cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA" : 23 Documents clear
Penggunaan Model Inkuiri Pendekatan Eksperimental untuk Meningkatkan Penguasaan Siswa terhadap Konsep Sifat-sifat Cahaya Adinda Silviana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.795 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7117

Abstract

Permasalahan umum yang melatarbelakangi penelitian ini adalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran IPA, yaitu rendahnya penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya. Kurangnya kesesuaian perencanaan pembelajaran yang dirancang guru dengan karakteristik siswa, dan pelaksanaan pembelajaran yang lebih didominasi oleh guru, sehingga siswa pasif dalam mengikuti pembelajaran, serta pembelajaran kurang bermakna bagi siswa. Penggunaan model pembelajaran yang menyenangkan serta memberikan kesempatan siswa untuk aktif dan melakukan suatu eksperimen/percobaan agar pembelajaran bermakna bagi siswa sangat diperlukan untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil peningkatan penguasaan siswa kelas V SDN Anggaraja terhadap konsep sifat-sifat cahaya dengan menggunakan model inkuiri pendekatan eksperimental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model hasil gabungan gagasan Kemmis dan Mc. Taggart. Metode penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Anggaraja, dengan jumlah siswa 30 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan tiga siklus. Hasil analisis perencanaan siklus I mencapai 79,75%, pelaksanaan pembelajaran 80%, dan hasil penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya mencapai 63,3%. Pada siklus II, hasil analisis perencanaan siklus II sudah mencapai 90,62%, pelaksanaan pembelajaran 88,5%, dan hasil penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya mencapai 73,3%. Pada siklus III, hasil analisis perencanaan siklus III mencapai 96%, pelaksanaan pembelajaran 94,75%, dan hasil penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya sudah mencapai 86,6%. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA materi konsep sifat-sifat cahaya di kelas V SDN Anggaraja dengan menggunakan model inkuiri pendekatan eksperimental mengalami peningkatan yang baik dan signifikan dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan dalam peningkatan penguasaan siswa. 
Pengaruh Media Pop-Up Card Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Penggolongan Hewan Ghina Fitriadi Putri; Yasbiati Yasbiati; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.261 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7284

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya hasil belajar siswa pada materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya. Berdasarkan kompetensi dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV semester 1 pada kurikulum tingkat satuan pendidikan tahun 2006, yakni SK: “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya”. Penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya akan dilakukan dengan menggunakan media pop-up card yang diharapkan dapat memudahkan siswa dalam mempelajari materi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain metode penelitian quasi-eksperimental. Populasi dan sampel yang digunakan adalah siswa kelas IV SDN 1 Nagarasari yang berjumlah 62 orang, 31 orang siswa kelas IV-A sebagai kelas kontrol dan 31 orang siswa kelas IV-B sebagai kelas eksperimen. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah tes essay sebanyak 5 butir soal, lembar observasi, dan lembar angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan media pop-up card. Hasil pretest sebelum dilakukan treatment di kelas kontrol berada pada rata-rata skor 5,19. Sedangkan pada saat posttest berada pada rata-rata skor 14,39. Adapun hasil pretest sebelum dilakukan treatment di kelas eksperimen berada pada rata-rata skor 5,09. Sedangkan pada saat posttest berada pada rata-rata 16,59. Hasil observasi sikap dan keterampilan menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol karena adanya penggunaan media pop-up card. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pop-up card terhadap hasil belajar siswa pada materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya. Kata Kunci: Pop-Up Card, Hasil Belajar, Materi Penggolongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya.
Pengaruh Model Mind Mapping terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Anandita Cyntisa Dwi Putri; Sumardi Sumardi; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.159 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model mind mapping terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Siluman pada materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Siluman serta sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelas V-A sebagai kelompok kontrol dan kelas V-B sebagai kelompok eksperimen. Dari hasil pengolahan dan analisis data, terdapat informasi mengenai perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran menggunakan model mind mapping dengan siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran konvensional. Pada kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh nilai rata-rata yaitu 69,67 dengan kategori tinggi, dan nilai rerata Ngain 0,42 dengan kategori kurang efektif. Sedangkan pada kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan menggunakan model mind mapping diperoleh nilai rata-rata yaitu 86,33 dengan kategori sangat tinggi, dan nilai rerata Ngain 0,71 dengan kategori cukup efektif. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model mind mapping pada materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan di SD Negeri 2 Siluman berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.mind
Pengaruh Model Pembelajaran Tebak Kata terhadap Pemahaman Siswa pada Materi Mengenal Pentingnya Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Novi Maulani Adkhilni; Hodidjah Hodidjah; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.283 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7384

Abstract

Terdapat permasalahan yang ditunjukan dengan kurangnya keaktifan siswa dalam bertanya dan rendahnya pemahaman siswa tentang, pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan model pembelajaran tebak kata. Model pembelajaran tebak kata ini membuat siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran serta memudahkan ingatan siswa dalam menanamkan konsep pelajaran. Penelitian ini betujuan untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran tebak kata terhadap pemahaman siswa pada pembelajaran IPS kelas IV tentang materi pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Design yang digunakan peneliti yaitu Quasi-Eksperimental design.  Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Sample yang digunakan berjumlah 20 siswa kelas IV-A dan 20 siswa kelas IV-B. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda yang digunakan untuk mengumpulkan data. Selanjutnya, teknis analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan statistik deskriptif dari data pretest dan posttest dengan bantuan Software Microsoft Excel 2010 dan SPSS 22.0. Temuan yang diperoleh membuktikan bahwa kenaikan rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen kenaikan nilai rata-rata adalah 9,25 menjadi 15,1. Sedangkan pada kelas kontrol kenaikan nilai rata-rata  adalah 9,65 menjadi 12,55. Dengan ini peneliti menyimpulkan bahwa, pemahaman siswa yang melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tebak kata lebih baik dibandingkan dengan pemahaman siswa yang melakukan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran tebak kata pada mata pelajaran IPS materi pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Model Pembelajaran Tebak Kata, Pemahaman, Koperasi.
Desain Didaktis Volume Kubus dan Balok untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Hari Ahmad Zulfikar; Yusuf Suryana; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.862 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7205

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai pemecahan masalah volume kubus dan balok. Pemahaman konsep volume kubus dan balok tidak dimiliki oleh siswa secara utuh karena adanya hambatan belajar terkait keterbatasan konteks yang dialami siswa pada saat pertama kali mempelajari konsep volume kubus dan balok. Konsep tersebut menjadi pondasi dalam pemecahan masalah berkaitan dengan volume kubus dan balok, agar kemampuan berpikir kritis siswa dapat tercapai. Sehingga hambatan belajar yang dialami oleh siswa harus mendapatkan antisipasi dari guru melalui proses pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Peneliti merancang dan menyusun sebuah desain didaktis yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain didaktis tersebut dirancang dan disusun untuk mengatasi atau meminimalisir hambatan belajar yang dialami oleh siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahapan. Tiga tahapan tersebut yaitu, analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran yang wujudnya berupa Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dan Antisipasi Didaktis Pedagogis (ADP), analisis metapedadidaktik, dan analisis retrospektif yang mengaitkan antara hasil analisis situasi didaktis dengan hasil analisis metapedadidaktik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik triangulasi data (observasi, wawancara dan dokumentasi). Proses pengembangan desain didaktis berupa bahan ajar dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Setiamulya. Desain didaktis dikembangkan berbasis pemecahan masalah berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis yang pilih oleh peneliti, yaitu memfokuskan pertanyaan, mendefinisikan istilah dan pertimbangan dalam tiga dimensi (bentuk, strategi, dan isi), serta membuat dan menentukan pertimbangan nilai. Penelitian ini menghasilkan data mengenai hambatan belajar yang dialami oleh siswa, desain didaktis yang dapat meminimalisir hambatan belajar yang dialami oleh siswa, dan implementasi desain didaktis dalam proses pembelajaran.
Buku Cerita Anak berbasis Kearifan Lokal Kelom Geulis Tasikmalaya untuk Siswa Sekolah Dasar Temmy Renaldi Setia Bakti; Seni Apriliya; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.223 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7329

Abstract

Pendidikan di sekolah dasar, sudah seharusnya memuat aspek yang relevan dengan pendidikan. Termasuk sastra berupa cerita anak yang bersifat mendidik. Cerita anak yang mendidik lebih dikenal dengan sastra didaktis. Idealnya cerita anak yang relevan untuk jenjang Sekolah Dasar harus berdasarkan pada kurikulum. Dalam Kurikulum2013 (revisi) buku cerita anak harus relevan dengan tujuan pendidikan dan konteks budaya. Namun faktanya hasil dari studi pendahuluan menunjukan bahwa tidak ada bahan bacaan cerita anak yang mengandung konteks budaya seperti kearifan lokal Tasikmalaya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian pengembangan yang menghasilkan produk berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal kelom geulis Tasikmalaya dengan menggunakan metode penelitian educational design research model reeves. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas IV yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, angket, observasi, studi literatur, dan forum group discussion. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Rancangan produk dinyatakan layak setelah diujicoba berdasarkan hasil validasi ahli. Kegiatan uji coba dilakukan sebanyak dua kali di sekolah yang berbeda. Uji coba yang pertama dilakukan di SDN 1 Gunungpereng dan uji coba dua di SDN Urug 1. Hasil uji coba menunjukan bahwa buku cerita anak berbasis kearifan lokal yang dikembangkan telah baik dan dapat menjadi solusi bagi guru dalam pemilihan bahan ajar. Produk akhir berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal kelom geulis Tasikmalaya untuk siswa Sekolah Dasar, dengan judul “Tiga Sekawan dan Kelom Geulis.”
Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam Pembelajaran Menulis Narasi di SD Windi Anggriani; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.95 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7129

Abstract

The learning implementation plan is a guide that teachers use to teach in the classroom. To be used as a reference in teaching. The learning implementation plan should always be prepared before the lesson begins. Each subject that will be taught the teacher to prepare the implementation plan of learning one of them in learning to write narration. This makes the researcher interested to know the implementation plan of learning narrative writing by paying attention to writing process. The purpose of this study is generally to describe the learning of narrative writing in the implementation plan of learning in primary school. The method used in this research is qualitative descriptive approach because the researcher want to get the description of the plan of the implementation of learning narrative writing in elementary school. This research was conducted at 12 elementary schools of Mitra Pendidikan Universitas Indonesia Tasikmalaya Campus which is SDN 2 Sukamaju, SDN 1 Nagarawangi, SDN Mugarsari, SDN 2 Sindangpalay, SDN Sukamenak Indah, SDN 2 Setiamulya, SDN Sukamulya, SDN Karangsambung, SDN Pahlawan, SDN Mangkubumi, SDN Gunungpereng, SDN Sambongpermai in tasikmalaya city with the subject of research plan of learning implementation in class V. Data collection techniques used in the form of observation and study of the documentation. Based on the results of data analysis obtained from the implementation plan of learning narrative writing by using the process of narration in class V is still low. This is seen five indicators studied are only three indicators that often appear. The most indicators appear in the selection indicators and the main ideas to describe topics based on themes, the correction of the writing framework, the writing of the blur (draft) in accordance with the contents of the writing based on the completeness of language, while the rarely indicator indicator of topic determination narrative based on themes and improvements ( Perevisian) errors of writing results based on the findings of errors in outlining ideas based on the draft that has been madeRencana pelaksanaan pembelajaran adalah suatu pedoman yang digunakan guru untuk mengajar dikelas. Untuk dijadikan acuan dalam mengajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus selalu disiapkan sebelum pembelajaran dimulai. Setiap mata pelajaran yang akan diajarkan guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran salah satunya dalam pembelajaran menulis narasi. Hal ini menjadikan peneliti tertarik untuk mengetahui rencana pelaksanaan pembelajaran menulis narasi dengan memperhatikan proses menulis. tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis narasi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif karena peneliti ingin mendapatkan gambaran rencana pelaksanaan pembelajaran menulis narasi di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di 12 Sekolah Dasar Mitra Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya yaitu SDN 2 Sukamaju, SDN 1 Nagarawangi, SDN Mugarsari, SDN 2 Sindangpalay, SDN Sukamenak Indah, SDN 2 Setiamulya, SDN Sukamulya, SDN Karangsambung, SDN Pahlawan, SDN Mangkubumi, SDN Gunungpereng, SDN Sambongpermai di kota tasikmalaya dengan subjek penelitian rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan studi dokementasi. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari rencana pelaksanaan pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan proses narasi di kelas V masih rendah. Hal ini terlihat lima indikator yang diteliti hanya tiga indikator yang sering muncul. Indikator paling banyak muncul pada indikator pemilihan dan penyusunan gagasan utama untuk mendeskripsikan topik berdasarkan tema, pengoreksian kerangka tulisan, penulisan buram (draf) sesuai kerangka isi tulisan berdasarkan kelengkapan kebahasaan, sedangkan indikator yang jarang muncul yaitu indikator penentuan topik karangan narasi berdasarkan tema dan perbaikan (perevisian) kesalahan hasil tulisan berdasarkan temuan kesalahan dalam menjabarkan ide gagasan berdasarkan draf yang telah dibuat.
Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction pada Materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) Rosi Nurmalasari Eka Saputri; e kosasih
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.541 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7296

Abstract

Penelitian ini membahas tentang efektivitas penggunaan model kooperatif tipe team accelerated instruction pada materi KPK kelas IV. Untuk mengetahui efektivitas penggunaan model kooperatif ini, dilakukan penelitian di kelas IV SD Negeri 1 Urug. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya penggunaan model pembelajaran variatif dan masih banyak siswa yang memiliki nilai kurang dari kriteria ketuntasaan minimal (KKM ≥ 59) pada pembelajaran matematika khususnya pada materi KPK. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Urug yang berjumlah 25 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal matematika pilihan ganda kemudian data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, hasil belajar siswa sebelum menggunakan model team accelerated instruction menunjukkan lebih dari 80% siswa memperoleh nilai di bawah KKM. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model, hasil belajar yang diperoleh siswa mengalami peningkatan. Lebih dari 90% siswa memperoleh nilai di atas KKM. Berdasarkan hasil analisis statistik perbedaan rata-rata nilai pretest-posttest, diketahui bahwa perolehan nilai –t hitung -t tabel. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perubahan signifikan yang mengindikasikan keefektifan penggunaan model kooperatif tipe team accelerated instruction pada pembelajaran matematika materi KPK di SD Negeri 1 Urug.
Pengaruh Metode Eksperimen terhadap Pemahaman Siswa tentang Gaya dapat Mengubah Gerak suatu Benda Nurul Hasanah; Yusuf Suryana; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.553 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7257

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi metode pembelajaran oleh guru dalam kegiatan pembelajaran IPA di SD. Guru cenderung menggunakan metode ceramah atau hanya sekedar pemindahan konsep yang kemudian menjadi hapalan siswa. Sehingga suasana pembelajaran IPA menimbulkan kejenuhan pada diri siswa yang berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa. Selain itu, pemahaman konsep siswa tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda masih rendah. Untuk mengatasi rendahnya pemahaman konsep siswa peneliti memilih dan menggunakan salah satu metode yang sesuai dengan karakteristik siswa SD yaitu metode eksperimen. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh penggunaan metode eksperimen terhadap pemahaman siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Sedangkan tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan metode eksperimen terhadap pemahaman siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian jenis Quasi Eksperimen dengan desain penelitian berdasarkan Nonequivalent Control Group. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan peneliti adalah tes pemahaman konsep siswa tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen. Pengumpulan data diperoleh dari data hasil pretest dan postest. Analisias data yang dilakukan adalah analisis data kuantitatif dengan bantuan Microsoft Excel 2007 dan program SPSS 16.0 dan analisis data kualitatif hasil observasi. Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen sesuai dengan tahap pelaksanaannya, terdapat pengaruh dari metode eksperimen terhadap pemahaman konsep siswa tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional.
Desain Didaktis Simetri Lipat untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD Risma Rismaya; Rustono WS; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.335 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7418

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada hasil studi pendahuluan peneliti berdasarkan hambatan belajar yang dialami oleh siswa mengenai kemampuan berpikir kreatif siswa dalam materi simetri lipat. Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan sejak usia sekolah dasar sebagai bekal dalam dunia kerja. Salah satu pembelajaran yang dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif adalah materi simetri lipat. Akan tetapi, penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih rendah, siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep simetri lipat. Maka dari itu peneliti merancang desain pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan desain didaktis simetri lipat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Didactical Desaign Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran, analisis metapedadidaktik dan analisis retrospektif yang mengaitkan hasil analisis situasi didaktik hipotesis dengan hasil analisis metapedadidaktik. Penelitian ini terdiri dari desain awal dan desain revisi dengan mengimplementasikan pembelajaran kontekstual. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu suatu teknik yang mengabungkan data dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian ini berupa data hambatan belajar siswa, desain didaktis untuk meminimalisir hambatan belajar dan implementasi desain didaktis. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V-A dan V-B SDN 2 Cibunigeulis Tasikmalaya. Desain didaktis yang dirancang diharapkan dapat menjadi alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran simetri lipat di SD untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif sehingga memberikan pemahaman yang lebih baik dan menyeluruh kepada siswa.

Page 1 of 3 | Total Record : 23