cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
dhini.dewiyanti@email.unikom.ac.id
Phone
+62812218448
Journal Mail Official
dhini.dewiyanti@email.unikom.ac.id
Editorial Address
https://ojs.unikom.ac.id/index.php/desa/EditorialBoard
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
DESA (Desain dan Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27472469     DOI : https://doi.org/10.34010/desa.v2i2
Artikel yang dapat dikirim ke DESA terbagi dalam empat kategori: 1. Artikel Laporan Perancangan: berupa laporan final hasil perancangan orisinal yang memberikan kontribusi pengetahuan baru yang bermanfaat pada pengembangan ide, pendekatan, maupun pada gagasan bentuk desain. 2. Artikel Laporan Perencanaan: berupa laporan kegiatan perencanaan sebagai bagian dari proses merancang, yang memberikan kontribusi pengetahuan baru yang bermanfaat pada pengetahuan merencana. 3. Artikel Metode Perancangan: berisi uraian atau pembahasan tentang paradigma desain, pendekatan desain, metode pengumpulan data, metode analisis data, atau persoalan metode perancangan/perencanaan tertentu, disertai dengan contoh. 4. Artikel Diskursus: Bisa berupa hasil penelitian ataupun pemikiran, dengan titik berat pada kritik dan/atau diskusi tentang objek, subjek, dan pernyataan (statement) tentang objek/subjek tersebut berdasarkan perspektif penulis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2023): DESA" : 5 Documents clear
EVALUASI PROGRAM RUANG PEMBINAAN REHABILITASI SOSIAL LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERHADAP KELAYAKAN RUANGAN Solihan, Hadira; Hertoety, Dianna Astrid; Sukardi, Rahi Rachmawan; Wibowo, Heru
DESA - JURNAL DESAIN DAN ARSITEKTUR Vol 4 No 2 (2023): DESA
Publisher : Prodi Arsitektur, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/desa.v4i2.10792

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memiliki tanggung jawab yang lebih dari sekadar menjalankan hukuman bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selama masa penahanan, narapidana berhak mendapatkan pembinaan, pendidikan, dan pelatihan sesuai dengan Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022. Namun, pemenuhan hak-hak ini seringkali terhambat oleh berbagai faktor, terutama kondisi over kapasitas yang melanda hampir seluruh Lapas di Indonesia, termasuk Lapas Narkoba Kelas IIA Bandung. Over kapasitas ini berdampak negatif terhadap program rehabilitasi sosial, yang tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ruang dalam mendukung pelaksanaan program rehabilitasi sosial di Lapas. Metode kualitatif digunakan, meliputi studi literatur dan observasi lapangan untuk mendukung analisis yang dilakukan penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa ruangan yang digunakan untuk program rehabilitasi tidak memenuhi standar yang berlaku, sehingga berdampak pada pemenuhan hak-hak narapidana.
PENELITIAN PENCAHAYAAN PADA RUANG KELAS DAN RUANG STUDIO DI UNIKOM Imanialgi, Fahrezi Nur; Syafi’i, Muhammad Ridwan; Akbar, Muhammad Fachri Khadafi; Martana, Salmon Priaji
DESA - JURNAL DESAIN DAN ARSITEKTUR Vol 4 No 2 (2023): DESA
Publisher : Prodi Arsitektur, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/desa.v4i2.12307

Abstract

Pencahayaan yang memadai sangat penting untuk mendukung kenyamanan dan keamanan dalam bekerja atau belajar. Pencahayaan yang baik memungkinkan pekerja atau mahasiswa untuk mengamati objek dengan jelas dan efisien, serta menciptakan suasana lingkungan yang menyegarkan. Sebaliknya, pencahayaan yang kurang dapat menurunkan ketajaman penglihatan, menyebabkan kelelahan mata karena mata berusaha mengakomodasi secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pencahayaan pada beberapa ruangan di Kampus UNIKOM, yang digunakan oleh mahasiswa setiap hari. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pengumpulan data dari sampel berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kelas 5505 dan ruang studio 4609 tidak memenuhi standar pencahayaan yang ditetapkan oleh SNI 03-6575-2001. Hasil iluminansi (LUX) pada sebagian besar meja kerja di ruang kelas 5505 hanya berkisar antara 20-220 LUX, sedangkan pada ruang studio 4609 berkisar antara 32-721 LUX. Temuan ini menunjukkan perlunya perbaikan pencahayaan agar memenuhi standar yang disarankan untuk ruang kelas dan ruang studio, yang dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna.
PENERAPAN KONSEP DESAIN POST MODERN PADA KARYA ROBERT VENTURI Fajri, Akmal
DESA - JURNAL DESAIN DAN ARSITEKTUR Vol 4 No 2 (2023): DESA
Publisher : Prodi Arsitektur, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/desa.v4i2.14371

