cover
Contact Name
Sarah Wassar
Contact Email
jurnalredominate@gmail.com
Phone
+6281314842590
Journal Mail Official
jurnalredominate@gmail.com
Editorial Address
STT Kerusso Indonesia Jl. Bambu Kuning Selatan RT 003 RW 004 Bekasi 17114
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
ISSN : -     EISSN : 27162877     DOI : https://doi.org/10.59947
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani, serta diperuntukkan bagi semua dosen maupun peneliti, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Jurnal Redominate menggunakan sistem double-blind review. Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal REDOMINATE adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologis sistematika 3. Kepemimpinan Kirsten 4. Pelayanan Kristiani 5. Pendidikan Kristiani 6. Konseling Kristen
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1: Juni 2023" : 6 Documents clear
Implementasi Logis Pengenalan akan Kristus dalam Analisis Filipi 3:7-8 Paulus Kunto Baskoro; Yabes Yabes
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.44

Abstract

Many are found nowadays as believers who are lukewarm or not severe and leave God. The correct introduction to the Lord Jesus is the basis of the life force of every believer. Believers do not only focus on Christian religious rituals. Every believer must discipline himself to live and know God correctly so that his life can grow spiritually and mature in Christ. The research will discuss how far the impact is on the believers whose lives know God with complete sincerity compared to believers who only ordinarily follow Jesus. The method used in this research is descriptive qualitative with a library research approach. The conclusions in this study provide an essential basis for living as a believer knowing the Lord Jesus so that it becomes a solid basis for becoming spiritually mature and can have a strong discipleship impact on other believers. AbstrakBanyak didapati pada masa sekarang ini, orang percaya yang suam-suam kuku atau tidak sungguh-sungguh dan meninggalkan Tuhan. Pengenalan kepada Tuhan Yesus dengan benar, merupakan dasar kekuatan hidup setiap orang percaya. Orang percaya bukan hanya fokus kepada ritualitas keagamawian kekristenan. Setiap orang percaya harus mendisiplin dirinya untuk hidup mengenal Tuhan dengan benar, supaya kehidupannya makin bertumbuh secara rohani dan dewasa dalam Kristus. Penelitian ini akan membahas sejauh mana dampak kehidupan orang percaya yang hidupnya mengenal Tuhan dengan penuh kesungguhan dibandingkan dengan orang percaya yang hanya mengikuti Yesus secara biasa-biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research. Kesimpulan dalam penelitian ini menya-jikan dasar yang penting sebagai orang percaya untuk hidup mengenal Tuhan Yesus, sehingga menjadi dasar kuat untuk menjadi dewasa secara rohani dan bisa memberikan dampak pemuridan yang kuat kuat bagi orang percaya lainnya.  
Membangun Karakter Unggul Melalui Pendidikan Kristiani Sebagai Upaya Gereja dalam Mewujudkan Transformasi Kristiani Juni Wisna Zega
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.48

Abstract

Christian education is essential and crucial in building a solid character among Christians. Because of the problems that arise and are not avoided, moral degradation continues to increase. Therefore, the church's efforts in transforming Christianity and Christian education offer a profound moral and spiritual life foundation for individuals to grow in faith and develop a personality that reflects the teachings of Christ. The purpose of this study is for Christian education to be the primary tool in shaping character, through teaching gospel values, fostering spiritual disciplines, and developing a supportive faith community. With a focus on building strong character, Christian education also plays a role in preparing individuals to serve and become agents of change in the church and society. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that the role of Christian education in stimulating transformation in social culture. First, the importance of understanding Christianity related to the theoretical study of character and its challenges. This is required so that the role of Christian education has the primary purpose of shaping character. So that it can actualize the wishes of the church in Christian education as an effort to transform Christianity.AbstrakPendidikan Kristen memiliki peran penting dan krusial dalam membangun karakter yang kokoh di kalangan umat Kristiani. Sebab persoalan yang muncul dan tidak dihindari kasus degradasi moral tgerus meningkat. Oleh karena itu upaya gereja dalam transformasi kekristenan, pendidikan Kristen menawarkan landasan kehidupan moral dan spiritual yang mendalam bagi individu untuk tumbuh dalam iman dan mengembangkan kepribadian yang mencerminkan ajaran Kristus. Tujuan penelitian ini adalah pendidikan Kristen menjadi alat utama dalam membentuk karakter, melalui pengajaran nilai-nilai injil, pembinaan disiplin spiritual, dan pengembangan komunitas iman yang mendukung. Dengan fokus pada pembentukan karakter yang kokoh, pendidikan Kristen juga berperan dalam mempersiapkan individu untuk melayani dan menjadi agen perubahan di dalam gereja dan masyarakat. Mengunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Peran pendidikan Kristen dalam merangsang transformasi dalam masyarakat sosial. Pertama pentingnya pemahaman kekristenan terkait kajian teoritis karakter dan tantanganya. Hal ini dituntut supaya peran pendidikan kristen memiliki tujuan utama membentuk karakter. Sehingga dapat mengaktualisasi keinginan gereja dalam pendidikan kristen sebagai upaya mentranformasi kekristenan  
Black Campaign Absalom dalam Refleksi Kepemimpinan Kristen: Sebuah Kajian Teologis 2 Samuel 15: 1-12 Yohana Fajar Rahayu; Yonatan Alex Arifianto
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.46

Abstract

Behavior that reasoned deceitfulness often occurs in today's leadership, using unconventional ways to rise and replace previous leadership positions. In the theological study of 2 Samuel 15: 1-12, there is a historical story about how a king's son wanted to coup his parents' leadership deceitfully, namely the black campaign. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian leadership should answer the problem of leadership regeneration. So actions in the name of power, personal and group interests, with black campaigning behavior are not free to take advantage. Therefore, descriptive black campaigning in the frame of the Bible is a severe lesson regarding honesty and integrity of leadership, as well as being chivalrous to accept leadership calls naturally and based on the Bible. Christian leadership needs to see and study the historical story of Abslom's rebellion using the desire to rule over the kingdom with black campaign intrigue, which can be witnessed in 2 Samuel 15: 1-12. To bring out the value and essence of Christian leadership as a dedicated responsibility to be actualized. Therefore, Christian leadership reflects Absalom's leadership Against black campaigning as a theological study of equipping believers and Christian leadership to live righteously for this world.  AbstrakPerilaku yang bernalar keculasan sering terjadi dalam kepemimpinan dewasa ini, yaitu mengguna-kan cara yang tak lazim untuk naik dan mengantikan posisi kepemipinan terdahulunya. Dalam Kajian teologis 2 Samuel 15: 1-12 dinyatakan ada kisah historis bagaimana seorang anak raja yang ingin mengkudeta kepemimpinan orang tuanya dengan cara yang culas yaitu black campaign. Meng-gunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen seha-rusnya menjadi jawaban bagi persoalan regenerasi kepemimpinan. Supaya tindakan yang menga-tasnamakan kekuasaan baik kepentingan pribadi maupun golongan dengan tindakan prilaku black campaign tidak leluasa mengambil keuntungan. Oleh karena itu deskritif black campaign dalam bingkai Alkitab menjadi pembelajaran yang serius terkait kejujuran dan integritas kepemimpinan bersikap kesatria untuk menerima panggilan kepemimpinan secara natural dan berdasarkan Alki-tab. Kepemimpinan Kristen perlu melihat dan mempelajari historis kisah pemberontakan Absalom mengunakan keinginan menguasai kerajaan dengan intrik black campaign yang dapat disaksikan dalam 2 Samuel 15: 1-12. Sehingga memunculkan nilai dan hakikat kepemimpinan Kristen, sebagai tanggung jawab yang berdedikasi untuk diaktualisasikan. Oleh karena itu kepemipinan Kristen dari reflektif kepemimpinan Absalom terhadap black campaign sebagai sebuah kajian teologis memper-lengkapi orang percaya dan kepemimpinan Kristen untuk bersikap hidup benar bagi dunia ini.  
Hidup dan Pelayanan Yesus Sebagai Landasan Pendidikan Kristiani Sarah Wassar
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.49

Abstract

Christian education lessons are held at home, church, and school. The importance of Christian education can be seen in the life and ministry of Jesus Christ while he was on earth. The Bible is the basis of Christian education, which guides believers to know the person, life, and ministry of Jesus as a reality for the foundation of Christian education so that Christians can carry out the task of the great commission of the Lord Jesus, (Matt. 28: 19-20) namely to make disciples of all nations and teach them to do everything that the Lord Jesus commanded. This research was conducted using qualitative methods, namely library or literature study in the form of theological analysis as a basis for conducting biblical Christian education learning. AbstrakPembelajaran pendidikan kristiani diadakan di rumah, gereja dan sekolah. Pentingnya pendidikan kristiani terlihat dalam hidup dan pelayanan Yesus Kristus selamam Ia berada di bumi. Alkitab sebagai dasar Pendidikan kristiani yang menuntun orang percaya untuk mengenal pribadi, hidup dan pelayanan Yesus sebagai realita bagi landasan pendidikan kristiani, sehingga orang Kristen dapat melakukan tugas amanat agung Tuhan Yesus, (Mat. 28: 19-20)  yaitu untuk menjadikan segala bangsa murid dan ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yang Tuhan Yesus perintahkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yaitu studi pustaka atau literatur dalam bentuk analisis teologi sebagai dasar dalam melakukan pembelajaran pendidikan kristiani yang alkitabiah.  
Disiplin Membaca Alkitab dan Berdoa bagi Pertumbuhan Rohani Remaja: Studi pada Remaja di gereja Kristen Sulawesi Barat Bukit Zion, Mamuju Maya YM
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.54

Abstract

The church has a vital role in building the spiritual life of every congregation member. This includes teenagers, for whom it is essential to receive attention and be educated in their faith to grow in the true knowledge of Jesus Christ and live in harmony with God's Word. Adolescence is a crucial period of growth in finding self-identity, so spiritual life must be a concern. They must be educated through the habit of reading the Bible and in an atmosphere of prayer so that they live in the corridors that the Bible teaches and are not easily swayed by the currents of the world, which can drag them away from God. So, this research aims to determine the extent of the influence of discipline in reading the Bible and praying on the spiritual growth of teenagers. The method used in this research is quantitative. After conducting research at GKSB Bukit Sion Mamuju involving 36 teenagers from GKSB Bukit Sion Mamuju to find out the influence of the discipline of reading the Bible and praying on the spiritual growth of GKSB Bukit Sion Mamuju teenagers, it was concluded that reading God's Word and praying had a significant influence on the spiritual development of GKSB Bukit Sion Mamuju. AbstrakGereja memiliki peran yang sangat penting dalam bangun kehidupan rohani setiap warga jemaat Tidak terkecuali anak-anak remaja yang sangat penting mendapat perhatian untuk dididik imannya agar bertumbuh dalam pengenalan yang benar pada Yesus Kristus dan hidup selaras dengan Firman Tuhan. Masa remaja adalah masa-masa yang krusial s ebagai masa pertumbuhan untuk mencari identitas diri maka kehidupan spiritualitas harus menjadi perhatian. Mereka harus dididik melalui kebiasaan membaca Alkitab dan dalam suasana doa agar hidup pada koridor yang Alkitab ajarkan dan mereka tidak mudah terombang ambing oleh arus dunia yang dapat menyeret mereka jauh dari Tuhan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh disiplin dalam membaca Alkitab dan berdoa terhadap pertumbuhan rohani para remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif. Setelah dilakukan penelitian di GKSB Bukit Sion Mamuju dengan melibatkan 36 orang remaja GKSB Bukit Sion Mamuju untuk mengetahui pengaruh disiplin Membaca Alkitab dan berdoa terhadap pertumbuhan rohani remaja GKSB Bukit Sion Mamuju maka disimpulkan bahwa membaca Firman Tuhan dan berdoa sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rohani remaja GKSB Bukit Sion Mamuju.  
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Kristiani dalam 1 Korintus 13:1-13 Samuel Elkana
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.47

Abstract

Believers face challenges in educating the next generation regarding forming and developing character. Character education is considered very important to be taught to believers from an early age because it is a learning process that fosters spiritual maturity in the form of Bible-based values, attitudes, and behaviors. The purpose of learning character education values is to give students a mature personality in Christ. 1 Corinthians 13:1-13 describes love with understanding and an explanation of character values. If the character is formed, it will significantly determine the nation's character in the future. This research was conducted using qualitative methods or literature presented as a biblical analysis of character education according to 1 Corinthians 13:1-13. AbstrakOrang percaya menghadapi tantangan dalam mendidik generasi muda penerus bangsa, dalam hal membentuk dan mengembangkan karakter. Pendidikan karakter dinilai sangat penting untuk diajarkan kepada orang percaya sejak masih usia dini karena pendidikan karakter merupakan proses pembelajaran untuk menumbuhkan kedewasaan rohani berupa nilai hidup, sikap, dan perilaku yang berdasar pada Alkitab. Tujuan pembelajaran nilai-nilai pendidikan karakter menurut yaitu agar murid memiliki kepribadian yang dewasa dalam Kristus.  Dalam1 Korintus 13:1-13 menjelaskan tentang kasih yang memiliki pengertian dan penjelasan tentang nilai-nilai karakter. Jika karakter terbentuk maka akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif atau literatur yang disajikan dalam bentuk analisa alkitabiah tentang pendidikan karakter menurut 1 Korintus 13:1-13. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6