cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2008): Juni" : 7 Documents clear
Penggunaan Biji Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) dari Berbagai Warna Buah Nugraheni Widyawati, Tohari, Prapto Yudono, Issirep Soemardi
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2008): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.1543

Abstract

Hingga kini diyakini bahwa benih aren berasal dari buah kuning telah mencapai kemasakan fisiologis. Ada kemungkinan bahwa kemasakan fisiologis benih aren tercapai sebelum buah berubah menjadi kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keeratan hubungan antara warna buah dengan daya kecambah dan vigor biji aren dan untuk menentukan biji aren memiliki daya kecambah dan vigor tinggi.Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap, terdiri dari 5 variasi warna buah yaitu hijau, hijau cerah, hijau kekuningan, kuning kehijauan dan kuning, masing-masing diulang 5 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa warna buah berhubungan erat dengan perkecambahan dan vigor; daya kecambah tertinggi terjadi ketika buah berwarna hijau kekuningan hingga kuning.
Karakteristik Perakaran Tanaman Padi Sawah IR 64 (Oryza sativa, L) pada Umur Bibit dan Jarak Tanam yang Berbeda Budiastuti Kurniasih, Siti Fatimah, Dwi Ari Purnawati
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2008): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.1544

Abstract

The research aimed to observe rooting characteristic of IR 64 wetland rice grown in different seedling age and crop spacing, in relation to the growth and yield of rice. The experiment was conducted on farmer’s field at Gadingan, Ngluwar, Magelang district from December 2007 to March 2008. The experiment was arranged using 3 x 3 factorial Randomized Completely Block Design (RCBD) with three replications. The first factor was seedling ages which consisted of 3 levels, namely 7 days (U1), 14 days (U2) and 21 days (U3). The second factor was three levels crop spacings, i.e: 10 cm x 10 cm (J1), 20 cm x 20 cm (J2) and 30 cm x 30 cm.The results showed that the difference of seedling age and crop spacing formed different rooting characteristics. The wider crop spacing, the more intensive rooting feature would be. Root volume, total root length and root dry weight of (30x30)cm2 were higher than (10x10)cm2 and (20x20)cm2 crop spacing. There were significant positive correlations between root variables and rice yield per hill. Although the younger seedling reduced date of flowering as well as harvesting age, both seedling age and crop spacing did not affect total rice yield.
Kajian Infeksi Xanthomonas oryzae pv oryzae Terhadap Beberapa Genotipe Padi : Hubungan Kandungan Hara dengan Intensitas Penyakit Y. Suryadi dan T. S. Kadir
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2008): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.1545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji tanggap beberapa materi genotipe/varietas padi di lapangan terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB) serta kaitannya dengan kadar nutrisi yang dianalisis setelah proses infeksi terjadi. Daun yang terinfeksi HDB menunjukkan kadar hara N dan P yang relatif tidak jauh berbeda; tetapi kandungan K dan protein terutama pada genotipe IR BB5 (xa-5) dan IR BB7 (Xa-7) sedikit lebih tinggi dibanding varietas lainnya. Cisadane yang menunjukan keparahan HDB paling rendah mempunyai kandungan N, P, K dan protein terkecil. Kandungan gula tanaman padi yang diuji bervariasi dengan kisaran 0,29% sampai 1,33%; masing-masing dengan kadar gula reduksi (GR) tertinggi pada genotipe/varietas Cisadane dan terendah pada varietas IR 64. Kandungan gula dalam tanaman padi tampaknya mempengaruhi ketahanan terhadap infeksi HDB. Umumnya makin tinggi kadar gula tanaman padi semakin menunjukkan keparahan HDB yang rendah dan sebaliknya. Demikian pula semakin tinggi nisbah GR/N akan semakin mengurangi kejadian HDB maupun keparahan HDB pada padi. Berdasarkan hasil monitoring ras dominan Xanthomonas oryzae pv oryzae (XOO) yang ada di lokasi percobaan baik terhadap kejadian maupun keparahan penyakit HDB dapat disimpulkan bahwa ras yang menginfeksi padi di lokasi Ciranjang-Cianjur pada MH 2007 adalah kelompok ras IV karena tidak satupun dari varietas diferensial yang diuji bereaksi tahan terhadap patogen XOO; yang ditunjukkan dengan kisaran keparahan penyakit HDB dari 20,3% sampai 83,3%.
Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang Dipupuk dengan Tandan Kosong dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sapto Prayitno, Didik Indradewa, dan Bambang Hendro Sunarminto
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2008): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) terhadap tanah, pertumbuhan vegetatif tanaman, produktivitas tanaman dan mengetahui jenis limbah pabrik kelapa sawit yang paling baik. Penelitian lapangan dilaksanakan mulai bulan Oktober-Desember 2007. Lokasi penelitian dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) unit usaha Rejosari, Natar, Lampung Selatan.Penelitian ini menggunakan kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM) 23 yang sudah diberi perlakuan: (1) Pemberian limbah padat tandan kosong sejak tahun 1998 yang diberikan setahun sekali dengan dosis 20 ton/Ha. (2) Pemberian limbah cair kelapa sawit sejak tahun 1998 yang diberikan setiap hari dengan dosis 4,25 m3/ha/hari. (3) Pemupukan anorganik saja tanpa penambahan limbah pengolahan kelapa sawit dengan dosis 2,75 kg/pohon Urea, 2,25 kg/pohon TSP, 2,25 kg/pohon MOP, 3,75 kg/pohon Dolomit per tahun aplikasi (Rekomendasi Pemupukan PTPN VII Unit Usaha Rejosari tahun 2007). Masing-masing perlakuan diulang delapan kali dan terdapat 10 tanaman sebagai sub sample pada setiap ulangan, memanfaatkan hamparan pertanaman kelapa sawit TM 23.Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Aplikasi limbah pabrik kelapa sawit (PKS) dapat meningkatkan kualitas sifat fisik, kimia dan biologi tanah dan pertumbuhan sehingga produktivitas tanaman juga meningkat. (2) Penggunaan limbah cair kelapa sawit meningkatkan jumlah tandan sebesar 54,89 %, rerata berat tandan sebesar 8,9 % dan produktivitas sebesar 70,62 %. (3) Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit meningkatkan jumlah tandan 18,6 %, rerata berat tandan 4,3 % dan produktivitas sebesar 25,03 %.
Keragaan Beberapa Varietas Padi (Oryza spp) pada Kondisi Cekaman Kekeringan dan Salinitas Kurniasih, Taryono, dan Toekidjo
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2008): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.1547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan kemampuan berproduksi lima varietas tanaman padi yang ditanam pada kondisi cekaman kekeringan dan salinitas. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Tri Dharma Fakultas Pertanian UGM.Penelitian terdiri atas tiga faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan untuk uji lapangan dan empat ulangan untuk uji perkecambahan. Lima varietas padi, yaitu L. Kuning, L. Tesan, Ramos, Anak Daro dan Lumbuk sebagai faktor pertama. Kadar garam 0 mM, 100 mM, 200 mM dan 300 mM sebagai faktor kedua dan faktor ketiga adalah frekuensi penyiraman, yaitu dua, empat dan enam hari sekali. Pada uji perkecambahan faktor ketiga adalah konsentrasi PEG, yaitu 0 %, 20 % dan 40 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara ketiga faktor. Terdapat interaksi yang nyata antara varietas dengan kadar garam pada sifat panjang akar utama, berat kering akar, berat kering tajuk, rasio akar tajuk dan tinggi tanaman. Terdapat interaksi nyata antara varietas dengan frekuensi penyiraman pada sifat jumlah malai, rasio akar tajuk dan jumlah anakan. Terdapat beda nyata antar varietas pada sifat tinggi tanaman, panjang akar utama, jumlah malai, panjang malai, berat kering akar, berat kering tajuk, rasio akar tajuk, jumlah anakan, berat 100 biji, dan umur berbunga. Dari kelima varietas yang digunakan, varietas yang cenderung tahan dari cekaman kekeringan dan garam adalah varietas Anak Daro karena memiliki nilai terbaik pada sifat panjang akar utama, berat kering akar, jumlah anakan, berat kering akar, berat kering tanaman, rasio akar tajuk dan mempunyai umur tanaman mati paling lama.
Kombinasi Pupuk Organik-NPK dalam Rotasi Tanaman Berbasis Padi untuk Peningkatan Sifat Kimia Tanah dan Hasil Padi Oktavia S. Padmini, Tohari, Djoko Prajitno, dan Abdul Syukur
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2008): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.1548

