Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember"
:
10 Documents
clear
Pemanfaatan Senam Hamil Terhadap Penurunan Low Back Pain Pada Ibu Hamil Trimester III di Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara
Aswita, wita;
Fitriyanti, Fitriyanti;
Yulita , Hendra;
Nasrawati, Nasrawati
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1685
Keluhan ibu hamil Low Back Pain(nyeri punggung) pada kehamilan di usia kehamilan 13 minggu sampai 30 minggu usia kehamilan, ditemukan bahwa semakin tua kehamilan semakin kuat mengalami nyeri punggung hamil ditemukan sampai 51% mengalami peningkatan nyeri punggung pada kehamilan. Tujuan kegiatan ini adalah agar ibu hamil Trimester III dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan ibu hamil dan mengurangi intensitas nyeri punggung pada ibu hamil yang disebut Low Back Painmaka tercipatalah ibu hamil yang sehat dan bahagia. Kenaikan berat badan dan perubahan hormone yang kerap terjadi selama masa kehamilan adalah merupakan perubahan fisiologis yang dialami ibu selama kehamilan yang salah satunya merupakan pemicu terjadinya nyeri punggung. Ibu hamil perlu mempersiapkan proses kelahiran dikarenakan perubahan fisik dan perubahan psikis yang dialaminya. Metode dilakukan dengan pemanfaatan senan hamil untuk mengatasi nyeri pada proses persalinan selain terapi farmakologi dapat juga dilakukan dengan metode senam hamil, senam hamil dapat mengurangi rasa nyeri dengan cara-cara yang bersifat fisik. Rasa takut, cemas menghadapi persalinan merupakan unsur-unsur yang bisa menimbulkan ketegangan-ketegangan psikis danfisik terutama berhubungan dengan otot-otot selama proses persalinan. Hasil ibu hamil yang melakukan senam hamil secara teratur selama kehamilannya, akan mengalami proses melahirkan yang jauh lebih mudah dan lancar serta waktu melahirkan yang lebih singkat. Solusi permasalahan : Kesimpulan Perlunya Pemanfaatan senam hamil terhadap penurunan Low Back Painibu hamil Trimester III untuk mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi pada kehamilan persalinan dan nifas.
SCREENING AND HEALTH EDUCATION ON HEALTH ISSUES RELATED TO DIVING AMONG TRADITIONAL FISHERMEN IN LEPPE VILLAGE, SOROPIA DISTRICT, KONAWE REGENCY
Nurfantri, Nurfantri;
Dali;
Saranani, Muhaimin;
Risfandi
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1706
Nelayan penyelam tradisional dapat mengalami barotrauma dan Dekompresi yang menunujukkan kondisi kegawatdaruratan penyelaman. Mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang penyakit dekompresi cara pencegahan dan mengidentifikasi keluhan Dekompresi dan Barotrauma melalui skrining kesehatan di Desa Leppe Kec. Soropia Kabupaten Konawe. Metode : Pemberian edukasi dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan skrining kesehatan, Sasaran kegiatan ini adalah penyelam tradisional di desa Leppe Kec.Soropia Kab. Konawe, berjumlah 30 orang. Hasil. Tingkat pengetahuan responden sebelum pemberian edukasi, nampak persentase responden berpengetahuan kurang 15 responden atau 50%) dan cukup sebanyak 7 responden atau 23,3 % mengalami penurunan dengan jumlah responden berpengetahuan rendah menjadi 5 responden (16%) dan berpengetahuan cukup meningkat menjadi 12 responden (40%), sehingga persentase responden berpengetahuan baik yang sebelumnya sebesar 8 responden ( 26,6%) mengalami peningkatan menjadi 13 responden (43%). Beberapa gejala dirasakan oleh > 50 % nelayan, diantaranya gangguan kulit berupa rasa gatal dan Nampak rash ( kebiruan ) pada kulit, masalah musculoskeletal seperti nyeri sendi dan otot), Ditemukan nelayan yang pernah mengalami kelumpuhan hingga kesulitan mengeluarkan urine Perlunya dilakukan edukasi terkait penyalaman yang sehat (sesuai standar). Bekerjasama dengan instansi lintas sector terkait pelatihan metode penangkapan selain metode penyelaman. Kata Kunci : Nelayan, Dekompresi, Penyuluhan, skrining
A SCREENING OF KNOWLEDGE AND EDUCATION ON THE SIGNS AND SYMPTOMS OF CARDIAC ARREST AMONG THE GENERAL PUBLIC IN COASTAL AREAS: SKRINING PENGETAHUAN SERTA EDUKASI TANDA DAN GEJALA HENTI JANTUNG PADA MASYARAKAT AWAM DI WILAYAH PESISIR
Sulupadang, Prishilla;
Tahir, Rusna;
Rini, Dewi Sartiya
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1716
Background: Most cardiac arrests occur outside of hospitals. Cardiac arrest occurs when the heart suddenly and unexpectedly stops pumping, and hypertension is one of the causes. It is essential to have sufficient knowledge about the various adverse effects that can be caused by hypertension, often referred to as the “silent killer” because it often does not show symptoms but can have serious consequences if not managed properly, one of which is the risk of sudden cardiac arrest. The purpose of this knowledge screening is to [FW1] increase public awareness of the signs and symptoms of cardiac arrest as a preventive measure and to improve the quality of life of the community. The methods used include effective communication through pre- and post-knowledge screening, as well as education through counseling [FW2] [FW3] and demonstrations. The results of the knowledge screening from 25 respondents showed that the pre-test knowledge of the Bajo Indah village community regarding the signs and symptoms of cardiac arrest was still insufficient, with 16 respondents (64%) scoring below average. However, after receiving education, the post-test scores showed an increase in knowledge, with 22 respondents (88%) scoring above average. Conclusion: The implementation of this activity was able to increase the knowledge of the public in Bajo Indah Village regarding the signs and symptoms of cardiac arrest, which will serve as the basis for preventive efforts against cardiac arrest and improve the quality of life of the community.
EDUKASI GIZI SEIMBANG BAYI DAN BALITA
Maesaroh, Maesaroh;
Sartika, Sartika;
Rohaeni, Ela;
Kumalasari, Retno;
Prihartini, Ade Rahayu;
Setiawati, Rini;
Nurkhasanah, Arrifah;
Febiyanti, Ainiyyah;
Fitria, Nabila Al;
Fudali, Luthfiah
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1722
Balita adalah kelompok usia 1-5 tahun yang memiliki karakteristik pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Status gizi pada bayi dan balita merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur status gizi masyarakat. Anak balita dan kelompok bayi merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap penyakit, salah satunya adalah kekurangan gizi. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita tentang definisi gizi seimbang, kebutuhan gizi seimbang pada bayi dan balita, serta pola pemberian gizi bayi dan balita. Kegiatan edukasi ini dilakukan di Posyandu Desa Beberan dan dikuti oleh 20 ibu bayi dan balita. Metode kegiatan edukasi ini dilakukan dengan menggunakan media leaflet dan buku KIA, dilakukan pretest dan posttest untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan hasil yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang mempunyai bayi dan balita tentang pemenuhan gizi seimbang dengan hasil sebelum dilakukan edukasi responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 6 orang, cukup sebanyak 9 orang dan kurang sebanyak 4 orang. Setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik menjadi 14 orang, cukup 6 orang dan tidak ada yang memiliki pengetahuan yang kurang. Kegiatan edukasi ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu kebijakan pemerintah untuk mengurangi masalah gizi pada bayi dan balita.
EDUKASI MELALUI KOMIK “ANAKKU STUNTING” UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA NIKAH DINI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Khair Anwar, Khalidatul;
Wulandari, Hesti;
Sarita, Sultina;
Asmaidar;
Mihora, Dian Putri Ekawati
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1726
Adolescent pregnancy due to early marriage has a negative impact on the health of adolescents and their babies, especially increasing the risk of stunting in children. Therefore, it is important to provide education to adolescents regarding the dangers of this by paying attention to the condition of adolescents as targets. Teenagers today generally prefer something that is varied and not boring, the education/counseling process must be designed with this in mind. The use of the right media can be one of the solutions to increase the interest of adolescents to get health information, one of these media is comics that can increase interest in reading. This service program aims to increase adolescents' knowledge about the dangers of early marriage in stunting prevention through the use of educational comics. The method is by providing education to teenagers through the use of educational comics. The training was conducted within 2 days. The number of trainees is 30 people. The success of the program can be seen from the change in knowledge about the dangers of early marriage in stunting prevention.
EMPOWERING TEENAGERS AND ADOLESCENT CADRES TO PREVENT EARLY MARRIAGE AS A RISK FACTOR FOR STUNTING INCIDENTS
Supriadi, Rizky Febriyanti;
Ahmady, Ahmady
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1727
Early marriage is one of the indirect factors causing stunting in children. This is because early marriage not only impacts a mother's physical readiness but also her psychological state, which can affect child-rearing practices. In Mamuju Regency, the prevalence of early marriage is quite high, ranking second at 14.28%. Early marriage remains a common occurrence and an ongoing trend. Additionally, there is a lack of knowledge among adolescents regarding adolescent reproductive health, and insufficient monitoring and identification of adolescent reproductive health issues. The proposed solution is to increase adolescents' knowledge through education and mentoring programs on adolescent reproductive health. The implementation method involves conducting education and training for adolescent cadres on adolescent health and conducting adolescent reproductive health examinations using a peer education method. The results of this community service activity showed an increase of more than 40% in participants' knowledge of stunting and the impacts of early marriage. The health monitoring of adolescent girls identified 13 out of 62 female students who experienced anemia, and 2 female students who had menstrual disorders. The sustainability of this community service activity is achieved through adolescent cadres conducting peer education to all adolescents in Kelurahan Bebanga
PEMBERDAYAAN KADER REMAJA DALAM UPAYA PENINGKATAN PERILAKU GIZI SEIMBANG BAGI REMAJA: Pemberdayaan Kader Remaja di SMAN 01 Motui Kab. Konawe Utara
Rasmaniar, Rasmaniar;
Fathurrahman, Teguh;
Ahmad;
Nurlaela, Euis;
I Made Rai , Sudarsono
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1751
Nutritional problems in adolescents include stunting, wasting, chronic energy deficiency, micronutrient deficiencies, anaemia and eating disorders. These problems can have an impact on reducing adolescent productivity and the risk of non-communicable diseases. This community service activity aims to empower adolescent posyandu cadres in improving balanced nutrition behaviour for adolescents with nutrition counselling methods for adolescent posyandu cadres. The results showed that the knowledge of adolescents before counselling was mostly in the poor category, namely 72.4% (n = 21), after counselling knowledge increased, more adolescents had knowledge in the good category, namely 48.3% (n = 14). There is an effect of empowering adolescent cadres with counselling methods to increase the knowledge of adolescent cadres about balanced nutrition.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DAN SKRINING PROTEINURIA DALAM DETEKSI DINI RISIKO GAGAL GINJAL KRONIK PADA REMAJA: STUDI CROSS-SECTIONAL
Tirta, Johan;
Rosyanti, Lilin;
Saranani, Muhaimin;
Hadi, Indriono;
Sinosi, Andi Mir'atul hayat;
Maharani, Ni Putu Diah Ayu Wulan
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1783
Latar belakang: Gagal ginjal kronis pada remaja meningkat, sementara kebiasaan minum air putih rendah dan skrining ginjal jarang dilakukan. Tujuan: Menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dan skrining proteinuria sebagai deteksi dini risiko gagal ginjal kronik pada remaja SMA. Metode: Pengabdian masyarakat dengan desain pre–eksperimental one group pretest–posttest pada 50 siswa SMA Negeri 2 Kendari. Intervensi berupa edukasi menggunakan video dan presentasi disertai diskusi, dilanjutkan pemeriksaan protein urin sewaktu dengan metode carik celup. Data pengetahuan dijelaskan secara deskriptif komparatif. Hasil: Rerata skor pengetahuan meningkat dari 68,80 menjadi 98,10 (kenaikan 42,6%) dengan penyebaran skor yang lebih homogen. Skrining menunjukkan 12% siswa tanpa proteinuria, 82% positif +1, dan 6% positif ++2. Simpulan: Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan gagal ginjal kronik, sedangkan tingginya temuan proteinuria membuktikan pentingnya penemuan dini. Saran: Diperlukan pemantauan lanjutan, indikasi klinis, dan integrasi program pendidikan ginjal berkelanjutan di sekolah
Pendampingan Kader Posyandu Pada Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal di Puskesmas Mata Kota Kendari
Rosnah, Rosnah;
Yunanci V. Gobel, Sri;
Ahmad;
Sake, Risma;
Irma, Rita;
Fathurrahman, Teguh;
Hasan;
Syahrianti
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1785
Stunting is a chronic nutritional problem that remains a challenge in Kendari City. One prevention strategy is through a local food-based Supplementary Feeding (PMT) program supported by Posyandu (Integrated Service Post) cadres. This community service program aims to improve the cadres' capacity in processing, serving, providing nutrition education, and assisting families of toddlers. Implementation methods included training, hands-on practice, and on-the-job mentoring for 30 Posyandu cadres in the Mata Community Health Center (Puskesmas Mata) work area. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, as well as skills observations. Pre-and post-test data were analyzed quantitatively to illustrate improvements in participants' knowledge scores, while observation and interview results were analyzed qualitatively to determine changes in cadres' behavior and practical skills. Data are presented in tables and narratives explaining the achievements in improving the Posyandu cadres' capacity. Results show an increase in the average cadre's knowledge from 62.4 to 88.6, as well as significant improvements in skills in local food processing and nutrition education. This activity effectively strengthens the role of Posyandu cadres in implementing local PMT, in accordance with the 2023 Ministry of Health Technical Guidelines, to accelerate stunting reduction.
EDUKASI, SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) PADA MASYARAKAT AWAM/SEKOLAH MENENGAH ATAS ALFITYAN SCHOOL DI WILAYAH KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2025: Kata Kunci: Pertolongan Pertama; PPGD; Edukasi Kesehatan; Sekolah; Kesiapsiagaan
Ida, Maulidah;
Wardhani, Puspa;
Virdiyanti, Ruri;
Suhendra;
Roelanda, Alvi;
Kusdiana, Asep
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1791
Public knowledge regarding first aid in emergency situations remains low, including in school settings. Teachers and students often lack basic skills in managing emergencies such as cardiac arrest, fainting, choking, or bone fractures. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of teachers and students at Alfityan School Kubu Raya through education, socialization, and demonstrations of Basic Life Support (BLS) and First Aid for Emergencies (PPGD). The activity employed a participatory approach through lectures, discussions, and hands-on demonstrations. A total of 35 students participated. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires to assess changes in participants’ knowledge. The average knowledge score increased from 60.8 to 79.3 after the training. Statistical analysis showed a significant improvement (p<0.05). Participants demonstrated enhanced practical skills in performing CPR, Heimlich maneuver, and immobilization of fractures. Educational and demonstration activities on PPGD effectively improved participants’ knowledge and skills in providing first aid for emergencies. Continuous training and integration of PPGD programs into school curricula are recommended to strengthen preparedness for disasters and medical emergencies