cover
Contact Name
Swasti Maharani
Contact Email
conferences.id@gmail.com
Phone
+6285850872042
Journal Mail Official
adminpub@mykreatif.com
Editorial Address
Perumahan Griya Salaam A7, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 018, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali 57374
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Educatif: Journal of Education Research
ISSN : 26863669     EISSN : 26862077     DOI : https://doi.org/10.36654/educatif.v5i2.280
Core Subject : Education, Social,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of education. Educatif particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of education areas as follows: 1. Teaching and Learning 2. Curriculum Development 3. Learning Innovation and technology 4. The evaluation process in teaching
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2021): July" : 16 Documents clear
Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Tema 5 Subtema 1 Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Siswa Kelas V SDN Tembok 02 Kabupaten Batang Budiarti Budiarti
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 3 (2021): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.996 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i3.59

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah kurang maksimalnya hasil belajar siswa di SDN Tembok 02. Terdapat 7 siswa dari 11 siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM yaitu dibawah 70 dengan nilai rata-rata 63,63 %. Adanya permasalahan tersebut, maka diadakan upaya memperbaiki pembelajaran agar hasil belajar siswa dapat meningkat melalui penelitian tindakan kelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakasanakan dengan dua siklus. Teknik pengumpulan data menggnakan observasi dan tes hasil belajar Hasil penelitian mengalami peningkatan presentase hasil belajar serta aktivitas belajar siswa yang mencapai KKM pada siklus I dan II meningkat. Guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Cooperative Learning pada Siswa Kelas II SD Negeri Boja 03 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021 Ela Nur Haryati
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 3 (2021): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.901 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i3.60

Abstract

Guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, dimulai dengan rancangan pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak ditemui proses pembelajaran yang kurang berkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik, bahkan cenderung membosankan, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya minat siswa pada mata pelajaran tematik di kelas II SD Negeri Boja 03, Kabupaten Cilacap, hal ini disebabkan oleh kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang kurang baik. Untuk mengetahui mengapa minat siswa tidak seperti yang diharapkan, tentu guru perlu merefleksi diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidak berhasilan siswa dalam pelajaran tematik di kelas II SD Negeri Boja 03. Pembelajaran tematik pada tingkat satuan Sekolah Dasar pada dasarnya diarahkan pada pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Karena anak SD cenderung belum bisa untuk berfikir lebih luas/abstrak sehinggga perlu pembelajaran yang menggunakan suatu tema tertentu dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran agar anak lebih mudah menangkap materi yang disampaikan, sehingga apa yang disampikan guru bisa bermakna dan mudah diingat oleh siswa. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa guru kelas melaksanakan pembelajaran konvensional/klasikal tanpa mengembangkannya. Dari metode tersebut, siswa merasa jenuh, tidak bergairah dan bosan mengikuti pelajaran. Kondisi pembelajaran tersebut tentu saja tidak bisa dibiarkan berlangsung terus menerus. Dengan kondisi tersebut seharusnya guru mencari alternatif-alternatif metode pembelajaran yang memungkinkan dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran di kelas, dan salah satu yang dimaksud dalam hal ini adalah model cooperatif learning.
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Stad Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ipa Tema 5 Ekosistem Kelas 5 SDN Mentasan 02 Tahun 2020 Sri Waryanti
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 3 (2021): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.741 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i3.61

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada kegiatan pembelajaran disebabkan karena peneliti hanya menggunakan satu media saja yaitu buku paket (buku cetak) sebagai media yang digunakan. Menyadari kenyataan tersebut, peneliti berfikir perlu adanya inovasi untuk memperbaiki proses pembelajaran, adapun alternatif pemecahan masalahnya adalah penggunaan media yang bervariasi yang berbasis tekhnologi agar peserta didik tertarik dalam mengikuti pembelajaran serta untuk mempermudah dalam penyampaian materi, serta penggunaan pendekatan pembelajaran yang dapat mempermudah pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui apakah penggunaan model cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar bagi siswa kelas 5 SD Negeri Mentasan 02. Penelitian perbaikan pembelajaran dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas pada peserta didik kelas 5 SD Negeri Mentasan 02 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa laki- laki sebanyak 15 anak dan siswa perempuan sebanyak 5 anak. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sebanyak 2 siklus, dimana pada setiap siklus dilaksanakan 4 kegiatan yaitu, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan pada hasil evaluasi pada pra siklus hanya 6 anak atau 30% yang tuntas mencapai target KKM yaitu 70. Setelah perlaksanaan tindakan siklus 1 terdapat 10 siswa atau 50% yang mencapai KKM dan pada siklus 2 terdapat 18 siswa atau 90% yang tuntas mencapai KKM. Dari hasil pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada guru, bahwa dengan penggunaan model cooperative learning tpe STAD dapat digunakan sebagai bahan kajian dan penelitian berikutnya.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas I Melalui Model Problem Based Learning dalam Materi Kegiatan Malam Hari Melalui Pelajaran Bahasa Indonesia Nurhidayati Nurhidayati
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 3 (2021): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.126 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i3.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, rendahnya hasil belajar diakibatkan oleh suasana pembelajaran yang masih bersifat teacher centered. Melalui penerapan model Based Learning diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang berdampak positif bagi siswa. Penelitian perbaikan pembelajaran dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas pada peserta didik kelas 1 SD Negeri Kalisogra Wetan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 5 anak dan siswa perempuan sebanyak 10 anak. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sebanyak 2 siklus menggunakan model Problem Based Learning, dimana pada setiap siklus dilaksanakan 4 kegiatan yaitu, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan pada hasil evaluasi pada pra siklus hanya 3 anak atau 20% yang tuntas mencapai target KKM yaitu 65. Setelah perlaksanaan tindakan siklus 1 terdapat 4 siswa atau 26% yang mencapai KKM dan pada siklus 2 terdapat 12 siswa atau 80 % yang tuntas mencapai KKM. Hasil belajar mengalami peningkatan, yang ditandai dengan meningkatnya presentase siswa yang tuntas setelah melaksanakan proses pembelajaran mulai dari siklus I sampai dengan siklus II.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Ekonomi pada Kompetensi Dasar Badan Usaha Dalam Perekonomian Indonesia Melalui Metode Pembelajaran Numbered Head Together bagi Peserta Didik Kelas X IPS 3 pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 Siti Niamah
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 3 (2021): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.514 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i3.70

