cover
Contact Name
Muhammad Zuhdi
Contact Email
alrasikh@uiidalwa.ac.id
Phone
+6281937074144
Journal Mail Official
alrasikh@uiidalwa.ac.id
Editorial Address
Jl . Raya Raci No. 51 PO Box 8 Bangil Pasuruan Jawa Timur
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam
ISSN : 20891857     EISSN : 25802755     DOI : https://doi.org/10.38073/rasikh
Core Subject : Religion,
Journal of al-Rasῑkh, is a journal published by the department of Shariah at Darullughah Islamic Institute Waddawah Bangil Pasuruan. This journal is published twice a year, November and July. Journal Al-Rasikh is a journal that accommodates several articles either the results of research or the concept of the study of Islamic Law, especially kesyarihan Islam. The Islamic Sharia covers some of the related Shariah areas such as Law, Judge, and Religious Courts that can be observed from several disciplinary perspectives. It is expected that with the publication of Al-Rasikh journal will add to the repertoire of scholarship about the study of Islamic Studies, especially the study of sharia.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2017)" : 5 Documents clear
Motivasi Bisnis Travel Umroh Di Era Globalisasi Dewi Masita
al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.756 KB) | DOI: 10.38073/rasikh.v6i1.19

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana motivasi travel Umroh mengadakan bisnis travel Umroh? Penelitian ini dilatar belakangi Berbagai motivasi PT TRAVEL Umroh dalam melaksanakan bisnis travelnya.Apakah motivasi tersebut bukanlah sebuah komoditas bisnis saja sehingga mengakibatkan beberapa permasalahan terkait Travel tersebut antara lain murahnya travel sehingga banyaknya jamaah umroh yang terlantar dan tidak jadi berangkat dengan banyak alasan seperti visanya yang tidak keluar atau travelnya tidak jelas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif Fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), Focus Group Discussion (FGD) dandokumentasi dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi tiga jalur analisis, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/ verification (penarikan kesimpulan)
Ekonomi Keuangan Islam Dalam Perspektif Lembaga Lembaga Keuangan Syari’ah (Lks) Di Indonesia Parmujianto Parmujianto
al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.281 KB) | DOI: 10.38073/rasikh.v6i1.21

Abstract

Perkembangan pemikiran-pemikiran tentang perlunya menerapkan prinsip Islam dalam berekonomi di Indonesia baru terdengar pada 1974. Tepatnya dimulai dalam sebuah seminar ‘Hubungan Indonesia-Timur Tengah’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK). Perkembangan pemikiran tentang perlunya umat Islam Indonesia memiliki lembaga keuangan Islam sendiri mulai berhembus sejak itu, seiring munculnya kesadaran baru kaum intelektual dan cendekiawan muslim dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.
Poligami Bawah Tangan Dan Implikasinya Pada Kehidupan Rumah Tangga
al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.394 KB) | DOI: 10.38073/rasikh.v6i1.22

Abstract

Upaya pemberdayaan perempuan agar dapat mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan menjadi bermartabat di mata mereka yang laki-laki sangatlah penting. Pemberian penyuluhan diperlukan agar mereka memahami hak-haknya dengan baik dan sekaligus mampu melaksanakan kewajibannya dengan sempurna, agar arah kehidupannya bisa ditentukan sendiri berdasarkan pilihan bebasnya sesuai dengan keyakinan agamanya, bukan diatur atau didektekan oleh suaminya atau lingkungan di mana dia berada. Begitu juga adanya pemahaman mengenai arti penting sebuah perkawinan agar antara suami istri benar-benar memahami hak-hak dan kewajibannya antara kedudukan sebagai suami dan sebagai kedudukan istri dalam sebuah rumah tangga demi terwujudnya tujuan perkawinan sakinah, mawaddah wa rahmah dan perempuan mempunyai harkat dan martabat dihadapan laki-laki, meskipun itu keluarga yang bermonogami ataupun berpoligami bawah tangan/kawin sirih.
Kajian Tematis Qu’ran & Hadits; Kepemimpinan Zainal Abidin
al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.188 KB) | DOI: 10.38073/rasikh.v6i1.24