Abstract

Robert Charles Venturi Jr. adalah seorang arsitek ternama asal Amerika Serikat, salah satu pendiri firma Venturi, Scott Brown and Associates, dan salah satu tokoh utama dalam perkembangan arsitektur abad ke-20. Karya-karya Venturi dikenal karena keberagaman gaya dan pendekatannya yang sulit untuk dikategorikan dalam satu aliran tertentu. Meskipun sering dianggap sebagai arsitek Post-Modern, Venturi sendiri menyatakan bahwa ia lebih mengidentifikasikan dirinya sebagai seorang Modernis dalam praktik arsitekturnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep desain arsitektur Post-Modern pada karya-karya pentingnya, seperti Vanna Venturi House, Fire Station, Sainsbury Wing (National Gallery), dan Seattle Art Museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi tidak langsung atau observasi virtual, yaitu dengan menganalisis gambar-gambar bangunan yang tersedia di sumber-sumber terpercaya secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Post-Modern dalam karya-karya Venturi tidak hanya terbatas pada bentuk fisiknya, tetapi juga mencakup nilai-nilai dan makna yang terkandung dalam desain bangunan serta hubungan bangunan dengan konteks sosial dan budaya di sekitarnya.
PERUBAHAN BENTUK DAN FUNGSI ALUN-ALUN BANDUNG Ramadhan, Aditya
DESA - JURNAL DESAIN DAN ARSITEKTUR Vol 4 No 2 (2023): DESA
Publisher : Prodi Arsitektur, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/desa.v4i2.14387

Abstract

Alun-alun Bandung, sebagai salah satu ruang terbuka publik utama, telah mengalami berbagai perubahan bentuk dan fungsi sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1800 hingga 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi pada Alun-alun Bandung, baik dari segi bentuk fisik maupun fungsi sosial dan budaya, serta untuk menganalisis bagaimana perubahan tersebut mencerminkan dinamika perkotaan dan masyarakat. Fokus utama penelitian ini adalah pada elemen-elemen pembentuk ruang terbuka seperti taman, jalur hijau kota, furnitur taman, dan jalur pejalan kaki, serta tipologi ruang terbuka. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji perspektif fungsi yang meliputi kapasitas administratif dan sosial budaya yang terkait dengan alun-alun. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur, wawancara, dan observasi lapangan. Data perubahan bentuk dianalisis dengan mengolah gambar menjadi suatu penilaian yang dapat diukur, sementara perubahan fungsi dianalisis berdasarkan transformasi fisik yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan bentuk dan fungsi Alun-alun Bandung sering terjadi sebagai respons terhadap kebutuhan sosial, budaya, dan administratif kota, yang pada akhirnya memengaruhi pengalaman masyarakat dalam menggunakan ruang publik tersebut.
PENELITIAN TINGKAT KETERTARIKAN PELAJAR SMA KOTA BANDUNG TERHADAP PERANCANGAN SCIENCE AND TECHNOLOGY MUSEUM Mirjaz, Naufal Najib; Abioso, Wanita Subadra
DESA - JURNAL DESAIN DAN ARSITEKTUR Vol 4 No 2 (2023): DESA
Publisher : Prodi Arsitektur, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/desa.v4i2.14389

Abstract

Museum merupakan lembaga yang bertujuan untuk melindungi koleksi yang dimilikinya, yang terdiri dari benda-benda bersejarah dan ilmiah. Pengembangan bidang sains dan teknologi sangat esensial dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi. World Economic Forum (WEF) telah mengidentifikasi 16 keterampilan yang diperlukan di abad ke-21 dan menunjukkan bahwa kemampuan pelajar Indonesia berada di peringkat kedua terbawah dibandingkan dengan 23 negara lainnya. Penelitian ini meneliti tingkat ketertarikan pelajar SMA Kota Bandung terhadap bidang sains dan teknologi yang sekaligus akan dijadikan sebagai animo terhadap perancangan Bandung Science and Technology Museum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data yang digunakan berasal dari data primer yang diperoleh langsung dari wawancara 180 pelajar dari beberapa SMA di Bandung dan juga dari 50 warga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan site perancangan. Manfaat penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyebab rendahnya kemampuan IPTEK masyarakat di Kota Bandung dan menentukan penerapan konsep perancangan yang sesuai terhadap perancangan Bandung Science and technology Museum. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penyebab rendahnya kemampuan IPTEK masyarakat Kota Bandung ialah karena kurangnya sarana dan prasarana interaktif untuk menunjang pembelajaran. Dengan demikian konsep perancangan dengan pendekatan tema interaktif sesuai untuk diterapkan pada perancangan Bandung Science and Technology Museum.

Page 1 of 1 | Total Record : 5