cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285732331291
Journal Mail Official
admin@jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa
ISSN : -     EISSN : 29870135     DOI : 10.59837
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 96 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 7 (2024): September" : 96 Documents clear
Pengembangan Potensi Lokal Pada Eduwisata Perlebahan di Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Nugraha, Aditya Pratama; Madani, Ananda Dini; Damayanti, Ghea Azzura; Faturrohman, Luluk Fauziyah; Fathurahman, Muhammad Ramadhan; Insani, Muhamad Ridho; Fadillah, Rifky Arief; Triana, Xenny Sephia; Kurniasih, Imas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1397

Abstract

Potensi lokal yang berada di Kabupaten Garut sangatlah beragam dengan beberapa aspek seperti ekonomi, budaya bahkan pariwisatanya. Pada Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut terdapat wisata yang dapat menjadi wisata unggulan jika pengembangan potensi tersebut dapat secara maksimal di dukung dan dilakukan. Eduwisata Perlebahan merupakan salah satu potensi lokal yang dapat dikembangkan guna membantu perekonomian masyarakat sekitar.  Eduwisata Perlebahan Desa Pasawahan merupakan inisiatif pariwisata edukasi berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mempromosikan praktik budidaya lebah yang berkelanjutan. Terletak di Desa Pasawahan, program ini mengintegrasikan peternakan lebah tradisional dengan kegiatan edukatif, memungkinkan pengunjung untuk mempelajari proses produksi madu, spesies lebah, serta pentingnya lebah dalam ekosistem. Inisiatif ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung, tetapi juga menjadi sumber pemberdayaan ekonomi bagi para petani dan penduduk setempat. Program ini menekankan pentingnya konservasi dengan mengajarkan metode budidaya lebah yang berkelanjutan, serta menyoroti peran penting lebah dalam penyerbukan dan menjaga keanekaragaman hayati. Pengunjung, termasuk siswa dan wisatawan ekologis, dapat mengikuti lokakarya, tur terpandu ke peternakan lebah, dan demonstrasi ekstraksi madu. Pendekatan edukatif ini mendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang keterkaitan antara pertanian, ekosistem, dan komunitas lokal. Melalui Eduwisata Perlebahan, Desa Pasawahan telah bertransformasi menjadi model ekowisata yang menggabungkan pendidikan, konservasi, dan budaya lokal. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan perekonomian desa, tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian populasi lebah lokal serta pengetahuan tradisional. Eduwisata Perlebahan dengan demikian menjadi contoh potensial bagi pariwisata pedesaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan keterlibatan komunitas.
Sosialisasi Dan Edukasi Pengomposan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Media Komposter Ember Tumpuk Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Di Desa Mekargalih Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut Lestari, Dwintha; Azzahra, Fatimah; Suparman, Dini Ashifah; Rabbany, Adny Nuryr; Pitriasari, Leny; Al-Kautsar, Ahmad Satria; Andini, Nabila Putri; Indriani, Seni; Kaufua, Al Kahfi; Kusumo, Aryo; Al-Allim, Firstsonof Bino
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1398

Abstract

Sampah organik dapat membawa dampak buruk terhadap lingkungan. Salah satu bencana yang paling terkenal di Indonesia akibat sampah organik terjadi pada tanggal 21 Februari 2005, dimana TPA Leuwigajah meledak dan membuat 2 Desa menghilang dari peta serta menewaskan 157 jiwa. Bencana ini dikenang sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Sektor rumah tangga menjadi pemasok sampah terbesar daripada sumber sampah lainnya (KLHK, 2020). Sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah dari sumber dan penerapan gaya hidup berkelanjutan menjadi amat penting dilakukan agar terjadi penurunan angka volume sampah yang masuk ke TPA. Potensi sampah yang dihasilkan masyarakat Desa Mekargalih yang memiliki 9622 penduduk yang jika dikalikan dengan standar jumlah sampah yang dihasilkan per individu berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yaitu 0,44 kg/orang maka diperoleh potensi sampah sebanyak 42,33 ton. Jumlah sampah yang telah terkelola sekitar 30% saja dari keseluruhan potensi sampah yang dihasilkan. Menanggapi hal tersebut Kelompok 57 KKN Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) mengusung inovasi pengomposan berskala kecil setingkat RT/RW yaitu komposter ember tumpuk. Komposter ember tumpuk diharapkan menjadi alternatif solusi dalam rangka mengurangi volume sampah organik yang tidak terkelola dengan baik pada sektor rumah tangga di Desa Mekargalih.
Perancangan dan Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Di Kampung Cukang Kawung Desa Sirnajaya Garut Qudus, Ar Ruhul; Almardiyah, Aulia Zakiyah; Maulana, Cecep Agus; Ahsan, Muhammad Tazakka; Tauhid, Maulana Fahmi; Febrianti, Resy; Azzahra, Siti Fatimah; Wulandari, Tiara Dewi; Padilia, Tri Putri; Listiani, Yunita Puji; Hirzi, Aziz Taufik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1399

Abstract

Kampung Cukangkawung, Desa Sirnajaya, Kabupaten Garut, memiliki potensi besar untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) guna memenuhi kebutuhan energi listrik lokal. PLTMH memanfaatkan aliran air yang stabil untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik, menjadikannya solusi yang efisien bagi daerah pedesaan yang kaya akan sumber daya air. Dengan kapasitas mencapai 150watt, teknologi ini mampu menyediakan energi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan mendukung pemberdayaan masyarakat lokal. PLTMH adalah salah satu jenis pembangkit listrik yang termasuk dalam kategori Energi Baru Terbarukan (EBT). PLTMH menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan selain energi fosil, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan merancang PLTMH menggunakan bahan bekas seperti velg sepeda dan pipa PVC. Hasilnya, PLTMH memberikan solusi ramah lingkungan dan berbiaya rendah untuk masyarakat pedesaan. Namun, efisiensi sistem masih rendah (30%) karena keterbatasan peralatan dan debit air. Proyek ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan akses listrik dan memberdayakan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kuliah Kerja Nyata: Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Bina Damai Di SDN 4 Sirnajaya Kabupaten Garut Qudus, Ar Ruhul; Almardiyah, Aulia Zakiyah; Maulana, Cecep Agus; Ahsan, Muhammad Tazakka; Tauhid, Maulana Fahmi; Febrianti, Resy; Azzahra, Siti Fatimah; Wulandari, Tiara Dewi; Padilia, Tri Putri; Listiani, Yunita Puji; Hirzi, Aziz Taufik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1400

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud nyata dari tugas mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni aspek pengabdian. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Sirnajaya maka terjadi sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai wujud knowledge democracy. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pemberian pemahaman kepada siswa SDN 4 Sirnajaya tentang pentingnya perdamaian guna turut menekan kasus patologi sosial di Indonesia melalui bina damai dengan pendekatan psikoedukasi. Kegiatan bina damai ini menghasilkan analisis yang mengindikasikan bahwa dalam mengurangi angka patologi sosial berkaitan dengan siswa sekolah dasar diperlukan edukasi karakter cinta damai melalui pembinaan, penguatan komitmen dan kampanye damai di lingkungan sekolah. Adanya kerjasama dari berbagai elemen pendidikan, masyarakat dan keluarga dapat memberikan kontribusi signifikan untuk membentuk ekosistem damai bagi pertumbuhan putra bangsa di usia sekolah dasar.
Pendekatan Intradisipliner Dalam Sosialisasi Bahaya Dan Strategi Penanganan Kecanduan Gadget Pada Anak Di Garut Pramesti, Andhini Fauziyah; Usman, Irianti; Romdona, Elsya Nurvita; Putra, Irsyad Nabalah Yudiantara; Mubarok, Raihan; Rahma, Nida Aulia; Pratiwi, Arini Setya; Ulwiyyah, Hilwa; Fatahna, R Al Fathan; Faadhilah, Naufal; Nugraha, Rosyada
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1401