Abstract

Pemimpin dan kepemimpinan merupakan dua persoalan keseharian yang saling berkaitan dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, berbangsa dan bernegara. Maju dan mundurnya masyarakat, organisasi maupun bangsa dan Negara dipengaruhi oleh para pemimpin dan kepemimpinannya. Persoalannya adalah beberapa orang berpendapat bahwa kepemimpinan itu tidak dapat dipelajari. Karena menurut mereka kepemimpinan itu adalah suatu bakat yang diperoleh sebagai kemampuan istimewa yang dibawa sejak lahir. Sehingga sebagian orang mengatakan majunya organisasi maupun bangsa dan Negara dipengaruhi oleh keberuntungan seorang yang memiliki bakat alami kepemimpinan yang luar biasa, sehingga ia memiliki kharisma dan kewibawaan sebagai seorang pemimpin. Namun dalam perkembangannya pemikiran tersebut lambat laun mengalami pergeseran paradigma yang mengatakan bahwa kepemimpinan itu terjadi secara ilmiah bersamaan dengan pertumbuhan seseorang. Islam sendiri sebagai agama rahmatan lil „alamin juga menempatkan persoalan pemimpin dan kepemimpinan sebagai salah satu persoalan pokok dalam ajarannya. Dalam al-Qur‟an dan Hadits kepemimpinan mendapatkan porsi bahasan yang tidak sedikit, banyak ayat-ayat al-Qur‟an maupun hadits-hadits Nabi yang membincang tentang kepemimpinan.
Analisis Kritis terhadap Epistemologi Studi al-Qur’an Mohammed Arkoun Kholili Hasib
al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.518 KB) | DOI: 10.38073/rasikh.v6i1.26

Abstract

Studi ilmu al-Qur’an pada era kontemporer menemui berbagai tantangan baru. Salah satu di antaranya penggunaan metode-metode modern yang lahir dari tradisi filafat Barat. Persoalannya adalah, penggunaan metode modern itu dalam perjalanannya menggeser metode standar dalam ulum al-Qur’an sebagaimana dijalankan oleh para ulama ahli al-Qur’an. Dalam hal ini, Mohammed Arkoun, menggunakan metode filsafat postmodernisme dalam menganalisis al-Qur’an. Pemikiran-pemikiran tentang tradisi Islam dan konsep wahyu diuraikan oleh Arkoun dengan analisa-analisa filosofis yang berasal dari para ilmuan-ilmuan Prancis, seperti Jecques Derrida, Paul Ricour, Michel Foucault, Ferdinand de Saussure, Roland Barthes dan lain-lain. Arkoun mempertanyakan kembali esensi wahyu sebagai Kalamullah yang suci. Ia membaca kalam Allah yang transenden dan kalam-Nya dalam tataran imanen yang ia sebut wacana wahyu.Dengan merujuk kepada pendapat Paul Ricoeur, Arkoun membedakan tiga tingkatan wahyu. Pertama, wahyu Allah sebagai yang transenden, dengan beberapa fragmen kecil saja yang diwahyukan lewat para nabi. Kedua, wahyu yang diturunkan secara oral melalui nabi-nabi Israel, Yesus dan nabi Muhammad. Wahyu ini diwujudkan dengan berbagai bahasa, wahyu yang turun kepada para nabi Israel menggunakan bahasa Ibrani, wahyu yang turun kepada Yesus berwujud bahasa Aramaik dan nabi Muhammad SAW menerima wahyu dalam bentuk bahasa Arab. Wahyu ini menurut Arkoun disampaikan secara lisan dalam waktu yang panjang sebelum ditulisakan. Ketiga, obyektifitas firman Tuhan berlangsung menjadi korpus tertulis dan kitab suci ini pun bisa dibaca oleh kaum beriman hanya lewat versi tertulisnya, terlindung dalam korupus yang secara resmi ditutup. Dalam konsep al-Qur’an, kanon firman Tuhan itu diresmikan secara tertulis oleh Khalifah Ustman bin Affan. Dengan menggunakan perangkat-perangkat ilmu Barat-modern, Arkoun mengubah status al-Qur’an. Arkoun mengharuskan mempraktikkan ilmu antropologi, linguistik dan sejarah untuk membeber fakta yang sebenarnya yang bersemayam dalam wahyu. Secara terus terang metode yang ditawarkan adalah metode yang telah diterapkan oleh masyarakat Kristen dan Yahudi. Ia ingin mengubah masyarakat Islam seperti Barat pada era renaissance. Dengan demikian, persoalan pemikirannya tentang studi al-Qur’an bermula dari epistemologi Arkoun yang ia gunakan. Artikel ini mengkaji pemikiran Arkoun tentang stui al-Qur’an dengan didahului oleh kajian kritis epistemologinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5