cover
Contact Name
Wisman Hadi
Contact Email
medanresourcecenter@gmail.com
Phone
+6285358326272
Journal Mail Official
medanresourcecenter@gmail.com
Editorial Address
Medan Resource Center Office: Jl. Benteng Hilir Perumahan Setia Jadi No. C9 Bandar Khalipah, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Published by Medan Resource Center
ISSN : -     EISSN : 28089502     DOI : 10.57251
Core Subject : Education,
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan is a peer-reviewed journal published by the Medan Resource Center. The journal aims to facilitate academic articles and scholarly writings on the methods and practices of teaching, particularly as academic subjects, theoretical concepts, or in any area of education. It serves as a platform for teachers, teacher educators, or training institutions, instructors of all levels of education, as well as students and anyone interested in the field. The journal is published biannually in May and November and accepts articles in both Indonesian and English.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2021)" : 26 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran Interaktif terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMAN 1 Musi Rawas Ahmad Fahrudin
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.065 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.209

Abstract

This research aims to find out the influence of the use of interactive learning video media on the learning outcomes of SMAN1 Musi Rawas Physics. This research uses the Quasi-Experimental Design method with nonequivalent control group design research design. The population of this study was the entire class X SMAN 1 Musi Rawas, with a sample of class XIC as the experimental class and XIA as the control class. Sampling techniques are done randomly. Data collection techniques using tests. Data analysis techniques with t-test. The results showed that, the results of the post-test study physics experimental class the average value was obtained 80.14, the control class was 70.86 and the tcount value was 4.915 > ttable. This means that there is a significant difference between the results of post-test experimental classes that use interactive learning video media and control classes.
Studi tentang Penanganan Siswa yang Terlambat Tiba di Sekolah oleh Guru BK SMA Negeri 13 Muaro Jambi Dewi Fatimah
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.11 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.224

Abstract

The purpose of this study is to know (1) pattern of student senior high school 13 Muaro Jambi arriving late, (2) factor that caused the late students of senior high school 13 Muaro Jambi, (3) the counselors handle against students who are late, (4) obstacles in addressing the welcome students arrive late and the conuselors efforts in addressing the barriers, (5) Students perseptions of late that has got the handling of counselors, and (6) the result of handling of school counselors of senior high school 13 Muaro Jambi towards student who arrive late.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen CTTMC pada Pembelajaran IPA Terpadu SMP Marantika Lia Kristyasari
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.103 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.228

Abstract

The CTTMC instrument is an assessment instrument with a two-tier multiple-choice type, consisting of a first tier and a second tier. Developing an instrument requires data analysis. The data analysis consisted of validity and reliability tests. In the content validity test using the Aiken formula. Content validity analysis data were obtained from 9 validators. The validation process is carried out through a group discussion forum (FGD). The reliability test used Alpha Cronbach's formula with the ITEMAN application. The results of the content validity were more than 0.74, thus indicating that all the developed items were declared valid. While the reliability results obtained were obtained in the medium-scale trial, tier 1 was 0.711 and tier 2 was 0.707, while in the broad-scale trial, tier 1 was 0.833 and tier 2 was 0.873, indicating that the questions developed had high reliability.
Peningkatan Pembelajaran Matematika Materi Teorema Pythagoras dengan Metode Experiential Learning dengan Strategi Think Talk Write terhadap Siswa Kelas VIII C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya Nurazizah
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.178 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.292

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model experiential learning dengan strategi Think Talk Write dapat mencapai ketuntasan pada materi teorema Pythagoras Kelas VIII.C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya ; dan (2) mengetahui perbandingan tingkat ketercapaian rata-rata kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang diajar menggunakan model experiential learning dengan strategi Think Talk Write dan siswa pada Kelas VIII.C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya . Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas VIII.3 MTs Negeri 2 Pidie Jaya. Teknik pegumpulan data menggunakan tes dan nontes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Simpulan yang diperoleh adalah: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model experiential learning dengan strategi Think Talk Write pada materi teorema Pythagoras Kelas VIII.C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya dapat mencapai ketuntasan Siklus I dengan 56% rata-rata 69,56 dan siklus II 92% denga rata-rata 77,16 dan (2) kemampuan komunikasi matematis yang diajar menggunakan model experiential learning dengan strategi Think Talk Write lebih baik pada materi teorema Pythagoras Kelas VIII.C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya tahun ajaran 2018/2019. Disarankan model experiential learning dengan strategi Think Talk Write dapat diterapkan pada materi teorema Pythagoras dan materi lain yang relevan.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) Materi Segiempat pada Siswa Kelas VII C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya Jasmani
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.939 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.293

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII-C dengan cara membagi kedalam 3 kelompok besar dan masing-masing diberi perlakuan yang berbeda kelompok tersebut adalah kelompok tinggi dimana siswa yang berkemampuan tinggi, kelompok kedua adalah kelompok sedang dan kelompok ketiga adalah kelompok bawah. Untuk mengetahui hasil kemampuan berpikir kreatif siswa dilakukan dengan pemberian tes berupa soal, serta mengetahui sikap dilakukan dengan langkah observasi atau pemberian untuk siswa. Subjek pada penelitian ini yaitu guru dan siswa Kelas VII-C MTs Negeri 2 Pidie Jaya Kecamatan Meureudu yang berjumlah 24 siswa. Selain itu, peneliti mengunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil rata-rata nilai tes formatif siklus I yaitu 74,48 dengan ketuntasan 67%. Rata-rata nilai tes formatif siklus II meningkat 83,85 dengan ketuntasan belajar siswa 96%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) terhadap kemampuan berpikir kreatif meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII-C MTs Negeri 2 Pidie Jaya Kecamatan Meureudu.
Penerapan Model Pembelajaran Tipe Group Investigation untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Materi Pemanasan Global pada Siswa Kelas VII C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya Nilawati
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.178 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.294

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurang maksimalnya pembelajaran IPA pada kelas VII-C MTs Negeri 2 Pidie Jaya. Hal ini dikarenakan guru kurang maksimal dalam menggunakan pembelajaran yang inovatif sehingga kurang dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran. Hasil belajar siswa pra siklus yaitu 36% yang nilainya diatas KKM atau tuntas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas melalui model Group Investigation. IPA memiliki karakteristik sebagai mata pelajaran dengan objek yang bersifat abstrak. Seorang guru di kelas dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran yang produktif. Saat ini telah banyak digunakan berbagai inovasi model pembelajaran diantaranya adalah Group Investigation. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada mata pelajaran IPA pokok bahasan Pemanasan Global pada peserta didik kelas VII-C MTs Negeri 2 Pidie Jaya ? 2). Bagaimana penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada mata pelajaran IPA pokok bahasan Pemanasan Global dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII-C MTs Negeri 2 Pidie Jaya Subjek pada penelitian ini yaitu siswa Kelas VII-C MTs Negeri 2 Pidie Jaya Kecamatan Meureudu yang berjumlah 22 siswa. Selain itu, peneliti mengunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil rata-rata nilai tes formatif siklus I yaitu 70,00 dengan ketuntasan 55%. Rata-rata nilai tes formatif siklus II meningkat 84,09 dengan ketuntasan belajar siswa 95%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation terhadap Pemanasan Global meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII-C MTs Negeri 2 Pidie Jaya Kecamatan Meureudu.
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Unit Self-Test dengan Metode TGT (Team Game Tournament) pada Siswa Kelas VIII C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya Asmawati
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.559 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.295

Abstract

Ada persepsi umum yang sudah berakar dalam dunia pendidikan juga sudah menjadi harapan masyarakat. Persepsi umum ini menganggap bahwa sudah merupakan tugas guru untuk mengajar dan menyodori siswa dengan muatan-muatan informasi dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Inggris Kelas VIII.C dengan penerapan TGT (Team Game Tournament) pada materi Unit self-test di MTs Negeri 2 Pidie Jaya. Jenis penelitian ini termasuk penelitian action research. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII.C di MTs Negeri 2 Pidie Jaya. Hasil penelitian ini menunjukkan: Melalui hasil penelitian tindakan kelas pada MTs Negeri 2 Pidie Jaya terjadi peningkatan motivasi belajar yaitu pada siklus I rata-rata sebesar 68,10 sedangkan pada siklus II sebesar 80,00. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan Metode TGT (Team Game Tournament) nilai siswa adalah 60,71. Pada siklus I hasil evaluasi siswa pada mata Pelajaran Bahasa Inggris Materi Unit self-test mendapatkan nilai rata-rata 70,00, sedangkan pada siklus II mendapatkan nilai rata-rata 80,00. Dari penelitian tersebut terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebesar pada siklus I sebesar 33% dan pada siklus II sebesar 95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dilaksanakannya penelitian tindakan kelas melalui Metode TGT (Team Game Tournament) terhadap pembelajaran Bahasa Inggris pada materi Unit self-test dapat meningkatkan motivasi belajar yang dengan sendirinya dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa Kelas VIII.C MTs Negeri 2 Pidie Jaya .
Peningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Indonesia dari Masa Kemerdekaan hingga Masa Reformasi Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas IX-D MTs Negeri 2 Pidie Jaya Raimah
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.271 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.296

Abstract

Ada persepsi umum yang sudah berakar dalam dunia pendidikan juga sudah menjadi harapan masyarakat. Persepsi umum ini menganggap bahwa sudah merupakan tugas guru untuk mengajar dan menyodori siswa dengan muatan-muatan informasi dan pengetahuan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS Kelas IX-D dengan menggunakan Metode Pembelajaran Problem Based Learning pada materi Indonesia dari masa kemerdekaan hingga masa reformasi di MTs Negeri 2 Pidie Jaya.. Jenis penelitian ini termasuk penelitian action research. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas IX-D di MTs Negeri 2 Pidie Jaya. Hasil penelitian ini menunjukkan: Melalui hasil penelitian tindakan kelas pada MTs Negeri 2 Pidie Jaya terjadi peningkatan hasil belajar yaitu pada siklus I rata-rata sebesar 67,00 sedangkan pada siklus II sebesar 80,25. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan Metode Pembelajaran Problem Based Learning nilai siswa adalah 59,75. Pada siklus I hasil evaluasi siswa pada mata pelajaran IPS Materi Indonesia dari masa kemerdekaan hingga masa reformasi mendapatkan nilai rata-rata 67,00, sedangkan pada siklus II mendapatkan nilai rata-rata 80,25. Dari penelitian tersebut terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebesar pada siklus I sebesar 37% dan pada siklus II sebesar 91%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dilaksanakannya penelitian tindakan kelas melalui Metode Pembelajaran Problem Based Learning terhadap pembelajaran IPS pada materi Indonesia dari masa kemerdekaan hingga masa reformasi dapat meningkatkan motivasi belajar yang dengan sendirinya dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa Kelas IX-D MTs Negeri 2 Pidie Jaya .
Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Kemagnetan, Induksi Elektromagnet melalui Model Jigsaw pada Siswa Kelas IX-F MTs Negeri 2 Pidie Jaya Habibah
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.314 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.297

Abstract

Latar belakang penelitian adalah rendahnya hasil belajar IPA tentang materi Kemagnetan, Induksi Elektromagnet pada siswa Kelas IX-F MTs Negeri 2 Pidie Jaya semester II . Rendahnya hasil belajar terbukti dari 20 siswa, terdapat 70% siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Hal ini disebabkan ada kecenderungan pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga siswa menjadi kurang aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi Kemagnetan, Induksi Elektromagnet pada siswa Kelas IX-F MTs Negeri 2 Pidie Jaya melalui pembelajaran model jigsaw. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui tes. Data hasil tes merupakan data hasil perolehan tes awal, tes formatif pada tiap pertemuan, dan tes akhir. Sedangkan data hasil non tes merupakan data hasil lembar pengamatan aktivitas siswa, dan pengamatan guru. Subyek PTK ini adalah siswa Kelas IX-F yang berjumlah 20. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian pratindakan, diperoleh nilai rata-rata tes awal 62,00, persentase ketuntasan belajar siswa 30%. Pada siklus I menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar siswa sebesar 70,25 dengan persentase tuntas belajar klasikal sebesar 70%. Pada siklus II terjadi peningkatan pada rata-rata nilai hasil belajar siswa sebesar 80,75 dengan persentase tuntas belajar klasikal mencapai 95%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas IX-F MTs Negeri 2 Pidie Jaya Baroh. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk menerapkan model jigsaw pada pembelajaran di kelas karena terbukti dapat hasil belajar siswa.
Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Metode Index Card Match Materi Perubahan Masyarakat pada Masa Penjajahan Jepang di Kelas VIII D MTs Negeri 2 Pidie Jaya Fauziah Halim
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.639 KB) | DOI: 10.57251/ped.v1i1.298

Abstract

IPS merupakan ilmu yang membahas tentang peristiwa yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosial. Tujuan mempelajari IPS yaitu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada siswa tentang lingkungan sosial dalam proses pembelajaran. Pembelajaran IPS realitanya masih berpusat pada guru atau didominasi oleh metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan yang membuat siswa cenderung pasif. Dari hal tersebut muncul rumusan masalah yaitu bagaimana upaya meningkatkan performansi guru, aktivitas, dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaraan kooperatif teknik Index Card Match? Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan performansi guru, aktivitas, dan hasil belajar siswa materi Perubahan masyarakat pada masa penjajahan Jepang dengan menerapkan model pembelajaraan kooperatif teknik Index Card Match. Model pembelajaraan ini. Subjek pada penelitian ini yaitu guru dan siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 2 Pidie Jaya Kecamatan Meureudu yang berjumlah 21 siswa. Selain itu, peneliti mengunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus selama 4 kali pertemuan. Setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil rata-rata nilai tes formatif siklus I yaitu 66,67 dengan ketuntasan 48%. Rata-rata nilai tes formatif siklus II meningkat 80,71 dengan ketuntasan belajar siswa 95%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Index Card Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 2 Pidie Jaya Kecamatan Meureudu.

Page 2 of 3 | Total Record : 26