cover
Contact Name
Khairul Amin
Contact Email
khairulamin@lakaspia.org
Phone
+628116855377
Journal Mail Official
sinthop@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jalan Mata Ie Lorong Permai X Ni. 74 Perumahan Bukit Permai Geu Gajah Darul Imarah, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Kode Pos 23352, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 29868475     DOI : -
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya is a double-blind peer-reviewed journal published by Lembaga Aneuk Muda Peduli Ummat in collaboration with Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. The journal publishes research articles, conceptual articles, and book reviews of education, religious, social, and cultural studies. The articles of this journal are published bi-annually in January-June and Juli-December.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni" : 11 Documents clear
Ragam Metode dan Corak Pemikiran dalam Khazanah Teologi Islam Muhammad Zaini
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2825

Abstract

This article aims to analyze the phenomenon of population mobility in Mekarwangi Village, Sindangkerta Subdistrict, West Bandung Regency, West Java, Indonesia. This research uses a qualitative approach with a descriptive method to gain a deep understanding of the migration situation in the village. Data was collected through in-depth interviews with community members who have migrated and through direct field observations. This study highlights the crucial role of knowledge and education in encouraging family members to engage in social mobility. The people in Mekarwangi Village are aware that education can provide better opportunities for their future, thus they feel compelled to seek opportunities elsewhere. Furthermore, various factors influence the decision of labor migration from Mekarwangi Village. One of them is the aspiration for a better life. Additionally, the low income level also plays an important role in influencing the migration decision. Moreover, the limited job opportunities in the home area are also significant factors. If job opportunities are limited in Mekarwangi Village, community members will seek opportunities elsewhere that offer broader job prospects. Abstrak Diskursus seputar aliran-aliran teologi Islam yang berkembang selama ini di antaranya adalah bahwa munculnya aliran-aliran teologi dalam Islam dominannya disebabkan faktor politik, padahal jika ditelusuri lebih dalam ternyata faktor kebebasan berpikir (tafakur) merupakan salah satu faktor utamanya, namun faktor ini kurang diangkat ke permukaan. Atas dasar pemahaman ini maka yang menjadi rumusan masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana ragam metode dan corak pemikiran yang berkembang dalam khazanah teologi Islam. Pembahasannya dilakukan secara deskriptif analisis dengan berpijak pada sumber-sumber relevan yang tidak dibatasi jumlahnya. Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa proses kegiatan berpikir yang dilakukan oleh para ulama kalam telah memberi pengaruh cukup signifikan dalam pertumbuhan dan perkembangan teologi Islam. Dalil-dalil akal pikiran yang telah dipersubur oleh filsafat Yunani dan peradaban-peradaban lainnya juga sangat berperan penting dalam mengembangkan teologi Islam. Di samping itu, terbentuknya aliran-aliran dalam teologi Islam lebih dominan dikarenakan perbedaan metode berpikir di kalangan ulama dalam memberikan penjelasan tentang Tuhan, keesaan-Nya, dan sifat-sifat-Nya.
Accelerated Learning: Antara Idealitas dan Realitas Yuni Setia Ningsih; Syabuddin Syabuddin; Fithriani Fithriani
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2931

Abstract

One model that aims to accelerate the learning process is the accelerated learning model. This learning model, with its unique principles, aims to achieve better learning outcomes in a shorter period of time. However, it turns out that the accelerated learning model does not work well. The education system in Indonesia allows for large class sizes, with about forty students per class. With the varying conditions of the students, the accelerated learning model will have different consequences, both positive and negative. Therefore, in order to understand the psychological impact of this model on students during the learning process, this research needs to be conducted. This study is a qualitative research that uses a critical analytical approach and aims to critique the accelerated learning model. The data used consists of open-ended questionnaires and relevant literature. This study focuses on the psychological implications of the accelerated learning model on students. Based on the research findings, it is known that the positive impact of the model is that students will feel motivated and confident in completing additional tasks. However, the negative impact is that it can lead academically high-achieving students to not appreciate their lower-performing peers and create jealousy among them. Abstrak Salah satu model yang bertujuan untuk mempercepat proses pembelajaran adalah model accelerated learning. Model pembelajaran ini dengan prinsip-prinsipnya yang unik bertujuan untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat. Ternyata model accelerated learning tidak berjalan dengan baik. Sistem pembelajaran di Indonesia memungkinkan rombongan belajar, atau jumlah siswa per kelas, sekitar empat puluh siswa. Dengan kondisi siswa yang bervariatif, model accelerated learning akan memiliki konsekuensi yang berbeda, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, untuk mengetahui dampak psikologis model tersebut terhadap siswa dalam proses pembelajaran, penelitian ini harus dilakukan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan analitis kritis dan bertujuan untuk mengkritik model accelerated learning. Data yang digunakan adalah angket terbuka dan literatur terkait. Penelitian ini berfokus pada implikasi psikologis model accelerated learning terhadap siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dampak positif model tersebut adalah siswa akan merasa termotivasi dan percaya diri untuk menyelesaikan tugas-tugas tambahan. Namun, dampak negatifnya adalah membuat siswa yang kemampuan akademisnya tinggi tidak menghargai teman yang lebih rendah dan menimbulkan kecemburuan di antara mereka.
Strategi Komunikasi Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya dalam Mensosialisasikan Pencegahan Stunting Sukri Ariansyah; Fiandy Mauliansyah
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2943

Abstract

Stunting is a growth and development problem in children caused by prolonged inadequate nutrition. This research aims to examine the communication strategies employed by the West Southwest Aceh Health Department in socializing the prevention of stunting to the community. The research method used is qualitative research with a descriptive approach. The results of the study indicate that the communication strategies implemented by the West Southwest Aceh Health Department, through the PeKa-ASA program, have achieved several positive outcomes, including increased public awareness, understanding of stunting, behavior changes in nutrition provision, active community involvement, and synergy with relevant parties. Through careful and measured planning, as well as program implementation involving socialization, education, and the use of social media, this communication strategy has effectively reached the community. The evaluation of the communication strategy also shows a decrease in the prevalence of stunting from 14.2% to 33.2%. Thus, the communication strategy carried out by the West Southwest Aceh Health Department through the PeKa-ASA program has had a positive impact on reducing the prevalence of stunting in the area. Abstrak Stunting merupakan masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak akibat kurangnya asupan gizi secara berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya dalam mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya, melalui program PeKa-ASA, telah berhasil mencapai beberapa hasil positif seperti meningkatnya kesadaran masyarakat, pemahaman tentang stunting, perubahan perilaku dalam pemberian gizi, keterlibatan aktif masyarakat, dan sinergi dengan pihak terkait. Melalui perencanaan yang matang dan terukur, serta pelaksanaan program yang melibatkan sosialisasi, edukasi, dan penggunaan media sosial, strategi komunikasi ini berhasil menjangkau masyarakat dengan efektif. Evaluasi strategi komunikasi juga menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari 14,2% menjadi 33,2%. Dengan demikian, strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya melalui program PeKa-ASA telah memberikan dampak positif dalam penurunan prevalensi stunting di wilayah tersebut.
Dayah Modern Ar-Risalah dan Pengaruhnya terhadap Masyarakat Datar Luas, Krueng Sabee, Aceh Jaya Ruhamah Ruhamah
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2957

Abstract

Dayah Modern Ar-Risalah is a formal educational institution that not only focuses on the study of religious sciences but also acts as an agent for the spread of Islam, playing a role in inheriting Islamic traditions developed from the social experiences of the community. This research aims to investigate the background and role of Dayah Modern Ar-Risalah in the Datar Luas community, Krueng Sabee, Aceh Jaya. A qualitative method with a descriptive approach is used in this study. The results of the research indicate that Dayah Modern Ar-Risalah influences the community by enhancing the use of the Arabic and English languages and integrating worldly and hereafter knowledge. Dayah also plays a role in educating the community to have a belief in Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah, avoid shirk (polytheism), bid'ah (religious innovations), superstitions, and understand liberal and deviant ideologies, as well as prevent the influence of drugs. This research indicates that Dayah Modern Ar-Risalah has a positive impact on various aspects of the Datar Luas community's life, including education, the economy, and religious life. Abstrak Dayah Modern Ar-Risalah adalah sebuah lembaga pendidikan formal yang tidak hanya mempelajari ilmu-ilmu agama, tetapi juga bertindak sebagai agen penyebaran Islam yang berperan dalam mewariskan tradisi Islam yang dikembangkan dari pengalaman sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki latar belakang dan peran Dayah Modern Ar-Risalah dalam masyarakat Datar Luas, Krueng Sabee, Aceh Jaya. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dayah Modern Ar-Risalah mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan penggunaan bahasa Arab dan Inggris serta mengintegrasikan ilmu duniawi dan ukhrawi. Dayah juga berperan dalam mendidik masyarakat untuk memiliki keyakinan ahlus-sunnah wal-jama'ah, menghindari syirik, bid'ah, khurafat, dan memahami aliran liberal dan sesat, serta mencegah pengaruh narkoba. Penelitian ini mengindikasikan bahwa Dayah Modern Ar-Risalah berdampak positif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Datar Luas, termasuk pendidikan, ekonomi, dan kehidupan keagamaan.
Nasionalisme Muhammadiyah: Konsep dan Tantangan Fadlan Barakah; Bukhari Bukhari; Sa'i Sa'i
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2746

