cover
Contact Name
Haidar Idris
Contact Email
jurnalkhidmatuna@gmail.com
Phone
+6281252465560
Journal Mail Official
khidmatuna@iaisyarifuddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang, Lumajang 67358, Indonesia | Email: risalatuna@iaisyarifuddin.ac.id ; Phone/Fax. (0334) 887071, WA: +6281252465560
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27983447     EISSN : 27768813     DOI : https://doi.org/10.54471/khidmatuna.v3i2
Core Subject : Humanities, Social,
Ruang lingkup Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah pengembangan masyarakat dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangannya. Secara spesifik, jurnal ini menerima artikel hasil-hasil pengabdian masyarakat dengan pendekatan penelitian berbasis - PDIA (Problem Driven Iterative Adaptation) - CBR (Community-Based Research) - PAR (Participatory Action Research) - ABCD (Asset Based Community Development) - CD (Community Development), dan metodologi lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): Mei" : 6 Documents clear
Problematika Sampah dan Upaya Menjaga Kebersihan Lingkungan di Dusun Krajan Desa Randuagung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Achmad Ariffulin Nuha
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v1i2.1011

Abstract

Kebersihan lingkungan merupakan konsep masyarat sehat dan ligkungan indah. Hal ini perlu diperhatikan dengan baik dan benar, mengingat kesehatan bagi masyarakat dan keindahan bagi lingkungan dan kehidupan mahluk hidup lainnya. Meskipun sejak dulu telah mengenal slogan kebersihan sumber kesehatan namun penerapan slogan tersebut tampaknya belum ditafsirkan dalam arti luas karena sebagian masyarakat menafsirkannya secara pragmatis, hanya mencakup diri sendiri atau dengan keluarganya, belum mencakup lingkungan hidupnya. Maksud dan tujuan dilakukan pengabdian pendampingan masyarakat ini adalah agar masyarakat mengetahui penanggulangan pembuangan sampah secara baik dan benar sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan menjadi lingkungan percontohan baik di desa Randuagung secara khusus dan desa lain yang menginginkan lingkungannya yang baik dan bersih. Salah satu dampak penyakit yang biasa banyak timbul dari lingkungan yang tidak sehat yaitu sebagai berikut: sampah yang berserakan dan menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap dan banjir.
Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat untuk Meminimalisir Pencemaran Lingkungan dari Sampah Peternak Sapi di Dusun Wonoreja Desa Kandang Tepus Senduro Kabupaten Lumajang Muhammad Farid
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v1i2.1012

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah upaya memberikan pengalaman belajar bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi memberikan informasi dan melakukan edukasi guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan advokasi, bina suasana (social support) dan gerakan masyarakat (empowerment) sehingga dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Masalah pencemaran suatu masalah yang perlu mendapat penanganan secara serius oleh semua pihak untuk dapat menanggulangi akibat buruk yang terjadi karena pencemaran, bahkan sedapat mungkin untuk dapat mencegah jangan sampai terjadi pencemaran lingkungan. Dengan demikian ilmu kima memegang peranan penting dan turut menentukan dalam penyelesaian serta memecahkan masalah lingkungan hidup seperti, mempelajari sifat dan fungsi bahan kimia dalam lingkungan hidup dan menentukan jumlah batas penyebaran bahan kimia dalam lingkungan agar tidak memberikan gangguan terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Limbah ternak merupakan hasil sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan seperti usaha pemeliharaan ternak dan sebagainya. Semakin berkembangnya usaha peternakan limbah yang dihasilkan semakin meningkat. Pada lingkungan tempat pembuangan sampah bisa dipastikan udara tidak sehat dengan bau yang tidak sedap dari limbah, sumber air sekitar lingkungan akan tercemar dengan resapan limbah dan tanah yang ada di lingkungan ini akan terkontaminasi dengan zat kimia limbah sehingga tanah akan tandus.
Gerakan Pengalihan Varietas Pisang Emas Kirana ke Pisang Agung Tahan Virus di Dusun Margomulyo Desa Kenongo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Ihya' Ulumuddin
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v1i2.1013

Abstract

Virus yang terdapat pada pohon pisang emas kirana adalah virus fusarium merupakan penyakit yang sangat umum yang menyebabkan kehancuran pada tanaman pisang di daerah tropis maupun subtropis. Virus Fusarium disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp.cubense (FOC) sebagai cendawan yang bersifat penghuni, penyerbu, tular tanah, dan penyebab layu yang tanaman inang (induk), sehingga dalam pengendalaiannya perlu diusahakan memberikan perlindungan maupun induksi sistem ketahanan inang pada sistem perakaran. Pengendalian hayati patogen dengan agens antagonis yang diintegrasikan dengan pengendalian kultur teknis sebagai salah satu alternatif pengendalian diharapkan efektif dalam menekan patogen FOC di lapangan melalui perlindungan dan induksi ketahanan tanaman. Menurut warga pohon pisang emas kirana yang terkena virus berubah menjadi layu dan berair bahkan buahnya pun hitam dan tidak dapat di konsumsi lagi, terdapat juga semut di dalam tanah dekat akar. Kemudian disini peneliti hanya berperan sebagai fasilitator yang berupaya untuk mendampingi masyarakat untuk memberikan penanganan yang tepat dalam mengendalikan serangan penyakit tersebut. Agar supaya penyakit virus fusarium yang terdapat di desa kenongo dusun margomulyo dapat terpecahkan dan menemui solusi yang tepat.
Pendampingan Penanggulangan Hama Ulat Contong pada Sengon sebagai Solusi Kesejahteraan Masyarakat di Desa Pakel Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Ahmad Hafidz Lubis
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v1i2.1014

