cover
Contact Name
Moh Hasan
Contact Email
hasansanza33@gmail.com
Phone
+6282335104319
Journal Mail Official
hasansanza33@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
As-Syifa Journal of Islamic Studies and History
ISSN : 29639395     EISSN : 29639395     DOI : https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i1.202
The journal As-Syifa welcomes papers from academics on theory, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religious practice. In particular, papers that consider the following common topics are invited. Islamic Education Islamic Studies Islamic Law Political Islam Islamic Economics Social Islam Islamic Culture Islamic History
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): JULI" : 6 Documents clear
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF DALAM HABITUASI HARI BERBAHASA ARAB JURUSAN KEAGAMAAN DI MA DARUL ULUM PURWOGONDO KALINYAMATAN JEPARA Ismail, Nur Mahmudi
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 1 No. 2 (2022): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v1i2.209

Abstract

The application of active learning in learning Arabic at MA Darul Ulum Purwogondo Kalinyamatan Jepara. The implementation of active learning is learning that is made so that students can take part in learning actively and fun. So that students have many roles in participating when the learning process takes place in order to improve the quality and satisfactory results. This study aims to determine the level of interest of students in Arabic subjects at MA Darul Ulum Purwogondo Kalinyamatan Jepara. This research is a qualitative research. Data collection techniques using the method of observation, interviews, and documentation. Research on the implementation of active learning in Arabic subjects majoring in religion at MA Darul Ulum Purwogondo Kalinyamatan Jepara has been going well by emphasizing Arabic-language students majoring in religion with the concept of an Arabic day every Sunday. In the process of implementing active learning for Arabic subjects, the teacher provided a stimulus or stimulus that aims to be motivated and understand what the learning objectives are to be studied. Active learning is carried out after the educator delivers the material by asking questions to students individually or in groups (if forming groups). Educators also give awards or rewards to groups that can answer questions from educators based on teams that work together correctly and well.
ANALISIS TAFSIR, TA’WIL DAN HERMENEUTIKA DALAM KEBERLANJUTAN SAINS Hartono, Hartono
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 1 No. 2 (2022): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v1i2.265

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami manfaat dan urgensi penafisiran kitab suci sebagai solusi dalam kehidupan. Metode penelitian menggunakan penelitian pustaka dan fakta lapangan selama beberapa waktu secara hati-hati dan teliti. Manfaat penelitian ini juga diharapkan memberi pemahaman tentang pentingnya ilmu tafsir, dalam artikel ini juga disajikan perbedaan dan persamaan antara tafsir, ta’wil dan hermeneutika dalam keberlanjutan ilmu pengetahuan. Memahami penjelasan dan menyingkap isi kandungan Al-Qur’an atau berusaha menampakkan segala hal yang masih tersembunyi dalam teks kitab suci hingga kitab suci benar-benar menjadi solusi dalam kehidupan.
KONTEKSTUALISASI DAN RELEVANSI UZLAH DI ERA GLOBALISASI DALAM PANDANGAN ULAMA’ Budiyanto, Budiyanto; Hasan, Moh
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 1 No. 2 (2022): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v1i2.267

Abstract

Dizaman modern sekarang ini, seiring dengan semakin majunya zaman, semakin banyak produk-produk elektronik yang canggih. Dengan semakin cangginya teknologi tersebut dunia serasa sempit, semua yang kita inginkan bisa terpenuhi dengan hitungan jam, menit, bahkan hitungan detik. Manusia semakin terbuai dengan kenikmatan duniawi, sehingga tak jarang jika kita temukan kemaksiatan-kemaksiatan diera modern sekarang ini. Seiring dengan semakin majunya zaman, pergaulan juga semakin bebas, tak pandang pria atau wanita yang bukan mahrom bercampur aduk. Dengan semakin bebasnya pergaulan yang tidak dibatasi oleh syariat (agama islam) maka akan menimbulkan rusaknya pergaulan dan meraja lelanya kemaksiatan. Jika kita lihat di era modern sekarang ini, sangat minim sekali orang-orang yang mau menjaga agamanya , serta keimanannya dengan baik dan serius. Dalam mengatasi hal tersebut, satu-satunya cara yang baik dalam menghadapi era globalisasi sekarang ini ialah dengan melakukan uzlah (menyendiri, menyepi, menghindari, menjauhi serta mengasingkan diri dari pergaulan umumm yang tercela.), karena kualitas keimanan kita menengah kebawah, maka satu-satunya cara untuk menyelamatkan keimanan kita ialah dengan ber’uzlah. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), sementara metode yang digunakan adalah studi maudhu’iy/tematik. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang terkait dengan penelitian ini melalui penelitian pustaka. Serta dalam menganalisis kajian ini menggunakan metode tematik, yaitu menghimpun ayat-ayat serta dalil yang berkenaan dengan uzlah dalam pandangan Ulama’ Klasik Hingga kontemporer. Seseorang dalam keadaan ini tidak seperti ber uzlah mengasingkan diri, tetapi membiasakan diri dengan menjaga agar hatinya tidak mengalami kehampaan spritual dan zikir kepada Allah Swt. Hatinya hidup dan mengingat Allah diberbagai kondisi, suasana, waktu dan aktivitasnya berorientasi pada kekhusukannya kepada Allah. Inilah memang tuntutan relevansi uzlah dalam tatanan dunia modern, dimana benturan zaman dan peradaban menjadikan seseorang dapat tergoyahkan jika terlena, namun malah sebaliknya jika benturan itu dapat diatasi dengan baik malah menjadi contoh dan konsep yang dapat terintegrasikan dengan baik. Layaknya seperti air dan minyak yang tidak pernah menyatu, tetapi dapat bergandengan, maka seseorang dalam hal ini harus dapat menggandeng peradaban dan nilai uzlah sebagai ajaran spritual Islam.
SUMBANGSIH DINASTI MAMLŪK UNTUK PERADABAN Zaimuddin, Zaimuddin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 1 No. 2 (2022): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v1i2.268

Abstract

Dinasti Mamlūk memimpin umat Islam pada fase terberat dalam sejarahnya, kala tentara Mongol berhasil menghancurkan Baghdad, ibu kota peradaban Islam, pada tahun 656 H. Dinasti Mamlūk berdiri pada tahun 648H. sampai tahun 922H. (1250-1571M), atau selama 274 tahun. Dinasti Mamlūk dibangun atas dasar militer, karena mamlūk adalah budak yang dibeli saat muda lalu diberi pendidikan militer, untuk kemudian dibebaskan dan diberi peran militer atau pemerintahan. Peran-peran besar dinasti Mamlūk jarang dijadikan objek penelitian sehingga banyak yang melupakannya. Setidaknya ada lima bidang kemajuan penting yang dicapai oleh dinasti Mamlūk, yaitu dalam bidang militer, pemerintahan, keagamaan, keilmuan, dan budaya. Dalam bidang militer, jasa terbesar dinasti Mamlūk adalah keberhasilannya mengalahkan pasukan Mongol dan mengembalikan kilau peradaban Islam. Dalam bidang pemerintahan, dinasti ini mengenalkan kepemimpinan wanita dan kepemimpinan mantan budak. Dalam bidang keagamaan, pada dinasti ini berkembang ajaran tasawuf dan semakin kokohnya ajaran Ahlu al-Sunnah wa al-Jama`ah dengan dibangunnya pusat keagamaan dan keilmuan. Begitu juga kemajuan dalam bidang keilmuan dapat dilihat dari hasil karya ilmiah yang dilahirkan di masa ini. Sedangkan dalam bidang budaya, dinasti Mamlūk mempromosikan peringatan hari-hari besar Islam, seperti maulid Nabi Muhammad
HAKIKAT PERANG DALAM ISLAM (STUDI LIVING HADIS QITᾹL) Rafida, Andi
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 1 No. 2 (2022): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v1i2.279

Abstract

Abstract This research attempts to study the hadith of war narrated by Imam Bukhāri. The results of this study indicate that war has two meanings, namely; physical and non-physical war. Physical war is divided into two, namely; War/ Jihad Mubada'ah and War/ Jihad Dafa'. Mubada'ah war is not justified in Islam because all humans currently live as brothers and sisters as fellow human beings. There are no Muslim or infidel labels in matters of muamalah / social interaction. As for war that aims to defend against enemy attacks, it is permissible to maintain self-dignity and religion. The humans allowed to fight are the infidels who attacked Islam. As well as wars that are allowed are wars that aim to survive and defend themselves when attacked by the enemy. Abstrak Penelitian ini berusaha untuk mengkaji hadis perang yang diriwayatkan oleh Imam Bukhāri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perang memiliki dua arti, yaitu; perang fisik dan non fisik. Perang fisik terbagi menjadi dua yaitu; Perang/ Jihad Mubada’ah dan Perang/ Jihad Dafa’. Perang Mubada’ah tidak dibenarkan dalam islam karena seluruh manusia saat ini hidup bersaudara sebagai sesame manusia. Tidak ada label muslim maupun kafir dalam urusan muamalah / interaksi sosial. Adapun perang yang bertujuan untuk bertahan dari serangan musuh, diperbolehkan untuk menjaga martabat diri maupun agama. Manusia yang diizinkan untuk diperangi adalah orang kafir yang menyerang islam. Serta peperangan yang diizinkan adalah peperangan yang bertujuan untuk bertahan dan membela diri saat diserang oleh musuh.
ANALISIS HADITH AHKAM BERBASIS WASIAT WAJIBAH Ubaidillah, M Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 1 No. 2 (2022): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v1i2.403

Abstract

Pada dasarnya, Tuhan menciptakan manusia disertai dengan perasaan senang dan bahagia. Terlebih jika dihadapkan dengan harta, maka perasaan senang dan bahagia tersebut akan semakin bertambah. Akan tetapi, perasaan senang dan bahagia tersebut suatu saat akan pupus manakala manusia memasuki usia lanjut dan tentunya sisa umurnya semakin sedikit. Sekalipun manusia sudah mendekati ajalnya, tetapi mereka masih berkeinginan untuk memberikan harta yang dimilikinya tersebut kepada orang lain yang disenanginya baik karena keturunannya, kerabatnya, dan lain sebagainya. Pengalihan hak kepemilikan harta terhadap orang lain pasca meninggalnya pihak pemilik harta, dimungkinkan melalui jalan waris dan bisa juga karena ada wasiat. Dalam perspektif hukum Islam, baik waris maupun wasiat mendapatkan legalitas formal. Hal ini dikarenakan adanya tabiat atau naluri manusia untuk mengalihkan hartanya kepada orang lain baik anggota keluarganya maupun orang lain yang tidak ada hubungan kekeluargaan demi terpeliharanya harta tersebut disamping juga karena adanya nass-nas shar‘i yang melegitimasinya. Namun, demi kepentingan efektifitas dan efisiensi pembahasan dalam makalah ini, penulis lebih memfokuskan kajiannya terhadap wasiat mulai dari definisi wasiat, hukum berwasiat, berwasiat kepada ahli waris, perkembangan makna wasiat, dan hal-hal lain yang ada kaitannnya dengan pembahasan wasiat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6