cover
Contact Name
Muhammad Anggie J. Daulay
Contact Email
anggie.fbsunimed@yahoo.com
Phone
+6281370069751
Journal Mail Official
jurnalsasindounimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar Pasar 5 Medan Estate Kode Pos 20221 Provinsi Sumatra Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Sastra Indonesia
urnal Sastra Indonesia (Sasindo) merupakan media publikasi hasil penelitian dan kajian konseptual dalam bidang sastra, media pembelajaran sastra, linguistik, seni budaya, multimedia senimatografi, dan kajian media massa. Bidang sastra memuat tentang ilmu sastra, sejarah sastra, kritik sastra, dan apresiasi sastra serta pembelajarannya. Bidang lingustik memuat kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, serta terapannya. Bidang seni budaya berkaitan dengan dunia kesusastraan. Bidang multimedia senimatografi memuat kajian film dan dasar-dasar senimatografi, serta pada bidang media massa meliputi kajian jurnalistik sastrawi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO" : 6 Documents clear
KONSTRUKSI REALITAS KAUM PEREMPUAN DALAM FILM WANITA TETAP WANITA “ANALISIS SEMIOTIKA” Irmawati Nasution
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v3i3.1542

Abstract

Perbedaan gender sering menjadi masalah yang sering terjadi di negara kita. Hal yang demikian telah banyak dilihat pada karya-karya sutradara film di indonesia. Namun ada hal yang unik pada salah satu film yang menggambarkan realitas kamum perempuan, judulnya Wanita Tetap Wanita. Film tersebut menceritakan kisah perempuan dengan status sosial berbeda dan berbagai masalah yang mereka hadapi. Penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menemukan apa saja makna terkait dalam pengkonstruksian realitas kaum perempuan, serta mendefinisikan konstruksi realitas kaum perempuan dalam film Wanita Tetap Wanita. Data-data yang diperoleh adalah data berupa kalimat-kalimat yang terdapat pada dialog dan gambar pada sequence film, kemudian dianalisis dengan menggunakan model semiotika Roland Barthes dengan tiga tahap analisis yaitu deskripsi makna denotatif, identifikasi sistem hubungan tanda dan makna konotatif, serta análisis mitos. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna yang terdapat dalam film Wanita Tetap Wanita terkait dalam mengkonstruksikan realitas kaum perempuan meliputi makna denotatif, konotatif, dan mitos. Terdapat dua konsep yang berbeda dalam film Wanita Tetap Wanita yaitu konsep feminisme dan non feminisme. Dengan mengkonstruksikan realitas kaum perempuan yang mengalami ketidakadilan gender, film ini lebih menyiratkan mitos-mitos yang berkembang dalam aliran feminisme, sehingga dapat disimpulkan bahwa film ini cenderung berideologi feminis.Kata Kunci: Konstruksi Realitas, Kaum Perempuan, Film Wanita Tetap Wanita, Analisis Semiotika.
Ideologi Puisi Penyair Perempuan Sumatera Utara Tahun 1980-an dan 2000-an (Kajian Strukturalisme Genetik Goldmann) Sartika Sari
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v3i3.1543

Abstract

Puisi-puisi penyair perempuan Sumatera Utara senantiasa dianggap lemah oleh para kritikus, penikmat dan pegiat sastra. Hal ini dikarenakan kecenderungan teknik menulis dan tema-tema yang diangkat dalam puisi penyair perempuan adalah benda-benda rumah tangga dan sisi lain dalam kehidupan yang dinilai tidak kuat untuk diperbincangkan. Alhasil, puisi-puisi penyair perempuan Sumatera Utara terisolir dari kancah perpuisian Sumut bahkan perlahan-lahan menghilang. Oleh karena itu, penelitian dengan metode strukturalisme-genetik Goldmann ini bertujuan untuk mengetahui struktur puisi penyair perempuan Sumatera Utara tahun 1980-an dan 2000-an serta menggali kekuatan puisi penyair perempuan Sumatera Utara dengan menguak pemikiran dan ideologi yang terkandung dalam puisinya. Ideologi merupakan konsep berpikir yang mendasari karakter dan kejiwaan seseorang. Maka dalam puisi, hal itu dapat ditemukan dan dianalisis dari struktur fisik dan batin, mengambil intisari tiap bait atau larik, serta pembahasan mengenai kurun waktu perkembangan ideologi dalam puisi itu. Penyair perempuan Sumatera Utara tahun 1980-an dan 2000-an adalah penyair perempuan yang memiliki eksistensi berkarya pada tahun tersebut. Dalam penelitian ini, puisi-puisi yang dianalisis adalah puisi yang representatif mencerminkan ideologi yang diambil dari sejumlah antologi puisi penyair Sumatera Utara yang memaktub puisi penyair perempuan serta data tambahan melalui wawancara dengan sejumlah sastrawan Sumatera Utara.Kata kunci: Penyair perempuan Sumatera Utara, ideologi.
Tindak Tutur dalam Acara Nemokan Adat Jawa pada Masyarakat Desa Sukaramai Sei Bejangkar Kabupaten Batu Bara Dwi Ratih Maisi
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v3i3.1540

Abstract

Perkawinan adat Jawa „Nemokan‟ merupakan kebiasaan adat yangdilakukan oleh masyarakat bersuku Jawa, dalam kajian ini terdapat tindaktutur lokusi dan ilokusi dalam acara Nemokan adat Jawa pada masyarakatDesa Sukaramai Sei Bejangkar Kabupaten Batu Bara, bertujuan untukmengetahui apa saja yang termasuk jenis tindak tutur lokusi dan ilokusidalam tuturan yang dipakai di acara tersebut. Dalam acara Nemokan inikomunikasi berlangsung yang dilakukan oleh perias temanten putri danperias temanten pria dengan pelaksanakan tersebut berlangsung dirumahpengantin putri. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Desa Sukaramai dansubjek penelitiannya adalah masyarakat. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasilanalisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa makna yang terkandungdalam acara Nemokan adat Jawa mengungkapkan nilai leluhur pada masadulu yang sudah turun temurun dilakukan oleh nenek moyang anak cucuyang bersuku Jawa. Begitu juga dengan bahasa yang suda lekat dari mulutkemulut dipergunakan oleh kebayakan orang bersuku jawa, baik bahasajawa kasar atau bahasa jawa halus. Tuturan yang digunakan cukupmeyakinkan bahwa dari bahasa yang digunakan sudah mampu menandakansuku Jawa local.Kata kunci: Tindak Tutur, Nemokan, Perkawinan Adat Jawa.
NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM SYAIR LAGU DOLANAN JAWA (KAJIAN SEMANTIK) Yuliani Yuliani
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v3i3.1544

Abstract

Penelitian ini membahas nilai kearifan lokal dalam syair lagu dolanan Jawa yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna dan nilai yang terkandung dalam syair lagu dolanan Jawa. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan sumber data primer berasal dari anak-anak sebagai pengguna dan sumber data sekunder berasal dari teks syair lagu dolanan Jawa. Dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan teknik pustaka (content analysis). Adapun kajian yang digunakan adalah kajian semantik sebagai teori yang membahas tentang makna. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa makna yang terkandung dalam syair lagu dolanan Jawa mengungkapkan nilai kearifan lokal yang sangat mendukung dalam pembentukan sikap, pandangan juga memotivasi anak-anak untuk selalu melakukan yang terbaik dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Begitu juga nilai yang terdapat dalam syair lagu dolanan Jawa mengandung beberapa nilai yaitu nilai percaya diri, kejujuran, kerja keras, religius, tanggungjawab, santun, menghargai, kreatif, kasih sayang, patuh dan mandiri.Kata Kunci : Nilai Kearifan Lokal, Lagu Dolanan Jawa, Semantik.
ANALISIS TINDAK TUTUR RAKUT SITELU SAAT ERDIDONG-DIDONG DALAM PESTA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT KARO DI KABUPATEN KARO (KAJIAN PRAGMATIK) Albina Septifo Br. Bukit
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v3i3.1539

Abstract

Penggunaan bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-harididasarkan atas kepentingan agar komunikasi tetap dapat berjalan.Dengan mengikuti kecenderungan dalam etnometodologi, bahasadigunakan oleh masyarakat tutur sebagai cara para peserta interaksisaling memahami apa yang mereka ujarkan. Ada tiga jenis tindaktutur yang digunakan dalam praktik penggunaan bahasa, yaknilokusi, ilokusi dan perlokusi. Tindak lokusi adalah melakukantindakan untuk mengatakan sesuatu, tindak ilokusi adalah melakukansesuatu tindakan dalam mengatakan sesuatu, dan perlokusi adalahmelakukan sesuatu tindakan dengan mengatakan sesuatu. Dinilaidari segi komunikatifnya, tuturan yang disampaikan seseorang jugadapat ditelaah dengan menggunakan tindak tutur asertif, direktif,ekspresif, komisif dan deklaratif. Erdidong-didong merupakansebuah tradisi masyarakat Karo yang biasanya disajikan ketikamelaksankan upacara adat. Bahasa tutur yang dipakai oleh rakutsitelu merupakan kajian pragmatik. Karena yang dikaji dalam tuturantersebut adalah makna satuan lingual dari tuturan yang disampaikan.Seperti halnya dalam kajian pragmatik, konteks juga sangat pentingdalam pemahaman tindak tutur.Kata Kunci : Tindak Tutur, Rakut sitelu, Erdidong-didong.
Wacana Merbayopada upacara perkawinan Batak Pakpak: kajian tindak tutur Flora Sinamo
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v3i3.1541

Abstract

Merbayo merupakan bentuk perkawinan yang ideal bagi suku pakpak. Karena semua hak dan kewajiban kedua mempelai terpenuhi dengan kesepakan yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pesta adat merupakan serangkaian dari Merbayo pada upacara perkawinan dari Batak Pakpak. Dalam Pesta merbayo perkawinan Batak Pakpak ada beberapa tahapan/ rangkaian peristiwa mulai dari mengririt „meminang‟, mersiberen tanda „Tukar cincin‟ menglolo/mengkata utang „menentukan mas kawin‟, dan upacara adat. Setiap rangkaian tersebut dipandu oleh perkata kata. Ia akan memandu melaluituturan yang disampaikan, namun dalam hal ini peneliti memilih hanya pada tahap upacara adat. Sumber data dalam penelitian inim ialah Perkata-kata dalam upacara perkawinan Batak Pakpak. Adapun kajian yang digunakan adalah kajian Tindak tutur dalam Pragmatik. sebagai teori yang membahas bagaimana konteks mempengaruhi penafsiran kalimat. Dari hasil perolehan data ditemukan 61 tututan ilokusi, dalam wacana Merbayo perkawinan Batak Pakpak yang paling dominan adalah tindak tutur Asertif/representatif sebanyak 26 tuturan (42,62%), selanjutnya tindak tutur Ekspresif sebanyak 12 tuturan (19,67%), tindak tutur direktif sebanyak 10 tuturan (16,39%), tindak tutur deklaratif sebanyak 7 tuturan (11,47%). dan yang terakhir tindak tutur komisif sebanyak 6 tuturan, (9,83%).Kata Kunci : Wacana, Pragmatik, Tindak tutur, Konteks, Merbayo

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 14 No. 1` (2025): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol. 13 No. 3 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol. 13 No. 2 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 13, No 2 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 13, No 1 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol. 13 No. 1 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 12, No 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol. 12 No. 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol 12, No 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SASINDO Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SASINDO Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SASINDO Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SASINDO Vol 9, No 1 (2020): JURNAL SASINDO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SASINDO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SASINDO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SASINDO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SASINDO Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Sasindo Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SASINDO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SASINDO Vol 4, No 3 (2015): JURNAL SASINDO Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SASINDO Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SASINDO Vol 3, No 4 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SASINDO Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Sasindo Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Sasindo Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Sasindo Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Sasindo More Issue