cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
KAJIAN ASPEK BUDIDAYA DAN IDENTIFIKASI KERAGAMAN MORFOLOGI TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera L.) DI KABUPATEN KEBUMEN Vina Eka Aristya, Djoko Prajitno, Supriyanta, Taryono
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1606

Abstract

Penelitian untuk mengetahui cara budidaya tanaman kelapa di kebun rakyat dan mengetahui keragaman morfologi tanaman kelapa di Kabupaten Kebumen, dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2008 menggunakan metode survei budidaya dan morfologi tanaman kelapa. Pengambilan contoh acak dilakukan secara berstrata antar kecamatan, antar desa, antar petani, antar tanaman. Pengamatan dan pengumpulan data dilakukan terhadap karakter morfologi tanaman kelapa meliputi sifat kuantitatif dan kualitatif yaitu morfologi batang, daun dan komponen buah Hasil penelitian menunjukkan budidaya tanaman Cocos nucifera di Kabupaten Kebumen telah sesuai dengan rekomendasi, dipandang dari segi pemindahan bibit ke lahan, pembuatan lubang tanam, waktu penanaman bibit ke lahan, pengendalian gulma, pengendalian hama kelapa Oryctes rhinoceros, tikus pohon (Rattus rattus tiomaticus) dan Kutu putih (Aleurodicus destructor Macki), serta umur pertama tanaman berbunga. Keragaman morfologi Cocos nucifera di Kabupaten Kebumen terdapat pada karakter tinggi dan lingkar batang, panjang dan lebar tangkai daun, tebal daging buah, berat utuh buah, berat air buah, berat tempurung buah, nilai persentase berat sabut per berat utuh buah, nilai persentase berat air buah per berat utuh buah, nilai persentase berat tempurung per berat utuh buah, umur tanaman pertama berbunga, umur panen buah, jumlah buah per tanaman per panen, jumlah tanaman per tahun yang dipanen, harga jual buah dan umur pertama tanaman diambil nira. Kata kunci  : Kelapa (Cocos nucifera L.), budidaya kelapa, keragaman morfologi.
Pengaruh Tingkat Naungan dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sambiloto (Andrographis paniculata NEES.) Tadma Adhitya, Rohlan Rogomulyo, Sriyanto Waluyo
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1613

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat naungan dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil sambiloto (Andrographis paniculata NEES.) serta mendapatkan interaksi yang paling baik antara tingkat naungan dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil sambiloto. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan milik Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, pada bulan Maret sampai Mei 2012.Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap split plot dengan 3 ulangan sebagai blok. Perlakuan utama adalah tingkat naungan yaitu tingkat naungan 0%, tingkat naungan 25%, dan tingkat naungan 50%. Anak perlakuan adalah dosis pupuk urea yaitu dosis pupuk urea 100 kg/ha, dosis pupuk urea 200 kg/ha, dan dosis pupuk urea 300 kg/ha.Tidak terdapat interaksi antara tingkat naungan dan dosis pupuk urea pada semua variabel pengamatan. Tingkat naungan 50% secara nyata dapat meningkatkan luas daun dan nisbah luas daun. Dosis pemupukan N2 (200 kg urea/ha) tidak memberikan beda nyata pada berat segar daun, berat kering daun, berat segar batang, dan berat kering batang sambiloto. Akan tetapi, dosis pemupukan N3 (300 kg urea/ha) secara nyata meningkatkan berat segar daun, berat kering daun, berat segar batang, dan berat kering batang sambiloto dibandingkan dengan N1 (100 kg urea/ha).Kata kunci: sambiloto, tingkat naungan, dosis pupuk urea
Pengaruh Mikoriza Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sorgum Manis (Sorghum bicolor L. Moench) pada Tunggul Pertama dan Kedua Avy Anggarini M., Tohari, Dody Kastono
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza dan bahan percobaan (biji dan tunggul) terhadap pertumbuhan dan hasil sorgum manis. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Tridharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang berlokasi di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada bulan Februari sampai Mei 2012. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (split plot). Petak utama adalah bahan percobaan terdiri dari 3 taraf yaitu biji, tunggul 1, dan tunggul 2. Anak petak adalah pemberian mikoriza terdiri dari 2 taraf yaitu tanpa mikoriza dan dengan mikoriza (5 g/lubang tanam). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam α = 5 %, dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) α = 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas biji sorgum manis yang berasal dari tunggul 2 (5,18 ton/ha) lebih rendah 38,33 % dari produktivitas sorgum manis yang berasal dari biji (8,40 ton/ha) dan lebih rendah 35,25 % dari produktivitas sorgum manis yang berasal dari tunggul 1 (8,00 ton/ha). Hasil nira tunggul 1 (539,29 l/ha) dan tunggul 2 (362,18 l/ha) lebih rendah 25,31 dan 49,84 % dari hasil nira sorgum manis yang berasal dari biji 722,07 l/ha. Pemberian mikoriza 5 g/lubang tanam memberikan hasil nira 611,51 l/ha yang meningkat 29,88 % dari tanpa pemberian mikoriza (470,84 l/ha).Kata Kunci : mikoriza, pengeprasan, sorgum manis, tunggul.
Pematahan Dormansi Benih Tanjung (Mimusops elengi L.) dengan Skarifikasi dan Perendaman Kalium Nitrat Djati Widhityarini, Suyadi Mw, Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1615

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan perendaman KNO3 terhadap kecepatan pematahan dormansi biji
Pengaruh Pemupukan Kalium Klorida dan Natrium Silikat Terhadap Umur Pajang Bunga Potong Kembang Kertas (Zinnia elegans Jacq.) Heri Suryono, Aziz Purwantoro, Benito Heru Purwanto
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1616

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk Kalium dan Silikat yang diberikan kepada tanaman kembang kertas (Zinnia elegans Jacq.) terhadap umur pajang bunga potong kembang kertas (Zinnia elegans Jacq.) setelah panen. Penelitian dilaksanakan di Kebun Tridharma Banguntapan, Bantul. Sedangkan analisa tanah dilakukan di Laboratorium Tanah Umum dan Kimia Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta dan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu UGM Yogyakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk yaitu pupuk Si dan pupuk Kalium. Faktor kedua adalah dosis pupuk yaitu untuk pupuk Si 0 kg/Ha; 11,2 kg/Ha; 22,4 kg/Ha dan untuk pupuk Kalium 0 kg/Ha; 100 kg/Ha; 200 kg/Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dosis pemupukan Si dan K dapat meningkatkan diameter tangkai bunga, meningkatkan kekerasan tangkai bunga, serta memperpanjang umur pajang bunga potong kembang kertas. Pemberian dosis pupuk K 100 kg/Ha dan Si 11,2 kg/Ha menghasilkan umur pajang bunga potong kembang kertas paling lama yaitu selama 6,3 hari.Kata kunci: Silikon, Kalium, Zinnia elegans Jacq.
Pengaruh Warna Plastik dan Umur Pembrongsongan Terhadap Mutu Buah Jambu Biji (Psidium guajava L.) Indah Pengaruh Warna Plastik dan Umur PembrongsongNoorbaiti, Sri Trisnowati, Suyadi Mitrowiharjo
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh warna plastik dan umur pembrongsongan terhadap mutu buah jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian dilaksanakan di PT Mekar Unggul Sari, Cileungsi, Bogor mulai Januari 2012 sampai April 2012.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan petak terbagi yang disusun dalam  Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan utama adalah umur pembrongsongan yaitu 4 minggu setelah antesis dan 6 minggu setelah antesis, sedang anak perlakuan terdiri atas warna plastik pembrongsong yaitu biru, merah, hitam, kuning, dan bening. Satu perlakuan tanpa pembrongsongan bertindak sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan pada warna buah, bobot segar buah, panjang buah, diameter buah, susut bobot, kelunakan buah, padatan total terlarut, pH buah, asam tertitrasi, kandungan vitamin C, dan nilai organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Hasil analisis yang menunjukkan ada beda diuji dengan Duncan New’s Multiple Range Test pada α=5%.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara umur pembrongsongan dengan warna plastik pada semua variabel yang diamati. Buah yang tidak dibrongsong (kontrol) mengalami kerontokan 100%. Plastik biru menghasilkan warna buah jambu biji yang menarik (kuning cerah), plastik merah meningkatkan bobot segar buah, sedangkan plastik bening memiliki nilai padatan total terlarut (PTT) terbaik. Waktu pembrongsongan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel mutu buah.Kata kunci: jambu biji, mutu buah, pembrongsongan, warna plastik.
Pengaruh Pupuk Kalium Klorida dan Umur Penjarangan Buah Terhadap Hasil dan Mutu Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) ‘Pondoh Super’ Nurrochman, Sri Trisnowati, Sri Muhartini
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1618

