cover
Contact Name
Sri Suryanti
Contact Email
agroista@instiperjogja.ac.id
Phone
+6285292612011
Journal Mail Official
agroista@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi Gedung Sawit Jl. Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agroista: Jurnal Agroteknologi
ISSN : 25973835     EISSN : 26847019     DOI : https://doi.org/10.55180/agi
AGROISTA : Journal of Agrotechnology Research is scientific periodical publication on agricultural issue as a media for information dissemination of research result for lecturers, researchers and practitioners. The coverage includes but is not restricted to: Plantation productivity Plant breeding and genetics Plant Physiology Pests and diseases, weeds in plantations Plant protection Sustainable agriculture Organic agriculture Conservation of plantation land Soil and fertility Plantation Management CSR of plantation companies
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2020): MEI" : 6 Documents clear
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TANAMAN CENGKEH DI BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN TRENGGALEK Duta Mangku; Erick Firmansyah; Yohana Theresia Maria Astuti
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.387 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.142

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor biotik, faktor abiotik dan faktor managemen yang mempengaruhi produktivitas tanaman cengkeh serta untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor biotik, faktor abiotik dan faktor managemen terhadap produktivitas tanaman cengkeh, telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019 di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Munjungan, Kecamatan Panggul dan Kecamatan Pule. Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan kegiatan survey berdasarkan judul yang akan di teliti. Pengamatan dilakukan untuk memperoleh data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan petani dengan menggunakan quisioner. Data sekunder adalah data yang sudah tercatat pada dinas terkait berupa data-data produksi dan data pendukung lain seperti, data curah hujan dan iklim 5 tahun terakir, data produksi cengkeh selama 5 tahun terakir, luas areal tanam cengkeh 5 tahun terakir, peta wilayah, monografi desa dan kecamatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda yang di formulasikan sebagai berikut, Yi = β0 + β1X1 + β2X2 + E, Dimana: Y = Produktifitas Cengkeh, X1 = Luas Lahan (Ha), X2 = Curah hujan, E = error. Hasil penelitian Produktivitas tanaman cengkeh dipengaruhi faktor biotik berupa hama penyakit tanaman, dan faktor abiotik berupa luas lahan. Factor biotik berupa hama penyakit tanaman secara langsung menyerang tanaman hingga tanaman mati, sedangkan faktor abiotik berupa luas lahan menyebutkan semakin luas lahan maka semakin rendah produktivitas tanamam cengkeh atau sebaliknya. Kata kunci : produktivitas tanaman cengkeh, faktor biotik dan abiotik.
PENGARUH KETEBALAN MULSA ORGANIK DAN JUMLAH BIBIT/LUBANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT Dias Ayu Laras Septi; Wiwin Dyah Ully Parwati; Sri Manu Rochmiyati
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.266 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.169

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik dan jumlah bibit/lubang serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2019 di Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta dengan ketinggian tempat 118 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) atau CRD (Completely Randomized Design) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah ketebalan mulsa organik yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa mulsa, mulsa 2 cm dan mulsa 5 cm. Faktor kedua adalah jumlah bibit/lubang yang terdiri dari 3 aras yaitu 1 bibit, 2 bibit dan 3 bibit. Data dianalisis dengan sidik ragam pada pada jenjang nyata 5%. Apabila perbedaan nyata pengujian dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan (DMRT) dengan jenjang nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan mulsa organik dan jumlah bibit/lubang tidak berinteraksi nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian mulsa organik memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Perlakuan 1 bibit memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Kata kunci : Cabai rawit, jumlah bibit/lubang, mulsa organik
KAJIAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA Antigonon leptopus DIPERKEBUNAN KELAPA SAWIT Dwi Kusuma Fardani; Idum Satia Santi; Samsuri Tarmadja
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.981 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman serangga pengunjung bunga Antigonon leptopus pada siklus waktu yang berbeda dan mendapatkan gambaran mengenai hubungan serangga pengunjung Antigonon leptopus dan fungsinya. Penelitian dilakukan di PT. Indoturba Tengah, kec. Pangkalan banteng, Kab. Kotawaringin Barat, Prov. Kalimantan Tengah, Indonesia. Waktu penelitian ini dilakukan pada blok Delta 9, dan blok Eko 8 pada Tanggal 8 - 21 Mei 2019.Metode yang digunakan yaitu metode Scan sampling yaitu mencatat data secara langsung setiap serangga pada waktu yang telah ditentukan. Serangga diidentifikasi menggunakan kunci determinasi, serangga yang sudah di identifikasi selanjutnya dikelompokkan berdasarkan tipe vegetasi dan dihitung keragamannya menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (Krebs, 1988). Hasil penelitian menunjukan pada pengunjung bunga Antigonaon leptopus lebih banyak pada pagi hari dengan angka indeks terbanyak di siang hari sebanyak 40%, dan dominan oleh ordo Diptera 83%. Kata Kunci: Bunga Antigonon Leptopus, Serangga Pengunjung Bunga Antigonon, Scan Sampling
REKAYASA IKLIM MIKRO DALAM PRODUKSI BAHAN TANAM TANAMAN PORANG (Amorphophallus muelleri) Pandhu Adhil Bahtiar; Erick Firmansyah; Dian Pratama Putra
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.278 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.171

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh macam naungan dan ukuran umbi katak terhadap pertumbuhan bibit porang, telah dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Instiper Yogyakarta pada bulan Agustus hingga Oktober 2020 di Desa Wedomarani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial yang terdiri dari dua faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah macam naungan yang terdiri dari empat macam yaitu : tanpa naungan, plastik dengan paranet 55%, plastik dengan paranet 75% dan plastik. Faktor kedua adalah ukuran umbi katak yang terdiri dari 3 aras yaitu ukuran kecil (<5 g), sedang (6 g - 15 g) dan besar (>16 g). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (sidik ragam) pada jenjang nyata 5%. Apabila ada perbedaan nyata pengujian dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan jenjang nyata 5%. Untuk membandingkan antara perlakuan dengan kontrol dilakukan uji kontras orthogonal. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada interaksi nyata anatara macam naungan dan ukuran umbi katak terhadap pertumbuhan bibit porang. Macam naungan plastik dengan paranet 75% memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan bibit poran. Sedangkan ukuran umbi katak sedang memberikan rata-rata hasil terbaik dari parameter pertumbuhan berat segar, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lama bertunas dan jumlah tunas. Kata kunci: Porang, Umbi katak, Pembibitan, Iklim mikro
ANALISIS PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN PADA KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI KECAMATAN KOTA BANGUN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Septia Purnama Sari; Herry Wirianata; Agatha Ayiek Sih Sayekti
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.543 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.176

Abstract

Berkurangnya tenaga penyuluh di lapangan menyebabkan kesenjangan inovasi petani terhadap perubahan informasi yang cepat dan menurunnya efektivitas kegiatan penyuluhan. Akibatnya petani tidak berdaya dalam menghadapi perubahan di lingkungannya sendiri terutama berkenaan dengan usaha tani, sehingga peran penyuluh masih dibutuhkan kehadirannya oleh petani untuk mengatasi hal tersebut. penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui peran penyuluh pertanian lapangan dan untuk mengetahui hambatan penyuluh dalam melakukan penyuluhan pada kelompok tani padi sawah di Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode deskriptif, metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian pada kelompok tani padi sawah di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dikategorikan sudah berperan dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, motivator, edukator, komunikator.Terdapat 2 hambatan yang dihadapi oleh penyuluh pertanian dalam melakukan penyuluhan pada kelompok tani padi sawah, yaitu : masalah teknis dan masalah ekonomi. Kata kunci: Penyuluh Pertanian Lapangan, Kelompok Tani, Padi Sawah
PENGARUH PENGEMBANGAN SDM DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN AGROWISATA KAMPOENG KOPI BANARAN, PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX, SEMARANG Siti Hartinah; Harsawardhana; Herry Wirianata
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.605 KB) | DOI: 10.55180/agi.v4i1.177

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia juga dilakukan oleh perusahaan Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran yang merupakan salah satu obyek wisata agro di wilayah Kabupaten Semarang, yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang masih berkembang sampai saat ini. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat karena banyaknya potensi wisata yang lebih menarik seperti umbul sidomukti, tlogo plantation, kampoeng rawa, dan cimory, serta munculnya pesaing lain dengan produk wisata yang lebih inovatif, maka agrowisata kampoeng kopi banaran perlu melakukan upaya pengembangan baik pengembangan agrowisata maupun pengembangan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan sumber daya manusia dan motivasi terhadap kinerja karyawan Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran, P.T. Perkebunan Nusantara Ix, Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis penelitian karekteristik responden terdiri dari 62.9% laki-laki dan 37.1% perempuan.kareteristik umur responden terdiri dari 31-40 tahun 42.9% , 20-30 tahun 40.0% dan 41-50 tahun 17.1 %. Karakteristik Pendidikan terdiri dari SMU 71.4%, D3 14.3% dan S1 14.3%. dan lama masa kerja Kurang 2 tahun 5.7%, 3-5 tahun 11.4% dan Lebih 5 tahun 82.9%. Adapun hasil analisis menunjukan bahwa responden setuju dengan pernyataan variabel pengembangan SDM 79.43%, variabel motivasi 75.80% dan variabel kinerja karyawan 77.71%. kesimpulan yang dapat diambil bahwa pengembangan SDM dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena karena Pengembagan sumber daya manusia sangat mempengaruhi efisiensi organisasi, tujuan perusahaan dapat dicapai jika karyawannya dikembangkan dengan tepat.motivasi kerja memang sangat diperlukan oleh seorang karyawan untuk dapat mencapai suatu kepuasan kerja yang tinggi meskipun menurut sifatnya kepuasan kerja itu sendiri besarannya sangat relatif atau berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Kata Kunci: Pengembangan SDM, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6