cover
Contact Name
Fatma Dwi Jati
Contact Email
dwijati.fatma@gmail.com
Phone
+6285206612615
Journal Mail Official
jakpjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Almamater No.1 Kampus USU , Medan, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan
ISSN : 26152843     EISSN : 27770508     DOI : https://doi.org/10.51510/jakp
Core Subject : Economy, Social,
Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Pemerintahan, Akuntansi Perpajakan, Sistem Pengendali Manajemen, Sistem Informasi Akuntansi, Pengendalian Internal, Auditing, Audit Internal, Fraud, Perpajakan, Manajemen Pajak, Manajemen Keuangan, Manajemen Strategik, Analisa Laporan Keuangan
Articles 101 Documents
Analysis of the Internal Control System in Cash Management at PT Perkebunan Nusantara I Regional 4: Analisis Sistem Pengendalian Internal pada Pengelolaan Kas PT Perkebunan Nusantara I Regional 4 Azzahra Shafira Diaz Hidayat; Putri Dwi Aprilia Nur Khasanah
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.2543

Abstract

This study aims to evaluate how effectively the internal control system over cash management at PT Perkebunan Nusantara I Regional 4 aligns with the five core components of the COSO framework. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews and direct observation. Findings indicate that the system is fairly effective and generally adheres to internal control principles. However, challenges remain in task distribution due to organizational changes following a business transformation. The study offers a practical insight into the implementation of internal cash control within a state-owned enterprise undergoing structural reform. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem pengendalian internal atas pengelolaan kas di PT Perkebunan Nusantara I Regional 4 telah sesuai dengan lima unsur utama pengendalian internal berdasarkan kerangka COSO. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa pengendalian internal atas pengelolaan kas di perusahaan telah berjalan dengan cukup efektif dan mengacu pada prinsip-prinsip pengendalian internal yang ditetapkan. Namun, perusahaan masih menghadapi kendala dalam pembagian tugas yang belum sepenuhnya ideal akibat transformasi bisnis. Penelitian ini menyajikan gambaran praktis mengenai penerapan sistem pengendalian internal pengelolaan kas pada salah satu perusahaan BUMN yang mengalami transformasi bisnis.
The Influence of Tax Awareness and Tax Understanding on Taxpayer Compliance with Land and Building Tax in Kampung Toge Desa Mekarjaya: Pengaruh Kesadaran Pajak dan Pemahaman Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PBB di Kampung Toge Desa Mekarjaya Diny Mutiara; Rendi Pratisna; Muhamad Rizal; Qaila Sofiani; Ilham Marsendi Susanto
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.2905

Abstract

This study was conducted to identify the influence of tax awareness and tax understanding on taxpayer compliance with Land and Building Tax (PBB) in Kampung Toge, Desa Mekarjaya. This study involved 80 taxpayers as respondents determined using the Slovin formula. The data collection process was carried out through a questionnaire using Google Forms and analyzed using multiple linear regression. The research findings revealed that tax awareness was proven to have a positive and significant impact on PBB taxpayer compliance when tested partially, while tax understanding had no significant impact. However, overall, both variables had a significant impact on taxpayer compliance in Kampung Toge, Desa Mekarjaya. AbstrakStudi ini dilakukan guna mengidentifikasi pengaruh kesadaran pajak dan pemahaman pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kampung Toge Desa Mekarjaya. Penelitan ini melibatkan 80 wajib pajak sebagai responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Proses pengumpulan data ditempuh melalui kuisioner menggunakan google form dan dianalisis mempergunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa  kesadaran pajak terbukti memengaruhi kepatuhan wajib pajak PBB secara positif serta signifikan ketika diuji secara parsial, sedangkan pemahaman pajak tidak berdampak signifikan. Akan tetapi, secara keseluruhan, kedua variabel tersebut berdampak signifikan kepada kepatuhan wajib pajak di Kampung Toge, Desa Mekarjaya.
The Impact of Financial Technology and Financial Inclusion on MSME Financial Performance: Pengaruh Financial Technology dan Inklusi Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM Muhammad Hafiz Saputra; Dewi Sartika
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.3117

Abstract

This study aims to analyze the influence of financial technology (fintech) and the level of financial inclusion on the financial performance of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This study uses a quantitative approach with an explanatory research method. Primary data were collected through structured questionnaires from MSMEs that have implemented fintech services and have access to formal financial institutions, using a purposive sampling technique. Data analysis was performed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results show that fintech and financial inclusion have a positive and significant influence on MSME financial performance, which is reflected in increased profitability, operational efficiency, business resilience, and long-term business sustainability and competitiveness. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial technology (fintech) dan tingkat inklusi keuangan terhadap kinerja keuangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner terstruktur kepada pelaku UMKM yang telah menerapkan layanan fintech serta memiliki akses ke lembaga keuangan formal, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech dan inklusi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, yang tercermin dalam peningkatan profitabilitas, efisiensi operasional, ketahanan usaha, serta keberlanjutan dan daya saing bisnis jangka panjang.
The Effect of Accounting Digitalization and the Implementation of EMKM FAS on the Quality of MSME Financial Reports with Digital Financial Literacy as a Moderating Variable: Pengaruh Digitalisasi Akuntansi dan Penerapan SAK EMKM terhadap Kualitas Laporan Keuangan UMKM dengan Literasi Keuangan Digital sebagai Variabel Moderasi Desti Mega Astuti; Achmad Tjahjono
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.3193

Abstract

This study aims to examine the effect of accounting digitalization and the implementation of SAK EMKM on the quality of financial reports of MSMEs in the culinary sector in the Special Region of Yogyakarta, with digital financial literacy as a moderating variable. The study used a quantitative approach with primary data obtained through questionnaires. Data analysis included instrument testing, classical assumption testing, multiple linear regression, and Moderated Regression Analysis (MRA). The results indicate that accounting digitalization and the implementation of SAK EMKM have a positive effect on the quality of MSME financial reports,and are strengthened by digital financial literacy. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh digitalisasi akuntansi serta penerapan SAK EMKM terhadap kualitas laporan keuangan UMKM sektor kuliner di Daerah Istmewa Yogyakarta dengan literasi keuangan digital sebagai variabel pemoderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Analisis data meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil menunjukkan bahwa digitalisasi akuntansi dan penerapan SAK EMKM berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan UMKM, serta diperkuat oleh literasi keuangan digital.
The Role of Key Audit Matters as a Means of Communication between Auditors and Users of Financial Statements: Peran Key Audit Matters sebagai Alat Komunikasi Auditor dengan Pengguna Laporan Keuangan Yunita Anggraini Setyawati; Acynthia Ayu Wilasittha
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.2648

Abstract

This study has the main objective to examine in depth and comprehensively the role of key audit matters (KAM) as an important means of communication between auditors and users of financial statements, guided by the International Standard on Auditing (ISA) 701 on Communicating Key Audit Matters in Independent Auditor's Reports. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR) with a qualitative approach, which is compiled based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. The literature search process was carried out through the Google Scholar and ScienceDirect databases, from 120 articles obtained 10 relevant articles from Scopus accredited international journals that specifically discuss the disclosure of KAM in independent auditor reports. Based on the results of the study, it was found that the disclosure of KAM functions as a communication tool that can increase transparency and deepen the understanding of financial statement users of significant risks faced by the audited entity, while providing an overview of the audit focus and the complexity of the examination faced by the auditor, thus potentially reducing information asymmetry and the audit expectation gap between auditors and stakeholders. However, its effectiveness depends heavily on the quality of disclosure, user characteristics, and the institutional and cultural environment in which KAM is implemented.   AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengkaji secara mendalam dan komprehensif mengenai peran key audit matters (KAM) sebagai salah satu sarana komunikasi yang penting antara auditor dengan pengguna laporan keuangan, dengan berpedoman pada International Standard on Auditing (ISA) 701 tentang Pengomunikasian Key Audit Matters dalam Laporan Auditor Independen. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Proses penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dan ScienceDirect, dari 120 artikel diperoleh 10 artikel relevan dari jurnal Internasional terakreditasi Scopus yang secara khusus membahas mengenai pengungkapan KAM dalam laporan auditor independen. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa pengungkapan KAM berfungsi sebagai alat komunikasi yang mampu meningkatkan transparansi serta memperdalam pemahaman pengguna laporan keuangan terhadap risiko-risiko signifikan yang dihadapi entitas yang diaudit, sekaligus memberikan gambaran mengenai fokus audit dan kompleksitas pemeriksaan yang dihadapi auditor, sehingga berpotensi mengurangi asimetri informasi dan audit expectation gap antara auditor dan pemangku kepentingan. Namun demikian, efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas pengungkapan, karakteristik pengguna, serta lingkungan institusional dan budaya tempat KAM diterapkan.
Bibliometric Analysis of Personality Traits and Behavioral Biases in Financial Decision Making: Mapping the Psychological Landscape of Investment Behavior: Analisis Bibliometrik atas Sifat Kepribadian dan Bias Perilaku dalam Pengambilan Keputusan Keuangan: Memetakan Lanskap Psikologis Perilaku Investasi Arief Budiman; Raden Dian Hardiana
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.2755

Abstract

This study maps research on how Big Five personality traits relate to behavioral biases in investment decision-making through a bibliometric analysis. It reviews 1,009 publications from 2005 to 2025 and synthesizes patterns in keywords and themes with VOSviewer and Biblioshiny. The findings suggest that decision-making, investment behavior, and risk perception consistently anchor the field, whereas mental health, financial literacy, and cultural context are gaining visibility but remain only loosely connected to the main theoretical stream. The results can inform personality-informed financial education and advisory practices and encourage future work that is culturally grounded and longitudinal. ABSTRAKStudi ini memetakan riset mengenai hubungan Big Five personality traits dengan bias perilaku dalam pengambilan keputusan investasi melalui analisis bibliometrik. Sebanyak 1.009 publikasi periode 2005–2025 ditelaah untuk merangkum pola kata kunci dan perkembangan tema, dengan bantuan VOSviewer dan Biblioshiny. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengambilan keputusan, perilaku investasi, dan persepsi risiko secara konsisten menjadi tema inti yang membentuk struktur literatur. Sementara itu, isu kesehatan mental, literasi keuangan, dan konteks budaya semakin banyak dibahas, namun masih berjejaring lemah dengan arus teori utama. Temuan ini mendukung perancangan edukasi dan advis investasi yang lebih adaptif serta peka konteks.
The Influence of Capital Structure, Investment Decisions, Firm Size, and Liquidity on the Firm Value in the Infrastructure Sector: Pengaruh Struktur Modal, Keputusan Investasi, Ukuran Perusahaan, dan Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan Sektor Infrastruktur Muhammad Ryan Fitriadi; Rustam Hanafi
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.3189

Abstract

The research focused on infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2021–2024 period to examine the relationship between capital structure, investment decisions, firm size, and liquidity on firm value. This study adopted a quantitative design utilizing secondary data obtained from the financial statements of 178 companies selected through purposive sampling. Data processing and analysis were performed through multiple linear regression, supported by a series of classical assumption tests and hypothesis verification. The analysis confirmed that investment decisions and liquidity contributed positively and significantly to increasing firm value, while capital structure and firm size were not shown to have a significant influence.AbstrakFokus penelitian diarahkan pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024 untuk menelaah hubungan antara struktur modal, keputusan investasi, ukuran perusahaan, serta likuiditas terhadap nilai perusahaan. Studi ini mengadopsi desain kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan 178 perusahaan hasil seleksi purposive sampling. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui penerapan regresi linier berganda yang didukung oleh serangkaian uji asumsi klasik serta verifikasi hipotesis. Hasil analisis menegaskan bahwa keputusan investasi dan likuiditas berkontribusi positif dan signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan, sedangkan struktur modal dan ukuran perusahaan tidak terbukti memberikan pengaruh yang signifikan.
Determinants of Generation Z's Online Loan Application Decision: Determinan Keputusan Pengajuan Pinjaman Online oleh Generasi Z Muhammad Kadirun; Adhitya Bayu Suryantara
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.3096

Abstract

This study aims to determine the influence of financial behavior, trust, risk perception, ease of access, and social influence on the decision to apply for online loans by Generation Z. This study uses a quantitative research method with an associative approach. Respondents used in the study were undergraduate students of the University of Mataram. Data were collected through questionnaires distributed using Google Forms and analyzed using SmartPLS Software. The results of this study indicate that financial behavior and social influence do not influence the decision to apply for online loans by Generation Z. While trust, risk perception, and ease of access have a positive influence on the decision to apply for online loans by Generation Z. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku keuangan, kepercayaan, persepsi risiko, kemudahaan akses dan pengaruh sosial terhadap keputusan pengajuan pinjaman online oleh Generasi Z. penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif.  Responden yang digunakan dalam penelitian ialah mahasiswa S1 Universitas Mataram. Data dikumpulkan melalui kuisioner yang disebarkan menggunakan Google Formulir dan dianalisis menggunakan Software SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku keuangan dan pengaruh sosial tidak berpengaruh terhadap keputusan pengajuan pinjaman online oleh generasi Z. sementara kepercayaan, persepsi risiko dan kemudahaan akses berpengaruh positif terhadap keputusan pengajuan pinjaman online oleh generasi Z.
Analysis of Liquidity Ratios and Solvency Ratios at PT Garuda Indonesia (Persero) for the 2019-2024 Period: Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas pada PT Garuda Indonesia (Persero) Periode 2019-2024 Dameria Naibaho; Yostaria Elfrina Pandiangan; Bernadetta Anita Jerry Simbolon; Friska Sipayung
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.3252

Abstract

This study aims to analyze the liquidity and solvency ratios of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk for the 2019–2024 period and identify internal and external factors influencing the company's inability to meet short-term and long-term obligations. The liquidity ratios studied include the current ratio, quick ratio, and cash ratio, while the solvency ratios include the debt-to-asset ratio, debt-to-equity ratio, and long-term debt-to-equity ratio. The analysis results show a significant decrease in liquidity and increase in debt in 2020–2021 due to an unbalanced funding structure, operational losses, ineffective management, increased interest expenses, and the impact of the COVID-19 pandemic, which reduced revenue. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis rasio likuiditas dan solvabilitas PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2019–2024 serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek maupun panjang. Rasio likuiditas yang diteliti mencakup current ratio, quick ratio, dan cash ratio, sedangkan rasio solvabilitas meliputi debt to asset ratio, debt to equity ratio, dan long term debt to equity ratio. Hasil analisis menunjukkan penurunan likuiditas dan peningkatan utang signifikan pada 2020–2021 akibat struktur pendanaan tidak seimbang, kerugian operasional, manajemen kurang efektif, beban bunga meningkat, serta dampak pandemi COVID-19 yang menurunkan pendapatan.  
Taxpayers' Perceptions of the Implementation of PER-11/PJ/2025 to Tax Compliance: Persepsi Wajib Pajak atas Implementasi Per-11/PJ/2025 terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Retta Farah Pramesti; Agus Puji Priyono; Muhamad Andri Arif Pramanda
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jakp.v9i1.2907

Abstract

This study aims to analyze taxpayer perceptions of the implementation of PER-11/PJ/2025 which integrates the reporting of Income Tax, Value Added Tax, Luxury Goods Sales Tax, and Stamp Duty in the Coretax system, and to examine the extent to which the ease, clarity of rules, and efficiency of the reporting process influence taxpayer readiness to implement the new provisions. The background of the study is based on the 2015–2025 tax administration reform agenda that encourages digitalization, simplification, and data integration to improve compliance and tax ratio. The study used a descriptive quantitative approach with a Likert questionnaire (1–5) to 386 respondents who had filed their SPT, dominated by the age group <25 years and students, who were assumed to be potential users of digital tax services. The instrument has been tested for reliability with a Cronbach's alpha of 0.903. Data were analyzed using multiple linear regression to examine the effect of perceived ease (X1), clarity of rules (X2), and reporting efficiency (X3) on readiness to implement PER-11/PJ/2025 (Y). The results showed that all three variables had a positive and significant effect, with the largest coefficient for efficiency, followed by regulatory clarity and ease of use. The model had strong explanatory power that the variation in taxpayer readiness can be explained by these three perceptions. These findings indicate that the successful implementation of PER-11/PJ/2025 is not only determined by normative requirements, but is also strongly influenced by user experience: simple procedures, clear instructions, integration that reduces duplication and compliance costs. However, the study also noted challenges, including inequality in tax and digital literacy, adapting to the new Coretax flow, and the need for more responsive socialization and technical support. These findings can provide input for the Directorate General of Taxes (DGT) in designing segmented socialization and a more humane transition period. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wajib pajak terhadap implementasi PER-11/PJ/2025 yang mengintegrasikan pelaporan PPh, PPN, PPnBM, dan Bea Meterai dalam sistem Coretax, serta menguji sejauh mana kemudahan, kejelasan aturan, dan efisiensi proses pelaporan memengaruhi kesiapan wajib pajak menerapkan ketentuan baru tersebut. Latar belakang penelitian berpijak pada agenda reformasi administrasi perpajakan 2015–2025 yang mendorong digitalisasi, simplifikasi, dan integrasi data untuk meningkatkan kepatuhan dan tax ratio. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner Likert (1–5) kepada 386 responden yang pernah melaporkan SPT, didominasi kelompok usia <25 tahun dan mahasiswa, yang diasumsikan sebagai pengguna potensial layanan pajak digital. Instrumen telah diuji reliabilitasnya dengan Cronbach’s alpha 0,903. Data dianalisis dengan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh persepsi kemudahan (X1), kejelasan aturan (X2), dan efisiensi pelaporan (X3) terhadap kesiapan penerapan PER-11/PJ/2025 (Y). Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien terbesar pada efisiensi, diikuti kejelasan aturan dan kemudahan. Model memiliki kemampuan jelaskan yang kuat  dan variasi kesiapan wajib pajak dapat diterangkan oleh ketiga persepsi tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan implementasi PER-11/PJ/2025 tidak hanya ditentukan oleh keharusan normatif, tetapi sangat dipengaruhi pengalaman pengguna: prosedur yang sederhana, petunjuk yang jelas, integrasi yang mengurangi duplikasi dan biaya kepatuhan. Namun demikian, penelitian juga mencatat adanya tantangan berupa ketimpangan literasi pajak dan digital, adaptasi terhadap alur Coretax yang baru, serta kebutuhan sosialisasi dan dukungan teknis yang lebih responsif. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi DJP untuk merancang sosialisasi tersegmentasi dan masa transisi yang lebih humanis.

Page 10 of 11 | Total Record : 101