cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA" : 19 Documents clear
Buku Cerita Asal Mula Kampung Jamanis Sebagai Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Trieni Widya Ramdhani; Aan Kusdiana; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35340

Abstract

Pembelajaran yang diintegrasikan dengan pengalaman belajar di lingkungannya memudahkan siswa dalam internalisasi dan penguasaan konsep yang diajarkan. Untuk mencapai penguasaan konsep yang diajarkan perlunya bahan ajar berbasis kearifan lokal lingkungannya. Namun faktanya hasil dari studi pendahuluan menunjukkan bahwa tidak ada bahan bacaan cerita anak yang mengandung konteks budaya seperti kearifan lokal di daerah Jamanis. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian pengembangan yang menghasilkan produk berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal Asal Mula Kampung Jamanis. Penelitian ini memiliki tujuan umum yaitu untuk memperkaya wawasan kedaerahan yang berdasar pada kearifan lokal dan pengetahuan pembacanya. Selain itu, menambah kecintaan terhadap daerah setempat melalui pengenalan sejarah dalam bentuk buku. Penelitian ini menggunakan metode DBR (design based research) model Reeves, metode ini cocok dalam penelitian yang akan di teliti karena hasil dari penelitian ini merupakan sebuah produk bahan ajar berbasis kearifan lokal. Selain itu, DBR ini merupakan metode penelitian yang sistematis pendidikan dan instruksional proses desain di dalamnya memiliki proses kegiatan analisis, desain, evaluasi, dan revisi sehingga mendapaktkan hasil yang memuaskan. Sebagai tindak lanjut dari buku ini peserta didik mampu mengembangkan dengan materi pembelajaran yang dimaksud, dan harapan dari buku ini dapat memperkaya wawasan peserta didik mengenai sejarah kearifan lokal lingkungannya.
Kompetensi Pengetahuan Keterampilan Berbicara Mahasiswa PGSD: Tinjauan Literatur Sistematis Rantika Rosdayanti; Ghullam Hamdu; E Kosasih
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.616 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.36310

Abstract

Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan multlak untuk melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok.Penguasaan pengetahuan terkait tata bahasa yang lemah dan kurangnya penguasaan pengetahuan kosa kata akan mempersulit seorang mahasiswa dalam mengkomunikasikan gagasan atau pemikiran kepada pihak lain,Bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan perasaan,sikap dan pikiran.Bahasa terutama berbicara sebagai alat komunikasi yang memungkinkan manusia bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi.Dengan demikian kejelasan kosa kata dan logika kalimat merupakan persyaratan utama yang tidak bisa diabaikan.Dalam hubungan dengan dunia akademis,kemampuan  seseorang (mahasiswa) dalam menyerap dan memahami ilmu pengetahuan yang di sampaikan  secara tertulis atau lisan ditentukan oleh  kemampuan berbahasa yang dimilikinya.Usaha menyerap gagasan dan pengetahuan memerlukan kemampuan berbahasa dengan penguasaan pengetahuan kosa kata pada tingkat yang memadai agar daapat menujang kemampuan keterampilan berbicara yang dimilki oleh mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis artiikel yang berhubungan dengan keteranpilan berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa.Desain yang digunakan adalah Systematic Literature Review(SLR),metode ini menggunakan tiga tahapan yang terdiri dari eksternal,internal,dan empat penilaian kualitas (QA).Artikel dikumpulkan menggunakan mesin pencari seperti EBSCO, Science Direct, Google Scholar dan Proquest. Kriteria artikel yang digunakan adalah terbitan 2005-2021.Hasil akhir didapatkan 5 artikel dari 261 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian.Artikel yang berfokus pada kajian kompetensi keterampilan berbicara serta keterampilan berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa,cara meningkatkan keterampilan berbicara.Dan secara khusus,mengkaji kompetensi keterampilan berbahasa terhadap mahasiswa
Studi Literatur: Peta sebagai Media Pembelajaran Keragaman Budaya Indonesia Hany Trimukti Iswari; Sumardi Sumardi; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.17 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35333

