PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
17 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA"
:
17 Documents
clear
Pentingnya Bahan Ajar Berbasis Lagu Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pada Pembelajaran Seni Musik
Fitri Lestari;
Resa Respati;
Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (794.784 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39238
Salah satu yang dapat mempengaruhi motivasi belajar adalah minat siswa terhadap pembelajaran musik. Pembelajaran musik di sekolah pada dasarnya adalah untuk membentuk kepribadian dan kepekaan estetis sehingga dari kegiatan bermusik diharapkan siswa dapat membina watak, perilaku, dan sikap. Keterampilan yang perlu dikuasai pada pembelajaran seni musik salah satunya adalah keterampilan bernyanyi dan bermain alat musik. Berdasarkan studi pendahuluan didapat fakta bahwa siswa dalam kelas kurang semangat dan kurang tanggap terhadap pembelajaran seni musik pada saat materi bernyanyi. Dari kurangnya perhatian dan minat belajar siswa maka tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal. Hal tersebut dapat diakibatkan dari siswa yang merasa bosan dengan metode pengajaran guru berbasis ceramah dan pembelajaran yang monoton. Dalam hal ini untuk meningkatkan minat belajar siswa guru perlu memperbaiki kualitas pembelajaran di dalam kelas dengan penggunaan bahan ajar yang menarik. Bahan pembelajaran berbasis lagu memiliki peran penting dalam meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran seni musik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pentingnya bahan ajar berbasis lagu untuk mengatasi masalah perhatian dan minat siswa terhadap pembelajaran seni musik. Terdapat alasan mengapa pentingnya bahan ajar lagu dalam menyampaikan materi, yakni pertama, siswa akan lebih antusias terhadap kegiatan pembelajaran. Kedua, penggunaan bahan ajar lagu dapat membangkitkan motivasi serta minat dalam belajar seni musik. Ketiga, dengan adanya bahan ajar siswa lebih termotivasi belajar dan akan memberikan pengalaman bermakna bagi siswa sehingga materi dalam pembelajaran akan mudah dimengerti.
Pengaruh Penggunaan Media Lagu Anak terhadap Perkembangan Kognitif Siswa Sekolah Dasar
Ayu Shinta Bella;
Resa Respati;
Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (778.451 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39232
Lagu menjadi media perantara setiap orang dalam berekspresi atau menuangkan perasaannya. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji terkait pengaruh penggunaan media lagu anak terhadap perkembangan kognitif siswa sekolah dasar. Dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar, pembelajaran belangsung dengan menggunakan media lagu. Salah satunya adalah dengan mengenalkan lagu-lagu anak. Lagu anak dipandang sebagai lagu yang diciptakan secara khusus untuk anak-anak. Pembelajaran yang disampaikan melalui media lagu mampu mengembangkan pola pikir anak yang didapatkan dari lagu-lagu yang dinyanyikan dengan realitas kehidupan. Dalam teori kognitif, hal ini melibatkan antara stimulus dan respon dalam pembelajaran yang menitikberatkan pada proses berpikir siswa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian in yaitu studi literatur. Data yang diperoleh dilakukan analisis dari hasil temuan jurnal, artikel ilmiah, literature review yang berisi tentang rancangan yang akan di teliti, lalu menyusun hasil temuan yang telah di review. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa lagu anak memiliki pengaruh terhadap perkembangan kognitif siswa sekolah dasar yaitu meliputi (1) meningkatkan daya ingat anak, (2) meningkatkan konsentrasi belajar, (3) menambah motivasi belajar siswa, dan (4) meningkatkan imajinasi siswa
Pengaruh Reward dan Punishment Keluarga terhadap Tanggung Jawab Belajar Peserta Didik Kelas Tinggi Sekolah Dasar pada Pembelajaran Jarak Jauh
Irfan Hilmi;
Syarip Hidayat;
Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (886.776 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39250
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan mengenai tanggung jawab belajar peserta didik pada saat pembelajaran jarak jauh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dan seberapa besar sumbangan pengaruhnya antara pemberian reward dan punishment keluarga terhadap tanggung jawab belajar peserta didik kelas tinggi sekolah dasar selama pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitiannya ex post facto. Populasinya adalah peserta didik kelas tinggi dari tiga sekolah yaitu SDN Sindang Asih, SDN 1 Cigantang, dan SDN 2 Cigantang, sampelnya berjumlah 170 responden. Teknik pengambilan sampelnya adalah proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara reward dan punishment keluarga terhadap tanggung jawab belajar peserta didik kelas tinggi. Hal tersebut didapat dari perhitungan uji regresi diperoleh hasil uji F nilai Fhitung nya 62,699 yang lebih besar dari nilai Ftabel 3,0498 dengan distribusi 5%. Karena Fhitung (62,699) Ftabel (3,0498) dengan nilai sig. 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pemberian reward dan punishment keluarga terhadap tanggung jawab belajar peserta didik kelas tinggi sekolah dasar selama pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi COVID-19. Besarnya sumbangan pengaruh yang diberikan oleh reward dan punishment keluarga terhadap tanggung jawab belajar adalah 0,429, artinya variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat sebesar 42,9% dan sisanya 57,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Penddikan Karakter Berbahasa Santun dengan Model Habituasi di SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya
Deti Hartati;
Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (765.042 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39227
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pendidikan karakter yang diterapkan di SD Laboratorium agar peserta didik memiliki sikap santun dan tidak berbahasa kasar. Sehingga model pendidikan karakter yang diterapkan di SD Laboratorium bisa dijadikan contoh untuk sekolah lain. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) perencanaan pendidikan karakter di SD Laboratorium didasrkan pada visi pendidikan karakter yang ditetapkan oleh sekolah; (2) pelaksanaan pendidikan karakter berbahasa santun dilaksanakan melalui pendekatan habituasi. Habituasi secara sederhana adalah pembiasaan, atau penyesuaian pada suatu hal. Pembiasaan tersebut yaitu dengan menerapkan 3 kata penting tolong, maaf dan terima kasih; (3) faktor pendukung Pendidikan Karakter berbahasa santun di SD Laboratorium yaitu 3 pilar pendidikan yaitu keluarga, masyarakat, dan negara. Adapun Faktor penghambatnya yaitu ketidakselarasan faktor pendukung. Dengan kata lain tidak bersinergi dengan faktor pendukung satu dan yang lainnya, maka akan menghambat proses pendidikan karakter, khususnya dalam berbahasa santun; dan (4) evaluasi program pendidikan karakter berbahasa santun di SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya biasanya dilaksankan dengan dua cara, yaitu secara tidak formal dan secara formal.
Analisis Ketepatan Penggunaan Tanda Baca dalam Teks Dongeng Karya Siswa Kelas II Sekolah Dasar
Fitri Nuraini;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (893.221 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39245
Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis penggunaan tanda baca pada teks dongeng karya siswa kelas II Sekolah Dasar. Tanda baca yang dianalisis adalah tanda baca koma, tanya, seru, dan titik. Dalam penelitian ini peserta didik ditugaskan mengisi tanda baca pada teks dongeng yang telah disiapkan peneliti dan hasilnya dianalisis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan hasil analisis penggunaan tanda baca koma, tanda baca seru, tanda baca tanya dan tanda baca titik pada teks dongeng yang telah diisi oleh peserta didik kelas II SDN 1 Sukamaju Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan temuan hasil penelitian secara umum peserta didik kelas II SDN 1 Sukamaju cukup mampu menggunakan tanda baca sesuai dengan ketentuan PUEBI menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Tetapi, meskipun diperoleh skor tertinggi 85, skor rata-rata kemampuan penggunaan tanda baca secara klasikal hanya menunjukan skor 65. Skor rata-rata tersebut, jika ditinjau dari penetapan kategori berdasarkan rubrik yang telah dibuat oleh peneliti berada pada rentang 51 – 70. Skor rata-rata pada rentang tersebut dikategorikan sedang. Dengan demikian, kemampuan rata-rata penggunaan tanda baca dalam menulis dongeng dikelas II SDN Sukamaju masih tergolong sedang. Sehingga masih perlu dilakukan upaya atau tindakan yang mampu melatih kemampuan penggunaan tanda baca tersebut agar berkembang secara optimal.
Hasil Tulisan Teks Fiksi Deskriptif Peserta Didik di Sekolah Dasar
Nenden Damayanti;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.126 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39239
Keterampilan menulis harus dimiliki setiap peserta didik, sebab sebagian besar tugas belajar diberikan dalam bentuk tulisan. Menulis teks deskriptif terdapat pada Kompetensi Dasar (KD) 3.1 dan Kompetensi Inti (KI) tema 1 kelas 5 pembelajaran 6 yang berisi kegiatan pembelajaran sebagai berikut : a). Menyusun cerita dengan menentukan ide pokok terlebih dahulu dan b). Menemukan ide pokok masing-masing paragraf. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan ide pokok tulisan dalam teks fiksi (deskriptif) peserta didik. Mendeskripsikan kalimat pengembang dalam tulisan teks fiksi (deskriptif) peserta didik. Serta mendeskripsikan relevansi ide pokok dengan kalimat pengembang pada setiap paragraf yang ada di dalam teks fiksi (deskriptif). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini karena data dihasilkan langsung dari subjek yang diteliti kemudian dianalisis sebagaimana adanya dan dideskripsikan melalui kata-kata. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan sebanyak 30 tulisan peserta didik. Berdasarkan tulisan tersebut, data pertama dan kedua menunjukan 8 peserta didik belum optimal dalam menulis teks fiksi (deskriptif). Karena pada data pertama hanya 1 peserta didik yang mendapatkan skor melebihi KKM dan hanya 1 peserta didik yang mencapai KKM yaitu dengan nilai 7. Sedangkan pada data ketiga menunjukan bahwa hanya 4 peseta didik yang belum optimal dalam menulis teks fiksi (deskriptif). Hal ini karena 4 peserta didik tersebut nilainya belum mencapai KKM yaitu minimal 7. Dengan demikian disimpulkan bahwa peseta didik belum optimal dalam menulis teks fiksi (deskriptif).
Lembar Kerja Peserta Didik Menulis Puisi Berbasis Live Worksheet
Dea Sukmawati;
Seni Apriliya;
Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1031.889 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39233
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan lembar kerja peserta didik sebagai penunjang proses pembelajaran materi menulis puisi di kelas IV SD yang lebih menarik. Lembar kerja peserta didik yang dikembangkan peneliti berbasis live worksheet. LKPD berbasis live worksheet dapat menyajikan pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Metode dalam penelitian ini adalah Educational Design Research (EDR) model Mc Kenney Reavers (2012) dan dilakukan melalui beberapa tahapan. Dimulai dari analisis dan eksplorasi, proses desain dan konstruksi LKPD menulis puisi berbasis live worksheet yang akan dikembangkan, serta tahapan evaluasi dan refleksi perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Lokasi penelitian ini di SD Negeri 2 Kertaraharja Kabupaten Ciamis, dan melibatkan peserta didik kelas IV SD. Hasil dari penelitian ini berupa produk lembar kerja peserta didik sebagai perangkat pembelajaran di sekolah dasar. Lembar kerja peserta didik berbasis live worksheet memiliki tampilan yang lebih menarik dan interaktif dari lembar kerja peserta didik biasanya. Visibilitas untuk membuat LKPD berbasis live worksheet meliputi draop drown, insert link, listening pilihan ganda, video pembelajaran dan lain-lain. Dengan demikian, lembar kerja berbasis live worksheet di kelas IV SD layak diujicobakan sebagai salah satu perangkat pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran materi menulis puisi.
Analisis Hasil Penulisan Surat Undangan Ulang Tahun Peserta Didik Kelas V
Dewi Supriati;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (862.654 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39228
Tulisan ini dilatarbelakangi karena belum terdapat hasil analisis mengenai penulisan surat undangan ulang tahun dengan memperhatikan struktur surat dan aspek kebahasaan. Penelitian dilaksanakan di SDN Margarahayu. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan hasil analisis penulisan surat undangan ulang tahun peserta didik kelas V sekolah dasar. Metode yang digunakan yakni analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara penugasan Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan indikator berupa: (1) penempatan struktur undangan ulang tahun (penempatan tanggal dan tempat, penempatan salam pembuka dan penutup, penempatan isi, orang yang mengundang dan diundang), (2) aspek kebahasaan dalam penulisan huruf kapital (awal kalimat, nama geografi, nama orang, nama hari, nama bulan, dan singkatan). Berdasarkan hasil penelitian ini dari 40 tulisan surat undangan ulang tahun peserta didik menunjukan terdapat tiga kategori yang dicapai diantaranya kategori tinggi, sedang dan rendah. Pada data 1 menunjukan bahwa pada kategori tinggi terdapat 3 peserta didik, pada kategori sedang terdapat 2 peserta didik, dan pada kategori rendah terdapat 15 peserta didik berada pada kategori redah. Sedangkan pada data 2 menunjukan bahwa pada kategori tinggi terdapat 5 peserta didik, pada kategori sedang terdapat 8 peserta didik, pada kategori sedang terdapat 7 peserta didik. Dengan demikian, penelitan ini diharapkan dapat dijadikan acuan atau pedoman dalam menganalisis penulisan surat undangan ulang tahun peserta didik.
Pola Komunikasi Orang Tua dalam Mendidik Kesantunan Berbahasa Anak
Ricca Pandu Kusuma Dewi;
Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.728 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39246
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesantunan berbahasa anak (peserta didik jenjang sekolah dasar) yang dibangun di lingkungan keluarga melalui komunikasi dengan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pola komunikasi orang tua dalam mendidik kesantunan berbahasa dan menjelaskan persepsi orang tua terhadap kesantunan berbahasa terhadap anak di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik wawancara kepada narasumber tujuh orang tua peserta didik salah satu SDN di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengajaran kesantunan berbahasa disesuaikan dengan kondisi lingkungan pola asuh masing-masing. Pengajaran kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh orang tua berbentuk memberikan contoh, pembiasaan, pengarahan, dan pengawasan. Alasan orang tua menjadikan pengajaran kesantunan berbahasa ini menjadi perhatian khusus karena penggunaan bahasa yang santun ketika sedang berkomunikasi dapat menjadikan cerminan dari sifat dan kepribadian seseorang. Adapun alasan lain yang dikemukakan oleh orang tua terkait pentingnya pengajaran kesantunan berbahasa adalah karena orang tua merupakan tempat pendidikan pertama seorang anak, jika orang tua lalai dalam mengajarkan kesantunan berbahasa maka anak akan terbiasa berbicara yang kurang santun. Pengajaran kesantunan berbahasa ini disarankan agar digunakan atau diterapkan oleh para guru dalam mengajarkan kesantunan berbahasa di sekolah dan selain itu disarankan lebih banyak orang tua yang mengajarkan atau menerapkan metode-metode kesantunan berbahasa tersebut kepada anak.
Kemampuan Siswa Menulis Teks Deskripsi Berbasis Media Video di Sekolah Dasar
Rena Renita Warliana;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (771.179 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39240
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis teks deskripsi berbasis media video peserta didik kelas IV SDN Sukasenang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas IV SDN Sukasenang berjumlah 10 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik tes dan studi dokumentasi untuk mengetahui hasil tulisan deskripsi peserta didik pada pembelajaran menulis teks deskripsi menggunakan media video dan hasilnya dianalisis berdasarkan indikator meliputi, (1) Kesesuaian isi teks deskripsi dengan tayangan video yang disajikan. (2) Kesesuaian judul dengan gagasan. (3) Ketepatan ejaan. (4) Ketepatan dan kesesuaian pilihan kata (diksi). (5) Kerapihan tulisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 4 orang peserta didik ada pada kategori sangat tinggi, 3 orang peserta didik ada pada kategori tinggi, 3 orang peserta didik ada pada kategori sedang dan tidak terdapat peserta didik yang memperoleh kategori rendah dan sangat rendah. Dengan demikian hasil keterampilan menulis teks deskripsi berbasis media video pada peserta didik kelas IV SDN Sukasenang menunjukan bahwa peserta didik memiliki kecenderungan yang baik dalam menulis teks deskripsi terlihat dari kategori yang di capai.