cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025)" : 25 Documents clear
Strategi Guru dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Baiturrahman Jempong Barat Kota Mataram: Teacher Strategies in Developing Gross Motor Skills in Chirdren Age 5-6 Years at Biturrahman Kindergarten, Jempong Barat, Mataram Sri Wahyuni; Diana, Raden Rachmy
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4054

Abstract

This research aims to determine the teacher’s strategies in developing gross motor skills of children aged 5-6 years, the teacher’s obstacles and solutions in developing children’s gross motor skills, as well as to determine the development of children’s gross motor skills at TK Baiturrahman Jempong Barat Mataram. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. While data analysis is carried out by data reduction, data presentation, and verification. Data validity checks are carried out by observation persistence and triangulation. Based on the research results, it shows that the teacher’s strategies in developing gross motor skills of children aged 5-6 years at TK Baiturrahman Jempong Barat Mataram have three kinds of strategies used, including: (1). Learning strategies through play. (2). Learning strategies through singing. (3). Group learning strategies. The obstacles faced by teachers in learning activities to develop children’s gross motor skills include: first, lack of teacher competence, second, child factors, and third, inadequate facilities. The development of children’s gross motor skills at TK Baiturrahman is said to be capable or developing well. Where children are able to imitate movements according to songs such as gymnastic movements and dance movements. In addition, children are able to walk on tiptoes. Children are able to walk forward and backward 10 steps, children are able to jump with 1 or 2 feet, children are able to combine squatting and jumping, and children are able to run fast without difficulty. This study highlights the importance of teacher creativity in selecting and modifying learning strategies to make physical activities enjoyable and suited to children’s needs. The research contributes to the development of early childhood education, particularly in the field of gross motor learning strategies based on play activities. Practically, the results of this study can serve as a reference for teachers and early childhood education institutions in designing more effective learning activities to stimulate children’s physical development while enhancing their health, self-confidence, and social skills.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun, kendala guru dan solusi dalam mengembangkan motorik kasar anak, serta mengetahui perkembangan motorik kasar anak di TK Baiturrahman Jempong Barat Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verification. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengembangkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Baiturrahman Jempong Barat Mataram memiliki tiga macam strategi yang digunakan antara lain: (1). Strategi pembelajaran melalui bermain. (2). Strategi pembelajaran melalui bernyanyi/lagu dan menari. (3). Strategi pembelajaran kelompok. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan motorik kasar anak antara lain: pertama, Kurangnya kompetensi guru, kedua faktor anak dan ketiga, fasilitas yang kurang memadai. Perkembangan motorik kasar anak di TK Baiturrahman sudah dikatakan mampu atau berkembang dengan baik. Dimana anak mampu menirukan gerakan sesuai lagu seperti gerakan senam dan gerakan saat menari. Selain Anak mampu berjalan dengan kaki dijinjit, Anak mampu berjalan maju dan mundur, anak mampu melompat dengan 1 atau 2 kaki, Anak mampu kombinasi jongkok lalu melompat dan anak mampu berlari cepat tanpa kesulitan.  Penelitian ini menunjukkan pentingnya kreativitas guru dalam memilih dan memodifikasi strategi pembelajaran agar kegiatan fisik menjadi menyenangkan serta sesuai dengan kebutuhan anak. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini, khususnya dalam bidang strategi pembelajaran motorik kasar berbasis aktivitas bermain. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru dan lembaga PAUD dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif untuk menstimulasi perkembangan fisik anak sekaligus meningkatkan kesehatan, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial mereka.
Dampak Kejadian Bullying Terhadap Perkembangan Sosial Emosional pada Anak Usia Dini di TK Pelita Desa Ubung Kaja: The Impact of Bullying on Early Childhood Social-Emotional Development at Pelita Kindergarten, Ubung Kaja Village Ni Luh Ayu Ariasih; Putra, Ida Bagus Komang Sindu
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4130

Abstract

Early childhood social and emotional development is part of the aspects of development in children that are closely related to the concept of socializing and emotions in children, it needs to be considered and directed so that its development becomes better over time and the increasing age of the child. During the age of children, especially at the age of 0 to 8 years, individuals are said to be early childhood who are vulnerable to the scope of friendship with play periods that are vulnerable to Bullying or Bullying behavior. Bullying has several forms, namely physical, verbal, and other forms. To prevent and deal with Bullying behavior in early childhood, it is necessary to contribute and coordinate between parents and teachers at school by giving children a firm understanding not to repeat it. Because Bullying behavior has a negative impact on the social-emotional development of Bullying perpetrators and victims of Bullying who are still at an early age. This research was conducted at TK Pelita Desa Ubung Kaja. This research method uses a qualitative method with the stages of observation of Bullying behavior in children and literature studies regarding Bullying cases that occur in early childhood from various scientific sources.   ABSTRAK  Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan bagian dari aspek perkembangan pada anak yang erat kaitannya dengan konsep bersosialisasi dan emosi pada anak, perlu diperhatikan dan diarahkan agar perkembangannya menjadi lebih baik seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia anak. Pada masa usia anak-anak khususnya pada usia 0 hingga 8 tahun, individu dikatakan sebagai anak usia dini yang rentan dengan ruang lingkup pertemanan dengan masa bermain yang rentan dengan perilaku Bullying atau perundungan. Bullying memiliki beberapa bentuk, yaitu fisik, verbal, dan bentuk lainnya. Untuk mencegah dan menangani perilaku Bullying pada anak usia dini, perlu adanya kontribusi dan koordinasi antara orang tua dan guru di sekolah dengan memberikan pemahaman yang tegas kepada anak untuk tidak mengulanginya. Karena perilaku Bullying memiliki dampak negatif bagi perkembangan sosial emosional pelaku Bullying dan korban Bullying yang masih berusia dini. Penelitian ini dilakukan di TK Pelita Desa Ubung Kaja. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan observasi perilaku Bullying pada anak dan studi literatur mengenai kasus Bullying yang terjadi pada anak usia dini dari berbagai sumber ilmiah.
Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Kegiatan Menjahit Pola: Efforts To Improve Speaking Skills Through The Storytelling Method Using Hand Puppets In Group A At TK Islam Bina Lembaga Maida Zahra Salsabila; Sudaryanti; Nazwa Salsabila Abidin
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4133

Abstract

ABSTRACT This study aims to improve the fine motor skills of children in group A2 BA Aisyiyah 2 Sengon, Prambanan Klaten District through sewing activities. This study used classroom action research (PTK) conducted collaboratively with the Kemmis & Mc Taggart research model. The subjects in this study were group A2 children aged 4-5 years, totaling 17 children. Data collection techniques used in this study were observation (checklist instrument) and documentation. The success criteria in this study are 76% of children in the criteria of Developing Very Well (BSB). The results in this study indicate that fine motor skills can be improved through pattern sewing activities. The increase in fine motor skills was seen in the pre-action which was 0.00%, cycle I increased to 35.29%, then in cycle II it increased again to 82.35%. So that it has met the success indicator of at least 76%. These results indicate that the action of sewing patterns can improve children's fine motor skills at BA Aisyiyah 2 Sengon, Prambanan Klaten District.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok A2 BA Aisyiyah 2 Sengon Kecamatan Prambanan Klaten melalui kegiatan menjahit. Penelitian ini menggunakan penelitian tin kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dengan model penelitian Kemmis & Mc Taggart. Subjek pada penelitian ini adalah anak-anak kelompok A2 usia 4-5 tahun yang berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi (instrumen checklist) dan dokumentasi. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 76% anak dalam kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus dapat ditingkatkan melalui kegiatan menjahit pola. Peningkatan motorik halus terlihat pada pra tindakan yaitu sebesar 0,00%, siklus I meningkat menjadi 35,29%, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 82,35%. Sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu minimal 76%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tindakan menjahit pola dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di BA Aisyiyah 2 Sengon Kecamatan Prambanan Klaten.
Revitalizing The Professionalism of Early Childhood Education Teachers As A Key to Improving The Quality of Early Childhood Education Services Laila Robiatul Adawiah; Sahrona Harahap; Devita Savitri; Mildayani Suhana; Siti Nurmaidah Varuq
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4397

Abstract

Revitalizing the professionalism of Early Childhood Education (ECE) teachers is an urgent need in order to enhance the quality of early childhood education services, particularly in rural areas such as Singajaya District, Garut Regency. ECE teachers are required not only to possess strong pedagogical competence, but also to adapt to the dynamics of the times and to understand the local characteristics of their students. This study aims to analyze strategies for revitalizing teacher professionalism as a key to improving the quality of educational services. A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. The research subjects consisted of ECE teachers in Singajaya District. Data were collected through observation, open-ended questionnaires, focus group interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that enhancing teacher professionalism can be achieved through locally-based training, the establishment of teacher learning communities, educative supervision, and regulatory support from local governments. Moreover, integrating local cultural values into the learning process is a critical strategy in developing reflective and adaptive educators. The study concludes that revitalizing teacher professionalism not only improves individual competencies but also strengthens a more responsive and higher-quality ECE service ecosystem.
Penggunaan Gawai Berdampak pada Psikososial Anak Usia Dini : Pendekatan Naratif Inquiri Berbasis Studi Kasus: The Impact of Gadget Use on Early Childhood Psychosocial Development: A Case Study-Based Narrative Inquiry Approach Hidjanah, Hidjanah; Ferianti, Nurdini; Dtakiyyatuddaaimah, Dtakiyyatuddaaimah; Khoerul , Muhammad; Ajijah, Nita
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4441

Abstract

This study aims to describe the role of parents in accompanying children in dealing with gadget use among Early Childhood Education (ECE) students and its impact on psychosocial development. The research employed a qualitative method with a narrative inquiry approach based on a case study at an Early Childhood Education (PAUD) institution in Parung, Bogor. The participants of this study included parents and students at PAUD Parung, Bogor. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The findings indicate that the intensity of gadget use among early childhood students in PAUD Parung, Bogor is relatively high, with usage exceeding one hour per day. The applications most frequently accessed by the children were YouTube and games. Furthermore, the study revealed that some children experienced psychosocial disturbances, such as sadness, crying, anger, drastic mood swings (e.g., sudden tantrums), social withdrawal, and a loss of interest in friends and activities they usually enjoy. The role of parents in managing gadget use among early childhood students at PAUD Parung, Bogor involved four (4) preventive efforts: Monitoring and accompanying children, Discussing the impacts and benefits of gadget use with children, Setting time limits for gadget use, and Providing alternative activities (distraction).   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran yang dilakukan orang tua dalam mendampingi anak dalam menghadapi penggunaan gawai pada Anak Usia Dini yang berdampak pada Psikososial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan naratif inquiri berbasis studi kasus pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Parung Bogor. Sedangkan partisipan dalam penelitian ini mencakup orang tua dan peserta didik di PAUD Parung Bogor. Data diperoleh dengan melalui observasi , tehnik wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Penggunaan Gawai pada Anak usia dini di PAUD Parung Bogor intensitasnya tergolong cukup tinggi yaitu diatas satu jam penggunaan, aplikasi yang dibuka anak selama menggunakan gawai adalah Youtube dan Game. Selain penelitian ini juga menghasilkan temuan bahwasannya beberapa anak mengalami gangguan psikososial. Seperti sedih, menangis, marah, suasana hati berubah drastis seperti tiba-tiba mengamuk, menarik diri dari lingkungan sosial dan hilangnya minat pada teman dan kegiatan yang biasanya mereka nikmati. Peran orang tua dalam menghadapi penggunaan gawai pada anak usia dini yang ditemukan di PAUD Parung Bogor, terdapat 4 (empat) upaya preventif, yaitu: (1) pengawasan dan pendampingan anak, (2) Diskusi dampak dan manfaat gawai dengan anak, (3) penetapan batas waktu penggunaan gawai, dan (4) adalah pengalihan.

Page 3 of 3 | Total Record : 25