Abstract

Tujuan penelitian adalah memperbaiki sifat kimia tanah dan meningkatkan hasil padi dalam rotasi ranaman berbasis padi. Percobaan lapangan dilaksanakan di Kabupaten Sragen bulan Juli 2005 sampai Juli 2006. Percobaan musim tanam I menggunakan perlakuan faktor tunggal, yakni macam residu tanaman yang disusun dalam RCBD terdiri atas 3 perlakuan, yaitu residu padi, kacang tanah dan kedelai. Percobaan tahap II dan III menggunakan rancangan petak terbagi yang disusun dalam RCBD, diulang 3 kali. Petak utama adalah residu tanaman, berasal dari pengembalian sisa hasil tanaman percobaan musim tanam I. Anak petak adalah pupuk organik merupakan percobaan musim tanam II dan III, terdiri atas 7 aras yaitu pupuk organik + NPK dosis rekomendasi, pupuk organik + NPK dosis optimum, pupuk organik + NPK dosis petani, NPK dosis rekomendasi, NPK dosis optimum, NPK dosis petani dan tanpa pupuk.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan organik, N-total dan K-tertukar pada ketiga macam rotasi tanaman tidak berbeda nyata. Kadar P-tersedia pada rotasi tanaman padi-padi-padi baik dengan maupun tanpa pupuk organik nyata lebih tinggi dibandingkan dengan legum-padi-padi. Produktivitas padi pada rotasi tanaman legum-padi-padi nyata lebih tinggi dibandingkan dengan rotasi tanaman padi-padi-padi. Pupuk organik mampu mensubtitusi pupuk NPK sebesar 30%.
Kajian Keragaman dan Heritabilitas Kandungan β-Karoten Progeni Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tipe Dura Nur Hayatun, Taryono, Supriyanta, Reza Indriadi, dan Tony Liwang
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2008): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.1549