Abstract

Peningkatan penggunaan gadget, khususnya smartphone, meningkat pesat di Indonesia, mencakup hampir semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Berdasarkan survei APJII 2017, terdapat 143,26 juta pengguna internet di Indonesia, dengan jenis perangkat yang paling sering digunakan adalah smartphone. Survei menunjukkan bahwa 98% anak sudah mengetahui tentang internet, dan 79,5% di antaranya adalah pengguna internet. Penggunaan gadget di kalangan anak-anak dapat memberikan dampak positif dan juga dampak negatif terhadap perkembangan mereka. Pada masa golden age, anak-anak mengalami perkembangan fisik dan psikologis yang signifikan, sehingga intervensi yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan mereka. Orang tua berperan penting dalam mendampingi anak dalam penggunaan gadget. Dalam hal ini, KKN kelompok 71 Universitas Muhammadiyah Bandung merespons permasalahan di Kampung Tegallega ini dengan mengadakan program sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan edukasi terkait bahaya dan strategi penanganan kecanduan gadget pada anak. Dengan pendekatan interdisipliner dari berbagai latar belakang program studi mahasiswa KKN, masyarakat Tegallega mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai dampak dan solusi dari kecanduan gadget, baik dari segi kesehatan fisik, mental, sosial, keagamaan, dan keuangan, . Program ini berfungsi sebagai forum diskusi sekaligus katalisator perubahan sosial positif bagi masyarakat Kampung Tegallega. Dengan metode sharing session yang terdiri dari berbagai tahapan. Yaitu, koordinasi dan persiapan kegiatan yang meliputi penentuan tempat dan waktu pelaksanaan serta pembuatan materi, penyampaian informasi kepada peserta sosialisasi secara langsung maupun dengan pamflet, dan pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diadakan di dua tempat berbeda dengan peserta yang berbeda pula agar informasi dan diskusi yang kami adakan lebih menyebar luas kepada warga Kampung Tegallega, Desa Langensari. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini melibatkan sesi diskusi interaktif dan penyampaian materi melalui presentasi, dengan penerimaan positif dari masyarakat setempat. Masyarakat pun menyambut baik dengan turut aktif dalam kegiatan serta dengan respon positif bahwasannya sangat terbantu dengan apa yang disampaikan.
Sosialisasi Legalitas Usaha Bagi UMKM Dalam Pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) Di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan Fathanudien, Anthon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1404

Abstract

Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan dengan target pelaku usaha UMKM. Pelaku usaha tersebut meliputi pelaku usaha jasa bengkel, snack dan jajan tradisional dan lain sebagainya. Kegiatan PkM dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai faktor-faktor pendukung kegiatan usaha yaitu faktor legalitas usaha dalam pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) agar kegiatan usaha yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada profit semata, melainkan kegiatan usaha dapat terus berkembang di masa mendatang dengan memperhatikan dan menerapkan faktor pendukung kegiatan usaha. Dengan demikian kegiatan PkM diselenggarakan berupa sosialisasi mengenai legalitas usaha khususnya mengenai pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan legalitasnya Sosialisasi tersebut disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi oleh pelaku usaha UMKM yaitu dalam pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap persiapan meliputi pra survei, pembentukan tim, pembuatan dan pengajuan proposal, korrdinasi tim dan mitra serta persiapan alat dan bahan pelatihan. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan program berupa sosialisasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan (pemaparan materi) dan diskusi serta pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha). Tahap ketiga yaitu tahap evaluasi dan pelaporan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi mitra sebelum dan sesudah pelaksanaan program dengan metode wawancara dan observasi. Setelah itu, dilakukan penyusunan laporan untuk selanjutnya dilakukan publikasi.Materi yang disampaikan dalam sosialisasi berupa pengenalan dan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) serta legalitasnya, pengenalan dan pembuatan NIB (Nomor Pokok Berusaha) sebagai strategi pemasaran pengenalan mekanisme strategi pemasaran guna peningkatan penjualan. Hasil dan luaran kegiatan setelah dilaksanakan sosialisasi yaitu pertama, pelaku usaha mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) dalam legalitas usahanya. Selain itu terdapat pelaku usaha yang mulai menerapkan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) sebagai upaya memperoleh perlindungan hukum terhadap usahanya. Kedua, pelaku usaha juga mengalami peningkatan pemahaman mengenai usahanya sebagai strategi pemasaran dan pelaku usaha menerapkan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) yang menarik dan “menjual” bagi produk dan jasanya. Ketiga, pelaku usaha mengalami peningkatan pemahaman mengenai mekanisme strategi pemasaran dan pelaku usaha telah menerapkan media elektronik sebagai sarana promosi guna peningkatan penjualan. Dengan dilaksanakannya program ini, maka terjadi perbaikan tatanan nilai Masyarakat di bidang pendidikan khususnya bidang ilmu ekonomi dan hukum.

Page 10 of 10 | Total Record : 96