cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2022)" : 15 Documents clear
Bawean Innovative Ice Maker For Economist Fish Cooling System (BIM-Fish) Suyanto; Ontoseno Penangsang; Aulia Siti Aisjah; Syamsul Arifin; Katherin Indriawati; Ruri Agung Wahyuono; Bambang Lelono Widjiantoro; Detak Yan Pratama; Luthfansyah Mohammad; Andri Haris Setyawan; Muhammad Khamim Asyari
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1531.403 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.176

Abstract

Pulau Gili timur adalah salah satu pulau yang belum mendapatkan akses listrik, padahal pulau ini dihuni oleh lebih dari 2000 jiwa. Mayoritas penduduk yang mendiami Pulau Gili timur bekerja sebagai nelayan. Tidak adanya listrik di pulau tersebut menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehar-hari, terutama yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Es batu adalah salah satu bahan baku yang biasa digunakan untuk menjaga kesegaran ikan dan memiliki harga yang mahal area tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi berupa Bawean innovative ice maker for economist fish cooling system (BIM-Fish). Rancang bangun dibuat dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dan perangkat kelistrikan untuk membuat es batu nelayan.. Metode peneliitan menggunakan pendekatan implementasi tepat guna sehingga secara langsung dapat memberi dampak pada masyarakat setempat. Pengerjaan BIM-Fish membutuhkan waktu selama 4 bulan samapai tahap peresmian. Pemasangan sistem langsung bertempat di Pulau Gili Timur, Bawean, dengan proses dan target capaian yang telah sesuai dengan perencanaan. Dampak yang diperoleh masyarakat setempat adalah adanya penghematan biaya operasional berupa pembelian es batu untuk kebutuhan pengolahan hasil tangkapan ikan. Besar penghematan tersebut adalah Rp. 450.000,- per-harinya, dengan estimasi sistem dapat bekerja secara optimal lebih dari 2 tahun.
Desain Bisnis Herbal (Minyak Atsiri dan Madu AMKE) Pasca Produksi dalam Upaya Pengabdian kepada Masyarakat Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu Awik Puji Dyah Nurhayati; Noor Nailis Sa’adah; Edwin Setiawan; Dini Adni Navastara; Lissa Rosdiana; Didit Prasetyo
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.446 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.182

Abstract

Desa Oro-oro Ombo memiliki letak yang strategis di dekat Kota Batu dengan kondisi iklim yang sangat mendukung untuk pertanian tanaman herbal. Semakin bertambahnya waktu, terjadi penurunan minat konsumen terhadap produk produk herbal. Penyebab utama terjadinya fenomena ini adalah produk herbal memiliki masa kadaluarsa yang lebih cepat, kemasan yang kurang efektif dan efisien, serta kurangnya promosi sehingga tidak banyak masyarakat yang mengetahui keunggulan suatu produk herbal. Maka dari itu perlu adanya rancangan bisnis untuk meningkatkan nilai jual suatu produk herbal melalui video promosi dan juga pembaruan kemasan dan label. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan mutu produk herbal dalam bidang kesehatan dan perekonomian. Proses kegiatan ini dilakukan dengan membuat Business Model Canvas untuk mengorganisir dan mengontrol jalannya suatu bisnis, kemudian pengembangan upaya promosinya dilakukan dengan iklan berupa video untuk mengenalkan produk herbal AMKE seperti madu serta minyak atsiri roll on} dan gantungan mobil. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebuah luaran berupa video promosi dan juga desain produk beserta kemasan yang baru bagi produk madu, minyak atsiri roll on, dan gantungan mobil.
Penggunaan Adsorben dalam Pengolahan Limbah Pewarna dari Kerajinan Tenun Ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan Sebagai Upaya Mengurangi Pencemaran Pewarna di Sungai Bengawan Solo Adi Setyo Purnomo; Hendro Nurhadi; Refdinal Nawfa; Herdayanto Sulistyo Putro; Hamdan Dwi Rizqi; Muhammad Lukman Hakim; Asranudin; Taufiq Rinda Alkas; Alya Awinatul Rohmah; Eka Pratiwi Yuniarti; Badzlin Nabila
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.084 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.188

Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia saat ini. Selain, menghasilkan produk tekstil, industri juga menghasilkan limbah warna. Desa Parengan yang terletak di Kabupaten Lamongan merupakan Desa yang telah dikenal sejak lama sebagai Desa industri penghasil kain tenun ikat. Pembuangan limbah pewarna di Desa tersebut masih dilakukan secara langsung ke badan Sungai Bengawan Solo. Hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap biota Sungai, sehingga sangat diperlukan solusi untuk penanganan pengolahan limbah. Tim pengabdian Institut Teknologi Sepuluh Nopember telah membuat teknologi dekolorator berbasis kolom matriks yang mengandung adsorben super adsorpsi, yang merupakan hasil riset laboratorium kimia. Reaktor terhubung dengan kolom matriks yang berisi adsorben arang aktif-silika-zeolit. Sistem ini dapat menghilangkan limbah pewarna menjadi larutan yang aman dibuang di lingkungan. Tim abdimas ITS telah menyerahkan 1 unit reaktor kepada UMKM tenun ikat di Desa Parengan dimana diharapkan akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan limbah pewarna di Sungai Bengawan Solo. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir warga desa untuk tetap selalu menjaga ekosistem lingkungan dan menggalakkan terciptanya Desa cerdas lingkungan.
Pelatihan Pemanfaatan Drone dan Aplikasi Digital untuk Menunjang Sektor Agro Maritim di Kabupaten Tulungagung Nurhadi Siswantoro; Trika Pitana; Muhammad Badrus Zaman; Dwi Priyanta; Hari Prastowo
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1774.998 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.197

Abstract

Budidaya perikanan tawar di Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu penghasil produksi ikan tawar terbesar di Jawa Timur. Produksi perikanan air tawar di Kabupaten Tulungagung terbagi menjadi ikan hias dan konsumsi, seperti: lele, gurami, patin dan nila. Kabupaten Tulungagung dengan potensi perikanan tawar memerlukan teknologi digital informasi dan inovasi dalam mengelola sumber daya perikanan. Penggunaan teknologi seperti drone juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang pemasaran digital maupun inovasi pada pemberian pakan ikan secara otomatis. Penggunaan drone di bidang digital marketing dapat memberikan banyak kelebihan khususnya dalam efisiensi waktu. Kelebihan drone adalah sebagai berikut, fleksibilitas sangat tinggi, menghasilkan resolusi sangat tinggi, automatic/manual operation sesuai kebutuhan. Untuk inovasi pemberian pakan ikan secara otomatis, drone buatan Laboratorium Digital Marine Operation and Mainenance ITS memiliki kemampuan jangkauan remotely 1 kilometer dan kemampuan terbang selama 20 menit, serta membawa beban 4 kilogram. Pada simulasi pemberian pakan ikan, drone diterbangan dengan membawa pakan seberat 1 kilogram dan secara remote pakan otomatis dituangkan ke kolam. Hasilnya ikan tidak merasa terganggu dengan suara drone dan langsung menyambar pakan ikan yang jatuh dari atas drone. Simulasi pemanfaatan drone untuk pemberian pakan ikan, memberikan wawasan dan pandangan terhadap petani ikan bahwa saat ini teknologi agro maritim harus berinovasi untuk meningkatkan produktifitas perikanan.
Pengembangan Bahan Literasi Bertema Teknologi Kelautan bagi Siswa SD dalam Membentuk Pribadi Cinta Laut Sejak Dini Rudi Walujo Prastianto; Daniel Mohammad Rosyid; Imam Rochani; Kriyo Sambodho; Yeyes Mulyadi; Mahmud Mustain
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1615.395 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.205

Abstract

Kejayaan nenek moyang bangsa Indonesia seperti kerajaan Majapahit dan Sriwijaya telah membuktikan eksistensinya sebagai bangsa maritim yang berhasil dalam mengelola laut dan memanfaatkan potensinya. Ironisnya saat ini, menurut seorang staf ahli menteri bidang Sosio-Antropologi Kemenko, tingkat ocean literacy sangatlah memprihatinkan yaitu hampir 0. Dari sudut pandang akademis, salah satu penyebabnya adalah kurangnya isu-isu kelautan di dalam kurikulum pendidikan yang diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Salah satu upaya mengembalikan marwah dan kejayaan bangsa Indonesia dalam dunia kelautan adalah harus diawali dengan membangun paradigma dan mindset bahari/maritim/kelautan pada jiwa generasi muda sejak usia dini. Untuk itu tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abmas) ini adalah untuk menyediakan bahan literasi berupa buku bertema bidang teknologi kelautan/maritim yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran siswa kelas V dan VI di SD Yapita dan SD Luqman Al-Hakim, Kota Surabaya. Siswa sebanyak 205 anak disurvei dengan angket untuk mengetahui minat mereka saat ini pada bidang maritim. Hasil abmas berupa buku, makalah ilmiah dalam jurnal dan pemberitaan kegiatan di media masa. Dengan buku tersebut diharapkan pengetahuan dan minat siswa kelas V dan VI dari SD mitra terhadap bidang kelautan/maritim akan meningkat. Sehingga kita akan memiliki generasi penerus yang cinta laut sebagai warisan jiwa bahari nenek moyang, dan di masa depan siap membangun kelautan demi kemajuan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Page 2 of 2 | Total Record : 15