cover
Contact Name
Nurul Inayah
Contact Email
nurulinayah@uinsu.ac.id
Phone
+6281362513147
Journal Mail Official
jurnalwelfare@uinsu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara Medan Jln IAIN No 1 Sutomo Ujung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Islamic Economics and Finance
ISSN : -     EISSN : 2988201X     DOI : -
Core Subject : Economy,
• Islamics Economics Currencies Issues • Islamic Banking level of Analysis • Islamic Finance • Adopt an inter-diciplinary • Integrates Islamic Finance dan Banking of technology • New Product and Process Islamic Banking and Finance • Islamic Finance and Banking Policy
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
RESTRUKSISASI PEMBIAYAAN YANG BERMASALAH DALAM PERBANKAN SYARIAH Atikah Noor; Nurul Aflah Harahap; Adriansyah Hidayat
WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Perbankan Syariah UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.533 KB)

Abstract

Perkembangan Bank syariah berkembang pesat, semakin banyak peluang bagi bank syariah, khususnya bank umum untuk melakukan bisnis berdasarkan syariah, yaitu menerapkan dua sistem perbankan dalam arti membuka cabang syariah. Cabang-cabang tersebut secara eksklusif melayani sistem perbankan Islam. Apabila terjadi pembiayaan bermasalah, bank berhak menjual agunan untuk dibebani hak proteksi dan mengambil hasil penjualan produk tersebut sebagai sumber pembiayaan. Namun perlu diperhatikan bahwa jika terjadi masalah keuangan pada bank syariah maka harus diselesaikan melalui kekeluargaan, dan jika pembiayaan jatuh pada tingkat hambatan berarti mitra tersebut melanggar hukum. Oleh karena itu, bank syariah dan badan usaha syariah, dalam hal ini bank bantuan keuangan yang tertekan, harus menerapkan strategi manajemen keuangan untuk mengambil beberapa langkah untuk mencegah kerugian. Masalah keuangan dapat diselesaikan di tingkat lokal, melalui proses formal, Komisi Arbitrase Syariah Nasional, dan proses pengadilan.
COMPARING SISTEM PENGHIMPUNAN DANA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL DALAM MENGUNTUNGKAN MASYARAKAT Nabila Oktarina Sinulingga; Raja Putri Salsabila; Suci Rahmida
WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Perbankan Syariah UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.648 KB)

Abstract

In the period of time that continues to run and science that always innovates every day including Financial Institutions in Indonesia, especially banking. Currently banking in Indonesia is divided into two parts, namely Sharia Banking and Conventional Banking. In terms of products marketed to the public, both can be said to be not too different, but what is different between the two is the system used. For example, in fund-raising products, the terms and outlines are the same, but in the realm of profit taking, different principles will be seen. In Islamic banks, fund-raising products use a profit-sharing system whose amount is determined jointly by the customer and the bank. While conventional banks, use an interest system that is determined directly by the bank, generally the interest set is small and there is tax collection from the profit interest. Because of this difference, the profit assessment of the customer will be different. Using qualitative methods with literature analysis that collects sources, analyzes, summarizes and reaches conclusions, to see which of the two is more profitable. The results obtained are that Islamic Banks are more profitable than Conventional Banks, both in terms of material and in terms of blessings / goodness.Dalam kurun waktu yang terus berjalan dan ilmu pengetahuan yang selalu berinovasi setiap harinya termasuk Lembaga Keuangan di Indonesia, khususnya perbankan. Saatini perbankan di Indonesia terbagi menjadi dua bagian yaitu Perbankan Syariah dan Perbankan Konvensional. Dalam hal produk-produk yang dipasarkan kepada masyarakat keduanya dapat dikatakan tidak terlalu berbeda, namun yang berbeda diantara keduanya adalah sistem yang digunakan. Contohnya pada produk penghimpunan dana yang secara syarat dan garis besar sama namun pada ranah pengambilan keuntungan akan terlihat prinsip yang berbeda. Pada bank syariah, produk penghimpunan dana menggunakan sistem bagi hasil yang besarannya ditentukan bersama oleh nasabah dan pihak perbankan. Sedangkan bank kovensional, menggunakan sistem bunga yang ditetapkan secara langsung oleh pihak bank, umunya bunga yang ditetapkan kecil dan terdapat pemungutan pajak dari bunga hasil keuntungan. Oleh karena perbedaan ini pastinya penilaian keuntungan pada nasabah pun akan berbeda. Menggunakan metode kualitatif dengan analisis kepustakaan yang mengumpulkan sumber, menganalisis, meresume dan sampai kesimpulan, untuk melihat diantara keduanya manakah yang lebih menguntungkan. Hasil yang didapatkan adalah Bank Syariah lebih menguntungan dibandingkan dengan Bank Konvensional, baik dari segi material hingga segi keberkahan/kebaikan.
MEKANISME PENGEMBANGAN PRODUK JASA PERBANKAN SYARIAH DALAM KAJIAN EMPIRIS DAN PRAKTIS Dini Setiana Saragih; Raudah Uci Mayasari Manik; Tari Rizkya Fona
WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Perbankan Syariah UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.904 KB)

Abstract

In the study of fiqh, there are several forms of fiqh contracts practiced in Islamic banking that are used in banking service contracts such as Pawn (Rahn), Wakalah, Kafalah, Hiwalah, and Sharf and their development mechanisms. It is necessary to understand what these Islamic banking products are, how this contract should be implemented and applied, and Islamic bank service products. So this paper aims to find out how the mechanism for developing these service products is in the implementation of Islamic banking in Indonesia. This study uses qualitative research methods with primary and secondary data through observation method data collection, the observation method is like looking deeper into data collection requirements, and references to research methods, for main legal materials, writing is required. These are some relevant documents. Relevant documents with the drafting of this law Previous articles, books, magazines, newspapers, articles, in the form of legal documents dictionaries, magazines, internet, etc. The results of the analysis in this study show that sharia banking should be required to better understand the true value of the contracts used in its products, so that partiality for people in need can be realized. In addition, sharia banking needs to take strategic steps to develop products offered with the following: increasing understanding of fiqh contracts, optimizing the role of DPS according to their duties and functions, and reading community needs based on geographical conditions and the majority of sources Community opinion.Dalam penelitian fikih, terdapat berbagai bentuk akad fikih yang dipraktekkan dalam perbankan syariah dan digunakan dalam akad jasa perbankan seperti gadai (rarn), wakalah, kafalah, hiwalah, sharf dan mekanisme pengembangannya. Kita sangat perlu memahami apa Produk Perbankan Syariah ini, bagaimana Akad ini dilaksanakan dan dilaksanakan dan Produk Layanan Perbankan Syariah. Sehingga paper ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pengembangan produk produk jasa tersebut dalam penerapan perbankan syariah di Indonesia. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data primer dan sekunder melalui pendataan metode observasi, metode Pengamatan itu seperti melihat lebih dalam pengumpulan data persyaratan., dan Referensi Metode Penelitian, Untuk bahan hukum utama, diperlukan secara tertulis Ini adalah beberapa dokumen yang relevan Dokumen yang relevan dengan penyusunan undang-undang ini Artikel sebelumnya, buku, majalah, surat kabar, artikel, dalam bentuk dokumen hukum kamus, majalah, internet dll.hasil analisis dalam kajian ini menunjukkan bahwasanya, bank syariah didorong untuk lebih memahami nilai sebenarnya dari akad yang digunakan dalam komoditasnya sehingga dapat terwujud kepuasan terhadap pihak yang membutuhkan. Selain itu, bank syariah harus mengambil langkah-langkah strategis untuk mengembangkan produk dengan mengembangkan pemahaman tentang Traktat Fiqf, sesuai dengan tugas dan fungsi DPS akan mengoptimalkan peran DPS, membaca kebutuhan masyarakat sebagian besar berdasarkan geografi dan sumber pendapat masyarakat
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DALAM PERBANKAN SYARIAH Juwita Dewi Br Pohan; Eza Okhy Awalia Br Nasution; Puspa Indah Sari Pohan
WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Perbankan Syariah UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.303 KB)

Abstract

Compared to other industries, the Indonesian banking sector is currently part of the economy which is growing more dynamically and significantly. In recent years, the Islamic banking sector has grown significantly, mainly due to the explosive growth of Indonesia's financial services sector. Good governance is a business practice that clarifies the relationships between various stakeholder organizations and identifies the relationship between strategy and operations. In general, the principles of good governance are very important and are followed by all business actors, especially the financial sector. Banking is used as a financial intermediary between organizations that need money and those who have money to lend. The goal of a good corporate citizen is to continually drive the company's growth, employee productivity, and the desire of the company's long-term goals in a given area. The purpose of this research is to understand how good corporate governance affects the business activities of Islamic banks. The main objective of GCG work is to help companies reach their full potential through initiatives based on transparency, responsibility, accountability, independence and good judgment. This research was conducted using a qualitative descriptive methodology as a source of literature. The type of data comes from various journals related to GCG and banking. The results of this study indicate that good corporate governance (GCG) is very important to ensure that banks can manage financial stability and performance in a safe and effective manner and ensure that prospects for operations can operate normally. and can effectively comply with fair banking regulations.Dibandingkan dengan industri lain, sektor perbankan Indonesia saat ini merupakan bagian dari perekonomian yang tumbuh lebih dinamis dan signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor perbankan syariah tumbuh secara signifikan, terutama karena ledakan pertumbuhan sektor jasa keuangan Indonesia. GCG adalah praktik bisnis yang memperjelas ikatan antara berbagai pemangku kepentingan organisasi dan mengidentifikasi hubungan antara strategi dan operasi. Secara menyeluruh, prinsip tata kelola yang baik sangat penting dan diikuti oleh seluruh pelaku dunia usaha, khususnya sektor keuangan. Perbankan digunakan sebagai perantara keuangan antara organisasi yang membutuhkan uang dan mereka yang memiliki uang untuk dipinjamkan. Tujuan warga korporat yang baik adalah untuk terus mendorong pertumbuhan perusahaan, produktivitas karyawan, dan pencapaian tujuan jangka panjang perusahaan di bidang tertentu. Maksud dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana tata kerja perusahaan yang baik mempengaruhi kegiatan usaha bank syariah. Tujuan utama dari pekerjaan GCG adalah membantu perusahaan mencapai potensi penuh mereka melalui inisiatif berdasarkan transparansi, tanggung jawab, akuntabilitas, independensi dan penilaian yang baik. Penelitian ini dikerjakan dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif sebagai sumber literatur. Jenis data berasal dari berbagai jurnal terkait GCG dan perbankan. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa tata kerja perusahaan yang baik (GCG) sangat penting untuk memastikan bank dapat mengelola stabilitas dan kinerja keuangan secara aman dan efektif serta memastikan prospek usahanya dapat beroperasi secara normal. dan dapat secara efektif mematuhi peraturan perbankan yang adil.
PERAN OJK DALAM MENGAWASI PERKEMBANGAN BANK SYARIAH DI INDONESIA Siti Aminah Nasution; Mhd. Alwi Syam Husyairi; Rafi Faizin
WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Perbankan Syariah UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.298 KB)

Abstract

The Monetary Administrations Authority as an establishment that regulates the Monetary Administrations Area, particularly in the financial area, necessities to complete its capabilities appropriately so the execution of exercises in the Monetary Administrations Area can run as it ought to and have the option to support financial development. The Monetary Administrations Authority has the position to administer Islamic Banks. Oversight of Islamic Banks is essential to do considering it is sidelined in empowering the speed of monetary development, particularly Miniature, Little and Medium Endeavors (MSMEs). Sharia banking supporting arrangements that contain absolution provisos are one of the lawful issues that happen in Islamic financial practices in Indonesia. The presence of an exemption statement in a funding contract frequently brings about misfortunes for the client since it incorporates the exchange of hazard to the client for the supporting made. This is in opposition to the fundamental standards of arrangements and Islamic regulation. The Monetary Administrations Authority (OJK) is a foundation ordered by Regulation No. 21 of 2008 concerning Sharia Banking to complete management of Sharia Banking in doing its functional exercises, including supporting agreements which are sharia banking items. This study expects to decide the job of management did by the Monetary Administrations Expert in creating Islamic Banks and to decide the degree to which the oversight cycle completed can tackle issues that exist in Islamic Banks. This study involves subjective information examination strategies to find nitty gritty clarifications for each checking movement completed. Three distinct information assortment techniques were utilized, specifically meetings, perception, and documentation. The aftereffects of this study are a clarification and elaboration of the targets of the Monetary Administrations Authority and the administrative cycle completed by the Monetary Administrations Expert in creating Islamic Banks.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang mengatur di bidang Administrasi Moneter khususnya di bidang keuangan perlu melengkapi kemampuannya dengan baik agar pelaksanaan kegiatan di bidang Administrasi Keuangan dapat berjalan sebagaimana mestinya dan dapat mendukung pembangunan ekonomi. OJK memiliki posisi untuk mengelola Bank Syariah. Pengawasan terhadap Bank Umum Syariah sangat penting dilakukan mengingat dikesampingkan dalam memberdayakan percepatan pembangunan moneter, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Mengengah (UMKM).Pengaturan penunjang perbankan syariah yang memuat ketentuan absolusi merupakan salah satu permasalahan hukum yang terjadi dalam praktik keuangan syariah di Indonesia. Kehadiran pernyataan pengecualian dalam kontrak pendanaan sering kali membawa kerugian bagi klien karena melibatkan pertukaran risiko kepada klien atas dukungan yang dibuat. Ini bertentangan dengan standar dasar pengaturan dan regulasi Islam. OJK adalah yayasan yang diperintahkan oleh Peraturan No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah untuk melengkapi pengelolaan Perbankan Syariah dalam menjalankan fungsinya, termasuk perjanjian pendukung yang merupakan item perbankan syariah.Studi ini diharapkan dapat menentukan pekerjaan manajemen yang dilakukan oleh OJK dalam menciptakan Bank Syariah dan untuk menentukan sejauh mana siklus pengawasan yang diselesaikan dapat mengatasi masalah yang ada di Bank Syariah. Studi ini melibatkan metode penelitian kualitatif untuk menemukan klarifikasi seluk beluk untuk setiap gerakan pemeriksaan yang diselesaikan. Teknik pemilahan informasi yang berbeda digunakan, khususnya observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah klarifikasi dan penjabaran target OJK dan siklus administrasi yang diselesaikan oleh OJK dalam mendirikan Bank Syariah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5