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan dosis pupuk kalium klorida (KCl) dan umur penjarangan buah yang dapat memberikan hasil dan mutu salak ‘Pondoh Super’ yang tertinggi. Penelitian ini dirancang menggunakan metode Petak Terbagi yang diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 blok sebagai ulangan. Petak utama berupa dosis KCl yang terdiri atas 10 gram/tanaman, 20 gram/tanaman, dan 30 gram/tanaman. Anak petak berupa umur penjarangan buah yang terdiri atas tanpa penjarangan buah, penjarangan pada umur 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan setelah penyerbukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pupuk kalium klorida dan umur penjarangan buah pada bobot buah dalam tandan dan bobot buah tanpa tandan. Hasil salak tertinggi didapatkan pada tanaman yang dipupuk 20 gram KCl tanpa penjarangan buah. Penjarangan buah menghasilkan diameter buah lebih besar dan bentuk buah lebih baik. Kecuali kandungan vitamin C, pupuk KCl dan umur penjarangan buah tidak berpengaruh nyata pada karakter fisiko-kimia buah salak. Peningkatan dosis KCl menurunkan kandungan vitain C buah.Kata Kunci : hasil, kalium klorida, mutu, salak pondoh, umur penjarangan.
Pertumbuhan dan Hasil Dua Kultivar Selada (Lactuca sativa L.) dalam Akuaponika pada Kolam Gurami dan Kolam Nila Rofiq Fariudin, Endang Sulistyaningsih, Sriyanto Waluyo
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil dua kultivar selada (Lactuca sativa, L.) dalam akuaponika pada kolam gurami dan kolam nila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni tahun 2012 di kolam perikanan Fakultas Pertanian UGM. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah kolam yaitu kolam gurami dan kolam nila. Faktor kedua adalah selada yaitu selada merah dan selada hijau. Faktor selada tersarang pada kolam. Variabel pengamatan tanaman meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, kandungan klorofil daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman selada hijau lebih tinggi daripada selada merah. Diameter batang tanaman selada yang ditanam di kolam nila lebih besar daripada kolam gurami. Kehijaun daun selada merah lebih tinggi daripada selada hijau. Laju pertumbuhan tanaman selada yang ditanam di kolam nila lebih cepat daripada kolam gurami. Laju pertumbuhan tanaman selada merah lebih cepat daripada selada hijau. Jumlah daun, luas daun, kandungan klorofil, nisbah luas daun, bobot segar akar, bobot segar tajuk, laju pertumbuhan nisbi, laju asimilasi bersih, bobot kering akar, bobot kering tajuk, kadar air, dan bobot hasil per tanaman selada sama pada tiap perlakuan. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa tanaman selada merah dan selada hijau dapat ditanam di kolam gurami maupun kolam nila dengan hasil yang masih belum optimal.Kata kunci : selada, kolam ikan, akuaponika.
Pengaruh Lama Penyinaran Ultraviolet-C dan Suhu Penyimpanan Terhadap Pematangan dan Nilai Organoleptik Buah Sawo (Manilkara zapota (L.) van Royen) Patmi Sera Wahyuni, Sri Trisnowati, Suyadi Mitrowiharjo
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran UV-C dan suhu penyimpanan terhadap pematangan dan nilai organoleptik buah sawo, serta untuk mendapatkan kombinasi perlakuan lama penyinaran UV-C dan suhu ruang simpan yang dapat menunda pematangan buah sawo tanpa menurunkan mutunya. Penelitian menggunakan 4 aras lama penyinaran UV-C yaitu tanpa penyinaran, 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Buah sawo yang telah disinari disimpan pada suhu kamar (27,13 – 28,11oC) dan suhu rendah (16,70 – 18,13oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara lama penyinaran UV-C dengan suhu penyimpanan pada pematangan dan nilai organoleptik buah sawo. Penyinaran UV-C tidak menghambat pematangan. Penyimpanan pada suhu rendah menghambat pematangan  buah sawo 6 hari lebih lama  dibandingkan penyimpanan pada suhu kamar. Lama penyinaran UV-C dan suhu penyimpanan tidak  berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik buah sawo.Kata kunci: Sawo, UV-C, suhu penyimpanan, pematangan, nilai organoleptik.
Keragaan Sembilan Kultivar Wijen (Sesamum indicum L.) dalam Berbagai Tingkat Salinitas Muhammad Syaiful Ma’arief, Taryono, Prapto Yudono
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1621

Abstract

Wijen merupakan tanaman penting penghasil minyak yang dibudidayakan di daerah tropis maupun sub tropis untuk diambil asam lemak, protein, vitamin serta asam aminonya. Produksi wijen dalam negeri tergolong rendah, peningkatan produksi wijen dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan marginal yang sering mengalami cekaman abiotik dengan penggunaan kultivar berdaya daya hasil tinggi yang sesuai untuk lahan marginal. Penelitian berjudul “Keragaan Sembilan Kultivar Wijen (Sesamum indicum L.) dalam Berbagai Tingkat Salinitas” bertujuan untuk mengetahui tanggapan beberapa kultivar wijen terhadap cekaman salinitas serta mengetahui daya adaptasil kultivar wijen pada budidaya lahan pasir pantai yang tercekam salinitas.Penelitian menggunakan pendekatan percobaan 9 x 6 faktorial yang diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah 9 kultivar wijen, sedang faktor kedua adalah 6 konsentrasi NaCl. Pengamatan meliputi daya hantar listrik tanah, tinggi tanaman, jumlah polong, jumlah cabang, dan berat biji per tanaman. Data dianalisis dengan pendekatan analisis varian dan apabila terdapat interaksi antarakultivar dan cekaman salinitas pada sifat bobot total biji kering per tanaman, analisis dilanjutkan menggunakan diagram GGE biplot.Pemberian larutan garam dengan konsentrasi 8 dan 10 g/l NaCl menghambat pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Pengaruh salinitas biasanya linier pada banyak sifat kecuali pada sifat akar. Dari analisis GGE biplot menunjukkan bahwa Gamawi 2 dan Sumberejo 3 cenderung sesuai pada kondisi tercekam salinitas dalam budidaya wijen lahan pasir pantai.Kata kunci : wijen, konsentrasi NaCl, budidaya pasir pantai

Page 1 of 1 | Total Record : 10