cover
Contact Name
Siswadi
Contact Email
sigmat@unsika.ac.id
Phone
+6285358389013
Journal Mail Official
sigmat@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Indonesia - 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sigmat Teknik Mesin UNSIKA
ISSN : 29864860     EISSN : 27757927     DOI : https://doi.org/10.35261/sigmat.v2i02.6790
Jurnal Sigmat Teknik Mesin UNSIKA dibuat sejak Febuari tahun 2020 oleh Jurusan Teknik Mesin, Universitas Singaperbangsa Karawang. Frekuensi terbitan 2 kali setahun (April dan Oktober). Visi dari Jurnal Sigmat Teknik Mesin UNSIKA adalah salah satu sarana publikasi yang dikelola oleh Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang. Dan sebagai media bagi kalangan Akademisi, Peneliti, Mahasiswa dan Praktisi baik nasional maupun internasional yang bertujuan untuk pengembangan pada bidang keilmuan konversi energi, material, desain mekanikal, manufaktur serta bidang lain yang sangat berhubungan dengan ilmu mesin (dan permesinan lainnya).
Articles 23 Documents
PROSES PRODUKSI H-BEAM DENGAN PROSES WELDED BEAM DI PT. GUNUNG RAJA PAKSI TBK Naufal Yossi Laksana; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6750

Abstract

Welded beam adalah profile yang didapat dengan proses pengelasan 3 lembar plat yang terdiri dari 2 plat flange dan 1 plate web dibentuk menjadi profil I-Beam atau H-Beam. Proses pengelasan dilakukan dengan mesin las khusus SAW dan dilanjutkan proses pelurusan (straightening) karena akibat dari panas pengelasan tersebut menyebabkan profil welded beam akan bending atau twisted. Pada proses manufaktur welding beam di PT. Gunung Raja Paksi Tbk, pada produk-produk tersebut berada di bawah ruang lingkup produksi. Oleh karena itu, kualitas setiap produk welding beam salah satunya akan tergantung pada kualitas proses yang dilakukan pada produksi. Oleh karena itu proses pembuatan welding beam di PT. Gunung Raja Paksi Tbk sangat penting untuk di pahami. perhitungan OEE adalah untuk bisa menilai kerja sistem pemeliharaan serta memeriksa ketersediaan pada mesin ataupun sistem, effisiensi produk dan juga kualitas mesin. Dari hasil penelitian ini pengumpulan data dan perhitungan OEE mesin Oxy Cutting selama 3 bulan di PT Gunung Raja Paksi Tbk, hasil OEE tersebut dibulan pertama 71% , bulan ke dua 74 % dan di bulan ketiga 62%. Penurunan ini disebabkan oleh kurangnya income barang dari pesanan , dan banyak hari libur yang terjadi dibulan ketiga sehingga mesin tidak beroperasi. Kata Kunci: Welded Beam, Oxy Cutting, OEE  
Analisis perawatan mesin cetakan injeksi dengan metode overall equipment effectiveness (OEE) di PT. Palapa Engineering Esti Taqwaningrum
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i02.6790

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang meningkat berbanding lurus dengan kebutuhan yang meningkat, dengan meningkatnya kebutuhan maka proses produksi harus bekerja secara optimal agar kebutuhan penduduk dapat terpenuhi. Memenuhi kebutuhan konsumen merupakan suatu kewajiban bagi perusahaan jika perusahaan ingin terus berkembang dan mampu bersaing secara global [1]. Salah satu faktor terpenting dalam proses produksi adalah kinerja mesin. Tindakan perawatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya breakdown sehingga proses produksi dapat terus berjalan. Pemeliharaan peralatan adalah fungsi yang sangat diperlukan dalam perusahaan manufaktur. Dalam proses manufaktur, produktivitas adalah ukuran utama untuk mencerminkan kinerja kapasitas proses secara keseluruhan seperti manusia, mesin, pabrik, sistem, dan lain-lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu Overall Equipment Effectiveness (OEE) juga diperkenalkan sebagai alat ukur untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga parameter yaitu; Availability (A), Performance rate (P), dan Quality rate (Q) [2]. Analisis perhitungan nilai overall equipment effectiveness (OEE) dilakukan untuk dapat melihat tingkat efektifitas penggunaan mesin Injection Molding selama periode Juli – September 2021. Perhitungan overall equipment effectiveness (OEE) didapatkan dari nilai availability yaitu ketersediaan mesin, nilai performance yaitu kinerja mesin dan nilai quality yaitu mutu atau kualitas produk. Nilai rata-rata dari Overall Equipment Effectiveness (OEE) tertinggi selama periode Juli – September 2021 yaitu 66,97% yang terdapat pada bulan September. Hal ini masih jauh dari keadaan ideal OEE yaitu diatas 90%. Akan tetapi pada setiap periodenya nilai performance dan quality telah mengalami peningkatan yang artinya kinerja mesin dan kualitas produk semakin membaik.
PERPINDAHAN PANAS CLINKER PADA GRATE COOLER Faris Akbar Ansori
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i02.7715

Abstract

Industri semen merupakan salah satu industri yang besar dan berkembang di Indonesia. Dalam industri semen, terdapat beberapa unit yang masing-masing memiliki peranan penting dalam proses pembuatan semen, salah satunya unit pembakaran, yang terdiri dari suspension preheater, kiln dan grate cooler. Suspension preheater adalah tempat dimana terjadi proses kalsinasi awal bahan baku, lalu pada bagian kiln merupakan kalsinasi lanjutan dari bahan baku sampai menjadi clinker. Pada bagian grate cooler, terjadi proses pendinginan bahan baku yang telah keluar dari kiln. Grate cooler adalah salah satu alat yang sangat penting dalam proses pembuatan semen, dimana fungsi utamanya adalah untuk melakukan proses pendinginan secara tiba-tiba (quenching) pada clinker yang keluar dari unit kiln. Pada grate cooler PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. plant 9-10, dilakukan pendinginan clinker dari suhu 800-1450ºC menuju 75-120ºC. Permintaan pasar yang tinggi terhadap semen menuntut pabrik untuk beroperasi dengan kapasitas produksi yang juga tinggi. Perhitungan efisiensi panas pada clinker cooler dapat dilakukan dalam dua tahap yaitu, perhitungan dengan neraca massa dan perhitungan dengan neraca panas. Dari perhitungan tersebut maka dapat diketahui efisiensi panas dari clinker cooler baik efisiensi panas sistem maupun efisiensi panas reaksi.
PROSES PRODUKSI GASKET PADA PT. MITRAMAS MUDA MANDIRI nurul arifin
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i02.8011

Abstract

Salah satu sektor terpenting yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional adalah industri otomotif. Menghitung Gaya Pemotongan Gaya yang diperlukan agar pukulan menembus material disebut gaya potong. Tujuan utama menghitung gaya potong proses pemotongan adalah untuk menentukan kekuatan tekan selama proses produksi. Dengan asumsi kita mengabaikan penolakan produksi, kita mencapai hasil sekitar 133,9 pcs dalam satu jam produksi. Penulis menggunakan data bulan Agustus untuk menghitung waktu produksi, atau kira-kira 30 hari dikurangi 7 hari libur (1.440 jam kerja). Dihitung dengan membagi total produksi dengan waktu proses yang dibutuhkan. Oleh karena itu, mesin d press menghasilkan gaya potong sebesar 80.000 N, atau 800 kg. Proses balnking dan piercing adalah dua tahap dalam proses produksi gasket, yang ditentukan oleh hasil diskusi dan pengolahan data. Bahan yang terbuat dari stainless steel, paduan aluminium, dan paduan logam digunakan dalam proses pembuatan gasket. Temukan solusi atas permasalahan yang muncul selama proses produksi dengan melakukan evaluasi secara berkala.
ANALISIS KERUSAKAN MESIN INJECTION MOLDING PADA DIVISI MAINTENANCE DI PT JONAN INDONESIA irpan robbi assabil
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i02.8179

Abstract

Perusahaan di sektor industri saling bersaing untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi sebagai akibat dari pesatnya perkembangan industri.Upaya perusahaan untuk mengurangi kerugian produksi yang diakibatkan oleh kerusakan alat produksi seperti bagian mesin dan memperpanjang waktu pengoperasian suatu fasilitas industri. khususnya dalam pembuatan industri plastik. Sektor manufaktur sering menghadapi masalah penyelesaian pekerjaan yang terlambat karena keterlambatan. Penundaan dalam pekerjaan dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya karena kegagalan mesin secara tiba-tiba. Metode Penelitian yang digunakan yaitu dengan cara observasi secara langsung, wawancara operator beserta pembimbing lapangan, dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan di perusahaan tersebut. Perusahaan harus menjadwalkan kegiatan pemeliharaan preventif secara teratur untuk meminimalkan downtime untuk mengatasi kerusakan mendadak. Menggunakan diagram fishbone untuk mengetahui sebab akibat pada kerusakan mesin injection molding. Selain itu, bisnis harus secara teratur melakukan evaluasi kinerja karyawan. Perusahaan perlu melakukan pemeriksaan atau pekerjaan lainya yang dapat dikerjakan secara bersamaan atau dalam waktu berdekatan untuk mengatasi banyaknya waktu yang terbuang.
PROSES PRODUKSI PENGOLAHAN TEPUNG BERAS ROSE BRAND DI PT. BUDI MAKMUR PERKASA Bilma Ramadhan
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i02.8180

Abstract

Proses produksi tepung yang berada di PT. Budi Makmur Perkasa meliputi beberapa tahapan seperti pencucian, penggilingan, pemisahan kandungan air yang masih tersisa dari tahapan pencucian menggunakan mesin filter press, penggilingan dan diteruskan menggunakan konveyer ke tahapan pengayakan untuk tahap akhir sekaligus memisahkan dari debu atau sisa kotoran menggunakan mesin plansifter. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan cara observasi dan wawancara langsung. Wawancara operator produksi, pembimbing lapangan, dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan di PT. Budi Makmur Perkasa pada bulan Agustus-September 2022. Hasil produksi selama 2 bulan mendapatkan hasil yang sama karena bahan utama sudah tersedia pada gudang stok untuk menjaga proses produksi berlangsung. Dari data hasil produksi pada bulan Agutus-September dapat disimpulkan bahwa hasil produksi selama 1 jam menghasilkan sekitar 570 kg. Dan kegagalan mesin filter press adalah 0%.
Perawatan SNS Cutter Pada Proses Cutting Di PT. Asahimas Flat Glass Tbk : Perawatan SNS Cutter Pada Proses Cutting Di PT. Asahimas Flat Glass Tbk irfan daniel
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i02.8210

Abstract

Penggunaan produk dari kaca di sektor industri mengalami peningkatan dikarenakan kaca banyak digunakan pada bangunan, dan automotive. Produksi kaca pada PT. Asahimas memiliki sistem yang baik dari segi sumber daya manusia dan produk. Kaca yang mengalami kecacatan juga dapat diolah kembali sehingga mengurangi kerugian pada produksi dalam perusahaan kaca ini. Produksi yang baik juga disebabkan oleh mesin yang baik pula, sehingga mesin yang ada pada perusahaan ini harus di rawat dengan baik agar tidak terjadi hambatan proses produksi oleh karena mesin rusak dan lain sebagainya. Penelitian ini berfokus pada mesin sns cutter karena mesin ini memiliki peran penting dalam pemotongan kaca untuk memenuhi kepuasaan konsumen dalam berbagai ukuran. Mesin sns cutter ini memiliki macam-macam cara perawatan, memiliki berbagai spare part yang ada pada mesin sehingga harus dilakukan pengecekan secara berkala. Penelitian ini dilakukan pada 9 Juni 2022- 9 Juli 2022 menghasilkan produksi kaca pada satu hari sebesar 298,3628 pack dengan tiga shift yang ada, jenis-jenis perawatan yang ada pada mesin sns cutter, proses produksi dari kaca terbentuk sampai dipotong sesuai dengan keinginan konsumen, penyebab kerusakan mesin. Berdasarkan penelitian ini diketahui penyebab seringnya mesin mengalami kerusakan jika minyak tidak optimal sehingga pisau pada mesin cutter mengalami tumpul dan menyebabkan potongan kaca tidak maksimal. Perawatan pada mesin ini dilakukan dalam harian, mingguan, dan bulanan. Kata Kunci: Mesin sns cutter; Manajemen Perawatan; Pelumasan; Jumlah produksi; Proses produksi.
PROSES BLANKING GASKET DAN PERHITUNGAN BLANK DIES PT. MITRAMAS MUDA MANDIRI Hafidz El Fariz
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i02.8217

