cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (1999)" : 15 Documents clear
TOKOH DALAM FOLKLOR PERANCIS Siti Hariti Sastriyani
Humaniora Vol 11, No 3 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.465 KB) | DOI: 10.22146/jh.675

Abstract

Dari semua bentuk atau genre folklor, yang paling banyak diteliti para ahli folklor adalah cerita prosa rakyat. Menurut William R . Bascom, Cerita prosa rakyat dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu mite, legende, dan dongeng: Mite ditokohi oleh para dewa atau mahkluk setengah dewa . Legende adalah prosa rakyat yang mempunyai ciriciri yang mirip dengan mite, dianggap pernah terjadi, tetapi tidak dianggap suci . Tokoh dalam legende adalah manusia yang ada kalanya mempunyai sifat-sifat luar biasa dan dibantu makhluk-mahkluk ajaib . Dongeng adalah prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan dongeng tidak terikat oleh waktu maupun tempat (Danandjaja,1984 : 50).
PROBLEMA SEKSUAL DALAM PLESETAN PERIBAHASA I Dewa Putu Wijana
Humaniora Vol 11, No 3 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.443 KB) | DOI: 10.22146/jh.676

Abstract

Peribahasa, menurut sebagian besar pakarbahasa dan sastra, adalah kalimat-kalimatpendek berkias yang tetap bentuknya .Ungkapan-ungkapan ini oleh masyarakatempunya dimanfaatkan untuk berbagai tujuan,seperti menyindir, menyerang lawanbicara, menasihati, atau sebagai pegangandan tuntunan dalam menghadapi berbagaipersoalan hidup sehari-hari .
CIRI-CIRI MORFOLOGIS BAHASA ARAB SEBAGAI ANGGOTA RUMPUN BAHASA SEMIT Arief Ma'nawi
Humaniora Vol 11, No 3 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.833 KB) | DOI: 10.22146/jh.677

Abstract

Sebagai salah satu anggota rumpun bahasa Semit, bahasa Arab mempunyai ciri khusus sebagaimana bahasabahasa. lain yang telah dikelompokkan dalam berbagai rumpun bahasa . Salah satu bahasa lain yang serumpun dengan bahasa Arab adalah bahasa Ibrani yang sekarang digunakan di Israel . Di antara ciri yang dapat dengan mudah diperhatikan adalah adanya perubahan kata-kata dalam tataran morfologi. Perubahan yang dimaksud adalah adanya satu kata yang menurunkan kata-kata baru balk, yang bermakna tetap maupun yang bermakna baru. Tulisan ini memaparkan bentuk-bentuk perubahan tersebut dengan pemerian pola morfologi bahasa Arab dan beberapa penjelasan dalam bahasa Ibrani yang sekarang dipakai sebagai bahasa hidup di Israel . Akan tetapi, contoh bahasa Ibrani yang dicantumkan dalam tulisan ini lebih mengarah pada bahasa Ibrani klasik .
VARIASI BAHASA INGGRIS PADA KAWASAN PARIWISATA DI BALI NL Sutjiati Beretha
Humaniora Vol 11, No 3 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.506 KB) | DOI: 10.22146/jh.678

Abstract

Sejalan dengan perkembagan kepariwisataan di Bali, ditemukan fenomena variasi bahasa Inggris di kawasan pariwisata di Bali. Variasi Bahasa Inggris yang muncul sering disebut pidgin, merupakan suatu istilah yang umum digunakan untuk suatu bahasa yang tidak memiliki penutur asli, dan berkembang sebagai suatu sarana komunikasi antara orang-orang yang tidak memiliki bahasa yang sama. Oleh sebab itu, muncullah sejumlah variasi bahasa yang dalam hal ini adalah variasi bahasa Inggris . Adanya variasi bahasa Inggris di Bali disebabkan oleh terjadinya kontak antara penutur bahasa daerah (Bali) atau Indonesia dengan orang asing (khususnya bagi mereka yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu) pada masyarakat Bali, terutama pada mereka yang berkecimpung di bidang kepariwisataan. Mereka memiliki intensitas hubungan yang sangat tinggi sehingga menggunakan variasi bahasa Inggris sebagai wahana komunikasi . Dalam interaksinya, mereka memasukkan unsurunsur bahasa Bali/Indonesia ke dalam bahasa Inggris sehingga menimbulkan fenomena pembentukan bahasa baru yang dapat dipahami bersama.
Penelitian Stilistika Genetik: Kasus Gaya Bahasa W.S. Rendra dalam Ballada Orang-orang Tercinta dan Blues untuk Bonnie Rachmat Djoko Pradopo
Humaniora Vol 11, No 3 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.636 KB) | DOI: 10.22146/jh.1287

Abstract

Menurut Kridalaksana (1983:15), stilistika adalah (1) ilmu yang menyelidiki bahasa yang dipergunakan dalam karya sastra; (2) ilmu interdisipliner linguistik pada penelitian gaya bahasa. Slametmuljana (1956: 4) mengemukakan bahwa stilistika itu pengetahuan tentangkata berjiwa. Kata berjiwa itu adalah kata yang dipergunakan dalam cipta sastra yang mengandung perasaan pengarangnya. Tugas stilistika adalah menguraikan kesan pemakaian susun kata dalam kalimat kepadapembacanya. Penyusunan kata dalam kalimat menyebabkan gaya kalimat, di samping ketepatan pemilihan kata, memegang perananpenting dalam cipta sastra (Slametmuljana, 1956 :5). Jadi, berdasarkan uraian di atas, stilistika itu adalah ilmu tentang gaya bahasa. Hal iniseperti pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988:859), yaitu stilistika itu bukan hanya ilmu tentang penggunaan bahasa dan gaya bahasa di dalam karya kesusastraan, melainkan juga studi gaya bahasa dalam bahasa pada umumnya meskipun ada perhatian khusus pada bahasa kesusastraan.                                                 

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

1999 1999


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue