cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2003): Juli" : 5 Documents clear
EVALUASI PROGRAM PENATAAN DAN REHABILITASI PERMUKIMAN KUMUH STUDI KASUS KAWASAN BANTARAN SUNGAI CODE BAGIAN UTARA, YOGYAKARTA (The Evaluation of Slum Area Rehabilitation and Improvement Programs Case Study in Nothern Banks Area of Rivers Code Yogyakarta) Tri Rahayu; Sudaryono Sudaryono; M. Baiquni
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2003): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18603

Abstract

ABSTRAKMeskipun Pemerintah telah rnelaksanakan penanganan daerah kumuh untuk waktu yang cukup lama, infrastruktur yang dibangun telah diabaikan den ditinggalkan. Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah pada waktu yang lalu dinrana banyak program yang dilaksanakan tanpa melibatkan masyarakat. Belajar dari kegagalan ini, pemerintah mengubah pola pengembangan menuju aktivitas pemberdayaan masyarakat yang disebut Konsep TRIDAYA. Konsep ini memiliki 3 komponen pemberdayaan: (1) pemberdayaan komunitas sosial, (2) pemanfaatan lingkungan fisik, dan (3) peningkatan usaha kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian pengembangan infrastruktur di daerah Sungai Code bagian utara dalam program penataan dan rehabilitasi permukiman kumuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif, dengan melakukan interview tidak terstruktur dengan masyarakat yang terlibat dalam program. Hasilnya di analisis dengan metode deskriptif kualitatif. Program tersebut merniliki 3 komponen: (1) penyediaan air, (2) jalan setapak, (3) limbah padat. Dari setiap komponen program dapat dikembangkan 3 tema yaitu masalah sebelum adanya program, benefit dan dampak dari program, serta tanggapan terhadap program. Tema-tema ini dikelompokkan ke dalam beberapa konsep. Terdapat 2 katagori: 2 program berisikan penyediaan air, jalan setapak dapat dicapai, tetapi program limbah padat tidak dapat dikembangkan lagi. ABSTRACTEven though the government has been taking care of slum area improvement for a long time, the infrastructures that have been built have been neglected and abandoned. It is related with the government policy in the past that conceived many programs without involving the community learning from this failure, the government turned the development pattern into community empowering activities called Tridaya concept. It has three empowering components: (1) empowering social community, (2) taking advantage of physical environment, and (3) improving small business. The research was aimed to evaluate the achievement of the infrastructure development in the northern banks area of Code River under the slum area rehabilitation and improvement programs. The research used descriptive explorative methods, by means of exploration and unstructured interviewing with the community involved in the programs. Then the results analyzed with descriptive qualitative methods. The program contains three components: (1) water supply, (2) pathway, (3) solid waste. The results generate some themes from each component program, e.g. the problems prior to the programs, benefits and impacts of the programs, and response towards the program. These themes are clustered into concepts. The conclusions show two categories: the two programs that consist of waste supply, pathway have been achieved, but the slid waste program has not been improved anymore.
EVALUASI PERUBAHAN KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN KOTA BERDASARKAN FOTO UDARA MULTITEMPORAL KASUS KECAMATAN UMBULHARJO DENGAN BANTUAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (Evaluation on The Changes of The Environmental Quality of Urban Settlement) Bambang Syaeful Hadi; Soewadi Mulyowiyono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2003): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18604

Abstract

ABSTRAKDaerah urban berubah dengan cepat. Hal tersebut juga rnenyangkut kualitas lingkungan permukiman urban, perubahan yang terjadi disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) akurasi variable kualitas lingkungan daerah urban sepeni yang diinferensi dari foto udara skala besar tahun l986 dan 1995, (2) perubahan kualitas lingkungan permukiman urban, serta jenis perubahannya, dan (3) perbedaan secara spasial dan temporal antara kualitas lingkungan pemukiman. Akuisisi data dilaksanakan dengan menginterpretasi foto udara pankromatik hitam putih dengan menggunakan pendekatan fotomorpik. Akurasi variabel hasil interpretasi di uji dengan matriks konfusi. Perubahan kualitas lingkungan permukirnan urban dari tahun 1986 dan 1996 diperoleh melalui metode overlay dengan menggunakan sistim informasi geografis. Untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan secara spasial digunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) akurasi menyeluruh dari variabel yang diinterpretasi dari foto udara multitemporal dapat diterima, tetapi akurasi variable yang diekstrak dari foto udara 1986 berada sedikit dibawah akurasi yang dapat diterima, (2) Perubahan kualitas lingkungan pemukiman urban rnencakup daerah seluas 238,95 ha, 159,30 ha dari luasan tersebut menuju ke perbaikan sedangkan sisanya 79,65 ha terjadi kerusakan, dan (3) perubahan kualitas lingkungan permukiman urban berbeda secara signifikan untuk tiap kalurahan, dengan koefisien t -2,06 dan koefisien F 11,840 pada tingkat signifikansi kurang dari 0,05. ABSTRACTUrban areas are changing quickly. It is also the case with environmental quality of urban settlement, the change of which occurs due to the increasing urban population. This research is aimed to find out: (1) the accuracy of the environmental quality variables of urban settlement as inferred from large scale airphotos of 1986 and 1995, (2) the changes of the environmental quality or urban settlement, the type of change as well as its area, and (3) the spatial and temporal differences of environmental qualities among kalurahans. Data acquisition was carried by interpreting black and white panchromatic airphotos of 1986 and 1996 using photomorphic approach. Interpretation was conducted on 330 block. The accuracy of interpreted variables was terted using a confusion matrix. The change of the environmental quality or urban settlement from 1986 to 1996 was acquired though an overlay method using geographic information system. In order to find out whether the change differs significantly in spatial terms, at test and one way ANOVA were adopted. The result of this research indicated that: (1) the overall accuracy of variables interpreted from the multitemporal airphotos is acceptable, but the accuracy of variable extracted from airphotos of 1986 falls slightly below the acceptable accuracy; (2) the change of environmental quality of urabn settlement covers an area of 238.95 hectare, 159.30 hectare of which underwent a betterment, whereas the rest of 79.65 deteriorated; and (3) the change of environmental quality of urban settlement differed significantly for each kalurahan, with t coefficient of -2.060 and F coefficient of 11.840 at a significant level of less than 0.05.
PERUBAHAN FISIK KERUANGAN DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH BANTARGEBANG KOTA BEKASI (Physical Environmental and Social Economic Changing in Bantargebang Solid Waste Dumping Site Area Surrounding Bekasi City) Nila Kesuma; Haryadi Haryadi; Agam Marsoyo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2003): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18605

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan perubahan fisik keruangan dan sosial ekonomi masyarakat di kawasan sekitar TPA Sampah Bantargebang. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan metode kualitatif dengan metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalitas, yaitu data dan informasi dilapangan dikomparasikan dengan teori dan konsep yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: (1) terdapat perubahan fisik keruangan di walayah penelitian yang ditandai dengan bertambahnya area terbangun, yaitu tumbuhnya tempat-tempat permukiman pemulung warung-warung, rumah-rumah penduduk, bertambah panjang dan lebarnya jalan, serta menurunnya kualitas air tanah, udara dan kesuburan lahan; (2) terdapat perubahan pada kondis; sosial masyarakat yang ditandai dengan bertambahnya jumlah penduduk, kegiatan ekonomi atau lapangan kerja, rendahnya angka partisipasi kasar pada setiap tingkat pendidikan, menurunnya derajat kesehatan masyarakat, serta terganggunya kenyamanan lingkungan yang akhirnya mengurangi kesejahteraan masyarakat; (3) terdapat perubahan pada ekonomi penduduk ke arah yang lebih baik, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah pendapatan dan terbukanya peluang mengembangkan usaha sampingan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa bagi lingkungan sekitar dan masyarakat di wilayah penelitian sebara umum keberadaan TPA Sampah Bantargebang lebih memberikan pengaruh negatif daripada positif. ABSTRACTThis research aims to identify and to explain physical spatial and social economic community changing in the Bantargebang Solid Waste Dumping site area  and it surroundings. The research used deductive rational approach, with a combination of quantitative and qualitative methods, i.e. comparison between data and information collected in the field, and the concept and theory related to the subject. The research identified physical, social, and economic changes. The Physical change was marked by the increasing number of built area, i.e., the growing areas for garbage collectors housings, stalls, local inhabitants housings, increasing length and width of road, and decreasing quality of ground water, air, and solid fertility. The changes of social condition were marked by the increasing population, economic activities or job opportunities, low rate of participation in all levels of education, decreasing degree of health, and disturbed environmental comfort, all of which reduce people’s welfare. The income increase of income, hob opportunities, and business activities which marked the improvement of economic condition. the research concluded that Bantargebang dumping site brought more negative than positive impacts to the surrounding environment and society in the research location.
PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN 5 ULU PALEMBANG (The Community Participation in Settlement Environment Management at Kelurahan 5 Ulu Palembang, Indonesia) Korlena Korlena; Leksono Probo Subanu; Pangestu Subagyo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2003): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18606

