cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "No 2 (1991)" : 14 Documents clear
SEJARAH PUISI INDONESIA MODERN: SEBUAH IKHTISAR Rachmat Djoko Pradopo
Humaniora No 2 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1770.876 KB) | DOI: 10.22146/jh.2158

Abstract

Sejak lahirnya (1920) sampai sekarang (1990), kesusastraan Indonesia modern selalu berkembang. Dengan demikian, hal ini membuat adanya persambungan sejarah sastra Indonesia, baik dalam ragam prosa maupun puisi. Sampai sekarang, yang merupakan sajak Indonesia modern yang pertama adalah sajak "Tanah Air" yang ditulis oleh M. Jamin (Muhammad Yamin), terdapat dalam Jong Sumatra No.4, Tahun III, April 1920. Sebuah karya sastra itu sesungguhnya merupakan response terhadap karya sebelumnya, baik berupa tanggapan atau penyambutan yang bersifat penerusan konvensi maupun penyimpangan konvensi yang telah ada. Seorang penyair menulis puisi berdasarkan konvensi-konvensi puisi sebelumnya, tetapi sekaligus juga sering menyimpangi konvensi yang telah ada ataupun norma puisi sebelumnye. Hal ini mengingat bahwa karya sastra (puisi) itu tidak lahir dalam kekosonganbudaya. Demikian juga, karya sastra itu merupakanregangan antara konvensi dan inovasi.
DEPRESI 1930-AN DAN DAMPAKNYA TERHADAP HINDIA BELANDA Soegijanto Padmo
Humaniora No 2 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.115 KB) | DOI: 10.22146/jh.2159

Abstract

Depresi Dunia 19JQ-an menimbulkan situasi yang sulit bagi ekonomi di seluruh dunia dan Hindia Belanda dan terutama pada indusrri perdagangan ekspor. Harga komoditi perdagangan di pasar dunia merosot tajam demikian pula permintaannya. Dengan demikian, jumlah keseluruhan nilai ekspor dan Tanah Jajahan menurun, meskipun demikian bunga dan hutang luar negeri yang tetap linggi masih harus dibayar, yang menciptakan sisa pembayaran luar negeri yang sangat sedikit. Dengan demikian import barang-barang hasil industri merosot tajam dan masih retap rendah selama depresi, terutama periode 1931 - 1935. Hal itu men imbulkan kesulitan ekonomi yang berat di seluruh daerah jajahan. Hal itu juga mengakibatkan bangkrutnya banyak perusahaan perkebunan baik di Jawa maupun di Sumatra Timur. Situasi yang makin membaik terjadi pada 1936 - 1937, meskipun hanya membawa sedikit perbaikan pada kurun waktu menjelang Perang Dunia II, yang menciptakan situasi yang jauh lebih parah bagiekonomi perkebunan secara keseluruhan. Dalam makalah ini akan dibicarakan tentang interpretasi Depresi 1930-an dari berbagai dimensinya, serta dampak yang ditimbulkannya terhadap Hindia Belanda.
STRATEGI PENGANGKATAN BAHASA NASIONAL INDONESIA DAN IRLANDIA: SUATU PERBANDINGAN Sukamti Suratidjo
Humaniora No 2 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1638.359 KB) | DOI: 10.22146/jh.2160

Abstract

Pengangkatan suatu bahasa menjadi Bahasa Nasional melalui suatu strategi yaitu rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (Pusat Bahasa, 1988: 859). Strategi pengangkatan Bahasa Nasional Indonesia dilaksanakan secara terselubung lewat budaya, sedang di Irlandia strategi dilaksanakan secara terang-terangan. Keperbedaan strategi inilah yang menjadi permasalahan untuk dibahas dalam makalah ini. Di samping itu juga banyaknya hambatan dalam menuju tujuan serta situasi kebahasaan akan menjadi perhatian juga. Dengan dipaparkannya masalah strategi pengangkatan Bahasa Nasional akan dapat diketahui betapa pentingnya Bahasa Nasional suatu negara, dan perlunya perencanaan bahasa. Dengan demikian, perencanaan bahasa perlu dilakukan untuk menunjang pembangunan nasional baik fisik maupun mental.
Mengenali Verba Resiprokal dalam Bahasa Indonesia Ariyanto Ariyanto
Humaniora No 2 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2973.033 KB) | DOI: 10.22146/jh.2370

Abstract

Kajian tentang verba resiprokal dalam bahasa Indonesia perlu dilakukan untuk mengetahui sistem morfosintaktiknya yang menyertai proses pembentukannya. Hal ini mengingat semakin meluasnya pemakaian bentuk verba resiprokal dalam peristiwa berbahasa karena dipandang sebagai pilihan kata yang tepat. Satu yang ingin dicapai adalah ingin lebih mengefisienkan komunikasi dengan mempergunakan diksi yang dipandang lebih efektif.

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

1991 1991


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue