cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2007): Juli" : 5 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH ABU TANDAN KOSONG SAWIT SEBAGAI KATALIS BASA PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT (Ash Waste from Empty Palm Fruit Bunches as Base Catalyst for Biodiesel Synthesis from Palm Oil ) Yoeswono Yoeswono; Triyono Triyono; Iqmal Tahir
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2007): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18663

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan limbah abu tandan kosong sawit (TKS) sebagai sumber katalis basa telah dilakukan untuk aplikasi pada proses pembuatan biodiesel dari minyak biji sawit. Kadar logam kalium untuk mengetahui kadar basa dalam abu TKS dianalisis dengan AAS dan kadar ion karbonat diuji dengan uji alkanalis. Komposisi asam lemak dalam bahan minyak biji sawit  dianalisis dengan GC-MS. Abu TKS direndam dalam metanol untuk mendapatkan senyawa kalium metoksida yang selanjutnya digunakan untuk transesterifikasi minyak biji sawit. Rasio persentase berat abu terhadap minyak pada reaksi transesterifikasi tersebut divariasi kemudian persentase konversi biodiesel ditentukan dengan spektrometer 1H NMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kalium dalam abu TKS = 29,82 % b/b, dan kadar ion karbonat = 19,63 % b/b, sehingga konversi (%) dimungkinkan kalium tersebut dalam bentuk karbonat. Konversi biodiesel meningkat dengan peningkatan persentase berat abu terhadap minyak. Kondisi optimum dicapai pada persentase berat abu terhadap minyak = 6 % b/b dengan diperoleh konversi biodiesel 69,67 %. ABSTRACTThe use of ash waste from empty palm fruit bunches (EFB) as a source of base catalyst have been done in biodiesel synthesis from palm kernel oil. The potasium metal content was analyzed using AAS and carbonate ions content was measured by alkalinity test. The fatty acids composition of palm kernel oil were analyzed by GC-MS. The ash was immersed in the methanol to form potassium methoxide, and then used in transesterification of palm kernel oil. Weigth of ratio of ash to oil was varied and then the biodiesel conversion was determined by 1H NMR spectrometer. The results showed that potassium content in the ash was 29.82 wt %, and the carbonate ion content was 19.63 wt %, the potassium might be in carbonate form. The biodiesel conversion increased with increase of weight ratio of ash to oil. The optimum condition was reached at weight ratio of ash to oil = 6 wt % with biodiesel conversion 69.67 %.  
PENJERAPAN P-KHLOROFENOL DALAM AIR LIMBAH DENGAN ZEOLIT (Adsorption of p-Chlorophenol from Wastewater using Zeolite) Sarto Sarto; Siti Syamsiah; Andreas Didit Herdito
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2007): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18664

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan zeolit untuk menjerap p-khlorofenol dari limbah cair secara batch, pada suhu 30 °C dan tekanan 1 atmosfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penjerapan mengikuti persamaan Freundlich dan bersifat reversibel sebagian. Nisbah kinerja desorbsi dan penjerapan adalah antara 31,85 % dan 49,36 %. Kemampuan zeolit untuk menjerap p-khlorofenol meningkat dengan semakin rendahnya pH. pada nilai pH 3,92, berat zeolit 30 g, dan konsentrasi awal p-khlorofenol 97,302 mg/L. Adapun jumlah p-khlorofenol yang terjerap adalah sebesar 8,319 mg/L. ABSTRACTThe aim of this research is to study the characteristics of zeolit to adsorb p-chlorophenol from wastewater in a batch reactor at 30 oC and atmospheric conditions. The experimental results show that the adsorbtion process is partially reversible and fits with Freundlich Equation. The ratio of  desorption and adsortion performance is between 31.85 % and 49.36 %.  The performance of zeolit to adsorb p-chlorophenol increases with decreasing pH. At  pH about 3.92, using 30 g zeolit and 97.302 mg  p-chlorophenol/L. The concentration of adsorbed p-chlorophenol is about 8.319 mg/L.  
AKTIVITAS MIKROBA PADA BEBERAPA LAGUN ANAEROBIK PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN BABI (Microbial Activity Along A Spectrum of Anaerobic Swine Lagoons) Cynthia Henny; Melanie R. Mormille
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2007): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18665

Abstract

ABSTRAK Laguna anaerobik pengolahan limbah peternakan babi bergantung pada keseimbangan pada aktivitas mikroba dari fermentasi sampai metanogenesis. Keseimbangan produksi dan konsumsi produk intermediate, seperti hidrogen dan asam lemak selama perombakan limbah organik kompleks, merupakan kunci utamaberfungsinya lagun anaerobik. Ketidakseimbangan aktivitas mikroba akan menyebabkan timbulnya bau yang berasal dari kelebihan produksi asam lemak dan asam lemak serta hidrogen sulfide yang dihasilkan dari aktivitas bakteri pereduksi sulfat. Pada penelitian ini aktivitas mikroba di beberapa lagun dari yang berfungsi baik sampai yang tidak berfungsi diteliti untuk mendeterminasi faktor0faktor yang mempengaruhi kinerja lagun anaerobic agar berfungsi baik. Konsentrasi hidrogen lebih rendah pada lagun dengan rasio metan/COD dan MPN bakteri penghasil metan yang tinggi, dibandingkan konsentrasi hidrogen pada lagun dengan rasio metan/COD yang rendah. Bakteri pereduksi sulfat cukup tinggi pada lagun yang menerima beban masukan yang mengandung sulfat yang tinggi. bakteri fototrofik ungu dapat mengkonsumsi hidrogen sulfide dan asam lemak. MPN bakteri fototrofik tinggi pada lagun dengan konduktivitas kandungan COD, sulfat, ammonia dan padatan yang rendah. Selain mengontrol bau, bakteri fototrofik pada lagun yang berfungsi baik juga meningkatkan kerja lagun. Kandungan sulfat, COD dan padatan merupakan faktor yang menyebabkan aktivitas bakteri sangat bervariasi di lagun anaerobik peternakan babi dan yng menentukan lagun berfungsi baik.  ABSTRACT Anaerobic lagoons treating swine waste rely upon balanced microbial activity from fermentation to methanogenesis. A balance of production and consumption of intermediate products, such as hydrogen and volatile fatty acids (VFAs), during the degradation of complex organic wastes is crucial for proper functioning of anaerobic lagoons. If activity is not balanced, odors can result from VFAs and ammonia accumulation. Additional odors may be due to H2S produced by sulfate reducing bacteria (SRB). In this study, microbial activity was monitored in a spectrum of lagoons, ranging from well functioning to dysfunctioning, to determine what affects the functionality of these systems. Hydrogen concentrations were lower and achieved an apparent steady state earlier in lagoon microcosms with higher ratio methane/COD than those with lower ratio methane/COD as well as having higher MPN values of methanogens. Not surprising, SRB were more prevalent when sulfate input was higher, suggesting sulfate input contributes to odors. Phototropic purple bacteria can reduce odor by consuming H2S and VFA. phototropic bacteria MPNs were high in lagoons with low conductivity, concentrations of COD, sulfate, ammonia and solids. Phototropic bacteria in the functional lagoons may not only help in controlling offensive odors by consuming H2S but also in consuming excessive VFA thereby improving the lagoon’s performance. Sulfate, COD, and solids concentrations are factors that can cause high variability of the microbial activity in anaerobic swine lagoons and furthermore determine the lagoon’s functionality.  
STUDI PENGARUH JUMLAH PENGUNJUNG TERHADAP KEANEKAAN JENIS DAN KEMELIMPAHAN BURUNG DI KAWASAN WISATA ALAM KOPENG (Study on Effect of Visitor Number to The Species Variety and The Abundance of Birds in Kopeng Natural Tourism Area ) Retno Nur Utami; Djuwantoko Djuwantoko; Mukhlison Mukhlison
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2007): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18666

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang dilakukan di Kawasan Wisata Alam (KWA) Kopeng ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pengunjung terhadap keanekaan jenis dan kemelimpahan burung di KWA Kopeng; mengetahui keanekaan jenis dan kemelimpahan burungterhadap tingkat kepuasan pengunjung; serta untuk memberikan arahan pengelolaan pengunjung berdasarkan hasil penelitian. Pengamatan burung dan pengunjung dilakukan dengan metode point count. Titik pengamatan dipilih secara representatif menggunakan teknik random sampling. Berdasarkan peta kawasan hutan wisata dan pengecekan lapangan dilakukan pembagian lokasi titik pengamatan sebanyak 21 titik. Titik pengamatan berbentuk lingkaran dengan radius 20 m, kemudian titik-titik pengamatan yang telah terpilih dipetakan dan didokumentasikan untuk memudahkan pengamatan pada periode berikutnya. Waktu pengamatan adalah selama dua (kali) hari Minggu. Hari Minggu dipilih atas pertimbangan kemudahan perjumpaan dengan pengunjung. Selain dilakukan pengukuran terhadap variabel-variabel terpilih (dalam rangka memperoleh data primer, juga dilakukan pengumpulan data sekunder yang meliputi data kondisi umum lapangan dan sistem pengelolaan kawasan. Data primer yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan model regresi linier sederhana dan korelasi peringkat Spearman, masing-masing untuk mengetahui pengaruh jumlah pengunjung (variable bebas) terhadap keanekaan jenis burung dan jumlah kemelimpahan burung (variabel-variabel bergantung); dan untuk mengetahui korelasi antara variabel keanekaan jenis burung maupun variabel kemelimpahan burung dengan variabel kepuasan pengunjung. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah pengunjung tidak berpengaruh nyata terhadap keanekaan jenis dan kemelimpahan burung di Kawasan Wisata Alam Kopeng; terdapat korelasi yang negatif antara keanekaan jenis dan kemelimpahan burung dengan tingkat kepuasan pengunjung. ABSTRACTThe aims of this research were to know the effect of the visitor number to the species variety of birds; the effect of the visitor number to the abundance of birds; and the effects of the species variety and the abundance of birds to the satisfaction level of visitors in Kopeng Natural Tourism Area. Based on the research results, then some recommendations for the natural tourism area management were made. In observing birds and visitors, point count method was used. There were 21 points selected randomly to counting the bird individuals and species numbers. In these points with 25 m-radius each, the counting of respondent number and the searching information of  the level satisfaction of respondent were done, too. The data obtained, furthermore, was analysed by both descriptive and inferensial statistics methods. The inferensial statistics methods which were used consisted of the simple linear regression and the Spearman rank correlation. The research results showed that the visitor number did not influence the species variety as well as the abundance of birds significantly; there was a negative correlation between the species variety of birds and visitor satisfaction level, and so was the abundance of birds and the visitor satisfaction level.  
TINGKAT KERUSAKAN LINGKUNGAN DI DATARAN TINGGI DIENG SEBAGAI DATABASE GUNA UPAYA KONSERVASI (The Level of Environmental Damage in Dieng Plateau for Database to Conservation Action) Sri Ngabekti; Dewi Liesnoor Setyowati; Sugiyanto R. Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2007): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18667

Abstract

ABSTRAK Penebangan hutan secara liar guna memperluas area tanaman kentang di wilayah Dieng, berakibat menurunnya tingkat keanekaragaman hayati. Berdasarkan hasil penilaian oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah (2001), hanya ditemukan kurang dari 50 jenis tumbuhan per hektar, sehingga dikategorikan sebagai kawasan miskin jenis tumbuhan dan perlu dilakukan upaya untuk mengatasi kerusakan lingkungan di dataran tinggi Dieng melalui konservasi lingkungan. Agar konservasi lingkungan berhasil, perlu adanya database kondisi lingkungan sehingga diperoleh cara konservasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan di dataran tinggi Dieng sebagai database guna upaya konservasi. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi secara langsung di lokasi penelitian melalui pengamatan, pengukuran, pemetaan, dan wawancara dengan petani dan aparat terkait. variabel yang akan diukur adalah tingkat kerusakan fisik lahan, kerusakan biologis lingkungan, dan aspek demografi, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik, tingkat kerusakan lahan pertanian semakin parah, sehingga menurunkan produksi kentang di daerah ini. Secara biologis, tingkat keanekaragaman jenis tanaman liar berkisar antara 0,81 – 0,98, dan termasuk kategori rendah. Dari aspek perilaku penduduk dalam upaya konservasi, belum menunjukkan hasil, karena areal tanaman kentang menjadi semakin luas akibat penebangan hutan konservasi. Tingkat kerusakan lingkungan di daataran tinggi Dieng semakin parah, sehingga dapat menurunkan produksi kentang. Saran yang dapat disampaikan adalah perlunya dilakukan upaya pengelolaan dan konservasi kawasan Dataran Tinggi Dieng. Oleh karena kondisi geografisnya, pola usaha pertanian yang dilakukan di Dieng harus diikuti dengan kajian konservasi lahan, perlunya dicari tanaman pengganti kentang yang dapat mencegah terjadinya erosi. ABSTRACT Wild deforestation to expand potato cultivation area in Dieng Plateau has been reducing biodiversity. An assessment by Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah in 2001 found less than fifty species vegetation per hectare in the area, which means poor diversity. This research aims to know the level of environmental damage in Dieng Plateau as a database for conservation attempts. The variables to assess will be the level of environmental damages, both physically and biologically, in connection with demographic, economic, societal, and cultural aspects. Physical observation showed that plantation area was seriously damaged, which reduced the potato crops. Whereas from biological observation, it was found that the vegetational diversity index was relatively low (0.81-0.98). From behavioral view, it seemed that the inhabitants have not fully supported the conservation attempts; it can be seen that the potato cultivation area has expanded as deforestation has also spread out. As a result, waters resources have depleted significantly. From the current research, it was concluded that the level of environmental damage in Dieng Plateau was seriously damaged. It was suggested to manage the Dieng Plateau area. Due to unique geographical conditions, plantation design implemented in the area should be followed by conservation review. To prevent erosion, it is important to find substitutes to potatoes  

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue