cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 3 (2017): September" : 5 Documents clear
KARAKTERISTIK HABITAT MANGROVE DI SEKITAR PERTAMBANGAN TIMAH LEPAS PANTAI KABUPATEN BANGKA SELATAN (Characteristic Of Mangrove Habitat Around Tin Offshore Mining in South Bangka Regency) Ricca Affressia; Erny Poedjirahajoe; Soewarno Hasanbahri
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.22997

Abstract

AbstrakKegiatan penambangan timah lepas pantai di Kabupaten Bangka Selatan dapat mengganggu komponen biotik mangrove terkait kualitas air meliputi suhu, kekeruhan, salinitas, oksigen terlarut, pH, kedalaman lumpur, kandungan logam berat dari air laut dan komponen abiotik mangrove seperti vegetasi mangrove dan Plankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik habitat mangrove berdasarkan kualitas perairan, vegetasi mangrove serta kandungan logam pada wilayah mangrove tanpa aktivitas pertambangan timah dan mangrove dengan aktivitas pertambangan timah. Metode pengambilan sampel di lapangan dilakukan secara systemactic sampling with random start, kemudian dianalisis dengan analisis independent sample test. Pengujian kualitas perairan dan kandungan logam dilakukan dengan mengacu pada baku mutu kebutuhan biota laut KepMenLH 2004. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beda nyata rata-rata ketebalan lumpur pada kawasan mangrove alami 64 dan 179 cm pada kawasan mangrove di wilayah pertambangan timah lepas pantai, salinitas 32,56  dan 11,79  ‰, derajat keasaman (pH) 7,3 dan 6,2, oksigen terlarut 15,14 dan 12,82 ppm, kekeruhan 32 dan 9 cm, kelimpahan plankton 435.273 dan 546.800 individu/mL dengan keanekaragaman plankton 4,08 dan 2,99. Kerapatan jenis mangrove alami yaitu 46.600 individud/ha dan kerapatan jenis di kawasan mangrove pertambangan timah lepas pantai sebesar 18.300 individud/ha dengan keanekaragaman jenis 0,74 dan 0,84 dan perbandingan Suhu  28,4 dan 28,7 oC berdasarkan analisis sample test tidak menunjukkan beda nyata. Kandungan logam Timbal (Pb) dan Cu (tembaga) memiliki nilai yang sama, yaitu Pb < 0,0161 mg/L dan Cu < 0,0069 mg/L. Kadar Pb dan Cu di kawasan mangrove alami dipengaruhi oleh kondisi kepulauan merupakan jalur transportasi kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar, sedangkan pada wilayah pertambangan timah di pengaruhi oleh limbah buangan hasil penambangan timah.Abstract Tin offshore mining in South Bangka Regency activity can disturb biotic component of mangrove related to water quality such as temperature, turbidity, salinity, dissolved oxygen pH, the depth of mud, the content of heavy metal of sea and mangrove abiotic component such as mangrove vegetation and plankton. The purpose of this study was to find the characteristic of mangrove habitat based on water quality, vegetation, and the content of heavy metal in the mangrove area with and without tin mining activities. The method of sample this research was done in systematic sampling with random start, and then was analyzed by using independent sample test. The quality of water and the content of heavy metal was analyzed referred to sea water quality standards for heavy marine life KepMenLH 2004. The research showed, there were obvious different of the mud thickness average value at the natural mangrove 64 and 179 cm of mangrove area in tin mining offshore. Salinity 32.56  and 11.79 ‰, degree acidity (pH) 7.3 and 6.2, dissolved oxygen 15.14 and 12.82 ppm, turbidity 32 and 9 cm, plankton 435,273 and 54,800 individual/mL which species diversity 4.08 and 2.99. Species density of offshore mining in mangrove area is 18,330 individual/ha and the natural mangrove 46,600 individual/ha which species diversity 0.74 and 0.84 and comparison of temperature 28.4 and 28.7oC of independent sample test can’t show different real. The content of lead metal (Pb) and Cu (copper) having the same value, Pb <0.0161 mg/L and Cu <0.0069 mg/L. Levels Pb and cu in the natural mangrove was influenced by the island was the transportation ships using fuel, while in the tin mining areas were influenced by the waste disposal of tin mining.
REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL SUKU MOILE DAN SUKU MEYAH DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT (Rehabilitation of Forest and Land Based On Local Knowledge of Moile and the Meyah in Manokwari Regency West Papua Province) Mervin Arison Asmuruf; Ris Hadi Purwanto; Lies Rahayu Wijayanti Faida
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23043

Abstract

ABSTRAKKajian Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat telah dilakukan dengan berdasarkan kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis–jenis tanaman lokal, indentifikasi kearifan lokal masyarakat Suku Moile dan Suku Meyah dan merumuskan strategi RHL berdasarkan kearifan lokal masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kampung Sub Sai Distrik Warmare dan Kampung Lebau Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Teknik pengambilan data adalah pendekatan metode kombinasi data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan teknik Snowball sampling dan penelusuran dokumen. Metode deskriptif dengan analisis Miles dan Huberman digunakan untuk mengidentifikasi kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tanaman lokal yang berpotensi digunakan dalam kegiatan RHL di Kabupaten Manokwari adalah: tanaman yang mempunyai kualitas kayu pertukangan yang baik dan memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti: kayu besi (Intsia bijuga), kayu susu (Astonia sp), kayu matoa (Pometia sp).  Di samping tanaman yang buah dan kulitnya bernilai ekonomi tinggi sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat, seperti: buah merah (Pandanus conoideus), Gaharu (Aquilaria malaccensis), Mangga (Manggifera indica), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio Zibethinus). Masyarakat Arfak pada kawasan ini memiliki nilai dan kearifan budaya Igya Ser Hanjob yang artinya berdiri menjaga batas. Kawasan hutan yang dimanfaatkan terbagi atas 4 (empat) bagian yakni Susti, Bahamti, Nimahamti dan Tumti, dengan fokus kegiatan RHL seharusnya dilakukan di Susti dan Nimahamti yang berfungsi sebagai kawasan penyangga.ABSTRACTStudy of the Forest and Land Rehabilitation (FLR) in Manokwari Regency West Papua Province have been done based on local knowledge of Moile and the Meyah. This research aims to know the type of local plants, identification the local wisdom of a tribal society Moile and Tribe Meyah and formulate the FLR strategy based on the wisdom of the local community. The study is done in sub sai vilagge warmare district and lebau vilagge manokwari the northern district manokwari counties provincial west papua. Techniques used in the data is the approach combination method through observation field, interviews with snowball sampling techniques and the tracing documents. Descriptive method with an analysis Miles and Huberman used to identify local knowledge of Moile and Meyah. The results showed that the local-crop potentially used FLR in the district Manokwari intsia bijuga asltonia sp, pometia .sp, where its have good quality for use as timber carpentry having high as well as economic value and Pandanus conoideus, Aquilaria malaccensis, Manggifera indica, Nephelium lappaceum, Durio Zibethinus which fruit and the skin can be utilized to add community incomes. The community arfak in this area has a value and culture igya wisdom similar hanjob which means keeping the limit stood, forest areas being utilized divided over 4 (four) : susti, bahamti, nimahamti and tumti , where RHL activities should be undertaken in susti and nimahamti because it can function as buffer area
PENENTUAN BOD, ZN, DAN NO3-N DI WADUK SAGULING PADA SETIAP PEMBAGIAN KELAS TAHUN BERDASARKAN DISKRIT MARKOV 3 DAN 5 KELAS (Determination of BOD, ZN, and NO3-N Concentrations in Saguling Reservoir on Each Year Class Division Based on Discrete Markov’s 3 and 5 Class) Mariana Marselina; Arwin Sabar; Indah Rachmatiah Siti Salami; Dyah Marganingrum
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23061

