cover
Contact Name
Yusri
Contact Email
yusri@unm.ac.id
Phone
+6285255602827
Journal Mail Official
yusri@unm.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Makassar Jl. AP Pettarani Makassar Sul-Sel Telpon: 869834-869854-860468; 081328540086; Fax: 0411-868794-868879
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Fundamental Sciences
ISSN : 2621671X     EISSN : 26216728     DOI : 10.26858/ijfs
Scopes of the journal consist of: 1. Mathematics, 2. Physics, 3. Chemistry, 4. Biology, 5. Statistics, and 6. Engineering.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
ADSORPSI PEWARNA TEKSTIL MENGGUNAKAN ADSORBEN KITOSAN SULFAT BEAD DARI LIMBAH KULIT UDANG
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.407 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2128

Abstract

Pembuatan dan pemanfaatan kitosan sulfat beadasal limbah udang sebagai adsorben zat warna methyl orange  dan diuji kemampuanadsorpsinya terhadap zat warna methyl orange. Karakterisasi kitosan dan kitosan sulfat beads menggunakanFourier Transform Infra-Red Spectrophotometer (FTIR), dengan derajad deasetilase 89%.Optimasi adsorpsi  kitosansulfat beads terhadap methyl orange digunakan beberapa parameter: panjang gelombang , variasi pH, variasi waktu interaksi dan variasi konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan sulfat beads optimum mengadsorpsi methyl orange pada pH 4 , waktu interaksi60 menit, kapasitas adsorpsi sebesar 18 mol/g dengan panjang gelombang maksimum pada 554,2 nm. Mengikuti persamaan isoterm Langmuir dengan R2 = 0,995. Kemampuan kitosan sulfat beads  mengadsorpsi zat warna methyl orange karena memiliki gugus fungsi utama amin-sulfat dan hidroksil.
MODEL EPIDEMIK PADA PENYEBARAN PENYAKIT CAMPAK DI KOTA MAKASSAR
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.407 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2133

Abstract

Penelitian ini membahas model matematika untuk penyebaran penyakit campak. Model matematika yang digunakan  berupa model MSEIR dengan memperhatikan laju kelahiran tidak sama dengan laju kematian. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model matematika epidemik MSEIR yang kemudian diterapkan terhadap penyebaran penyakit campak di kota Makassar pada tahun 2013 yang diperoleh langsung dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Pembahasan dimulai dari penentuan model MSEIR, titik equilibrium, stabilitas, bilangan reproduksi dasar  dan kemudian dilakukan analisis data menggunakan program MATLAB 2013 yang bertuuan untuk mengolah data yang diperoleh. Dalam penelitian ini diperoleh dua titik equilibrium dengan nilai bilangan reproduksi dasar  = 0,00001104, ini menunjukkan bahwa penyakit campak di kota Makassar akan menurun bahkan menghilang dalam kurun waktu 10 bulan kedepan.
PERAN BALAI PEMASYARAKATAN KLAS I MAKASSAR
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.407 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2129

Abstract

Penelitian ini merupakan bidang penelitian yang menggunakan teknik wawancara dan pengolahan data. Penelitian terletak di Central Correctio BAPAS Kelas I Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas BAPAS untuk melakukan penelitian yang akan digunakan dalam proses peradilan serta untuk pencalonan PB, CB, CMB dan Asimilasi. Setelah itu, Bapas diberikan maka tugas akan terus perwalian masyarakat. Tujuan dari pembinaan untuk membentuk tahanan untuk menjadi manusia sepenuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi kejahatan. BAPAS melaksanakan program pembinaan untuk memaksimalkan reintegrasi klien pemasyarakatan. Berdasarkan data tahun 2013 dan 2014, program bimbingan dalam proses reintegrasi Klien Pemasyarakatan sangat efektif mengingat tingkat kegagalan menurun dan tingkat keberhasilan naik signifikan.
STUDI PERTUMBUHAN LAMUN Enhalus sp DALAM UPAYA PENGELOLAAN PESISIR DI PULAU TANAKEKE
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.407 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2134

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan E. acoroides pada satu perlakukan dengan perlakuan lainnya.  Perlakuan A = lamun E. acoroides tanpa kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii,  B = lamun E. acoroides dengan kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii di atasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju pertumbuhan E. acoroides pada semua hamparan baik dengan dan tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii tidak berbeda nyata. Secara kuantitatif pada hamparan tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii (A), rata-rata pertumbuhan E. acoroides 1,1695 cm/hari, dan pada kawasan dengan aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii dan hutan mangrove (B), rata-rata pertumbuhan 1,1365 cm/hari.  Hasil pengukuran kualitas air menunjukan  bahwa suhu air, salinitas, pH, kecepatan arus, DO dan kecerahan tidak berbeda nyata antara area lamun E. acoroides dengan maupun tanpa aktivitas budidaya rumput laut K. alvarezii.  Nitrat dan fosfat lebih banyak terdeteksi pada perlakuan lamun E. acoroides dengan budidaya rumput laut K. alvarezii di atasnya (B) dibandingkan tanpa kegiatan budidaya rumput laut K. alvarezii (A)
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG Amal Amal; Ichsan Invani Baharuddin
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.194 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2125