Abstract

Desa Pakel ini termasuk daerah yang memiliki tekstur tanah yang subur, hal ini dapat dilihat dari berbagai jenis tanaman perkebunan yang ditanam di desa Pakel ini. Tanaman yang biasa ditanam di desa Pakel ini antara lain: Sengon, manggis, duren, pisang, tebu, kopi, jahe, dan tanaman-tanaman yang lain. Tanaman sengon menjadi tanaman yang paling banyak ditanam karena hasil panennya digunakan sebagai inventasi oleh masyarakat. Kemudian muncul permasalahan berupa hama tanaman sengon yang cukup banyak salah satunya adalah ulat contong. Hama ulat contong paling luas terjadi pada saat musim kemarau dan dapat mengganggu pertumbuhan serta mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi jelek, bercabang banyak, bahkan dapat menyebabkan kematian. Kemudian mahasiswa sebagai fasilitator bersama bapak Lasiono yang notabene sebagai ketua kelompok tani dan Posludes desa Pakel mendatangi dinas kehutanan untuk meminta penyuluhan penanggulangan hama ulat contong yang menyerang sengon sebagai wujud pendampingan mahasiswa kepada masyarakat desa Pakel. Dengan adanya penyuluhan tersebut, diharapkan para petani mulai mengetahui tentang cara yang tepat dalam menanggulangi hama ulat contong tersebut. Setelah dilakukannya penyuluhan penanggulangan hama ulat contong, para petani mengetahui bagaimana cara menanggulangi hama ulat contong. Selain itu mahasiswa bersama masyarakat desa Pakel juga melakukan tester atau percobaan pemberian obat sidhametrin bagi sengon yang terkena hama ulat contong. Setelah itu mahasiswa sebagai wujud pendampingan akan mendatangi desa Pakel untuk mengecek pertumbuhan pohon sengon yang telah diberi obat agar dapat diketahui hasilnya.
Pendampingan Pembentukan Komunits Pecinta Alam sebagai Solusi Pencegahan Hama Monyet di Desa Sarikemuning Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Zainil Ghulam
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v1i2.1015

Abstract

Hama monyet merupakan salah satu vertebrata yang menyerang banyak tanaman. Pada komoditas perkebunan, monyet merusak tanaman karet, tebu, kakao, kopi, kelapa, dan kelapa sawit. Pada komoditas hortikultura, monyet merusaktanaman pepaya, jambu, mangga, pisang, dan apel. Monyet makan pucuk-pucuk pohon, daun daun muda, ranting dan cabang, buah buahan dari berbagai jenis tumbuhan, juga serangga, moluska, dan hewan kecil lainnya. Jenis monyet yang sering ditemukan menyerang tanaman yaitu monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Jenis monyet ini (Macaca fascicularis) hidup berkelompok dengan jumlah individu 10-50 ekor. Kelompok ini hidup berpindah pindah untuk mencari pakan , biasanya pada jalur yang tetap. Sehingga, kelompok tersebut bisa saja menyerang atau memakan tanaman milik petani yang berada pada jalurnya. Metode yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah metode PAR, yakni metode Participatory Action Research. Dari itu kami yang menemukan masalah yang sangat besar bagi kami agar pemerintah baik tingkat desa, kecamatan, kabupaten bahkan propinsi untu ikut andil dalam menyelesaikan masalah ini dengan catatan kami hanya bisa mendampingi saja dan membawa komunitas yang sudah terbentuk, dan terus berkomunikasi dengan mereka agar programnya benar -benar berjalan, dan sesuai harapan, yaitu tidak menganggunya monyet lagi ke ladang petani tanpa harus membunuh monyet, karena sebenarnya yang menyebabkan monyet ini menyerang adalah ulah manusia sendiri.
Optimalisasi Sumber Mata Air Winong dengan Melakukan Reboisasi dan Perbaikan Manajemen Pengelolaan Air untuk Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat Dusun Wonosari Berbasis Participatory Action Resaearch Syamsul Arifin
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v1i2.1016

Abstract

Perubahan musim merupakan fenomena global yang belakangan ini sering dibahas dan memiliki dampak salah satunya adalah peningkatan suhu Selain itu, penelitian sebelumnya mengatakan bahwa Perubahan musim berpengaruh pada sumber daya air yang ada di seluruh dunia yang terjadi juga di Wonokerto. Dimana saat musim hujan kapasitas air bertambah, jika terlalu besar air hujan bisa merusak pipa yang ada di sekitar sungai, membawa sampah dedaunan sehingga air di kran warga jadi macet atau tidak lancar, sedangkan saat musim kemarau kapasitas air menurun. Hal ini menyebabkan warga yang mampu di Desa Wonokerto membeli air bersih dari air yang dijajakan warga Kabupaten Lumajang bagi yang tidak mampu mereka mengantri di sumber Sedaeng dan Sumber Winong saat musim kemarau. Ditambah lagi dengan isu perubahan musim dan letak geografis yang berada di wilayah Pegunungan Barat Kabupaten Lumajang diduga kian memperparah krisis air pada di wilayah studi. Metode yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah metode PAR, yakni metode Participatory Action Research. Dengan dampak perubahan musim yang menyebabkan kenaikan atau menurunnya kapasitas air di Wonokerto sehingga mengakibatkan tidak stabilnya air, yang menyebabkan air tidak merata di masyarakat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah dan instansi terkait penstabilan air bersih. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat terutama di wilayah studi mengenai dampak dari perubahan musim terhadap krisis air yang terjadi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6