Abstract

ABSTRAKWaduk Saguling adalah salah satu dari tiga Waduk Kaskade Citarum yang berlokasi di Kabupaten Bandung. Kondisi kualitas air Waduk Saguling cenderung menunjukkan penurunan, baik disebabkan pencemaran oleh limbah industri, domestik, perikanan, peternakan, dan berbagai aktivitas lainnya di sekitar DAS Citarum Hulu. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengimplementasikan model konseptual pencemaran air dimana konsentrasi pencemar bergantung pada kuantitas air yang berkarakteristik acak sehingga penelitian pencemaran air dilakukan menggunakan pendekatan diskrit Markov. Dalam penelitian ini, konsentrasi pencemar merupakan fungsi dari waktu, dalam hal ini waktu ditunjukkan dalam tahun yang akan dibagi atau dikelompokkan berdasarkan Diskrit Markov 3 kelas menjadi kondisi kering, normal, dan basah dan berdasarkan Diskrit Markov 5 kelas menjadi kondisi sangat kering, kering, normal, basah, dan sangat basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pencemar memiliki nilai yang tinggi pada tahun sangat kering dan nilai yang rendah pada tahun sangat basah. BOD di Pos Nanjung, Pos Muara Ciminyak, dan Pos Intake Turbin secara berturut-turut pada tahun sangat kering adalah 58,62; 11,94 dan 12,81 mg/L. Konsentrasi Zn di Pos Nanjung, Pos Muara Ciminyak, dan Pos Intake Turbin secara berturut-turut pada tahun sangat kering adalah 0,11; 0,028; dan 0,030 mg/L. Konsentrasi NO3-N di Pos Nanjung, Pos Muara Ciminyak, dan Pos Intake Turbin secara berturut-turut pada tahun sangat kering 3,56 ; 1,91 ; dan 1,74 mg/L. BOD di Pos Nanjung, Pos Muara Ciminyak, dan Pos Intake Turbin secara berturut-turut pada tahun sangat basah adalah 17,91; 5,86; dan 9,01 mg/L. Konsentrasi Zn di Pos Nanjung, Pos Muara Ciminyak, dan Pos Intake Turbin secara berturut-turut pada tahun sangat basah adalah 0,034; 0,011; dan 0,012 mg/L. Konsentrasi NO3-N di Pos Nanjung, Pos Muara Ciminyak, dan Pos Intake Turbin secara berturut-turut pada tahun sangat basah adalah 2,67; 1,26; dan 1,29 mg/L.AbstractSaguling is one of the three reservoirs of Citarum Cascade located in Bandung Regency, West Java Province. Water quality conditions in Saguling reservoir tend to decrease, either due to pollution by industrial waste, domestic, fisheries, livestock, and also other events around Citarum upstream watershed. The purpose of this research is to implement the conceptual model of water pollution which pollutant concentrations depend on the quantity of water which has random characteristic. Study of water pollution in this research was conducted using Markov discrete approach. In this study, the concentration of pollutants is a function of time where time was indicated of year the the observation years (1999-2013) was divided or grouped by Discrete Markov 3 classes become dry, normal, and wet conditions and also based on Discrete Markov 5 class becomes very dry, dry, normal and wet and very wet conditions. The results showed that the concentrations of pollutants have a high value in a very dry condition and low value at a very wet condition. BOD concentration in Nanjung Station, Muara Ciminyak Station, Turbine Intake Station consecutively in very dry condition was 58.62; 11.94; and 12.81 mg/L. Concentration of Zn in Nanjung Station, Muara Ciminyak Station, and Turbine Intake Station consecutively in very dry condition was 0.11; 0,028; and 0,030 mg/L. NO3-N concentration in Nanjung Station, Muara Ciminyak Station, and Turbine Intake Station consecutively in very dry condition was 3.56; 1.91; and 1.74 mg/L. BOD concentration in Nanjung Sation, Muara Ciminyak Station, and Turbine Intake Station consecutively in a very wet condition was 17.91; 5.86; and 9.01 mg/L. Concentration of Zn in Nanjung Station, Muara Ciminyak Station, and Turbine Intake Station consecutively in very wet condition was 0,034; 0,011; and 0.012 mg/L. NO3-N concentration in Nanjung Station, Muara Ciminyak Station, and Turbine Intake Station consecutively in very wet condition was 2.67; 1.26; and 1.29 mg/L..
ASPEK LINGKUNGAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PENYELENGGARAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA JATINEGARA BARAT (Accessibility of Rented Simple Flats in Perspective of Sustainable Housing) Ruby Josephine Leepel; Suyud Warno Utomo; Emirhadi Suganda
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23638

Abstract

ABSTRAKJakarta sebagai kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi akan menimbulkan berbagai masalah lingkungan akibat terbatasnya daya tampung kota untuk memberikan kehidupan yang berkualitas. Kenyataan ini bertentangan dengan konsep aksesibilitas perumahan yang didefinisikan sebagai suatu kesempatan untuk mendapatkan hak atas perumahan yang layak salah satunya berdasarkan kriteria ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan perumahan. Kriteria ini sangat erat kaitannya dengan keberlanjutan lingkungan dalam konsep perumahan berkelanjutan. Pendekatan kualitatif dianggap sebagai pendekatan yang tepat dalam penelitian ini. Namun metode pengumpulan data penelitian dirancang untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif yang dapat memperkaya evaluasi ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan di rumah susun sederhana sewa, serta partisipasi masyarakat penghuni rumah susun. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan, yang berkaitan erat dengan perwujudan keberlanjutan lingkungan dalam konsep perumahan berkelanjutan, belum diterapkan dengan baik pada Rusunawa Jatinegara Barat. Partisipasi masyarakat penghuni secara kelompok dalam menjaga kebersihan lingkungan rusunawa belum dapat dikaji mendalam mengingat rusunawa baru saja dihuni. Namun kesadaran untuk menjaga kebersihan secara individu mulai terlihat. Inisiatif individu untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah awal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga.ABSTRACTJakarta as the city with high density of population will rise several environmental issues due to the limited city capacity in providing quality living to its dense population. This fact contradicts the housing accessibility, which is defined as an opportunity to access one’s rights to sustainable housing based on a criteria of facilities and infrastructure in the residential neighborhood. This criterion is closely related to environmental sustainability aspect in the concept of sustainable housing. Qualitative approach was considered as the best approach for this study. However, the data collection methodology was designed to gather qualitative and quantitative data that can enrich the evaluation of the availability of facilities and infrastructure in the residential neighborhood, as well as participation of the rented simple flat’s residents. The result of the study explains that the availability of facilities and infrastructure in the residential neighborhood, which is closely related with the creation of environmental sustainability in the concept of housing sustainability has not been applied properly in Rusunawa Jatinegara Barat. Participation within community group has not been able to be observed in depth since the building has just been occupied. However, the awareness in maintaining environmental hygiene has been observed.  Individual innitiatives to participate in maintaining environmental hygiene are initial steps that can be developed to improve community participation, especially in household waste management.  
SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN DI KOTA BIMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (System of Municipal Solid Waste Management in Bima City West Nusa Tenggara Province) Wahyudin Wahyudin; Siti Syamsiah; Sunjoto Sunjoto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.30101

Abstract

ABSTRAKSistem pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia pada umumnya masih menerapkan metode konvensional. Lain pihak volume sampah terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pola hidup masyarakat. Hal itu juga terjadi di wilayah Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, di mana sistem pengelolaan sampah belum berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sampah dan sistem pengelolaannya, serta membuat rencana pengembangan sistem pengelolaan sebagai suatu solusi penanganan permasalahan sampah. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasional dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif yaitu berdasarkan standar normatif dan distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa komponen sistem pengelolaan sampah di Kota Bima masih di bawah standar pengelolaan sampah perkotaan. Hal itu diperoleh dari hasil analisis pendapat masyarakat dan analisis berdasarkan standar normatif. Perencanaan sistem pengelolaan sampah perkotaan di Kota Bima dengan konsep non-konvensional mampu mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke TPA sebesar 46,23% dan memperoleh keuntungan yang dimulai pada tahun ke 13 umur proyek dengan keuntungan total pada hingga akhir periode proyek sebesar Rp. 78.949.779.000. ABSTRACTCommonly, Municipal Solid Waste (MSW) management in urban life, Indonesia still applies conventional system. Otherwise, solid waste volume gets higher as population and lifestyle, but not supports its management well. It also occurs in Bima City West Nusa Tenggara Province, where the waste management system has not gone well. The purpose of this study is to find out the characteristics of waste and its management system, as well as to make a plan for developing a management system as a solution for handling waste problems. This research applies rational approach with the analysis techniques used are qualitative and quantitative analysis based on normative standards and frequency distribution. The results of this study indicate that the components of the waste management system in the city of Bima are still below the standard of MSW Management. This was obtained from the results of the analysis of public opinion and analysis based on normative standards. The planning of MSW management system in Bima City with non-conventional concept can reduce the amount of waste disposed to the landfill by 46.23% and earn profits starting on the 13th year of project age with total profit at the end of the project period of Rp. 78,949,779,000.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue