cover
Contact Name
Suharno
Contact Email
harn774@yahoo.com
Phone
+6281344615035
Journal Mail Official
jbiolpapua@yahoo.com
Editorial Address
Laboratory of Biology, 1nd Floor, Faculty of Mathemathic and Natural Sciences, Cenderawasih University. Jl. Kamp. Wolker UNCEN–WAENA, Jayapura–Papua. 99385
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
JURNAL BIOLOGI PAPUA
ISSN : 25030450     EISSN : 20863314     DOI : 10.31957/jbp
JURNAL BIOLOGI PAPUA dengan nomor ISSN: 2503-0450 dan EISSN: 2086-3314 diterbitkan oleh Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih. Jurnal ini mempublikasikan tulisan ilmiah hasil penelitian asli maupun telaah pustaka (review) yang berhubungan dengan biologi secara umum. Penulis dianjurkan menuliskan karyanya dalam Bahasa Inggris, walaupun dalam Bahasa Indonesia tetap kami hargai. Jurnal ini terbit dua kali setahun setiap Bulan April dan Oktober.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2010)" : 4 Documents clear
Toksisitas Isolat Lokal Bacillus thuringiensis (H-14) serta Lama Efektivitasnya di dalam Air terhadap Larva Nyamuk Anopheles farauti Laveran Daniel Lantang
Jurnal Biologi Papua Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.504 KB) | DOI: 10.31957/jbp.562

Abstract

The research of toxicity local isolate Bacillus thurigiensis (H-14) and 18 codeword isolate along the efectivity on the water concerning to the Anopheles.  The research aim to acquainted about the toxicity of B. thuringiensis isolate H-14 local and 18 codeword isolate along of the toxicity on the water concerning to the Anopheles. The methode is laboratory experiment wich used complete randome, analysis the data to wich BNJ test and α..05. The result shows  that isolate of local B. huringiensis H-14 Anopheles farauti Laveran  B.thurngiensis H-14   0.06 ml concentrate, 0.08 ml  concentrate and 0.1 of effective of the A.farauti death until 6 day, and concentrate 0.1 ml effective  show the Anopheles  death until 7 day. Analysis varians shows the different act control concentrate  in the other side, the act of concentrate isnt different significant.   Key words: Toxic, Bacillus thuringiensis, Anopheles farauti Laveran. 
Analisis Variasi Komponen Fotoprotein dan Aldehid Pada Reaksi Bioluminesen Bakteri Luminesen Vibrio ordalii Asal Perairan Laut Papua Eva Papilaya; Rita Sinaga
Jurnal Biologi Papua Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.527 KB) | DOI: 10.31957/jbp.563

Abstract

Riset pemancaran cahaya yang dilakukan pada bakteri luminesen semakin banyak dipelajari. Hal ini disebabkan bakteri ini sangat mudah untuk dikerjakan di laboratorium, dan mudah diperoleh. Salah satu bakteri yang telah diisolasi dari laut lokal Papua adalah spesies Vibrio ordalii, dan karakteristik biologi dan fisikanya telah dilakukan. Pemancaran cahaya yang dilakukan oleh bakteri ini terjadi melalui reaksi kimia, yang dikenal sebagai reaksi bioluminesen, yang melibatkan tiga komponen fotoprotein, yaitu lusiferase, lusiferin, dan oksigen. Pada riset ini dilakukan variasi terhadap dua komponen, lusiferase dan lusiferin, dan aldehid sebagai komponen pendukung dalam reaksi bioluminesen. Tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kedua komponen terhadap pemancaran cahaya bakteri. Metode yang digunakan adalah metode assay ditionit dan spektrometri dengan menggunakan spektrofotometer uv-vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aldehid dengan konsentrasi di atas 0,01% tidak meningkatkan luminesen.Key words: bioluminescent, Vibrio ordalii, fotoprotein, aldehid, lusiferin, lusiferase. 
Inveksi Human Papilloma Virus (HPV) dan Pencegahannya pada Remaja dan Dewasa Muda Agnes S. Rahayu
Jurnal Biologi Papua Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.293 KB) | DOI: 10.31957/jbp.564

Abstract

Human papillomavirus (HPV) is a significant source of morbidity and mortality worldwide. The primary risk factors for aquiring HPV are generally associated with sexual activity.  Evidence suggest that condoms provide some protection against infection and disease progression, but any genital contact is sufficient for HPV transmission.  Having more than one sexual partner often result in HPV infection.  All sexually active adolescents are at high risk for aquiring HPV.  Persistent infection with high-risk HPV types (e.g HPV 16 or 18) is considered necessary for the development cervical cancer.  Most infection are asymptomatic and are efficiently cleared by he immune system.  The lesions that caused by HPV can regress in adolescent and young adult women.  A small percentage of adolescents will develop precancerous lesions that may progress to invasive cervical cancer.  Adolescents should be given appropriate education about HPV and the dangers associated with infection.  Vaccination for HPV infection should be given for presexually active children and adolescents.Key words: human papilloma virus, adolescent, cervical cancer, vaccination. 
Keragaman Tumbuhan Obat Tradisional di Kampung Nansfori Distrik Supiori Utara, Kabupaten Supiori–Papua Jane T. Sada; Rosye H.R. Tanjung
Jurnal Biologi Papua Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.559 KB) | DOI: 10.31957/jbp.560

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2009, pada masyarakat Kampung Nansfori Distrik Supiori Utara Kabupaten Supiori. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan dan cara pengolahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan pendekatan secara emik dan etik dengan teknik observasi, wawancara, metode kepustakaan dan metode dokumentasi. Hasil yang diperoleh dianalisa secara kualitatif. Jenis tumbuhan obat yang ditemukan sebanyak 48 jenis tumbuhan obat dari 32 famili. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah : daun (52,08 %), buah (6,25 %), biji (2,08%) dan batang (4,17 %), kulit batang (4,17 %), getah (4,17 %), umbi (2,08 %), akar (2,08 %) dan lebih dari satu bagian tumbuhan yang digunakan (22,92 %). Pengolahan tumbuhan obat menggunakan cara yang masih sederhana (direbus dan dirauh), bahkan ada yang tanpa diolah (langsung digunakan), kehigienisan dalam pengolahan juga sangat diperhatikan.namun dalam meramu tumbuhan obat masyarakat tersebut tidak menggunakan takaran.Terdapat 20 jenis tumbuhan obat dari 18 famili yang terbukti secara ilmiah memilki kandungan kimia yang dapat mengobati beberapa jenis penyakit. Kendala-kendala yang ditemukan antara lain tumbuhan yang digunakan sebagai obat belum dibudidayakan dan kurangnya ketertarikan kaum muda pada obat tradisional sehingga penurunan pengetahuan obat tradisional kepada generasi muda tidak berjalan lancar. Key words: medicinal plants, Nansfori Village, Supiori District, Papua. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4