Abstract

Peningkatan kandungan β-karoten pada CPO saat ini menjadi prioritas utama pemuliaan tanaman kelapa sawit. Pemuliaan dapat dilakukan terhadap populasi yang memiliki keragaman dan daya waris terhadap sifat kandungan β-karoten tinggi. Hal inilah yang mendasari dilaksanakannya penelitian dengan tujuan mengetahui keragaman, heritabilitas dan korelasi kandungan β-karoten dengan karakter komponen hasil Progeni kelapa sawit tipe dura di kebun induk PT. DMS. Penelitian dilaksanakan di kebun induk Dami Mas Seed Estate (DMSE) dan Laboratorium Analisis Tandan DMSE PT. DMS, Kampar, Riau, serta Laboratorium Kimia Organik Balai Penelitian SMARTRI Libo, PT. Smart. Tbk, Siak. Riau. Bahan tanam yang digunakan terdiri dari 11 progeni dura.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa progeni kelapa sawit tipe dura di kebun induk PT. Dami Mas Sejahtera memiliki kandungan β-karoten relatif tinggi. Progeni 09 memiliki kandungan β-karoten tertinggi dengan keragaman dalam progeni sangat tinggi, sangat baik sebagai bahan pemuliaan. Kandungan β-karoten progeni kelapa sawit tipe dura mempunyai nilai koefisien variasi genetik (KVG) dan heritabilitas yang relatif tinggi. Koefisien Variasi Genetik berat tandan relatif agak tinggi, namun Koefisien Variasi Genetik persentase buah per tandan, berat buah, persentase mesokarp per buah, dan persentase minyak per mesokarp relatif rendah. Berat tandan, persentase buah per tandan, persentase mesokarp per buah memiliki nilai heritabilitas yang tinggi, namun berat buah dan persentase minyak per mesokarp heritabilitasnya rendah. Kandungan β-karoten berkorelasi negatif dengan berat buah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): December Vol 10, No 2 (2025): August Vol 10, No 1 (2025): April Vol 9, No 3 (2024): December Vol 9, No 2 (2024): August Vol 9, No 1 (2024): April Vol 8, No 3 (2023): December Vol 8, No 2 (2023): August Vol 8, No 1 (2023): April Vol 7, No 3 (2022): December (In Press) Vol 7, No 3 (2022): December Vol 7, No 2 (2022): August Vol 7, No 1 (2022): April Vol 6, No 3 (2021): December Vol 6, No 2 (2021): August Vol 6, No 1 (2021): April Vol 5, No 3 (2020): December Vol 5, No 2 (2020): August Vol 5, No 1 (2020): April Vol 4, No 3 (2019): December Vol 4, No 2 (2019): August Vol 4, No 1 (2019): April Vol 3, No 3 (2018): December Vol 3, No 2 (2018): August Vol 3, No 1 (2018): April Vol 2, No 3 (2017): December Vol 2, No 2 (2017): August Vol 2, No 1 (2017): April Vol 1, No 3 (2016): December Vol 1, No 2 (2016): August Vol 1, No 1 (2016): April Vol 18, No 3 (2015): December Vol 18, No 2 (2015): August Vol 18, No 1 (2015): April Vol 17, No 1 (2014): Juni Vol 16, No 2 (2013): Desember Vol 16, No 1 (2013): Juni Vol 15, No 2 (2012): Desember Vol 15, No 1 (2008): Juni Vol 14, No 2 (2007): Desember Vol 14, No 1 (2007): Juni Vol 13, No 2 (2006): September Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 2 (2005): Desember Vol 12, No 1 (2005): Juni Vol 11, No 2 (2004): Desember Vol 11, No 1 (2004): Juni Vol 10, No 2 (2003): Desember Vol 10, No 1 (2003): Juni Vol 9, No 2 (2002): November Vol 9, No 1 (2002): Juni Vol 8, No 2 (2001): November Vol 8, No 1 (2001): Juni Vol 7, No 2 (2000): November Vol 7, No 1 (2000): Juli Vol 6, No 2 (1998): September Vol 5, No 4 (1994): September Vol 5, No 3 (1993): September Vol 5, No 2 (1992): September Vol 5, No 1 (1992): April Vol 4, No 8 (1992): Februari Vol 4, No 7 (1991): September Vol 4, No 6 (1991): Juli Vol 4, No 5 (1989): Februari Vol 4, No 4 (1987): Februari Vol 4, No 3 (1986): Juli Vol 4, No 2 (1986): April Vol 4, No 1 (1986): Februari Vol 3, No 8 (1984): Juli Vol 3, No 7 (1984): April Vol 3, No 6 (1984): Februari Vol 3, No 5 (1982): Desember Vol 3, No 4 (1981): Desember Vol 3, No 3 (1981): Oktober Vol 3, No 2 (1981): Agustus Vol 3, No 1 (1981): Juni Vol 2, No 8 (1980): Oktober Vol 2, No 7 (1980): Juni Vol 2, No 6 (1979): Mei Vol 2, No 5 (1978): Desember Vol 2, No 4 (1978): Juli Vol 2, No 3 (1977): Desember Vol 2, No 2 (1977): Juni Vol 2, No 1 (1976): Desember Vol 1, No 8 (1976): Desember Vol 1, No 7 (1973): Mei Vol 1, No 6 (1972): Juni Vol 1, No 5 (1970): Juni Vol 1, No 1-2 (1969): Agustus-Desember Vol 1, No 4 (1969): Desember Vol 1, No 3 (1969): Mei More Issue