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik bagi kelas X IPS 3 semester genap tahun pelajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari dua pertemuan (dua kali tatap muka), siklus II terdiri dari 2 pertemuan ( dua kali tatap muka). Data keaktifan diperoleh dari observasi oleh guru pengajar dan teman sejawat, sedangkan hasil belajar diperoleh dari tes hasil ulangan harian tiap-tiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi keaktifan sudah menunjukkan peningkatan menjadi kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata persentase capaian keaktifan dari siklus II sebesar 79,14% (kategori tinggi). Keaktifan peserta didik dari siklus 1 menuju ke siklus 2 mengalami peningkatan. Yaitu aspek kehadiran naik dari 94,76 % menjadi 98,57% (kategori tinggi). Aspek antusiasme peserta didik dalam berdiskusi naik dari 68,33% menjadi 77,35 (kategori tinggi). Aspek keaktifan berinteraksi dalam berdiskusi naik dari 69,97% menjadi 78,33% (kategori tinggi). Aspek kejujuran dalam mengerjakan tugas naik dari 70,99% menjadi 79,52% (kategori tinggi). Aspek kemampuan menyampaiakan hasil diskusi naik dari 59,52% menjadi 69,53% (kategori sedang) pada perlakuan siklus 2. Hasil belajar peserta didik didapatkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik pada siklus 2 mengalami kenaikan 6,68% dibandingkan dengan hasil belajar pada kondisi siklus 1. Persentase peserta didik yang belum memenuhi KKM mengalami penurunan 6,68%. Hal ini ditunjukkan persentase siklus 1 sebesar 28,57% turun menjadi 8,57% pada perlakuan siklus 2. Persentase yang sudah memenuhi KKM mengalami kenaikan 10,71% dari siklus 1 sebesar 71,43% naik menjadi 91,43% pada perlakuan siklus 2. Kesimpulannya bahwa Keaktifan dan Hasil belajar ekonomi kompetensi dasar badan usaha dalam perekonomian indonesia bagi kelas X IPS 3 semester genap tahun pelajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora meningkat setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode pembelajaran cooperative learning metode numbered head together.
Peningkatan Kompetensi Menulis Deskripsi Teks Eksplanasi Melalui Pendekatan Kontekstual Berbasis Audio Visual Siswa Kelas XI IPA 5 pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2018 / 2019 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora Suhartini
Educatif Journal of Education Research Vol 3 No 3 (2021): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.198 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v3i3.137

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa bagi kelas XI IPA 5 semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari tiga pertemuan (tiga kali tatap muka), siklus II terdiri dari tiga pertemuan (tiga kali tatap muka). Data perilaku proses diperoleh dari observasi oleh guru pengajar dan teman sejawat, sedangkan hasil perolehn nilai menulis diperoleh dari tes hasil ulangan harian tiap-tiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi perilaku proses sudah menunjukkan peningkatan menjadi kriteria sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari nilai proses siswa dari siklus 1 menuju ke siklus 2 mengalami peningkatan. Yaitu motivasi dari 70,00 % menjadi 84,28% (kriteria sangat baik). Perilaku keaktifan naik dari 70,00% menjadi 84,28 (kriteria sangat baik). Perilaku keterampilan naik dari 64,29% menjadi 75,71% (kriteria sangat baik). Hasil nilai perolehan menulis deskripsi teks eksplanasi didapatkan bahwa hasil nilai perolehan siswa siklus 2 mengalami kenaikan 17,80% dibandingkan dengan nilai perolehan pada kondisi siklus 1. Persentase siswa yang belum memenuhi KKM mengalami penurunan 54,29%. Hal ini ditunjukkan persentase siklus 1 sebesar 77,14% turun menjadi 22,85% pada perlakuan siklus 2 persentase yang sudah memenuhi KKM mengalami kenaikan 14,28% dari siklus 1 sebesar 77,14% naik menjadi 91,42% pada perlakuan siklus 2. Kesimpulannya bahwa nilai perolehan proses dan nilai perolehan menulis deskripsi teks eksplanasi bagi kelas XI IPA 5 semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora meningkat setelah dilaksanakan pembelajaran melalui pendekatan kontekstual berbasis audio visual .

Page 2 of 2 | Total Record : 16