Abstract

This article discusses the concept of Muhammadiyah's nationalism and the challenges it faces in the present context. The research utilizes a literature-based approach, drawing from relevant sources. The study highlights Muhammadiyah's perspective that Islam and nationalism can coexist. Muhammadiyah's nationalism is rooted in religious beliefs and is based on Islam and the socio-historical context of Indonesia. The history of Muhammadiyah as an Islamic movement founded by KH Ahmad Dahlan demonstrates their commitment to the development of the Muslim community in Indonesia. However, Muhammadiyah and moderate Islamic movements encounter challenges in dealing with views that consider nationalism contradictory to Islamic teachings. The primary challenge faced by Muhammadiyah's nationalism today is the rapid advancement of technology, which has not been accompanied by the strong internalization of Muhammadiyah's nationalist ideology among the younger generation. Additionally, the rise of transnational Islamic movements that oppose nationalism poses a significant challenge. Abstrak Artikel ini membahas konsep nasionalisme Muhammadiyah dan tantangan yang dihadapinya dalam konteks masa kini. Pendekatan kepustakaan digunakan dalam penelitian ini dengan mengacu pada literatur-literatur yang relevan. Kajian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memandang bahwa ajaran Islam dan nasionalisme dapat berjalan seiring. Nasionalisme Muhammadiyah merupakan nasionalisme religius yang didasarkan pada ajaran Islam dan konteks sosio-historis Indonesia. Sejarah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan umat Islam di Indonesia. Namun, Muhammadiyah menghadapi tantangan dalam menghadapi pandangan yang menganggap nasionalisme bertentangan dengan ajaran Islam. Tantangan utama yang dihadapi nasionalisme Muhammadiyah saat ini adalah pesatnya perkembangan teknologi yang belum diimbangi dengan proses internalisasi paham nasionalisme Muhammadiyah yang kuat pada generasi muda Muhammadiyah, serta menguatnya gerakan Islam transnasional yang menentang nasionalisme.
Dinamika Konflik antar Wahabi dan Aswaja di Aceh Cut Lusi Chairun Nisak; Tuthi’ Mazidar Rohmah
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2774

Abstract

This article aims to discuss the dynamics of the conflict between Aswaja and Wahabi ideologies in Aceh, utilizing a literature review approach. The data for this article were obtained from relevant literature sources, including books and scholarly journals. The study reveals that religious conflicts in Aceh have occurred in various historical periods. These conflicts involve differing perspectives and have resulted in tensions among groups in Aceh, including the rejection of religious figures, the dissolution of religious gatherings, and debates on religious practices. The conflicts are closely related to the social and political context of Aceh, as well as the differing interpretations of religion between the exclusive Wahabi ideology and the inclusive Aswaja ideology. Aswaja, following the Shafi'i school of thought, has a distinct cultural emphasis on celebrating religious traditions, while Wahabi ideology opposes such practices and considers those who do not adhere to their ideology as infidels. In summary, the conflicts are driven by divergent views on religious practices, interpretations of religion, and beliefs in the existence of God. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang dinamika konflik antara paham aswaja dan wahabi di Aceh dengan menggunakan pendekatan kajian literatur. Data dalam artikel ini diperoleh dari literatur-literatur berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Kajian ini menunjukkan dinamika konflik keagamaan di Aceh telah terjadi dalam beberapa periode sejarah. Konflik ini melibatkan perbedaan pandangan dan telah menyebabkan ketegangan antar kelompok di Aceh yang mencakup penolakan terhadap tokoh agama, pembubaran pengajian, dan perdebatan tentang praktik keagamaan. Konflik ini terkait dengan konteks sosial dan politik Aceh, serta perbedaan interpretasi agama antara paham Wahabi yang eksklusif dan paham Aswaja yang inklusif. Paham Aswaja, yang mengikuti mazhab Syafi'i, memiliki budaya yang berbeda dengan paham Wahabi. Aswaja menekankan nilai-nilai budaya seperti merayakan tradisi keagamaan, sementara Wahabi menentang praktik-praktik tersebut dan mengkafirkan mereka yang tidak sejalan dengan paham mereka.
Mobilitas Sosial Masyarakat Desa Mekarwangi, Bandung Jawa Barat Dara Fatia; Uswatun Nisa
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2775

Abstract

This article aims to analyze the phenomenon of population mobility in Mekarwangi Village, Sindangkerta Subdistrict, West Bandung Regency, West Java, Indonesia. This research uses a qualitative approach with a descriptive method to gain a deep understanding of the migration situation in the village. Data was collected through in-depth interviews with community members who have migrated and through direct field observations. This study highlights the crucial role of knowledge and education in encouraging family members to engage in social mobility. The people in Mekarwangi Village are aware that education can provide better opportunities for their future, thus they feel compelled to seek opportunities elsewhere. Furthermore, various factors influence the decision of labor migration from Mekarwangi Village. One of them is the aspiration for a better life. Additionally, the low income level also plays an important role in influencing the migration decision. Moreover, the limited job opportunities in the home area are also significant factors. If job opportunities are limited in Mekarwangi Village, community members will seek opportunities elsewhere that offer broader job prospects. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena mobilitas penduduk di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang situasi migrasi di desa tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota masyarakat yang telah melakukan migrasi serta melalui observasi langsung di lapangan. Kajian ini peningkatan pengetahuan dan pendidikan memainkan peran krusial dalam mendorong anggota keluarga untuk melakukan mobilitas sosial. Masyarakat di Desa Mekarwangi menyadari bahwa pendidikan dapat memberikan peluang lebih baik bagi masa depan mereka, sehingga mereka merasa terdorong untuk mencari peluang di tempat lain. Selanjutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan migrasi tenaga kerja asal Desa Mekarwangi sangat beragam. Salah satunya adalah aspirasi untuk hidup yang lebih baik. Selain itu, tingkat pendapatan yang rendah juga menjadi faktor penting dalam mempengaruhi keputusan migrasi. Kemudian, keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah asal juga menjadi faktor yang signifikan. Jika peluang pekerjaan terbatas di Desa Mekarwangi, maka anggota masyarakat akan mencari kesempatan di tempat lain yang menawarkan lapangan pekerjaan yang lebih luas.
Ragam Metode dan Corak Pemikiran dalam Khazanah Teologi Islam Muhammad Zaini
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2825

Abstract

This article aims to analyze the phenomenon of population mobility in Mekarwangi Village, Sindangkerta Subdistrict, West Bandung Regency, West Java, Indonesia. This research uses a qualitative approach with a descriptive method to gain a deep understanding of the migration situation in the village. Data was collected through in-depth interviews with community members who have migrated and through direct field observations. This study highlights the crucial role of knowledge and education in encouraging family members to engage in social mobility. The people in Mekarwangi Village are aware that education can provide better opportunities for their future, thus they feel compelled to seek opportunities elsewhere. Furthermore, various factors influence the decision of labor migration from Mekarwangi Village. One of them is the aspiration for a better life. Additionally, the low income level also plays an important role in influencing the migration decision. Moreover, the limited job opportunities in the home area are also significant factors. If job opportunities are limited in Mekarwangi Village, community members will seek opportunities elsewhere that offer broader job prospects. Abstrak Diskursus seputar aliran-aliran teologi Islam yang berkembang selama ini di antaranya adalah bahwa munculnya aliran-aliran teologi dalam Islam dominannya disebabkan faktor politik, padahal jika ditelusuri lebih dalam ternyata faktor kebebasan berpikir (tafakur) merupakan salah satu faktor utamanya, namun faktor ini kurang diangkat ke permukaan. Atas dasar pemahaman ini maka yang menjadi rumusan masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana ragam metode dan corak pemikiran yang berkembang dalam khazanah teologi Islam. Pembahasannya dilakukan secara deskriptif analisis dengan berpijak pada sumber-sumber relevan yang tidak dibatasi jumlahnya. Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa proses kegiatan berpikir yang dilakukan oleh para ulama kalam telah memberi pengaruh cukup signifikan dalam pertumbuhan dan perkembangan teologi Islam. Dalil-dalil akal pikiran yang telah dipersubur oleh filsafat Yunani dan peradaban-peradaban lainnya juga sangat berperan penting dalam mengembangkan teologi Islam. Di samping itu, terbentuknya aliran-aliran dalam teologi Islam lebih dominan dikarenakan perbedaan metode berpikir di kalangan ulama dalam memberikan penjelasan tentang Tuhan, keesaan-Nya, dan sifat-sifat-Nya.
Accelerated Learning: Antara Idealitas dan Realitas Yuni Setia Ningsih; Syabuddin Syabuddin; Fithriani Fithriani
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2931

Abstract

One model that aims to accelerate the learning process is the accelerated learning model. This learning model, with its unique principles, aims to achieve better learning outcomes in a shorter period of time. However, it turns out that the accelerated learning model does not work well. The education system in Indonesia allows for large class sizes, with about forty students per class. With the varying conditions of the students, the accelerated learning model will have different consequences, both positive and negative. Therefore, in order to understand the psychological impact of this model on students during the learning process, this research needs to be conducted. This study is a qualitative research that uses a critical analytical approach and aims to critique the accelerated learning model. The data used consists of open-ended questionnaires and relevant literature. This study focuses on the psychological implications of the accelerated learning model on students. Based on the research findings, it is known that the positive impact of the model is that students will feel motivated and confident in completing additional tasks. However, the negative impact is that it can lead academically high-achieving students to not appreciate their lower-performing peers and create jealousy among them. Abstrak Salah satu model yang bertujuan untuk mempercepat proses pembelajaran adalah model accelerated learning. Model pembelajaran ini dengan prinsip-prinsipnya yang unik bertujuan untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat. Ternyata model accelerated learning tidak berjalan dengan baik. Sistem pembelajaran di Indonesia memungkinkan rombongan belajar, atau jumlah siswa per kelas, sekitar empat puluh siswa. Dengan kondisi siswa yang bervariatif, model accelerated learning akan memiliki konsekuensi yang berbeda, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, untuk mengetahui dampak psikologis model tersebut terhadap siswa dalam proses pembelajaran, penelitian ini harus dilakukan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan analitis kritis dan bertujuan untuk mengkritik model accelerated learning. Data yang digunakan adalah angket terbuka dan literatur terkait. Penelitian ini berfokus pada implikasi psikologis model accelerated learning terhadap siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dampak positif model tersebut adalah siswa akan merasa termotivasi dan percaya diri untuk menyelesaikan tugas-tugas tambahan. Namun, dampak negatifnya adalah membuat siswa yang kemampuan akademisnya tinggi tidak menghargai teman yang lebih rendah dan menimbulkan kecemburuan di antara mereka.
Strategi Komunikasi Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya dalam Mensosialisasikan Pencegahan Stunting Sukri Ariansyah; Fiandy Mauliansyah
SINTHOP: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan Pusat Jurnal Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sinthop.v2i1.2943

Abstract

Stunting is a growth and development problem in children caused by prolonged inadequate nutrition. This research aims to examine the communication strategies employed by the West Southwest Aceh Health Department in socializing the prevention of stunting to the community. The research method used is qualitative research with a descriptive approach. The results of the study indicate that the communication strategies implemented by the West Southwest Aceh Health Department, through the PeKa-ASA program, have achieved several positive outcomes, including increased public awareness, understanding of stunting, behavior changes in nutrition provision, active community involvement, and synergy with relevant parties. Through careful and measured planning, as well as program implementation involving socialization, education, and the use of social media, this communication strategy has effectively reached the community. The evaluation of the communication strategy also shows a decrease in the prevalence of stunting from 14.2% to 33.2%. Thus, the communication strategy carried out by the West Southwest Aceh Health Department through the PeKa-ASA program has had a positive impact on reducing the prevalence of stunting in the area. Abstrak Stunting merupakan masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak akibat kurangnya asupan gizi secara berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya dalam mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya, melalui program PeKa-ASA, telah berhasil mencapai beberapa hasil positif seperti meningkatnya kesadaran masyarakat, pemahaman tentang stunting, perubahan perilaku dalam pemberian gizi, keterlibatan aktif masyarakat, dan sinergi dengan pihak terkait. Melalui perencanaan yang matang dan terukur, serta pelaksanaan program yang melibatkan sosialisasi, edukasi, dan penggunaan media sosial, strategi komunikasi ini berhasil menjangkau masyarakat dengan efektif. Evaluasi strategi komunikasi juga menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari 14,2% menjadi 33,2%. Dengan demikian, strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya melalui program PeKa-ASA telah memberikan dampak positif dalam penurunan prevalensi stunting di wilayah tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 11