cover
Contact Name
Paulus Parnyoto
Contact Email
realpaul@ugm.ac.id
Phone
+628994796772
Journal Mail Official
abis-maksi.feb@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Sosio Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 » Tel / fax : 0274-513109 / 0274-548516
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal
ISSN : 23021500     EISSN : 23021500     DOI : 10.22146/abis
Core Subject : Economy,
ABIS : Accounting and Bussiness Information Systems Journal, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Akuntansi dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara berkala satu tahun 4 kali yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 366 Documents
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PADA PERSEDIAAN FARMASI (STUDI PADA RSUD SIJUNJUNG) Puja Latifah Hadina
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 4 (2020): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i4.61769

Abstract

Tujuan — Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi sistem pengendalian internal persediaan farmasi dan mengevaluasi kelemahan-kelemahan sistem pengendalian internal persediaan farmasi di RSUD Sijunjung.Desain/Metodologi/Pendekatan— Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, studi kasus pada RSUD Sijunjung dengan mengevaluasi sistem pengendalian internal persediaan farmasi. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan pengelolaan persediaan farmasi di RSUD Sijunjung. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Pemilihan partisipan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Temuan— Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal persediaan farmasi di RSUD Sijunjung belum berjalan dengan efektif atau masih berada level maturitas 3.04, artinya RSUD Sijunjung telah melaksanakan praktik pengendalian internal dan terdokumentasi dengan baik. Namun evaluasi atas pengendalian intern dilakukan tanpa dokumentasi yang memadai.Implikasi— Penelitian ini memiliki implikasi pada bagian pengelolaan persediaan farmasi di RSUD Sijunjung untuk menetapkan dan merancang sistem pengendalian internal pada pengelolaan persediaan farmasi yang lebih efektif sehingga tujuan pengendalian persediaan farmasi dan tujuan rumah sakit secara umum dapat tercapai.Originalitas—Sistem pengendalian internal bertujuan sebagai alat untuk mengawasi proses pengendalian internal pada persediaan farmasi sehingga tujuan rumah sakit dapat tercapai. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang dilakukan pada pengelolaan persediaan farmasi di RSUD Sijunjung dengan menggunakan kerangka kerja SPIP.
Analisis Pengalihan Aset Tetap pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Studi Pengalihan dari Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintah Provinsi) Aprilia Vilaning Khairunisa
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 4 (2020): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i4.61770

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengalihan aset tetap pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan dalam pengalihan aset tetap pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan mengidentifikasi upaya perbaikan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengatasi permasalahan dalam pengalihan aset tetap.Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif persentase dan teknik analisis data tekstual.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian pelaksanaan pengalihan aset tetap pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ialah sebesar 70%. Faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan dalam pengalihan aset tetap antara lain petunjuk teknis, penatausahaan aset tetap, sumber daya manusia (SDM), koordinasi, komitmen pimpinan, dan sanksi. Upaya perbaikan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengatasi permasalahan dalam pengalihan aset tetap antara lain melakukan rekonsiliasi aset tetap, membuat forum koordinasi internal, melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan Kemendagri, dan melakukan sosialisasi terkait pengelolaan aset tetap kepada seluruh pengurus barang. 
RANCANG BANGUN APLIKASI AKUNTANSI PRIBADI DALAM RANGKA PENINGKATAN LITERASI AKUNTANSI Muhammad Sofyan Indrajaya
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 4 (2020): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i4.61771

Abstract

Tujuan – Tujuan penelitian ini ialah merancang aplikasi akuntansi pribadi dengan fitur tambahan berupa perhitungan pajak bagi orang pribadi untuk meningkatkan literasi akuntansi. Metode Penelitian – Metode perancangan aplikasi yang digunakan adalah rapid aplication development (RAD). Analisis sistem dilakukan dengan cara telaah literatur dan focus group discussion (FGD). Hasil dari analisis diinterpretasikan dalam bentuk usecase diagram, activity diagram dan sequence diagram untuk dijadikan dasar perancangan aplikasi. Aplikasi yang telah dirancang kemudian diuji dengan usability testing. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode double entry dan model matematika akuntansi dapat menghasilkan informasi yang efektif dibandingkan dengan metode single entry. Aplikasi akuntansi pribadi yang dihasilkan dapat meningkatkan literasi akuntansi pengguna. Hal ini dapat diketahui dari umpan balik pengguna saat dilakukannya usability testing. Sebelum menggunakan aplikasi ini, pengguna belum terlalu memahami literasi akuntansi pribadi. Namun, setelah menggunakan aplikasi ini, pengguna lebih memahami literasi akuntansi pribadi dan mampu membuat laporan keuangan pribadi, seperti laporan pendapatan dan biaya, laporan neraca pribadi, dan laporan aliran dana. Originalitas – Salah satu kebaharuan dari penelitian ini ialah penggunaan sistem akuntansi pada proses pencatatan keuangan pribadi. Penggunaan sistem akuntansi dapat meningkatkan akurasi informasi keuangan pribadi dan mengefisiensikan proses pencatatan keuangan serta pembuatan laporan keuangan pribadi. 
Analisis Keamanan Sistem Informasi Universitas X Gustanti Kusuma Dewi
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.64235

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi indeks keamanan sistem informasi Universitas X dari tingkat kematangan maupun tingkat kesiapannya. Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengolahan data Indeks KAMI. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara yang dilakukan untuk konfirmasi dari kuesioner. Responden / narasumber penelitian ini berasal dari Lembaga X yang mengelola sistem informasi Universitas X, berjumlah 3 orang partisipan. Temuan – Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kematangan keamanan sistem informasi Universitas X mencapai tingkat I+ s/d II+ sehingga belum memenuhi standar ISO 27001/SNI sesuai dengan Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Standar SMKI). Tingkat kesiapan sistem informasi Universitas X berada pada tingkat kesiapan pemenuhan kerangka kerja dasar. Orisinalitas - Implikasi bagi Lembaga X dalam menjaga keamanan sistem informasi Universitas X seharusnya lebih meningkatkan investasi TI agar dapat membeli hardware maupun software yang sudah out of date, rutin melatih sumber daya manusia yang terlibat dalam keamanan sistem informasi, dan menetapkan peraturan terkait standar keamanan sistem informasi.
ANALISIS TINGKAT PENGUNGKAPAN MODAL INTE Veronika Galuh Fajar Kartika
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.64240

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat pengungkapan informasi modal intelektual atau intellectual capital (yang selanjutnya disebut IC) dari perusahaan highly regulated dan non highly regulated di IndonesiaMetode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teori institusional untuk menjelaskan fenomena adanya variasi dalam pengungkapan informasi IC. Data yang digunakan ialah laporan tahunan dari perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan kategorisasi perusahaan sampel ke dalam kategori highly regulated industry sejumlah 172 perusahaan dan non highly regulated industry sejumlah 155 perusahaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 37 sub indikator dengan analisis skoring indeks yang dipilih sebagai metode untuk memberikan bobot pada setiap sub indikator yang diungkapkan dalam laporan narasi. Rentang skor yang digunakan ialah 0,1, dan 2.Temuan – Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat variasi pada pengungkapan informasi IC antara highly regulated industry dan non highly regulated industry. Variasi ini ditunjukkan dari hasil independent t-test sebesar 0,000 yang berarti terdapat variasi dalam pengungkapan informasi IC dari 2 kategori industri tersebut. Variasi ini dijelaskan melalui teori isomorfisme koersif dan mimetis dalam teori institusional, yang mana perusahaan dalam kategori highly regulated industry memiliki tingkat pengungkapan lebih tinggi karena kegiatan bisnis dari industri tersebut memiliki regulasi yang lebih ketat, hal ini merujuk pada isomorfisme koersif. Sedangkan, perusahaan dalam kategori non highly regulated industry memiliki tingkat pengungkapan yang lebih rendah karena pengungkapan dari perusahaan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meniru praktik bisnis yang baik dari perusahaan highly regulated industry, hal ini merujuk pada isomorfisme mimetis.  Orisinalitas – Penelitian ini menggunakan teori institusional sebagai kacamata dalam pengamatan terhadap fenomena variasi tingkat pengungkapan informasi IC yang terjadi antara highly regulated industry dan non highly regulated industry. Penelitian ini tidak hanya ditujukan untuk melihat apakah terdapat variasi dalam pengungkapan informasi IC, lebih jauh lagi, penelitian ini ditujukan untuk dapat menjawab mengapa terjadi variasi dalam pengungkapan informasi IC menggunakan isomorfisme yang terdapat dalam teori institusional.
ANALISIS PENERAPAN CORPORATE INTERNET REPORTING DAN PENGARUH TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (STUDI PADA PERUSAHAAN TERDAFTAR DALAM INDEKS KOMPAS100) Ni Putu Rita Sintadevi
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.64278

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat pengungkapan informasi perusahaan di antara sektor industri; dan menguji pengaruh tingkat pengungkapan informasi perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage sebagai variabel kontrol. Desain/Metodelogi – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pengungkapan informasi perusahaan dilakukan dengan analisis konten kuantitatif melalui observasi secara sistematis pada situs web perusahaan, menggunakan 78 item checklist. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data harga saham dan laporan keuangan perusahaan tahun 2018, serta diikuti dengan perhitungan rasio-rasio Tobin’s Q, profitabilitas, dan leverage. Data diperoleh melalui situs web masing-masing perusahaan dan Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu Februari 2020 hingga Mei 2020. Uji komparatif dilakukan dengan independent t-test, analisis varians, dan analisis covarians. Korelasi parsial digunakan untuk menganalisis korelasi yang melibatkan variabel kontrol. Temuan – Penelitian ini menemukan tingkat pengungkapan informasi perusahaan yang terdaftar dalam indeks Kompas100 termasuk kategori menengah. Tingkat pengungkapan informasi diantara sektor-sektor usaha juga menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Tingkat pengungkapan informasi perusahaan yang dikontrol dengan ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
PRAKTIK TERKINI DAN TANTANGAN PENGAUDITAN NILAI WAJAR Bellina G. Sembiring
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.64281

Abstract

Tujuan --- Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu menyelidiki penggunaan pendekatan substantif, penggunaan pakar, dan tantangan yang dihadapi oleh auditor saat mengaudit nilai wajar. Desain/Metodologi/Pendekatan --- Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara semiterstruktur. Temuan --- Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan substantif yang menjadi preferensi utama auditor dalam mengaudit instrumen keuangan ialah menguji asumsi manajemen dan me-review peristiwa kemudian, sedangkan untuk aset nonkeuangan ialah menguji asumsi manajemen. Pendekatan substantif yang menjadi preferensi terakhir auditor ialah mengembangkan estimasi sendiri (independen), baik untuk instrumen keuangan maupun aset nonkeuangan. Mayoritas responden menggunakan tenaga penilai (appraiser) eksternal, baik untuk instrumen keuangan maupun nonkeuangan. Mayoritas responden setuju bahwa sebelum krisis ekonomi tahun 2008 penggunaan penyedia jasa penentuan harga (pricing) merupakan area audit dengan risiko yang relatif rendah, tetapi setelah tahun 2008, penggunaan penyedia jasa pricing merupakan area audit dengan risiko yang relatif lebih tinggi. Tiga tantangan yang paling banyak ditemui responden saat mengaudit nilai wajar ialah ketepatan asumsi manajemen, ketepatan model/metode manajemen, dan ketepatan alasan yang digunakan manajemen untuk mendapatkan nilai wajar. Batasan/Implikasi --- Keterbatasan penelitian ini salah satunya ialah mayoritas responden merupakan auditor junior dan senior yang hanya punya akses terbatas atau sebagian terhadap keseluruhan tahapan pengauditan estimasi nilai wajar. Penelitian ini memiliki implikasi pada kebijakan, praktis, dan akademis terkait dengan pengauditan nilai wajar. Originalitas/Nilai --- Nilai wajar semakin lazim ditemui dalam laporan keuangan. Mengingat relevansinya, penelitian dengan topik ini menjadi penting. Namun, penelitian yang berfokus pada proses pengauditan nilai wajar masih terbatas dan belum ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bermaksud memperluas penelitian Glover dkk. (2017) tentang praktik dan tantangan pengauditan nilai wajar, namun pada konteks yang berbeda, yaitu di Indonesia.
MODEL TATA KELOLA DANA DESA: STUDI KASUS DI DESA DLINGO, KABUPATEN BANTUL Handayani Jaka Saputra
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 1 (2021): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i1.65061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola dana desa di Desa Dlingo yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta sebagai landasan utama untuk pengembangan model tata kelola dana desa yang tepat agar menjadi pedoman desa-desa lain pada umumnya untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan desa. Desa Dlingo dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan desa ini mampu untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait tata kelola dana desa hingga desa ini sukses meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi salah satu desa percontohan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan informan penelitian dari perangkat pemerintah desa dan masyarakat desa di Desa Dlingo. Metode perolehan data adalah dengan alat bantu pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola dana desa di Desa Dlingo sudah sepenuhnya berhasil meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat desa, Penelitian tersebut dapat menjadi landasan utama dalam pengembangan model tata kelola dana desa sesuai dengan landasan teori stewardship dan studi kasus yang telah dibuktikan oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa model tata kelola dana desa harus menggunakan model yang tepat. antara lain, sebagai berikut: landasan hukum dana desa, pengelolaan dana desa, kepemimpinan, dan pembangunan desa. Dalam rangka menyikapi pengembangan model tersebut maka pemerintah desa diseluruh indonesia sebaiknya mengikuti model tata kelola desa tersebut, karena model dalam penelitian ini merupakan model tata kelola desa pada umumnya yang dapat digunakan diseluruh desa di Indonesia, sehingga dapat menjadi acuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait pengelolaan dan tata kelola desa yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sesuai dengan teori stewarship pada penelitian ini diharapkan pemerintah desa terus berkomitmen terhadap pengembangan model tata kelola desa dan terus mengevaluasi hasil kinerja yang dilakukan ke masyarakat, sehingga tata kelola dana desa yang tepat sasaran dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN DENGAN PERSISTENSI DAN PREDIKTABILITAS LABA: STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Dian Ramadhanti
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 2 (2021): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i2.65889

Abstract

ini bertujuan untuk menguji hubungan kualitas pengungkapan lingkungan dengan persistensi dan prediktabilitas laba pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan laporan keberlanjutan sesuai dengan pedoman terbaru GRI. Metode Penelitian – Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis yaitu analisis konten dan regresi berganda. Penelitian ini berfokus pada periode pengamatan tahun 2018-2019 karena adanya pedoman penyusunan laporan keberlanjutan terbaru yang dikeluarkan oleh GRI yaitu GRI Standards yang mulai diberlakukan pada tahun 2018. Variabel dependen pada penelitian ini adalah persistensi dan prediktabilitas laba yang diukur dari β dari persamaan dan square root varians kesalahan estimasi dari persamaan (Earnings (i,t)= a 0,1 + β 1,i Earnings i,t-1 + εi,t ). Variabel independen yaitu pengungkapan lingkungan menggunakan indikator jumlah pengungkapan berdasarkan pedoman GRI. Temuan – Hasil Penelitian berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan memberikan bukti empiris terhadap 2 hal yaitu persistensi dan prediktabilitas laba. Hasil penelitian untuk proksi persistensi laba menunjukan pengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan untuk proksi prediktabilitas laba hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh positif dan signifikan. Orisinalitas – Informasi berkelanjutan khususnya informasi lingkungan telah menjadi bagian dari pelaporan perusahaan dan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh beberapa pemangku kepentingan. Dalam beberapa penelitian terdahulu menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara pengungkapan lingkungan dengan kinerja keuangan dengan menggunakan pengukuran yang berbeda dari penelitian sebelumnya. Dasar dari penyusunan pengungkapan lingkungan menggunakan pedoman terbaru GRI yaitu GRI Standards dan dasar pengukuran kinerja keuangan yaitu kualitas laba dengan proksi persistensi dan prediktabilitas laba. 
NARSISME DIREKTUR UTAMA, REPRESENTASI WANITA DALAM DEWAN DIREKSI, DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Zakiyyah Aritasari
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 9, No 2 (2021): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v9i2.65890

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara narsisme direktur utama dan representasi wanita dalam dewan direksi dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Metode Penelitian – Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 100 perusahaan yang telah di kriteria berdasarkan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan metode analisis konten dan analisis regresi berganda Temuan – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara narsisme direktur utama dan pengungkapan tanggung jawab sosial (=0,612; p<0,05). Hal ini membuktikan bahwa narsisme direktur utama dapat menjadi faktor dalam pengungkapan tanggung jawab sosial kian transparan pada perusahaan sampel. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara representasi wanita dalam dewan direksi dan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (=0,169; p<0,01). Hal ini membuktikan bahwa representasi wanita dalam dewan direksi mendorong inisiatif perusahaan untuk mengungkapkan informasi tanggung jawab sosial perusahaan. Sementara itu, variabilitas perubahan yang terjadi pada variabel narsisme direktur utama dan representasi wanita dalam dewan direksi sebesar 9,2% dapat menjelaskan variabilitas perubahan yang terjadi pada variabel pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Orisinalitas – Analisis pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan menggunakan pedoman GRI (Global Reporting Initiative) Standards sebagai indikator dalam pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan masih terbatas karena baru diimplementasikan pada tahun 2018 secara global. Selain itu, penelitian terkait dengan narsisme direktur utama dan representasi wanita dalam dewan direksi saat ini masih terbatas dilakukan di Indonesia.

Filter by Year

2013 2025