Abstract

Seiring kemajuan dunia industri yang pesat, maka setiap industri yang ada terutama di bidang manufaktur pasti ingin menjadikan usahanya maju dengan pesat, berdaya saing dunia.Pada dunia industri manufaktur, menghasilkan barang yang sesuai standar merupakan suatu hal terpenting dalam proses produksi, saat ini kebutuhan dunia industri tidak membuat barang yang sesuai dengan standar, namun produsen juga dituntut untuk membuat barang dengan waktu produksi yang cepat dan efisienMesin utama yang diguanakan untuk proses produksi gasket adalah mesin press. Mesin press beroperasi dengan mendorong slide (ram). Yang disalurkan ke press die yang mendorong lembaran logam untuk memotong daan membentuk lembaran logam sesuai dengan diedalam proses produksi gasket ada beberapa langkah di antara nya penyetelan dies, proses blanking dan visual inspection, dalam satu jam produksi memperoleh hasil sekiatar 133,9 pcs dengan asumsi mengabaikan reject produksi. Cara menghitungnya adalah total produksi dibagi dengan waktu yang di butuhkan selama proses produksi. Selama proses pembentukan bahan menjadi bentuk jadi, gambar, aliran bahan, dan penanganan semuanya menimbulkan masalah, memastikan tidak ada kekurangan bahan, dan ukuran clearance nya adalah 0,26mmProses produksi gasket yang di dapatkan dalam sebulan bekerja di kurangi libur 7 hari adalah 22.495,2 pcs yang dimana dalam 1 jam mendapatkan produk 133,9 pcs yang. Ukuran blank yang di pakai dalam produksi adalah 64,59 mm. Dalam proses produksi bahan baku yang di pakai adalah stainless steels material dengan paduan logam dan alumunium. Untuk luas area clearance cetakan yang di gunakan pada produksi gasket ini adalah 0,26 mm
Perhitungan Laju Aliran Massa Air Pada Unit Cooling Tower di Area Utility A-1 PT.XYZ Nugraha, M. Alfi
Jurnal SIGMAT Teknik Mesin UNSIKA Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v3i2.9930

Abstract

Unit utility mengelola dan menyediakan sarana untuk menunjang unit-unit lain dan berfungsi juga untuk mengawasi kelancaran proses produksi dari suatu pabrik terutama unit cooling tower atau pendinginan air. Pada Mechanical Cooling Tower terlihat bahwa pendinginan air dibantu oleh kipas / van yang terletak di atas tower. Jadi udara panas yang menguap dalam cooling tower akan dihisap oleh van / kipas dan dikeluarkan ke atas.Cooling tower memanfaatkan air dan udara pada proses perpindahan panas yang dibuang ke atmosfer. Kinerja cooling tower dievaluasi untuk mencari kinerja yang optimal dalam mensirkulasikan system pendinginan pada cooling tower dengan membandingkan data teori dengan data aktual berdasarkan perhitungan-perhitungan. Pada penelitian ini, akan diteliti hasil nilai laju aliran massa air. Dari beberapa parameter data seperti suhu aliran masuk dan keluar, kelembaban udara, kecepatan udara yang keluar blower, akan dicari laju aliran massa air yang ada pada cooling tower.setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa Laju aliran massa pada hari pertama adalah sebesar 12,70 Kg/s, hari ke-2 sebesar 13,2 Kg/s, hari ke-3 sebesar 10,78 Kg/s, dan hari ke-4 sebesar 10,55 Kg/s.
Proses Pembuatan Sprocket Conveyor RS80 Menggunakan Bahan Carbon Steel S45c Firmansyah, Muhammad Eza
Jurnal SIGMAT Teknik Mesin UNSIKA Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v3i2.10226

Abstract

Proses pembuatan sprocket dengan menggunakan mesin bubut dimulai dengan menggulung bahan mentah yang sesuai, seperti baja atau paduan logam lainnya. Bahan mentah tersebut kemudian dipasang pada meja mesin bubut dan dijepit dengan erat. Setelah itu, pisau bubut ditempatkan di dekat benda kerja dan secara teratur digerakkan ke arah yang ditentukan, memotong material yang berlebih hingga mencapai bentuk dan ukuran yang diinginkan. Pengoperasian mesin bubut membutuhkan keahlian operator yang terampil untuk menghasilkan sprocket dengan toleransi yang ketat. Tujuan dari penulisan laporan kerja praktek di PT.XYZ adalah untuk mengetahui proses pembuatan sprocket dan mengetahui proses bubut dan CNC dalam pembuatan sprocket. Adapun kesimpulan dari peneletian ini yaitu terdapat 6 proses pembuatan sprocket di PT.XYZ yaitu pembuatan gambar dengan Solidwork, pembuatan ukuran diameter sprocket dengan Solidwork, pembentukan lubang dengan mesin CNC bubut, pembentukan chamfer dengan mesin CNC bubut, pembentukan pembebas rantai (Undercut), pembentukan lubang kuncian dengan mesin frais dan pembentukan gigi sprocket dengan mesin CNC milling.

Page 2 of 3 | Total Record : 23