Abstract

ABSTRAKKebutuhan untuk permukiman yang baik dan memaciai merupakan salah satu masalah perkotaan yang harus diatasi oleh pemerintah. Kampung lrnprovement Progran (KIP) yang berisikan pengembangan infrastruktur pemukiman merupakan jawaban untuk masalah tersebut. Kegunaan KIP adalah untuk memotivasi masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri dalam bentuk partisipasi dalam mengelola lingkungan sekitarnya. Penelitian ini berfokus pada partisipasi masyarakat di Kelurahan 5 Ulu Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi masyarakat dalam KIP di sepanjang sungai, dan mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhi partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanasi, dengan menggunakan proporsional random sampling dengan unit analisis rumah tangga di 2 wilayah yaitu daerah KIP dan sepanjang sungai. Data dikurnpulkan rnenggunakan kuesioner, interview pengamatan lapangan dan data sekunder. Metode statistik multiple regression digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial-demografi dan sosio-ekonomik terhadap tingkat partisipasi, Uji T-test independent sample dan Mann-Withey-test digunakan untuk membedakan partisipasi di 2 wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) partisipasi di daerah KIP untuk jalan dan drainase cenderung berupa kontribusi tenaga dan uang, sedangkan pengelolaan sampah padat cenderung dalam bentuk uang, sementara di daerah sepanjang sungai hal tersebut cenderung tenaga saja; (2) tingkat partisipasi masyarakat yang tinggal di daerah KIP lebih tinggi dari pada yang ada di sepanjang sungai; (3) faktor sosial-demografi dan sosio-ekonomi menentukan tingkat partisipasi dalam pengelolaan jalan dan drainase, sedangkan faktor kepemilikan rumah dan faktor pendapatan menentukan tingkat partisipasi dalam pengelolaan limbah padat; (4) faktor determinan yang mempengaruhi tingkat partisipasi adalah kepemimpinan formal dan informal, kondisi geografis, infrastruktur KIP, rasa keterasingan, kebutuhan mendesak, keuntungan langsung dalam program KIP. ABSTRACTThe need for good and adequate settlement is one of city problems that must be overcome by the government. Kampung Improvement Program (KIP that consist of settlement infrastructure development was the answer for this problem. The purpose of KIP was to motivate the people in order to help themselves as a participation in managing environment surroundings. The research was focused on community participation at Kelurahan 5 Ulu Palembang. It aimed to assess the level of participation in KIP riverside area, and to identify determinant factors that influenced the participation. The research used an overview method with explanation approach. It utilized proportional random sampling with analysis unit of household in two areas, i.e. KIP and riverside area. Data were collected using questionnaires and interviews, field observations, and secondary data. Statistical methods by means of multiple regressions were apllied to find out the influence of social demography and social economic factor towards participation levels. Then T-test independent sample and mann-Withey-test were used to look for participation distinction between two areas of research. The result show that: (1) the participation in KIP area both of road and drainage tends to be in the form of contribution of both labour and money, while in solid waste management tends to be in the form of money only. While the riverside area, it tends to labour only; (2) the level of community participation who lived in KIP areas is higher than that of the riverside area; (3) social demography and social economic factors determined the level of participation in road and drainage management, housing ownership, stay, and income factors determined the level of participation in solid waste management; (4) the determinant factor that influenced the level of participation are formal and informal leadership, geographical condition, KIP infrastructure, feeling isolated, urgent needs, direct advantages in KIP Programs.
KAJIAN PROGRAM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERKOTAAN STUDI KASUS PENGELOLAAN IPAL MARGASARI BALIKPAPAN (Study on Urban Wastewater Management Program A Case Study at WWTP Margasari Management of Balikpapan City, Indonesia) Freddy Nelwan; Kawik Sugiana; Budi Kamulyan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2003): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18607

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini ditujukan untuk mengkaji kinerja pengelolaarr limbah cair, dan untuk mengamati persepsi komunitas tentang fasilitas pengolahan limbah cair (WWTP). Analisis terhadap kinerja pengelolaan WWTP Margasari menunjukkan bahwa implenrentasi program rehabilitasi sanitasi berjalan dengan baik. WWTP nampu untuk mencakup 1500 pelanggan, yang sama dengan 1/5 dari pemukiman terapung di Kecamatan Balikpapan Barat. Kenaikan retribusi yang tekait dengan pengurangan subsidi untuk operasi dan pemeliharaan WWTP perlu dilakukan tahap demi tahap dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Berdasarkan analisis persepsi masyarakat tentang tingkat pelayanan WWTP umumnya mereka peduli terhadap pelayanan pengolahan limbah tersebut. Di pihak lain terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan, daya tanggap, profesionalisme, dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan fasilitas WWTP dan petugasnya. Dapat disimpulkan bahwa projek percontohan ini memiliki kinerja yang baik yang terkait dengan tujuan dan target serta dapat diterima oleh masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan agar program tersebut dilanjutkan mencakup perluasan area. Pengelolaan yang intensif untuk meningkatkan kinerja WWTP serta pelayanannya harus dilakukan terus-menerus yang mencakup fasilitas pendukung, kesejahteraan pegawai, dan peningkatan partisipasi masyarakat dan sektor swasta. ABSTRACTThis research was aimed to assess the performance of the wastewater management, and to observe the community perception about WWTP (wastewater treatment plant) facility. The analysis towards WWTP Margasari management performance shows that the implementation of the sanitation rehabilitation program has been operating well. The WWTP is able to cover 1500 costumers, which equal one fifth part of floating settlement area in Kecamatan Balikpapan Barat. Increasing retribution charge in accordance with subsidies reduction for WWTP operation and maintenance, needs to be done step by step and considers the community aspiration. According to the analysis of community perception about WWTP facility level of service, generally they concern about wastewater treatment and satisfy with its service. On the other hand, there are significant relationship among readiness, responsiveness, professionalism, and customer satisfaction towards the WWTP clerks and facilities services. It can be concluded that the pilot project performs well in accordance with its goal and target, and accepted by the community. This research recommends that the program should be continued covering the extent area. Intensive management to increase WWTP performance and its service should be done continuously, such as supporting facilities, employees wealth, and increasing community and private sector participation.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue