cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018" : 10 Documents clear
Analisis Faktor Host terhadap Kecacatan Kusta Tingkat II Di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh T.M. Rafsanjani; Djoko Trihadi Lukmono; Henry Setyawan; Anies Anies; Sakundarno Adi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.538 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.128

Abstract

Abstract: An Analysis Of Host Factors Toward The Level Ii Leprosy Disability In Nagan Raya Regency, Aceh Province. The leprosy disabilities level II is often experiencing the limitations in function among societies. In Nagan Raya Regency, there are 41% endemic areas with the number of level II disability for 5%. This research aims to prove some host and environment factors that become the risk factors for disability for level II leprosy. Case-control methods and interview methods were chosen as the design of control case in this research. 84 respondents were involved in conducting case-control design, and 42 cases of leprosy disabilities level II and 42 control of leprosy without disabilities, selected with consecutive sampling by considering the criteria of inclusion and exclusion. The results of this research were analyzed with bivariate by using chi-square test and the multivariate data were analyzed by using logistic regression test. Four variables that had the risk towards leprosy level II disability were at the age of the diagnosis time > 15 p=0,039 and OR=8,4 (CI 95%; 1,1-63,3), level of education p=0,038 and OR=3.4 (CI 95%; 1,1-10,9), too late to do early diagnosed p=0,011 and OR=5,4 (CI 95%; 1,5-19,6), types of leprosy MB p=0,015 and OR=3,9, (CI 95%; 1,3-12,1). Some host factors were proven to have risk towards leprosy disability of level II are the age at the time of diagnosis > 15 years, too late to do early diagnosis and leprosy types MB with the probability of 99.96 %. It is expected for the team of Public Health Office to conduct prevention in a productive age population, early case detection to prevent disability, and socialized the patient about the dangers of leprosy.Abstrak: Analisis Faktor Host Terhadap Kecacatan Kusta Tingkat II Di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Kecacatan kusta tingkat II mengalami keterbatasan pada fungsinya dalam masyarakat. Kabupaten Nagan Raya terdapat 41% daerah endemis, dengan kecacatan tingkat II sebanyak 5%. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan beberapa faktor host merupakan faktor risiko kecacatan tingkat II. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol terhadap 84 responden,  dari 42 kasus (cacat kusta tingkat II) dan 42 kontrol (kusta tanpa cacat),  yang dipilih secara consecutive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Analisis data secara bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Empat variabel merupakan faktor risiko terhadap kecacatan kusta tingkat II, yaitu umur saat diagnosis > 15 tahun p=0,039, OR=8,4 (CI 95%; 1,1-63,3), tingkat pendidikan p= 0,038, OR=3,4 (CI 95%; 1.1-10.9) diagnosis dini lambat p=0,011, OR=5,4 (CI 95%; 1,5-19,6), tipe kusta MB p=0,015, OR=3,9, (CI 95%; 1,3-12,1). Beberapa faktor host terbukti berisiko terhadap kecacatan kusta tingkat II adalah umur saat diagnosis > 15 tahun, tingkat pendidikan, diagnosis dini lambat, dan tipe kusta MB dengan probabilitas sebesar 99,96%. Diharapkan kepada dinas kesehatan melakukan pencegahan kelompok usia produktif, penemuan kasus secara dini untuk mencegah kecacatan dan memberikan pemahaman terhadap penderita tentang bahaya kusta
Perbedaan Kadar Glukosa Darah pada Plasma Edta dan Serum dengan Penundaan Pemeriksaan Apriani Apriani; Alfita Umami
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.469 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.126

Abstract

Abstract: Differences Of Blood Glucose Conditions In Plasma Edta And Serum With Delay Inspection. Blood glucose examination in the laboratory is used to determine blood glucose levels in the body. The delay in the examination can cause a decrease in blood glucose levels, so the results obtained do not match the actual state of the body. This study aims to determine the difference between blood glucose levels in EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid) and serum plasma samples that are directly examined and delayed for two hours. This research was conducted using experimental observation method that is an observation of clinical laboratory by measuring blood glucose level using photometer and GOD-PAP (glucose oxidase) method. The statistical test was performed using Z test for two free samples. The results of serum and plasma blood glucose examination in this study showed an average value of glucose levels with EDTA plasma directly examined 89.18 mg/ dl delayed 86.60 mg/ dl and serum directly examined 92.20 mg/ dl delayed 89, 54 mg/ dl. Decreased blood glucose levels delayed two hours in plasma 2.9%, serum 2.7%. The data concluded that there was no significant difference between blood glucose levels using EDTA and serum plasma samples.Abstrak: Perbedaan Kadar Glukosa Darah Pada Plasma Edta Dan Serum Dengan Penundaan Pemeriksaan. Pemeriksaan glukosa darah di Laboratorium digunakan untuk mengetahui kadar glukosa darah di dalam tubuh. Penundaan waktu pemeriksaan dapat menyebabkan penurunan kadar glukosa darah, sehingga hasil yang didapat tidak sesuai dengan keadaan tubuh yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kadar glukosa darah pada sampel plasma EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid) dan serum yang langsung diperiksa dan ditunda selama dua jam. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi eksperimental yaitu pengamatan laboratorium klinik dengan mengukur kadar glukosa darah menggunakan fotometer dan metode GOD-PAP (Glukosa Oksidase). Uji statistik dilakukan dengan menggunakan uji Z untuk dua sampel bebas. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah serum dan plasma dalam penelitian ini menunjukan nilai rata-rata kadar glukosa dengan plasma EDTA yang langsung diperiksa 89,18 mg/dl ditunda 86,60 mg/dl dan serum yang langsung diperiksa 92,20 mg/dl ditunda 89,54 mg/dl. Penurunan kadar glukosa darah yang ditunda dua jam pada plasma 2,9%, serum 2,7%. Data tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan  kadar glukosa darah pada serum dan plasma antara yang ditunda dengan yang langsung diperiksa.
Determinan yang Mepengaruhi Kejadian Anemia pada Mahasiswi Kebidanan Abil Rudi; Lea Masan; Hendricus Nara Kwureh
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.619 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.81

Abstract

Abstract: Determinants That Affect The Incidence Of Anemia In Midwifery Students. Anemia is a condition where the hemoglobin (Hb) level is lower than the normal value, which is characterized by lethargy, dizziness, dizzy eyes, and pale face. The purpose of this study was to determine the relationship eat patterm, menstrual pattern and body mass index (BMI) with the incidence of anemia in female students of Midwifery Level II. This research was a quantitative research with cross-sectional approach. Data collection techniques used structured questionnaires. Total sampling was used, 82 respondents. Data analysis with univariate and bivariate using chi-square test. The results showed that there was a significant relationship eat pattern (p-value = 0,016 and OR=1,01), menstrual pattern (p-value = 0,023 and OR=4,34), BMI (p value= 0,034 and OR=2,57) with the incidence of anemia in midwifery students.Abstrak: Determinan Yang Mepengaruhi Kejadian Anemia Pada Mahasiswi Kebidanan. Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai normal, yang ditandai dengan lesu, pusing, mata berkunang-kunang, dan wajah pucat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pola makan, pola menstruasi dan indeks masa tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada mahasiswi Kebidanan Tingkat II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 82 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan (nilai p=0,016 dan OR=1,01), pola menstruasi (nilai p=0,023 dan OR=4,34), IMT (nilai p=0,034 dan OR=2,57) dengan kejadian anemia pada mahasiswa kebidanan
Status Kesehatan Gigi dan Gingiva Siswa Sekolah Luar Biasa Yayasan Dharma Asih Omry Pakpahan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.693 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.127

Abstract

Abstract: Dental Health Studies And Gingiva Student Outstanding Schools Dharma Asih Foundation. The importance of regular dental examination of the dentist is still lacking which can be caused by economic problems. Patients with disability disorders such as patients with nephrotic syndrome have a bad of oral hygiene and there is a mucosal lesion or aphthae, this is because respondents do not routinely perform the examination and oral care regularly. The aim of the study was to analyze dental and gingival stages in SLB/B and SLB/C. Type of research using survey method, conducted at Dharma Asih Foundation in Pontianak Municipality, September to November 2017. The research population is the respondents of Special School students (SLB/B and SLB/C) and the sample of research is 120 respondents. Sampling technique with purposive nonrandom sampling. The conclusions obtained were OHIS students of SLB/B and SLB/C were in the most moderate group. Based on the OHIS index that the education level of kindergarten, male gender, age group ≤ 5 years, 6-10 years and 11-15 years most experienced a bad OHIS index. Based on the DMF-T / deft index the students of SLB/B and SLB/C are in the lowest group at most. level of education, that the level of primary education, male gender and age group 6-10 years highest. It is recommended that dental and oral health care get more attention, so as not to have an adverse effect on the health of organs.Abstrak: Status Kesehatan Gigi Dan Gingiva Siswa Sekolah Luar Biasa  Yayasan Dharma Asih.  Pentingnya memeriksakan gigi secara teratur kedokter gigi masih kurang yang dapat diakibatkan karena masalah ekonomi. Penderita yang mengalami gangguan dis-abilitas seperti penderita neprotik syndrome mengalami keberihan mulut buruk dan terdapat lesi mukosa atau sariawan, hal ini dikarenakan responden tidak rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi mulut secara berkala. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis stautus gigi dan gingiva di SLB/B dan SLB/C. Jenis penelitian menggunakan metode survei yang dilakukan pada Yayasan Dharma Asih di Kotamadya Pontianak pada bulan september sampai nopember 2017. Populasi  penelitian adalah responden siswa Sekolah Luar Biasa (SLB/B dan  SLB/C) dan sampel penelitian berjumlah 120 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive non random sampling. Simpulan yang diperoleh berupa indeks OHIS siswa SLB/B dan SLB/C sama berada pada kelompok sedang paling banyak. Berdasarkan indeks OHIS bahwa jenjang pendidikan TK, jenis kelamin laki-laki, kelompok umur ≤ 5 tahun, 6–10 tahun dan 11–15 tahun paling banyak mengalami indeks OHIS yang buruk.  Berdasarkan indeks DMF-T/def-t siswa SLB/B dan SLB/C sama berada pada kelompok rendah paling banyak. jenjang pendidikan, bahwa jenjang pendidikan SD, jenis kelamin laki-laki dan kelompok umur 6–10 tahun paling tinggi. Disarankan bahwa penanganan kesehatan gigi dan mulut lebih mendapatkan perhatian, agar tidak mempunyai efek buruk terhadap kesehatan organ tubuh.
Konsumsi Makanan yang Berisiko terhadap Kejadian Batu Saluran Kemih Elly Trisnawati; Jumenah Jumenah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.94 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.10

Abstract

Abstract: Food Consumption Risk Against The Incidence Of Urinary Tract Stones. BSK (Urinary track stone; Urolithiasis) is a health problem that had long been known and ranked in the third place of Urology. Based on the data in the RSUD Dr. Soedarso Pontianak BSK case data always has increased each year. In 2014 as much as 31.236 cases. In  2015 the proportion of urinary stone disease was 36.182%. While in the period January-November of 2016 the proportion of urinary stone disease was 44.75%. BSK has greater risk suffered by men. Men have the anatomy of the urinary tract is longer than the female. In addition, in the male urine calcium levels are higher, compounded if you have the habit of holding urinate and bad eating patterns.  The purpose of this study is to determine the relationship between food consumption at the risk of urinary tract stones. Type of this research is a case-control design. The Sample research is 96 respondents (48 cases and 48 controls) taken with purposive sampling technique. Statistical tests using the chi-square with a confidence level of 95%. The results of this study indicate that factors into the risk of formation of BSK is a source of protein consumption consumption (P Value = 0.051, OR: 2,616 (1,083-6,321)), vegetable consumption (P Value = 0.040, OR: 2.571 mg (1,124-5,884)). It is recommended to the Provincial Hospital Dr. Soedarso Pontianak convene regular health promotion by making use of television media available in the waiting room of a patient primarily about the foods that can cause the formation of such BSK the consumption of high protein and vegetable sources contain oxalate.Abstrak: Konsumsi Makanan Yang Berisiko Terhadap Kejadian Batu Saluran Kemih. Batu Saluan Kemih (BSK) merupakan masalah kesehatan yang sudah lama dikenal dan menempati urutan ketiga di bidang Urologi. Berdasarkan data di RSUD Dr. Soedarso Pontianak data kasus BSK selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, yaitu sebanyak 31,23% tahun 2014, sebanyak 36,18% tahun 2015 dan sebanyak 44,75% pada bulan Januari-November 2016. BSK memiliki risiko lebih besar diderita oleh laki-laki. Laki-laki memiliki anatomi saluran kemih lebih panjang dari perempuan. Selain itu, dalam urine laki-laki kadar kalsium lebih tinggi, diperparah jika memiliki kebiasaan menahan buang air kecil dan pola makan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan besar risiko antara konsumsi makanan dengan batu saluran kemih.  Jenis penelitian ini adalah desain kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 96 responden (48 kasus dan 48 kontrol) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukan faktor yang menjadi risiko terbentuknya BSK adalah konsumsi konsumsi sumber protein (p value = 0,051, OR: 2,616 (1,083-6,321)), konsumsi sayur ( p-value = 0,040, OR: 2,571(1,124-5,884)). Disarankan kepada RSUD Dr. Soedarso Pontianak untuk mengadakan promosi kesehatan secara berkala dengan memanfaatkan media televisi yang tersedia di ruang tunggu pasien terutama mengenai makanan-makanan yang dapat menyebabkan terbentuknya BSK seperti konsumsi sumber protein tinggi dan sayur mengandung oksalat.
Penggunaan Modul Pendamping Kms Terhadap Ketepatan Kader Menginterpretasi Hasil Penimbangan Ratna Wilis; Agus Hendra Al Rahmad
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.841 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.129

Abstract

Abstract: The Use Health Card Companion Module To Accuracy Of Cadres In Interpreting The Weighing Results. The results monitoring of nutritional status in Aceh province in 2013 acquired 19.72% of children PEM total, and 1.80%  which include severe PEM, as well the prevalence of short children reached 37.1%. Cadre strategic role through monitoring the growth of children, the necessary training with Health Card companion module to determine the interpretation  results of weighing. The study aims to assess the effectiveness of training for used Health Card companion module to the cadres in interpreting the results child’s weight. Type descriptive analytic research using the Quasi-Experimental design approach to nonequivalent group pretest-posttest. Research conducted was Darul Imarah for 2 months (August-September 2016). Samples are a cadre of community health centers amounted to 40 (20 cases and 20 control). Data were collected and analyzed using statistical R-Cmdr through descriptive analysis and inferential. The survey results revealed a significant effect in improving the training of cadres accuracy (p= 0,000) interpret data results. Further training evidenced by the module is more effective in improving the accuracy of cadres (p= 0,000) compared with not training. The conclusion that accuracy of cadres in interpreting the results a child’s weight can be improved through the use of training modules, in addition to the use of modules is more effective than without the use of modules.Abstrak: Penggunaan Modul Pendamping Kms Terhadap Ketepatan Kader Menginterpretasi Hasil Penimbangan. Hasil pemantauan status gizi di Provinsi Aceh tahun 2013 diperoleh 19,7% anak Kekurangan Energi Protein (KEP) total, dan 1,8% diantaranya termasuk KEP berat, serta prevalensi anak pendek mencapai sebesar 37,1%. Peran kader yang sangat strategis melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan anak di posyandu, maka diperlukan pelatihan dengan modul pendamping Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk menentukan interpretasi hasil penimbangan anak di posyandu. Penelitian bertujuan untuk menilai efektivitas pelatihan penggunaan modul pendamping KMS terhadap kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan balita. Jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan pretest posttest non equivalent group. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah selama 2 bulan, (Agustus-September 2016). Sampel merupakan kader puskesmas berjumlah 40 orang (20 perlakuan dan 20 kontrol). Data dikumpulkan secara studi kasus dan observasi yang dianalisis menggunakan statistik R-Cmdr melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial pada CI: 95%. Hasil penelitian diketahui pelatihan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan ketepatan kader (p=0,000) menginterpretasi data hasil. Selanjutnya dibuktikan pelatihan dengan modul KMS lebih efektif dalam meningkatkan ketepatan kader (p=0,000) dibandingkan pelatihan tanpa modul. Dapat disimpulkan bahwa ketepatan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan balita dapat ditingkatkan melalui pelatihan penggunaan modul, selain itu penggunaan modul lebih efektif dibandingkan tanpa penggunaan modul.
Porositas Lempeng Resin Akrilik Pasca Perendaman Rebusan Daun Sirih dan Kayu Siwak Yustin Nur Khoiriyah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.51 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.122

Abstract

Abstract: Porosity Of Acrylic Resin After Immersion In The Boiled Water Of Betel Leaves And Siwak Wood. Denture acrylic resin can be a collection point for stain, tar, and plaque and this will adversely affect the oral health of the denture wearer. One way to clean the oral cavity of denture users is to use mouthwash and soak the teeth with a cleaning solution/denture cleanser. Mouthwash solutions and chemical-based cleaning solutions at relatively high prices, and affect the porosity of dentures. Therefore, the need for alternative materials that are safe, cheap, natural as well as having antimicrobial function without affecting the level of porosity of denture. This study was to determine the effect of the combination of boiled water of betel leaves and siwak wood to the porosity of the acrylic resin plate. This study was an experimental study, posttest only design with the control group has been done at the integrated laboratory of Poltekkes Tanjungkarang, July – December 2015. Data were analyzed by One Way ANOVA and continued with Least Significant Difference test. The results showed that the combination of betel leaves and siwak wood does not affect the porosity of the acrylic resin plate. The highest concentration of the combination of betel leaf water and siwak wood that did not differ significantly with negative control (aquades) was 75% with longest immersion period was 59 days. Abstrak: Porositas Lempeng Resin Akrilik Pasca Perendaman Rebusan Daun Sirih Dan Kayu Siwak. Gigi tiruan resin akrilik dapat menjadi tempat pengumpulan stain, tar, dan plak dan hal ini akan berpengaruh jelek terhadap kesehatan mulut pemakai gigi tiruan. Salah satu cara menjaga kebersihan rongga mulut pengguna gigi tiruan adalah dengan menggunakan obat kumur dan merendam gigi-tiruan tersebut dengan larutan pembersih/denture cleanser. Larutan obat kumur dan larutan pembersih berbahan dasar dari bahan kimia dengan harga yang relatif mahal, serta mempengaruhi porositas gigi tiruan. Oleh karena itu, perlu adanya bahan alternatif yang aman, murah, alami sekaligus memiliki fungsi antimikroba dengan tanpa mempengaruhi tingkat porositas gigi tiruan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak terhadap porositas lempeng resin akrilik. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental, rancangan post test only with control group design, dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Poltekkes Tanjungkarang, Juli-Desember 2015. Analisis data dengan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan uji Least Significant Difference. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak tidak mempengaruhi porositas lempeng resin akrilik. Konsentrasi tertinggi dari kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak yang tidak berbeda signifikan dengan kontrol negatif (aquades) adalah 75% dengan lama perendaman terpanjang yaitu 59 hari.
Pendidikan Gizi Melalui Permainan Wayang terhadap Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah Desi Desi; Bella Mesyamtia; Martinus Ginting
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.988 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.130

Abstract

Abstract: Nutrition Education Through Puppet Game To Increase Consumption Of Vegetables And Fruits In Children Kindergarten.The consumption of vegetables and fruit is one indicator of nutritional balance. The statistical data show there are 60.44% of Indonesia that are less consuming vegetables and fruit. Fiber on vegetable and fruit are very useful for the body. Efforts to improve nutritional knowledge can preserve out through media which are suitable for children, that are attractive and easy to understand such as puppet and ladders game. This research aims to analyze the influence of the nutritional education through the game puppet to increase vegetable and fruit consumption for kindergarten children (TK). This is a pre-research experiment. One group pre-post test. Data analysis in this study uses the sample of this research is the Mina Muda kindergarten children from Kabupaten Kubu Raya that accounted 33 people in accordance with population. The technique of data collection from the questionnaire is based on the direct interviews, it aims to investigate the difference in vegetable consumption on kindergarten children before nutrition education is 5,64 while after nutrition is increase to 10,85. Whereas for fruit consumption for kindergarten children before education is 5,18 whereas after education is significantly increase to 15,00.  The result revealed that there is an increment of vegetable and fruit consumption after nutrition education through puppet game (p =0,000) it concludes that nutritional education through puppet gameplay on an important role to increase the consumption of fruit and vegetables for kindergarten childrenAbstrak: Pendidikan Gizi Melalui Permainan Wayang Terhadap Peningkatan Konsumsi Sayur Dan Buah. Konsumsi sayur dan buah yang cukup merupakan  salah satu  indikator gizi seimbang. Masyarakat Indonesia (60,44%) kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Kandungan serat pada sayur dan buah sangat berguna bagi tubuh. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan gizi dapat dilakukakan dengan media yang tepat, menarik, dan mudah dipahami bagi anak diantaranya permainan wayang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui permainan wayang untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada anak taman kanak-kanak (TK).  Penelitian ini merupakan pre-eksperimen. one group pre-post test. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Paired Sample T-test.  Subjek penelitian ini adalah anak taman kanak-kanak Mina Muda Kabupaten Kubu Raya berjumlah 33 sesuai dengan total populasi. Teknik pengumpulan pengisian kuesioner  dipilih dengan wawancara langsung, untuk melihat perbedaan konsumsi sayur dan buah. Rata-rata konsumsi sayur pada anak taman kanak-kanan sebelum pendidikan gizi 4,64 sesudah pendidikan gizi 10,85.  Konsumsi buah pada anak taman kanak-kanak sebelum pendidikan 5,18 sesudah pendidikan mengalami kenaikan  menjadi 15,00.  Menyatakan bahwa ada perbedaan konsumsi sayur sesudah pendidikan gizi melalui permainan wayang (p=0,000). Terdapat pengaruh signifikan konsumsi buah melalui permaianan wayang f (p=0,000). Pendidikan gizi melalui permaianan wayang mampu meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada anak taman kanak-kanak.
Pengaruh Aspek Pengetahuan dan Pendidikan Masyarakat Tepi Sungai Kapuas dalam Membuang Sampah Ulli Kadaria; Dian Rahayu Jati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.125

Abstract

Abstract: Influence Of Knowledge And Education Aspects Of Kapuas Riverside Community In Waste Disposal. The people of Pontianak City are very dependent on the Kapuas river. Besides being used as a raw water source for Local Water Supply Utility (PDAM) and means of transportation, the government also has launched waterfront city program which changed the public perception of looking at the river as the backyard for waste disposal into the front yard that must be taken care of. This will not happen without the support of the people who live on the banks of the river, because factually the people still throw their waste, bathe, wash their clothes, and defecate in the river. Study related to people’s behaviour in waste disposal on the banks of the river is needed to facilitate the formulation of waste handling. The purpose of the research is to know the relationship of society at the edge of capungan in throwing garbage in place waste disposal. This research was analytical descriptive with observation, interview, and questionnaire. The number of samples are40 people were randomly scattered in five districts which are passed through by Kapuas river.Data were analyzed using univariate analysis with frequency distribution table and bivariate analysis using chi-square test. The result of bivariate analysis with chi-square test and significant of alpha 0,05 found no correlation between knowledge with people’s behaviour in waste disposal (p-value = 0,492), and had a significant relationship between education with people’s behaviour in waste disposal (p-value = 0,015).Abstrak: Pengaruh Aspek Pengetahuan Dan Pendidikan Masyarakat Tepi Sungai Kapuas Dalam Membuang Sampah.  Masyarakat Kota Pontianak sangat bergantung terhadap Sungai Kapuas. Selain digunakan sebagai sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan sarana transportasi, Pemerintah juga mencanangkan program waterfront city yang mengubah persepsi masyarakat memandang sungai sebagai halaman belakang untuk membuang limbah menjadi halaman depan yang harus dipelihara. Hal ini tidak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat yang tinggal di tepi sungai, karena fakta di lapangan menunjukkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah dan melakukan aktivitas MCK di sungai. Dibutuhkan studi terkait perilaku masyarakat di tepi sungai dalam membuang sampah agar memudahkan dalam formulasi penanganan sampah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan masyarakat di tepi sungai kapuas dalam membuang sampah di TPS. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan observasi, interview, dan kuisioner. Sampel yang diambil sebanyak 40 orang secara acak dan tersebar di 5 (lima) Kecamatan yang dilalui Sungai Kapuas. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan alpha 0,05 didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku membuang sampah (p-value= 0,492), dan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan terhadap perilaku membuang sampah (p-value= 0,015).
Daya Hambat Minyak Atsiri Rimpang Kunyit terhadap Pertumbuhan Candida Albicans In Vitro Fitri Nadifah; Nurlaili Farida Muhajir; Fitri Retnoningsih
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.5 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.124

Abstract

Abstract: Inhibition Activity Of Turmeric Essential Oil Against The Growth Of Candida Albicans. Turmeric has rhizomes which contain essential oils and curcuminoid that has anti-fungal activity. The purpose of this research was to know the influence of essential oil of turmeric Rhizome (Curcuma domestica Val.) against the growth of Candida albicans in vitro. This was an experimental research with diffusion method. Essential oil obtained through distillation methods and the concentration used was 20%, 40%, 60%, 80% and 100%. The treatment was repeated three times. Anova test was used. Inhibition zone is formed at a concentration of 20%, 40%, 60%, 80%, 100% were 6,16 mm, 6,50 mm, 6,66 mm, 7,00 mm and 7.83 mm, respectively Results in analysis by one way ANOVA showed there was a significant difference in the variance of essential oil concentration against the inhibition zone (p< 0.05).Abstrak: Daya Hambat Minyak Atsiri Rimpang Kunyit Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans In Vitro. Kunyit merupakan  salah satu rimpang yang diketahui memiliki kandungan minyak atsiri serta curcuminoid yang bersifat anti jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode difusi cara sumuran. Minyak atsiri didapatkan melalui   metode destilasi dan konsentrasi  yang digunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian di analisis dengan Anova. Hasil zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi minyak atsiri 20%, 40%, 60%, 80%, 100% berturut-turut adalah 6,16 mm, 6,50 mm, 6,66 mm, 7,00 mm,  dan 7,83 mm. Hasil analisis dengan one way anova menunjukkan terdapat perbedaan yang signfikan pada berbagai konsentrasi minyak atsiri terhadap zona hambat yang dihasilkan (p<0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berbagai konsentrasi minyak atsiri rimpang kunyit dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Kemampuan ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif dalam pengobatan terhadap penyakit karena infeksi Candida albicans.

Page 1 of 1 | Total Record : 10