cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu, Pontianak Utara Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v6i1
Core Subject : Health, Education,
This journal has been published by Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Pontianak. All articles with subject of Nutrition from national and international researchers are welcome to be submitted to this journal. All published articles were peer-reviewed by reputable reviewers. All published articles were published in Pontianak Nutrition Journal include results of original scientific research and case studies in the field of : clinical nutrition and dietetics community nutrition Maternal and Child Nutrition Food Service Management Food Science and Technology sports nutrition molecular nutrition nutritional biochemistry functional food
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): September 2019" : 6 Documents clear
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TEPUNG KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS ATLANTIK DAN HASIL MODIFIKASI YANG DITANAM DI DATARAN MEDIUM Melia Siti Ajijah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.185 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i2.486

Abstract

Kentang merupakan tanaman yang harus ditanam di dataran tinggi pada ketinggian lebih dari 1000 mdpl dan memerlukan suhu optimum 18oC. Namun, saat ini sangat tidak memungkinkan membuka lahan terus-menerus untuk budi daya kentang karena akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti penebangan hutan, erosi, longsor dan banjir. Maka dilakukan pengembangan kentang di dataran medium (300-700 mdpl). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kimia tepung kentang varietas atlantik dari dataran tinggi serta tepung kentang atlantik dan hasil modifikasi secara Heat Moisture Treatment (HMT) yang ditanam di dataran medium. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan analisis uji-t pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kentang dataran tinggi lebih stabil dibanding tepung dataran medium dilihat dari nilai freeze thawing stability. Pada tepung hasil modifikasi HMT menunjukkan bahwa tepung lebih stabil dibanding tepung alami dari dataran medium dan dataran tinggi dilihat dari nilai swelling volume, solubility dan freeze thawing stability.
PENGARUH PEMBERIAN PISANG LAMPUNG (Musa Acuminata) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Sarah Sri Saprila
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.534 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i2.482

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang merupakan yang merupakan penyebab utama kematian seluruh dunia. Hipertensi berkaitan dengan pola makan tinggi natrium dan rendah kalium. Buah pisang lampung merupakan makanan yang tinggi kalium yang mempunyai efek untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pisang lampung (Musa Acuminata) terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi lansia. Metode Penelitian ini quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control grup pretest. Terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol, jumlah subjek masing-masing kelompok 15 orang. Kelompok perlakuan mendapat buah pisang lampung sebanyak 150 gr yang mengandung 537 mg kalium selama 7 hari. Asupan natrium, kalium, kalsium dan magnesium selama penelitian diamati dengan menggunakan metode  food recall 1 x 24 jam. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan analisis statistik menggunakan uji Paired t- test dan Independent t- test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian buah pisang lampung dapat menurunkan tekanan darah sistolik pada kelompok perlakuan (p < 0,05). Kesimpulan pemberian pisang lampung dengan dosis 150 gr dengan kandungan 537 mg setiap hari selama tujuh hari berturut-turut berpengaruh secara bermakna terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada hipertensi ringan.
KAJIAN PROSES PRODUKSI DADIH SUSU SAPI BERDASARKAN NILAI VISKOSITAS DENGAN PENAMBAHAN BAKTERI ASAM LAKTAT Firda Sari Anugerah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.487 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i2.487

Abstract

Susu sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung berbagai komponen gizi yang lengkap dan dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun berupa hasil olahan menjadi produk tertentu, seperti produk olahan fermentasi. Dadih adalah salah produk olahan susu yang mengalami proses fermentasi tradisional selama 24 hingga 48 jam didalam wadah bambu dengan kondisi anaerob. Dalam proses fermentasinya, beberapa penelitian mengatakan bahwa dadih mengandung bakteri asam laktat yang dapat dikategorikan sebagai bakteri probiotik dan diperkirakan berasal dari jenis Lactobacillus. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Response Surface Methodology (RSM) dengan variabel bebas yaitu rasio inokulum, persentase konsentrasi dan lama inkubasi. Jumlah variasi faktor (perlakuan) ditentukan dengan menggunakan model Experimental Design Box Behnken. Respon yang diamati ialah viskositas. Berdasarkan hasil analisis lack of fit, model yang diperoleh sesuai dengan respon penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang menggunakan RSM memiliki nilai koefisien determinasi (Adjusted-R2) sebesar 81,20%. Rasio inokulum, persentase konsentrasi dan lama inkubasi memiliki peran dalam menentukan nilai viskositas optimum pada dadih susu sapi.
KAJIAN KARAKTERISTIK MIE KERING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BAYAM HIJAU (Amaranthus Sp) Kornelia Sugiyarti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.724 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i2.483

Abstract

Bayam merupakan jenis sayuran yang mudah rusak, sehingga untuk pemanfaatannya menjadi sangat terbatas. Sementara bayam mempunyai kandungan Fe yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan yaitu membuat daun bayam menjadi tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bayam terhadap sifat kimia dan  tingkat kesukaan  pada mie kering. Metode penelitian menggunakan eksperimen atau percobaan. Panelis yang  digunakan dalam penelitian adalah panelis agak terlatih  berjumlah 25 orang  yang merupakan mahasiswa  jurusan gizi gizi tingkat III dan IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penambahan konsentrasi tepung bayam terhadap daya terima  mie kering  bayam  yang mencakup daya terima warna, aroma dan tekstur yang dibutikan dengan hasil  Uji Friedman p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum daya terima  panelis terhadap warna menunjukkan bahwa subtitusi tepung bayam penilain yang tertinggi yaitu dengan subtitusi tepung bayam 50% yaitu sebesar 3,48% sedangkan yang terendah subtitusi tepung bayam 75% yaitu sebesar 3,20%. Daya terima panelis terhadap aroma menunjukkan bahwa subtitusi tepung bayam penilaian yang  tertinggi yaitu dengan subtitusi tepung bayam 75% yaitu sebesar 3,56% sedangkan yang rendah subtitusi tepung bayam pada 25% yaitu 3,12%.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI TERHADAP STATUS GIZI PADA BADUTA USIA 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KECAMATAN SUNGAI RAYA Larasati Wulandari
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.457 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i2.484

Abstract

Pola pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak sesuai rekomendasi WHO adalah dengan memberikan hanya ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan, meneruskan pemberian ASI sampai anak berumur 24 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) kepada bayi mulai usia 6 bulan. Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah asupan makanan dan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan penyakit infeksi terhadap status gizi pada baduta usia 6 – 24 bulan di wilayah Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian didapatkan sebanyak 90 sampel yang didapatkan berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara ASI eksklusif dengan status gizi pada baduta usia 6 – 24 bulan p=0,001 (p<0,05) dan ada hubungan antara kejadian infeksi dengan status gizi pada baduta usia usia 6 – 24 bulan p=0,000 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara ASI eksklusif dan kejadian infeksi dengan status gizi baduta pada usia 6 – 24 bulan di Wilayah Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya.
PENYULUHAN GIZI MELALUI MEDIA PUPPET DOLL TERHADAP KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR Pandu Putranto
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.144 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i2.485

Abstract

Buah dan sayur merupakan bahan pangan utama dalam kehidupan sehari-hari, selain ikan, daging, kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, dan lain-lain. Prevalensi kurang konsumsi sayur dan buah Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y) dalam Riskesdas tahun 2007 sebesar 86% dan pada Riskesdas tahun 2013 sebesar 85%. Mengetahui pengaruh penyuluhan gizi melalui media puppet doll terhadap konsumsi sayur dan buah saat pre-test dan post-test pada siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Condong Catur, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest, dilaksanakan di SD Muhammadiyah Condong Catur, yang berlangsung pada bulan Februari 2017. Sampel pada penelitian ini berjumlah 62 siswa dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil rata-rata konsumsi sayur dan buah saat pre-test untuk anak laki-laki 92,28 gram/ hari, sedangkan untuk anak perempuan 92,86 gram/hari. Hasil rata-rata konsumsi sayur dan buah saat post-test untuk anak laki-laki adalah 100,31 gram/hari, sedangkan untuk anak perempuan 99,52 gram/hari. Perbedaan konsumsi sayur dan buah saat pre-test sebesar 92,61 gram/hari ± 25,43 SD, saat post-test sebesar 99,87 gram/hari ± 22,25 SD. Pengaruh penyuluhan gizi melalui media puppet doll terhadap konsumsi sayur dan buah didapat hasil p-value 0,124. Tidak ada perbedaan konsumsi sayur dan buah pada siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah, Condong Catur, Yogyakarta, dengan nilai (p>0,05).

Page 1 of 1 | Total Record : 6