cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang
ISSN : 2829386X     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.1529/kp
Core Subject : Education,
Bookchapter Kimia Universitas Negeri Semarang adalah terbitan ilmiah berkualitas tinggi di bidang pendidikan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "No. 3 (2022)" : 7 Documents clear
PENDIDIKAN POLITIK GENERASI MUDA MELALUI GERAKAN VOLUNTARISME KOMUNITAS MILENIAL
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 3 (2022)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i3.48

Abstract

Saat ini generasi muda sering ditempatkan sebagai objek daripada sebagai subjek politik, sehingga menciptakan generasi milenial yang apatis terhadap dunia politik. Padahal kesadaran politik generasi milenial akan mampu membawa perubahan politik bangsa yang lebih baik. Oleh sebab itu pendidikan politik generasi muda perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan partisipasi mereka dalam ranah politik dan kebijakan. Pendidikan politik yang efektif bagi generasi muda perlu dilakukan dengan “learning by doing” dan berprinsip “dari anak muda, oleh anak muda, dan untuk anak muda”. Model Pendidikan politik yang cocok untuk generasi milenial sebagai net generation adalah pendidikan politik berbasis pada media digital. Bentuknya adalah aktivisme kerelawanan (voluntarisme) karena cocok dengan tipikal milenial yang sangat menghargai individu dan independen tanpa terikat struktur. Aktivitas voluntarisme dalam wadah komunitas milenial merupakan media sosialisasi pendidikan politik yang efektif. REKOM sebagai gerakan voluntarisme anak muda adalah best practice pendidikan politik yang mampu menumbuhkan kesadaran, keterlibatan, dan partisipasi generasi milenial dalam arena politik lokal khususnya dalam konteks Pilkada Serentak tahun 2020 di Kabupaten Semarang.
PROGRAM KELURAHAN PENGAWASAN: MODEL PENGAWASAN PARTISIPATIF PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) SERENTAK KOTA SEMARANG TAHUN 2020
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 3 (2022)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i3.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model pengawasan partisipatif Pilkada serentak Kota Semarang dan faktor-faktor yang menghambat program kelurahan pengawasan sebagai model pengawasan partisipatif pada Pilkada serentak tahun 2020.. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian meliputi 3 (tiga) kelurahan di Kota Semarang yang ditetapkan oleh Bawaslu Kota Semarang pada tahun 2019 sebagai Kelurahan Pengawasan yaitu Kelurahan Kandri, Tandang, dan Mangkang Wetan. Fokus penelitian adalah program kelurahan pengawasan dan faktor-faktor penghambat program kelurahan pengawasan partisipatif pada Pilkada tahun 2020. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dan diuji validitasnya dengan menggunakan triangulasi data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan implementasi model pengawasan partisipatif Pilkada dilaksanakan oleh Bawaslu Kota Semarang dengan membentuk kelurahan pengawasan sejak tahun 2019 melalui pendekatan topdown yaitu Komisioner Bawaslu berkoordinasi dengan seluruh elemen dan lembaga masyarakat tingkat kelurahan termasuk organisasi kepemudaan dan perempuan. Selanjutnya dilakukan sosialisasi kepemiluan dilanjutkan deklarasi (pemasangan plang) sebagai penanda diresmikannya kelurahan pengawasan. Faktor penghambat program kelurahan pengawasan adalah rendahnya pengetahuan masyarakat terkait pelanggaran Pilkada, prosedur pelaporan, keberanian melaporkan kasus dugaan pelanggaran, anggapan tugas mengawasi Pemilu semata-mata tugas Bawaslu, dan budaya ewuh pakewuh masyarakat Jawa.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER DAN KOMPETENSI
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 3 (2022)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i3.50

Abstract

Manajemen merupakan aktivitas yang menggabungkan berbagai sumber pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasisan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pembentukan karakter siswa membutuhkan waktu dan upaya. Upaya-upaya dilakukan agar dapat memperbaiki dan meningkatkan karakter siswa yang berkualitas. Pembentukan karakter dan kompetensi siswa dapat dilakukan melalui proses pembelajaran. Keberhasilan manajemen pembelajaran harus didukung oleh enam unsur yaitu man, material, maney, method, machine, dan minute. Selain karakter, kebutuhan kompetensi siswa sangat diperlukan saat ini. Kompetensi yang saat ini dibutuhkan antara lain komunikasi, kreatif, kolaborasi, inovatif, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Upaya dalam menghadapi tantangan kebutuhan kompetensi tersebut dapat dilakukan dengan manajemen pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis industri dan pembelajaran berbasis proyek kendaraan listrik. Dengan pembelajaran berbasis proyek dapat diperoleh peningkatan softskill dan hardskill. Peningkatan softkill antara lain Kerjasama atau kolaborasi, pemecahan masalah, dan komunikasi. Peningkatan kompetensi hardskill antara lain perancangan kendaraan listrik, CAD, fabrikasi, pembuatan bodi, dan sistem kelistrikan kendaraan. Dengan adanya peningkatan kompetensi diharapkan siswa mampu bekerja sesuai dengan kebutuhan dan tantangan saat ini.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN KOREOGRAFI DALAM KREATIVITAS KARYA TARI
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 3 (2022)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i3.51

Abstract

Masalah kreativitas sering ditemui dalam menciptakan suatu karya tari. Peserta didik seringkali kesulitan dalam menciptakan karya tari dengan kreativitas yang tinggi. Untuk mencapai kreativitas yang tinggi diperlukan adanya media pembelajaran yang tepat yang dapat meningkatkan pemahaman, kemampuan dan kreativitas peserta didik terhadap materi penciptaan karya tari secara praktis dan fleksibel. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat materi pengetahuan dan keterampilan dapat dengan mudah meningkatkan kreativitas dalam penciptaan karya tari yang meliputi pembuatan script tari, kreativitas gerak, dan komposisi tari. Media pembelajaran dapat membantu peserta didik mengeksplorasi berbagai pengetahuan baru tentang penciptaan karya tari yang kreatif. Media pembelajaran yang digunakan sebagai komunikasi yang terkandung makna, pesan, atau ide gagasan tertentu. Keindahan karya tari yang ditampilkan melalui media pembelajaran sebagai transformasi yang dapat dilihat dalam bentuk, dan makna secara visual. Akhirnya keberadaan karya tari dalam media pembelajaran koreografi sebagai bentuk apresiasi yang memiliki fungsi referensial. Materi karya tari dimanfaat secara maksimal yang dapat diakses setiap saat, dan kapanpun diperlukan. Antuasias peserta didik dalam belajar koreografi menjadi meningkat karena adanya stimulus yang terdapat pada media yaitu berupa teks, gambar, dan animasi.
BUDAYA BLUSUKAN DAN FAMILISME DALAM DEMOKRASI LOKAL (STUDI PEMILIHAN WALIKOTA SURAKARTA TAHUN 2020)
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 3 (2022)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i3.52

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan budaya blusukan sebagai strategi yang dilakukan pasangan Gibran-Teguh yang berhasil memenangkan Pemilihan Walikota (Pilwakot) Surakarta tahun 2020. Blusukan merupakan simbol tradisi identitas budaya Jawa yang diartikan suatu perilaku keluar masuk suatu tempat, sekedar mengenali kondisi secara alamiah, hingga sebutan bagi seseorang yang melakukan perjalanan ke tempat-tempat dimana masalah belum terungkap. Semenjak tradisi ini digunakan oleh para kandidat dalam kampanye, maka blusukan lebih dimaknai secara politis sebagai salah satu strategi kampanye untuk memperkenalkan diri kepada publik, menyampaikan visi dan misi, serta mempengaruhi pilihan masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Kota Surakarta. Fokus pembahasan mengaitkan blusukan dan familisme pada Pilwakot Surakarta tahun 2020. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi serta diuji validitasnya dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan, blusukan yang dilakukan pasangan Gibran-Teguh mengadopsi strategi Jokowi pada konstestasi Pilkada Surakarta dan Pilpres. Inovasi baru berupa blusukan digital terbukti menjadi strategi kampanye efektif bagi masyarakat Surakarta yang masih kental dengan pola komunikasi interpersonal selain faktor familisme. Menguatnya dinasti politik mengindikasikan perlunya pembenahan proses rekruitmen politik sekaligus partisipasi publik dalam mengawal Pilkada agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas.
PERAN UNIVERSITAS DALAM MEMBENTUK ACADEMIC SELF EFFICACY MODERN ACCOUNTANT PADA ERA INDUSTRI 4.0
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 3 (2022)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i3.53

Abstract

Universitas adalah tempat di mana siswa dapat belajar tentang berbagai mata pelajaran dan mengembangkan berbagai kepribadian. Peran universitas yang sukses dalam mengembangkan akuntan masa depan dengan atribut self-efficacy harus dimaksimalkan. Agar berhasil di sekolah, siswa dengan Efikasi Diri Akademik yang tinggi harus mampu mengendalikan motivasi dan kemampuan kognitifnya, serta melakukan langkah-langkah yang tepat. Academic Self-Efficacy menjadi subyek penelitian ini, yang mencoba mengkaji temuan-temuan penelitian sebelumnya. Efikasi diri, komponen efikasi diri akademik, kinerja akademik, dan pengaruh hubungan antara efikasi diri akademik dan kinerja akademik semuanya dicari dalam database elektronik. Penelitian menunjukkan bahwa Academic Self-Efficacy dipengaruhi oleh pengaruh internal dan eksternal. Variabel internal meliputi keinginan untuk belajar, kemauan untuk bertahan, berbagai emosi, rasa tujuan, rasa karakter yang kuat, citra diri yang positif, rasa pencapaian, rasa penghargaan, rasa memiliki, dan rasa kompetensi. Selain itu, pengaruh eksternal mencakup hal-hal seperti rasa aman dan rasa memiliki seseorang, rasa tujuan dan kemampuan untuk mencapai tujuan mereka, tingkat keterampilan mereka dalam pemecahan masalah, tingkat paparan model peran positif dan pengaruh teman sebaya yang positif. Perguruan tinggi dapat memaksimalkan keterlibatannya dalam menghasilkan Akuntan Masa Depan dengan Academic Self-Efficacy dan kehalusan digital yang dapat bersaing di era industri 4.0 dengan mengenali faktorfaktor yang mempengaruhi Academic Self-Efficacy.
ASPEK PSIKOLOGIS DAN EKSPRESI UMPATAN OLAHRAGAWAN
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 3 (2022)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/kp.v1i3.54

Abstract

Kinerja olahraga dipahami dengan munculnya harapan positif dan negatif pada suatu hal. Harapan yang negatif akan membawa dampak negatif pada penampilan, sementara harapan yang positif akan membawa dampak positif pada penampilannya. Perolehan prestasi dan perilaku seorang olahragawan akan sangat berpengaruh terhadap prestasi dan karirnya di masa depan. Adaptasi olahragawan dengan kehidupan dan budaya berbeda ketika bergabung dalam program pelatihan dan pertandingan adalah sangat berperan. Umpatan adalah bentuk ekspresi yang sering diucapkan dalam komunikasi verbal sehari-hari, begitu juga pada olahragawan, saat berinteraksi olahragawan kadang melontarkan umpatan, umpatan adalah bentuk ekspresi yang sering diucapkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7