cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA" : 17 Documents clear
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Peredaran Darah Manusia Siswa Sekolah Dasar melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Ely Yuliati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.207 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28016

Abstract

Abstrak Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi oleh penggunaan model dan metode pembelajaran yang masih bersifat statis terhadap kegiatan siswa karena guru cenderung memilih hanya metode ceramah dengan memberi contoh-contoh yang abstrak , sehingga siswa kelas 5 kurang memahami konsep Peredaran darah manusia pada pembelajaran IPA. Hal tersebut ditindaklanjuti melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model pembelajaran examples non examples. Adapun rumusan masalahnya adalah”Bagaimana efektivitas penggunaan model pembelajaran examples non examples sehingga dapat meningkatkan hasil belajar Peredaran darah Manusia siswa Kelas 5 SD Negeri 1 Baregbeg pada mata pelajaran IPA ?” Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan model pembelajaran examples non examples untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep Peredaran Darah Manusia di kelas 5. Penggunaan model examples non examples ternyata mampu meningkatkan keaktifan siswa, mengembangkan rasa keingintahuan siswa, menumbuhkan keberanian siswa untuk bertanya dan mengeluarkan gagasan serta aktif mengerjakan tugas baik secara individu maupun kelompok. Dalam menyajikan hasil diskusi kelompok, siswa menjadi lebih aktif, kreatif dan dapat meningkatkan pelayanan guru dalam proses pembelajaran. Data penelitian, menunjukkan bahwa kemampuan guru merancang rencana pembelajaran IPA dapat dioptimalkan dari 70% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA meningkat dari 65% menjadi 85% pada siklus II. Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dapat dioptimalkan dari 62,5% pada siklus I menjadi 81% pada siklus II. Hasil belajar siswa mengenai konsep Peredaran Darah Manusia berhasil ditingkatkan. Prosentase ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 15 % atau 4 orang dari jumlah siswa 27 orang dan 85% atau 23 orang dari jumlah siswa 27 orang dinyatakan masih mengalami kesulitan belajar. Sedangkan rata-rata nilai hasil belajar pada siklus I adalah 73,33. Pada siklus II, prosentase ketuntasan belajar mencapai 93 % atau 25 orang dari jumlah siswa 27 orang dan 7 % atau 2 orang dari jumlah siswa 27 orang dinyatakan masih mengalami kesulitan. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh sebesar 80,37. Peningkatan pada siklus I 59 % menjadi 93 % pada siklus II.
Penerapan Pendekatan Realistik Mathematic Education (RME) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian pada Siswa di Sekolah Dasar Agung Fauzy; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.64 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28702