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini (1) mengetahui persepsi terhadap pengelolaan hutan mangrove (2) mengetahui partisipasi  masyarakat terhadap pengelolaan hutan mangrove. Hasil yang diperoleh bahwa pengelolaan sumberdaya hutan mangrove selama ini belum banyak melibatkan masyarakat pesisir khususnya pada tahap perencanaan maupun sampai tahap pemeliharaan dan  masyarakat menginginkan agar dibentuk kelompok-kelompok tani/nelayan. Pendampingan dalam pengelolaan sumberdaya hutan mangrove dan penentuan zona-zona pengelolaan apakah sebagai kawasan konservasi, rehabilitasi, budidaya sehingga kawasan hutan mangrove dan sumberdayanya  dapat terjaga dan lestari. Kerusakan hutan mangrove dipesisir pantai Kabupaten Pinrang adalah umumnya disebebkan oleh konversi hutan mangrove menjadi lahan pertambakan dan diterjang oleh ombak yang besar.  Masyarakat di sepanjang pesisir pantai Kacematan Suppa secara aktif akan berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove mulai dari tahap perencanaan  pengawasan, sampai pada tahap pemeliharaan/pelestarian sumberdaya hutan mangrove.
LOW-TEMPERATURE GRAPHENE GROWTH ON COPPER FOIL CATALYST BY CHEMICAL VAPOUR DEPOSITION (CVD) METHOD
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.407 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2130

Abstract

Graphene growth at low temperatures (below 500 oC) on copper catalyst by CVD method was studied. The goal of this study is to determine a minimum growth temperature for growing graphene with high quality. In this study, the catalyst used for growing graphene was copper foil (Sigma-Aldrich, code: 1001328641, 25 µm in thickness, 99.98% trace metals basis, cut into 2x1 cm2 in size)  annealed at 900 oC , while the precursor used was poly(methyl methacrylate) (PMMA) heated at 140 oC. In graphene growth, two different growth temperatures of 350 oC and 450 oC were varied. The graphene films grown on copper foil catalyst were characterised using SEM and Raman spectroscopy. While, the films transferred onto quartz/glass/grid substrates were characterised by using SEM, Raman spectroscopy, UV-vis spectroscopy, four point probe and TEM. Results of this study showed that the 450 oC-grown samples produce a better quality graphene film compared to the 350 oC-grown samples. In other words, the minimum temperature of graphene growth is at least 450 oC for a Cu foil, since this temperature has to be sufficiently high to activate carbon diffusion and rearrangement on the catalyst surface..
PERILAKU MASYARAKAT MELESTARIKAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI WALANAE
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.407 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perilaku masyarakat melestarikan lingkungan, Pengetahuan lingkungan, pengetahuan pencemaran dan motivasi memelihara lingkungan masyarakat di DAS Walanae; (2) pengaruh pengetahuan lingkungan, Pengaruh pengetahuan pencemaran, dan motivasi memelihara lingkungan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap perilaku masyarakat melestarikan lingkungan permukiman DAS Walanae Hasil penelitian menunjukkan: (1) perilaku masyarakat melestarikan lingkungan permukiman tergolong sedang, pengetahuan lingkungan hidup tergolong sedang, pengetahuan pencemaran lingkungan tergolong rendah, dan motivasi masyarakat memelihara lingkungan tergolong sedang; pada permukiman di DAS Walanae; (2) pengetahuan lingkungan hidup, pengetahuan pencemaran lingkungan, dan motivasi memelihara lingkungan berpengaruh, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama, dimana pengaruhnya signifikan dan memberikan kontribusi nyata terhadap perilaku masyarakat melestarikan lingkungan permukiman di DAS Walanae.
ANALISIS BIFURKASI HOPF PADA MODEL EPIDEMI SIRS DENGAN LAJU PENULARAN NONLINEAR
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.407 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i1.2131

Abstract

Dalam penelitian ini dibahas mengenai model epidemi SIRS dengan laju penularan nonlinear yakni . Terdapat dua jenis titik ekuilibrium yaitu titik ekuilibrium bebas penyakit dan titik ekuilibrium endemik. Analisis kestabilan lokal pada titik ekuilibrium model epidemi tersebut. Berdasarkan laju penularan nonlinear tersebut menyebabkan perubahan kestabilan lokal titik ekuilibrium endemik. Analisis bifurkasi Hopf pada titik ekuilibrium endemik. Simulasi numerik diberikan untuk mengilustrasikan kestabilan titik ekuilibrium

Page 1 of 1 | Total Record : 8