permeabilitas yang kecil, kompresibilitas yang rendah dan daya dukung tanah yang rendah. Kondisi tersebut menyebabkan tantangan pada konstruksi bangunan diatasnya karena itulah perlu di lakukan perbaikan tanah (soil improvement). Penurunan pada konstruksi teknik sipil akibat proses konsolidasi tanah pendukung merupakan salah satu aspek utama dalam bidang geoteknik terutama pada lapisan tanah kohesif lunak. Proses konsolidasi adalah suatu proses disipasi air pori terhadap fungsi wak tu. Agar perbaikan tanah pada kawasan Pelabuhan di Kuala Tanjung memiliki efektivitas yang tinggi, perlu diadakannya evaluasi terhadap kinerja perbaikan tanah yang ditinjau oleh instrument geoteknik serta parameter desain yang digunakan menggunakan timbunan, beban timbunan direncanakan dengan ketinggian tertentu agar penurunan konsolidasi dapat tercapai. Stamatopoulos (1985) dalam Yunias (2010) mengatakan tinggi timbunan umumnya berkisar antara 3 – 8 meter dengan penurunan yang akan terjadi umumnya 0,3– 2 meter.Hasil perhitungan dari tanpa menggunakan PVD diperoleh wak tu yang diperbolehkan untuk mencapai derajat konsolidasi 95% adalah 531 hari dengan besar penurunan 2.315 meter. Sedangkan dengan menggunakan PVD yang di pasang dengan pola segitiga dan jarak antar 1.6 meter, wak tu yang dibutuhkan adalah 88 hari hari dengan besar penurunan 2.200 meter. Dari analisa telah di lakukan dapat di simpulkan bahwa penggunaan PVD dapat mempercepat wak tu konsolidasi.