Abstract

Dilatarbelakangi dengan keberadaan RME (Realistic Mathematics Education) saat ini yang menjadi pendekatan menjanjikan dalam pembelajaran matematika yang dianggap menyeramkan oleh sebagian pembelajar khususnya ditingkat sekolah dasar sehingga menjadi salah satu sebab capaian belajar matematika siswa selalu buruk. Perkalian sebagai salah satu materi dalam pelajaran matematika yang identik dengan hafalan bukan dengan pemahaman terhadap konsep perkalian, sehingga siswa kurang mampu menerapkannya untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi masalah umum yang dihadapi guru yaitu rendahnya pemahaman siswa pada materi konsep perkalian. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan pemahaman siswa kelas II SDN 1 Ratawangi pada materi konsep perkalian. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas yang dilakukan tiga siklus pembelajaran. Teknik pengumpulan datanya yaitu studi dokumentasi, tes, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan pembelajaran siklus I mencapai 81%, pelaksanaan pembelajaran 56 %, dan pemahaman siswa 36 %. Pada siklus II Perencanaan pembelajaran mengalami peningkatan mencapai 90%, pelaksanaan pembelajaran 71 %, dan pemahaman siswa 86%. Pada siklus III menunjukan peningkatan yang signifikan, perencanaan pembelajaran 95%, pelaksanaan pembelajaran 94%, dan pemahaman siswa 95%. Secara keseluruhan, pembelajaran matematika menerapkan pendekatan matematika realistik pada materi konsep perkalian di kelas II SDN 1 Ratawangi mengalami peningkatan yang sangat baik, baik dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, maupun dalam peningkatan pemahaman siswa.
Rancangan Multimedia Interaktif tentang Pantun untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Siti Maesaroh; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.415 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.25338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga menuntut pendidikan dalam memanfaatkan teknologi, salah satu pemanfaatan teknologi dalam pendidikan yaitu penggunaan media. Salah satu bentuk media dalam pembelajaran yaitu multimedia interaktif, maka dari itu perlu adanya rancangan bentuk multimedia interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dan bentuk rencana multimedia interaktif tentang pantun untuk pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Pada dasarnya pembelajaran bahasa Idonesia pada materi pantun belum tersedianya multimedia interaktif, pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan dengan menggunakan media gambar. Multimedia interaktif ada beberapa yang tersedia di internet, akan tetapi bentuk multimedia tersebut hanya berbentuk video yang dapat ditampilkan kepada peserta didik. Rancangan multimedia interaktif ini secara keseluruhan yang diakses melalui aplikasi windows Microsoft Power Point sehingga mudah digunakan oleh guru. Media merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Media merupakan perantara atau penyampai pesan suatu materi pembelajaran. Pada hakikatnya peserta didik belajar lebih bermakna dengan cara menggunakan media pembelajaran secara keseluruhan (audio, visual, dan audio-visual). Multimedia interaktif merupakan gabungan dari gambar, teks, animasi, audio, dan video yang mengunakan computer. Kelebihan multimedia interaktif yaitu lebih efektif dan menyenangkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kebermaknaan bagi peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia mengenai materi tentang pantun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara desktiptif dengan menggunakan data dari hasil analisis FGD ( Focus Group Discuss). Berdasarkan data dari hasil FGD diperoleh data bahwa rancangan multimedia interaktif tentang pantun untuk pembelajaran bahasa Indonesia mendapatkan kelayakan dan memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia.
Meningkatkan Hasil Belajar Penjumlahan Berbagai Bentuk Pecahan Siswa Sekolah Dasar melalui Metode Latihan Keterampilan Tarwan Tarwan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.591 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28012

Abstract

Abstrak Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SD bertujuan untuk melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten, sehingga siswa diharapkan terampil menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi kenyataan dilapangan siswa banyak mengalami kesulitan terutama dalam menghitung penjumlahan berbagai bentuk pecahan. Agar kemampuan tersebut dapat ditingkatkan maka digunakanlah metode latihan keteramplan. Hal ini merupakan suatu upaya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran matematikan yang berhubungan dengan penjumlahan berbagai bentuk pecahan. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar   penjumlahan berbagai bentuk pecahan siswa kelas 5 SD Negeri 1 Salakaria melalui metode latihan keterampilan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dan setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Untuk melihat data hasil belajar siswa secara kuantitatif dilakukan tes akhir pada setiap pertemuan ke-2 dari setiap siklus.Berdasarkan analisis data prestasi belajar siswa, pemberian tindakan pada siklus I cukup berhasil untuk meningkatkan prestasi belajar. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan dari nilai rata-rata kelas tes awal yang bernilai 51,54, mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan siklus I dengan nilai rata-rata kelas menjadi 74,23. Namun nilai ini masih tergolong kategori cukup berdasarkan indikator keberhasilan. Hasil analisis data prestasi belajar siswa pada siklus II menunjukkan peningkatan yang sangat baik, hal ini ditunjukkan dari perbandingan siklus I yang nilai rata-rata kelas 74,23, meningkat pada siklus II nilai rata-rata kelas menjadi 81,92. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa prestasi belajar pada siklus II sudah memenuhi target sesuai denga kriteria keberhasilan. Dapat disimpulkan bahwa dengan mengunakan metode latihan keterampilan, hasil belajar penjumlahan berbagai bentuk pecahan siswa kelas 5 SD Negeri 1 Salakaria dalam pelajaran matematika mengalami peningkatan.
Buku Cerita Makanan "Colenak" sebagai Sumber Belajar Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Revina Oktaviani; Aan Kusdiana; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.535 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.26349

Abstract

Pembelajaran bahasa indonesia salah satu mata pembelajaran yang ada disekolah dasar .penelitian dlatar belakangi belum tersedianya buku cerita makanan tradisional colenak sebagai bahan ajar membaca disekolah dasar.Tujuan penelitian ini yaitu 1) mendekpsikan ketersedian buku cerita anak makanan tradisional colenak ;2)mendeskpisikan rancangan pembuatan buku cerita anak berbasis kearifan lokal ;3) mendeskpisikan kelayakan cerita anak berbasis kearifan lokal makanan tradisional colenak ;4) merumuskan produk akhir buku cerita makanan tradisonal colenak untuk sekolah dasar.Siswa tidak mengetahui tentang makanan tradisional di daerah masing-masing. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan solusi memecahkan masalah yang ditemui oleh peneliti di lapangan.Oleh sebab itu,tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk ,proses dan efektivitas buku cerita menggunakan metode penelitian ini yaitu Designed-Based Research ( DBR) dengan prosedur penelitan menurut Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu 1) menghasilkan data tentang ketersediaan buku cerita anak berbasis kearifan lokal Makanan Colenak belum ada;2) produk buku cerita anak berbasis kearifan lokal berjudul “ Colenak” yang memiliki keunggulan pada isi cerita yang memuat konten didaktis ( ilmu pengetahuan) tentang Pembuatan Colenak adanya.cara pembuatan yang sangat unik dan ciri khas makanan dari bandung yang dibuat dari peyeum ( tape ) bentuk cerita yang menarik dan merujuk pada karateristik cerita anak ,serta memuat unsur cerita.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Perubahan Wujud Benda Siswa Sekolah Dasar melalui Metode Eksperimen Iis Sulastri
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.394 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28022

Abstract

Abstrak Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar sebagai pengembang informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan desentralisasi pendidikan. Refleksi awal yang dilakukan penulis, yaitu tuntutan nyata di lapangan, mengenai pembelajaran IPA pada konsep perubahan wujud benda, sebagaimana tuntutan kurikulum KTSP.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep perubahan wujud benda siswa Kelas 4 SDN 3 Salakaria. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu apabila pembelajaran konsep perubahan wujud benda siswa kelas 4 SDN 3 Salakaria menggunakan metode eksperimen, maka pemahaman siswa akan meningkat. Perbaikan ini dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan mengambil subjek penelitian ialah 22 siswa kelas 4 SD Negeri 3 Salakaria.Tindakan penelitian dilakukan dalam 2 siklus yang setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan ( @ 35 menit ). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan tes. Untuk pengolahan data menggunakan analisisa deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep perubahan wujud benda siswa kelas 4 SDN 3 Salakaria, terjadi peningkatan dari tiap-tiap siklusnya. Hasil tes sebelum perbaikan menunjukkan rata-rata kelas 48,18 dengan ketuntasan 14 %.  Pembelajaran siklus I, rata-rata kelas menjadi 71,36 dengan ketuntasan 45 %, sedangkan pembelajaran siklus II rata-rata 82,73 dengan ketuntasan 91 %. Hal ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep perubahan wujud benda siswa kelas 4 SDN 3 Salakari.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar pada Penyelesaian Soal Cerita Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Widia Apriyanti Dwi Rahayu; Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.961 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.26323

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan dari hasil studi pendahuluan mengenai hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal cerita mengenai Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) yang belum menunjukkan langkah-langkah yang sistematis. Maka dari itu, untuk mendapatkan informasi secara keseluruhan perlu dilakukan  penelitian mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV sekolah dasar pada penyelesaian soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB). Tujuan dari penelitian ini secara umum yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV sekolah dasar pada penyelesaian soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB). Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan faktor persekutuan terbesar (FPB).  Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini melibatkan siswa dan guru kelas IV sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di rumah masing-masing siswa SDN 1 Sidamulya, Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara, dan dokumentasi hasil kerja siswa. Teknik analisis data yang digunakan  adalah analisis konten menurut Krippendorf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki kemampuan menuliskan permasalahan dengan bahasa sendiri sebagai bentuk pemahaman pada soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kemampuan menuliskan sistematika penyelesaian perhitungan soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB). Sedangkan kemampuan menuliskan perencanaan penyelesaian soal cerita faktor persekutuan terbesar (FPB) dengan bahasa sendiri belum ditunjukkan dalam hasil pekerjaan siswa.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Senam Lantai Tanpa Alat Siswa Sekolah Dasar melalui Pendekatan Bermain Nanang Herdiana Nurbakti
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.694 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28023