Abstract

Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang menunjukkan letak suatu tempat yang dibuat pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari peta ketika digunakan sebagai media pembelajaran keragaman budaya Indonesia. Metode dari penelitian ini adalah melalui studi literatur. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan metode pengumpulan data adalah studi pustaka. Metode yang akan digunakan untuk pengkajian data ini adalah studi literatur. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan dari beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab bagaimana efek atau manfaat dari peta ketika digunakan sebagai media pembelajaran. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa peta memiliki beberapa manfaat ketika digunakan dalam pembelajaran keragaman budaya Indonesia, yakni 1) meningkatkan pemikiran spasial siswa; 2) Meningkatkan pemahaman keragaman budaya Indonesia pada siswa; 3) meningkatkan kesadaran siswa terhadap sikap toleransi antar perbedaan; 4) meningkatkan minat belajar siswa pada proses pembelajaran keragaman budaya Indonesia; 5) meningkatkan hasil belajar siswa pada keragaman budaya Indonesia; 6) menjadi media yang menarik bagi proses pembelajaran keragaman budaya Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan berbagai manfaat tersebut, peta dapat digunakan sebagai media pembelajaran  pada materi keragaman budaya Indonesia. Oleh karena itu, disarankan pada penelitian selanjutnya untuk dapat mengembangkan peta untuk materi keragaman budaya Indonesia.
Pemanfaatan 33 Cerita Fabel Islam sebagai Bahan Ajar Senam Fantasi pada Pembelajaran Olahraga dan Kesehatan Sifa Nadia Fitri; Lutfi Nur; E Kosasih
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.176 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35947

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih sedikinya penelitian sastra anak salah satunya Cerita Fabel Islam sebagai bahan ajar senam fantasi dan masih sedikitnya bahan ajar senam fantasi di SDN Sawahlega 02. Penelitian ini secara khusus dibuat dengan merumuskan masalah tentang relevansi 33 Cerita Fabel Islam dengan materi senam fantasi dan pemanfaatan 33 Cerita Fabel Islam sebagai bahan ajar senam fantasi pada mata pelajaran olahraga dan kesehatan di SDN Sawahlega 02. Untuk memperoleh data di dalam 33 Cerita Fabel Islam dalam lingkup rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian, peneliti tentu harus menggunakan metode penelitian tertentu. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis konten melalui pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu pedoman kartu data dan pedoman wawancara. Hasil analisis 33 Cerita Fabel Islam menunjukan bahwa Cerita Fabel Islam memiliki relevansi dengan materi senam fantasi dan memiliki manfaat untuk  memudahan guru menyampaikan materi pembelajaran terutama materi senam fantasi, memudahkan anak memahami materi yang ada di dalam isi cerita fabel. Selajutnya, membantu perkembangan imajinasi anak serta membantu motorik anak ketika malaksanakann senam fantasi. Dengan demikian Cerita Fabel Islam dapat dijadikan sebagai bahan ajar senam fantasi pada pembelajaran olahraga dan kesehatan di sekolah dasar salah satunya di SDN Sawahlega 02.
Penerapan Metode Diskusi Dilema Moral dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Saroh Kurnia; Ganjar Muhammad Ganeswara
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35347

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah di kelas yaitu kurangnya komunikasi timbal balik antara siswa dengan guru saat belajar. Padahal hal tersebut mempengaruhi pada pola pikir dan tindakan yang akan dilakukan siswa, salah satunya untuk mencegah tindakan amoral.Oleh karena itu, untuk membangkitkan keberanian siswa, salah satunya dengan menerapkan diskusi dilema moral karena dapat digunakan dalam mengasah keterampilan rasional, sikap, sekaligus kemampuan mengambil keputusan yang terbaik. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu perkembangan moral kognitif dengan karakteristiknya memberikan penekanan pada aspek kognitif dan perkembangannya.Penelitian ini bertujuan mendorong siswa untuk berfikir aktif, kritis terhadap masalah moral dan aktivitas siswa dengan menerapkan diskusi dilema moral dalam pembelajaran IPS. Adapun metode penelitiannya yaitu Penelitian Tindakan Kelas terhadap 28 siswa kelas V MI Darul Hufadz Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil observasi diperoleh aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase sebesar 61%, siklus II sebesar 67%, serta siklus III sebesar 78%. Adapun kemampuan berfikir kritis siswa pada siklus I diperoleh presentase sebesar 32,14%,  siklus II sebesar 43%. Sedangkan siklus III sebesar 71.43%. Hasil tersebut dikategorikan baik. Jadi secara psikologis ketika siswa melakukan diskusi, maka dapat melatih cara berfikirnya. Implikasi dari penelitian ini yaitu agar siswa memiliki pengetahuan, perasaan, dan perilaku yang baik
Respon Siswa Sekolah Dasar terhadap Program Belajar dari Rumah (BDR) di TVRI Tesa Esti Rahayu; Oyon Haki Pranata; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.864 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35341

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada proses pembelajaran yang berpindah dari sekolah menjadi di rumah akibat adanya pandemi covid-19. Penelitian berkaitan dengan respon siswa terhadap program belajar dari rumah (BDR) bertujuan mengukur respon siswa sekolah dasar terhadap program BDR di TVRI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan penyebaran angket/kuisioner. Subjek penelitian adalah siswa SDN Cipari Kecamatan Karangnunggal sebanyak 30 orang dengan kisaran usia 9-11 tahun. Respon siswa yang diteliti ditinjau dari tiga dimensi, yaitu kognitif, afektif dan konatif. Respon kognitif merupakan respon yang berhubungan dengan persepsi mengenai objek sikap. Respon afektif mencakup sikap siswa berkaitan dengan rasa senang atau tidak senang. Sementara respon konatif berhubungan dengan perilaku nyata yang meliputi tindakan atas perbuatan. Peneliti melihat interaksi siswa dalam proses pembelajaran program BDR di TVRI kemudian siswa menerima umpan balik terhadap hasil non tes berupa kuisioner yang berisi pilihan pernyataan baik positif atau negative yang skala bernilai 1–4. Respon siswa dibagi kedalam empat kategori yaitu sangat lemah (25% ≤ %NRS 43%), lemah (43% ≤ %NRS 62%), kuat (62% ≤ %NRS 81%) dan sangat kuat (81% ≤ %NRS 100%). Hasil penelitiannya menunjukan respon siswa positif dimana presentase pada dimensi kognitif menunjukan respon pada kategori kuat sebesar 79,12%, pada dimensi afektif menunjukan repon pada kategori kuat sebesar 78,08%, dan pada dimensi konatif menunjukan respon kategori kuat dengan presentase sebesar 79,16%.
Analisis Penerapan Kata Baku dan Tanda Baca dalam Menulis Kembali Isi Cerita Fiksi Elsa Nurannisa; Dian Indihadi; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.272 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.36311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menggunakan kata baku dan tanda baca di dalam kegiatan menulis cerita di kelas IV SDN Balekambang 01. Pentingnya penggunaan kata baku dan tanda baca dalam menulis melatarbelakangi adanya ppenelitian ini. Penulisan cerita fiksi perlu memperhatikan kata baku dan penggunaan tanda baca, agar suatu tulisan dapat dipahami isinya oleh pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik penggambilan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara kepada guru kelas IV untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran mengenai kata benda dan tanda baca yang diterapkan, dan tes untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam kegiatan menulis menggunakan kata baku dan tanda baca. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan kata baku jenis kata benda dan penggunaan tanda baca banyak di temukan kesalahan. sebanyak 40,06 %  siswa melakukan kesalahan terhadap penerapan kata benda , sebanyak 68,32% siswa melakukan kesalahan dalam penerapan tanda baca titik dan sebanyak 22,06% siswa melakukan kesalahan dalam penerapan tanda baca koma. Faktor penyebab terjadinya kesalahan terdapat dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
Pengembangan LKS Pembelajaran STEM untuk mencapai Keterampilan 4C dengan media Electrical Tandem Roller di Sekolah Dasar Tia Marliani; Ghullam Hamdu; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35334

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Lembar Kerja Siswa. Penelitian ini dilakukan karena bentuk lembar kerja siswa di sekolah dasar pada umumnya sebagai soal-soal evaluasi dan dijadikan alat penilaian kognitif bagi siswa.   Sedangkan, makna LKS yang sebenarnya adalah sebagai gambaran proses tahapan belajar siswa untuk mendapatkan konsep/pengetahuan. Kuriulum 2013 sebagai pembaruan sistem yang menuntut guru untuk mendidik siswa melalui sejumlah aktivitas agar memperoleh keterampilan abad 21 atau yang disebut dengan 4C (communication, collaboration, critical thinking dan creativity). Pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 bersifat tematik dengan harapan siswa mampu menemukan maupun menerapkan konsep secara langsung pada saat pembelajaran. Penerapan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) sebagai upaya pengembangan pembelajaran tematik Kurikulum 2013 menggunakan LKS akan menjembatani paket pembelajaran tematik dengan fokus pembelajaran IPA dan matematika, kemudian akan menghasilkan suatu produk dengan kemampuan 4C pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data Diskusi Kelompok Terarah (FGD). Dengan melakukan identifikasi dan analisis masalah secara kolaboratif sebagai langkah awal, kemudian mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi berdasarkan FGD. Sehingga diperoleh keputusan berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) pembelajaran STEM Berdasarkan Kemampuan 4C dengan Media Electrical Tandem Roller di Sekolah Dasar.
Pengaruh Metode Role Playing Menggunakan Cerita Keteladanan Pahlawan Bangsa terhadap Penanaman Nilai-Nilai Toleransi dalam Keberagaman Umat Beragama di Sekolah Dasar Regina Auliani; Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.644 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Keefektifan metode Role Playing menggunakan cerita keteladanan pahlawan bangsa terhadap penanaman nilai-nilai toleransi dalam keberagaman umat beragama di Sekolah Dasar; 2) Kefektifan metode konvensional untuk penanaman nilai-nilai toleransi dalam keberagaman umat beragama di Sekolah Dasar; 3) Pembelajaran yang lebih efektif antara kedua metode tersebut. Penelitian ini adalah eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 peserta didik kelas IV-A SDN 2 Baregbeg Kabupaten Ciamis (kelas eksperimen) dan 10 peserta didik kelas IV-B SDN 2 Baregbeg Kabupaten Ciamis (kelas kontrol), sehingga keseluruhan sampel berjumlah 20 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan tes berupa Pre-Test dan Post-Test yang berbentuk pilihan ganda dengan jumlah 25 butir soal. Uji validitas dengan korelasi product moment. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan statistik. Berdasarkan analisis hasil penelitian, menunjukan adanya pengaruh penggunaan metode pembelajaran Role Playing menggunakan cerita keteladanan pahlawan bangsa. Sehingga nilai rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen mengalami peningkatan 0,3723 lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol.
Pengaruh Penerapan Teori Belajar Van Hiele terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sifat-Sifat Bangun Datar Lia Nuraini; Epon Nur’aeni L; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35348

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang sehingga berdampak pada kurangnya nilai hasil belajar siswa. Hal tersebut terjadi karena kurangnya inovasi dalam penggunaan model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu peneliti memilih teori Van Hiele sebagai solusinya untuk diterapkan dalam pembelajaran materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis teori Van Hiele terhadap hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian ini menujukan bahwa penerapan teori belajar van hiele dalam pembelajaran sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang memberikan pengaruh berupa peningkatan hasil belajar yang lebih dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan teori Van Hiele. Peningkatan hasil belajar ini terlihat dari nilai rata-rata n-gain score yang diperoleh kelas eksperimen yaitu sebesar 0,49  berada pada kategori sedang. Nilai tersebut lebih besar dari nilai yang diperoleh kelompok kontrol yaitu hanya sebesar 0,29 dan berada pada kategori rendah.

Page 1 of 2 | Total Record : 19