cover
Contact Name
Afrital Rezki
Contact Email
afrital.rezki@gmail.com
Phone
+62811665485
Journal Mail Official
spasialredaksi@gmail.com
Editorial Address
Jln. Gunung Pangilun. Kota Padang. Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Spasial: Penelitian, Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan Geografi
ISSN : 25408933     EISSN : 25414380     DOI : https://doi.org/10.22202/js
Core Subject : Science, Social,
Scope of publications includes physical geography, human geography, regional planning and development, cartography, remote sensing, geographic information system, geography education, and environmental science.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG KEARIFAN LOKAL TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN DAS DI KENAGARIAN AUR BEGALUNG TALAOK KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
JURNAL SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.06 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.2853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data pengaruh tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang kearifan lokal terhadap kesadaran masyarakat dalam melestarikan DAS di Kenagarian Aur Begalung Talaok Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kenagarian Aur Begalung Talaok Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan yaitu sebanyak 1.196 KK. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 KK dengan menggunakan teknik penarikan sampel yaitu dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Analisis data digunakan dengan dua cara yaitu: (1) analisis deskriptif, dan (2) analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap kesadaran masyarakat dalam melestarikan DAS dengan bentuk persamaan regresi  Ŷ = 21,571 + 0,663X1 dan t-hitung sebesar 2,752 dengan nilai signifikan sebesar 0,007 < α 0,05. (2) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara pengetahuan tentang kearifan lokal terhadap kesadaran masyarakat dalam melestarikan DAS dengan bentuk persamaan regresi  Ŷ = 10,594 + 2,353X1 dan t-hitung sebesar 8,436 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < α 0,05. (3) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang kearifan lokal secara bersama-sama terhadap kesadaran masyarakat dalam melestarikan DAS dengan bentuk persamaan regresi  Ŷ = 9,689 + 0,153X1 + 2,284X2 dan F-hitung sebesar 35.720 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < α 0,05.
MANAJEMEN DATA SPASIAL: PENGGUNAAN TANAH WILAYAH PEDESAAN DI SUMATERA BARAT
JURNAL SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.306 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.3090

Abstract

Perkembangan penggunaan tanah bergerak horisontal secara spasial ke arah wilayah yang mudah diusahakan. Penggunaan tanah juga bergerak secara vertikal dalam rangka menaikkan mutunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan lahan, bagaimana manajemen penggunaan lahan di satu wilayah berdasarkan batas Nagari. Metode yang digunakan adalah analsisis spasial dengan interpretasi citra penginderaan jauh, survey lapangan, dan analisis deskriptif. Pertumbuhan pemukiman Nagari Sungai Sariak Kecamatan VII Koto Kabupaten Padang Pariaman mengakibatkan pemanfaatan ruang menjadi tumpang tindih. Diperlukan cara-cara pengelolaan dan managemen penggunaan tanah dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang menaikkan taraf hidup masyarakat dan tidak menimbulkan kerugian lingkungan.Terdapat 9 jenis penggunaan lahan yang ada di Nagari Sungai Sariak. Penggunaan lahan tersebut adalah Primary Forest, Secondary Forest, Paddy Field, Settlement, Mixed Plantations, Crop Fields, Water Bodies, Bushes, dan Plantations. Penggunaan lahan yang paling luas di Nagari Sungai Sariak adalah jenis penggunaan lahan Primary Forest, sebesar 48% dari total luas wilayah Nagari Sungai Sariak. Pada tahun 2011 sampai tahun 2016, penggunaan lahan paling luas terjadi pada penggunaan lahan jenis Primary Forest yang kemudian menjadi Mixed Plantations. Land use Changes moved horizontally spatially towards areas that are easily cultivated. The land use also moves vertically in order to increase its quality. This study aims to analyze land use patterns, how land use management in one area is based on Nagari boundaries. The method used is spatial analysis with interpretation of remote sensing images, field surveys, and descriptive analysis. The growth of Nagari Sungai Sariak in Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman resulted in overlapping use of space. Management methods are needed and management of land use in the framework of sustainable development that raises the standard of living of the community and does not cause environmental losses. There are 9 types of land use in the Nagari Sungai Sariak. The land uses are Primary Forest, Secondary Forest, Paddy Field, Settlement, Mixed Plantations, Crop Fields, Water Bodies, Bushes, and Plantations. The most extensive land use in Nagari Sungai Sariak is the type of Primary Forest land use, amounting to 48% of the total area of the Nagari Sungai Sariak. From 2011 to 2016, the most extensive land use occurred in Primary Forest land uses which later became Mixed Plantations.
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN TES KECIL PADA AKHIR PELAJARAN DI SMPN 5 KOTA SOLOK
JURNAL SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.774 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.3034

Abstract

 Education is a place to educate the life of the nation, because education is created by educated human resources, who are able to face the development of an increasingly advanced era. So from that learning activities must be improved again. The problem that often arises in the world of education is the low student learning outcomes, which is one reason is the lack of motivation of students to learn. Various ways are done to improve student activity in learning, one of which is by giving feedback in the form of tests after each lesson that is notified before the lesson given. In accordance with the analysis of research observation data carried out in class VIII B of SMP Negeri 5 Solok, it turns out that by giving a small test can increase student activity in learning. With the notification of the implementation of small tests at the end of each learning process that makes students motivated so that their learning activities increase.Keywords: Learning, Student Activities, Small Tests Pendidikan merupakan wadah mencerdaskan kehidupan bangsa, sebab pendidikan tercipta sumber daya manusia yang terdidik, yang mampu menghadapi perkembangan zaman semakin maju. Maka dari itu kegiatan pembelajaran harus terus ditingkatkan lagi. Masalah yang sering timbul dalam dunia pendidikan adalah rendahnya hasil belajar siswa, yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya motivasi siswa untuk belajar. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar, salah satunya dengan pemberian umpan balik berupa tes setiap sesudah pembelajaran yang diberitahukan sebelum pelajaran yang diberikan. Sesuai dengan analisis data observasi penelitian yang dilakukan pada kelas VIII B SMP Negeri 5 Kota Solok, ternyata dengan pemberian tes kecil dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar. Dengan adanya pemberitahuan tentang pelaksanaan tes kecil pada setiap akhir proses pembelajaran yang membuat siswa termotivasi sehingga aktivitasnya dalam belajar meningkat.Kata Kunci: Pembelajaran, Aktivitas Siswa, Tes Kecil
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SANITASI LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI NAGARI AUR BEGALUNG TALAOK KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
JURNAL SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.074 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.3091

Abstract

Humans in the continuity of their lives have the ability to adapt to the environment in the adaptation of humans told and affect their environment along with the progress achieved is felt by the need for increasing degrees of sanitation so that the control of all aspects related to environmental sanitation settlements can increase as well. Based on this, it can be seen from a number of variables that are thought to affect the settlement environment sanitation 1) income level, 2) number of family members, 3) knowledge and 4) knowledge, number of family members and income level together. This study aims to find out: factors that affect residential environmental sanitation in Nagari Aur Begalung Talaok Bayng District, South Coastal District. This type of research is classified as descriptive correlational (corelational studies). The research subjects of the community who resided in kenagarian Aur Begalung Talaok Bayang sub-district, South Coastal District. The results of this study found: 1). There is a positive significant effect between the level of income and environmental sanitation of 3.7%, 2). There is a significant positive effect between the number of family members and environmental sanitation of 3.4%. 3). There is a positive significant effect between 8% knowledge and environmental sanitation. 4). There is a positive significant effect between the level of income, the number of family members and knowledge together with environmental sanitation of 18.1%.Manusia dalam kelangsungan kehidupannya memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan dalam adaptasinya manusia dipenguruhi dan mempengaruhi lingkungannya seiring dengan kemajuan yang dicapai tersebut dirasakan oleh kebutuhan derajat sanitasi semakin meningkat sehingga pengendalian segala aspek yang menyangkut dengan sanitasi lingkungan permukiman dapat meningkat juga. Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat dari beberapa variabel yang diduga dapat mempengaruhi sanitasi lingkungan permukiman 1) tingkat pendapatan, 2) jumlah anggota keluarga, 3) pengetahuan dan 4) pengetahuan, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendapatan secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor yang mempengaruhi sanitasi lingkungan permukiman di nagari Aur Begalung Talaok Kecamatan Bayng Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini tergolong deskriptif korelasional (corelational studies). Subjek penelitian masyarakat yang bertempat tinggal di kenagarian Aur Begalung Talaok kecamatan Bayang kabupaten Pesisir Selatan. Hasil penelitian ini menemukan: 1). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara tingkat pendapatan dengan sanitasi lingkungan sebesar 3,7%, 2). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara jumlah anggota keluarga dengan sanitasi lingkungan sebesar 3,4%. 3). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara pengetahuan dengan sanitasi lingkungan sebesar 8%. 4). Terdapat pengaruh yang signifikan positif antara tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga dan pengetahuan secara bersama-sama dengan sanitasi lingkungan sebesar 18,1%.
Pendugaan Cadangan Karbon Biru Pada Tingkat Pohon Di Desa Pulau Cawan Dan Desa Bekawan Kecamatan Mandah Provinsi Riau
JURNAL SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.653 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.3040

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dan juga memiliki luas hutan mangrove terbesar di dunia, selain itu Indonesia juga memiliki keanekaragaman jenis vegetasi mangrove yang tinggi dimana 61 jenis vegetasi mangrove jenis pohon teridentifikasi berada di Indonesia. Mangrove termasuk pada kelompok karbon biru bersama dengan padan lamun dan terumbu karang. Deforestasi mangrove merupakan salah satu yang tercepat di dunia dengan penurunan 30-50% kawasan mangrove dalam 50 tahun terakhir. Dengan demikian laju hilangnya potensi karbon juga sangat besar mengingat mangrove menyimpan karbon 5 kali lebih besar dari hutan hujan tropis. Penelitian ini ingin membahas bagaimana kondisi hutan mangrove di desa Pulau Cawan dan Desa Bekawan di Kecamatan Mandah untuk melihat jenis vegetasi mangrove, besaran nilai tutupan dan kerapatan vegetasi mangrove, serta nilai biomassa, potensi karbon dan serapan karbon vegetasi mangrove dan melihat perbandingan nilai dari kedua desa tersebut.Indonesia is the second longest coastline in the world and also has the largest area of mangrove forest in the world, besides that Indonesia also has a high diversity of mangrove vegetation in which 61 types of mangrove vegetation of tree species were identified in Indonesia. Mangroves belong to the blue carbon group along with similar seagrasses and coral reefs. Mangrove deforestation is one of the fastest in the world with a 30-50% reduction in mangrove areas in the last 50 years. Thus the rate of loss of carbon potential is also very large considering that mangroves store carbon 5 times greater than tropical rainforests. This study intends to discuss how the condition of mangrove forests in Cawan Island and Bekawan Village in Mandah District to see the type of mangrove vegetation, the amount of cover value and density of mangrove vegetation, as well as biomass value, carbon potential and carbon uptake of mangrove vegetation and see the comparison of values from both villages that is.

Page 1 of 1 | Total Record : 5