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan senam lantai tanpa alat siswa kelas 4 SD N 2 Sukadana Kecamatan Sukadana Kab. Ciamis melalui Pendekatan Bermain. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diukur dari hasil tes yang diperoleh dari siklus I dan siklus II. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas dengan kolaborasi antara peneliti dan teman sejawat sebagai observer. Subyek penelitian siswa kelas 4 SD Negeri 2 Sukadana  semester 2 tahun ajaran 2018-2019 yang berjumlah 25 siswa.Kemampuan awal siswa tentang gerakan senam lantai tanpa alat sangat rendah, hal ini dibuktikan dengan hasil tes sebelum perbaikan rata-rata kelasnya hanya 55,33 dan hanya 5 orang saja yang nilainya KKM 75.Gerakan senam yang dilakukan yaitu lompat-lompat di tempat, berdiri dengan kepala, dan berdiri dengan tangan.Hasil penelitian ini menunjukkan proses belajar-mengajar meningkat dari sebelum perbaikan, siklus I dan siklus II, terbukti dari sebelum perbaikan  rata-rata kelas yang dicapai siswa hanya 55,33 dengan kriteria kurang, siklus I mencapai 70,33 dengan kriteria cukup dan Siklus II mencapai rata-rata kelas 80,00 dengan kriteria “ Baik “. Sedangkan target pencapaian KKM, sebelum tindakan 20%, pada siklus I meningkat menjadi 44 % dan pada Siklus II ketuntasan meningkat lagi menjadi 92 %. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa pembelajaran senam lantai tanpa alat melalui Pendekatan Bermain dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri 2 Sukadana  Kec.Sukadana.Peningkatan ketercapaian KKM dari sebelum perbaikan sampai dengan siklus II mencapai 50%.Maka penelitian ini dianggap tuntas karena kemampuan siswa secara klasikal sudah meningkat KKM.
Pengembangan Buku Cerita Tempat Bersejarah ‘Kampung Adat Dukuh’ sebagai Bahan Ajar Membaca di Sekolah Dasar Ai Herliyaniwati; Aan Kusdiana; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.241 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28704

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar lebih berorientasi pada pembelajaran berbasis teks. Sehingga hal tersebut menitik beratkan kepada aspek membaca sebagai keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Berkenaan dengan hal itu, guru harus dapat mengembangkan sebuah bahan ajar berbasis teks pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun berdasarkan wawancara kepada guru di SDN 2 Ciroyom Kabupaten Garut, guru merasa kesulitan dalam membuat bahan ajar berbentuk teks, apalagi teks tentang cerita narasi sejarah. Guru mengeluhkan bahwa bahan ajar membaca cerita mengenai tempat bersejarah dalam buku tematik yang berasal dari Garut hanya sebatas pada cerita Situ Bagendit dan Candi Cangkuang saja. Selain itu, relevansi bahan ajarpun dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa dan kurang kontekstual karena jauh dari lingkungan siswa. Berdasarkan fakta tersebut peneliti menawarkan solusi berupa pengembangan bahan ajar membaca anak mengenai tempat bersejarah di daerah Garut bernama “Kampung Adat Dukuh”. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) dengan menggunakan prosedur yang merujuk kepada teori Reeves. Dari hasil uji coba, mengacu kepada evaluasi dari bahan ajar yang dikembangkan didapat 38% siswa mendapat nilai tuntas, dan 62% belum tuntas.
Nilai-Nilai Karakter yang Terdapat dalam Film Animasi Upin dan Ipin Episode “Jembatan Ilmu” Romi Pasrah; Nana Ganda; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.934 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28665

Abstract

Film tidak hanya digunakan untuk media hiburan, melainkan menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang terdapat dalam film animasi Upin dan Ipin episode "Jembatan Ilmu”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai karakter yang terdapat dalam film tersebut adalah menghargai prestasi, tanggung jawab, toleransi, peduli sosial, jujur, cinta tanah air. Oleh karena itu, film animasi ini cocok digunakan sebagai media untuk menyampaikan edukasi dan pesan moral serta nilai-nilai karakter kepada anak usia sekolah dasar.

Page 1 of 2 | Total Record : 17