cover
Contact Name
Tuty Ningsih
Contact Email
lp2m@itsi.ac.id
Phone
=6282273280322
Journal Mail Official
lp2m@itsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar (Pancing), Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20222
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agro Estate
ISSN : 25800957     EISSN : 26564815     DOI : https://doi.org/10.47199/jae.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro Estate adalah Jurnal Ilmiah Budidaya Perkebunan yang menyajikan hasil penelitian dan telaah ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi, Mahasisa dalam bidang perkebunan. Topik utama yang diterbitkan mencakup: 1. Aspek Agronomi 2. Tanah dan Konservasi 3. Perlindungan Tanaman 4. Manajemen Tenaga Kerja (SDM) 5. Manajemen Keuangan 6. Aspek Kelestarian
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020" : 2 Documents clear
ISOLASI DAN UJI ANTAGONIS BAKTERI ASAL TANDAN KOSONG SAWIT YANG DIAPLIKASIKAN PADA AREAL TANAMAN KARET TERHADAP PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (R. microporus) Priyo Adi Nugroho Nughoro; Cici Indriani Dalimunthe
Agro Estate Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v4i2.71

Abstract

Uji antagonis terhadap jamur R. microporus telah dilakukan pada delapan isolat bakteri di laboratorium proteksi Balai Penelitian Sungei Putih. Isolat-isolat tersebut diisolasi dari permukaan TKKS yang diaplikasikan pada areal perkebunan karet. Media nutrient agar (NA) digunakan dalam isolasi dan pemurnian bakteri. Uji antagonis dilakukan secara in vitro dengan metode Dual Culture dan diamati pada 2,4,6, dan 8 hari setelah inokulasi (HSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan isolat bakteri memiliki karakter morfologi (warna, bentuk, tepian dan elevasi) serta kemampuan penghambatan jamur R. microporus yang berbeda. Penghambatan oleh bakteri mulai terlihat pada 2 HSI terutama pada isolat B2, B3, B4, dan B7. Persentase penghambatan masing-masing isolate tersebut adalah 30%, 60%, 65% dan 69%. Hingga 8 HSI, isolat B2, B3, B4, B6, B7 dan B8 mampu menghambat perkembangan jamur R. microporus ≥ 80%. Isolat B3 dan B4 memiliki kemampuan antagonisme yang paling baik dengan persentase penghambatan ≥ 95%. Sedangkan isolat B1 dan B5 hanya dapat menghambat perkembangan jamur R. microporus ≤ 50%. Eksistensi bakteri-bakteri antagonis inilah yang kemungkinan besar menyebabkan TKKS tidak menjadi inang penyakit jamur akar putih (R. microporus) ketika diaplikasikan di lapangan. The antagonistic assay of eight isolates of bacteria against R. microporus fungi has been conducted in the Plant Protection Laboratory of Sungei Putih Research Centre. The isolates of bacteria were isolated by the surface of oil palm empty fruit bunches (TKKS) applied in the rubber field. Nutrient agar (NA) was employed in the isolation and purification of bacteria. The antagonistic assay was carried out in vitro using the dual culture method. The observation was performed on 2, 4, 6, and 8 days after incubation (HSI). The result indicated that the eight isolates have varied morphological characters (including color, shape, edge, and elevation) and their inhibition ability of R. microporus fungi as well. The initial inhibition by the isolates of bacteria was started since 2 HSI particularly in the isolates B2, B3, B4, and B7. The inhibition percentage of those isolates were 30%, 60%, 65% dan 69% respectively. Until 8 HSI, the isolates B2, B3, B4, B6, B7 and B8 were still inhibiting the growth of R. microporus fungi > 80%. The isolates B3 and B4 showed the best performance in the inhibition of fungi with inhibition percentage > 95%. Whereas, the ability of inhibition of the isolate B1and B5 were very low as < 50%. The existence of such antagonistic bacteria perhaps led to TKKS was not role as the host of white root disease while applied in the rubber field.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT KAKAO (Theobroma cacao L.) DAN KOMPOS KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata L.) TERHADAP PERBAIKAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) Di MAIN NURSERY Rina Maharany; Megawati Siahaan; Muhammad Syawaluddin Hasibuan
Agro Estate Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v4i2.72

Abstract

Seiring dengan kenaikan produksi CPO (Crude Palm Oil) setiap tahunnya, maka menyebabkan peningkatan luas areal kebun kelapa sawit. Di Indonesia luas lahan marginal masih sangat banyak. Kompos kulit kakao dan kulit pisang kepok merupakan sumber bahan organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman. Oleh karena itu diperlukan perbaikan tanah dipembibitan kelapa sawit dengan meningkatan ketersediaan unsur hara dan sifat kimia tanah, melalui pemberian atau penambahan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos kulit kakao, kompos kulit pisang serta interaksi perlakuan antara kompos kulit pisang dan kulit kakao terhadap perbaikan sifat fisik, dan kimia tanah di pembibitan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di areal pembibitan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan Medan mulai bulan Januari - Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kulit pisang kepok berpengaruh nyata terhadap parameter kadar air dengan nilai terbaik adalah 24,77 yang terdapat pada perlakuan P3 (450 g/tanaman). Dan parameter kemasaman tanah (pH) dengan nilai terbaik adalah 5,68 yang terdapat pada perlakuan P3 (450 g/tanaman). Kompos kulit kakao menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter kadar air dengan nilai terbaik adalah 24,35 % yang terdapat pada perlakuan P3 (600 g/tanaman). Dan parameter kemasaman tanah (pH) dengan nilai terbaik adalah 5,75 yang terdapat pada perlakuan P3 (600 g/tanaman). Interaksi antara perlakuan kompos kulit kakao dan kompos kulit pisang juga menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter N-total dengan nilai terbaik adalah 0,13 yang terdapat pada perlakuan K1P2 (400 g kompos kulit kakao dan 350 g kompos kulit pisang).

Page 1 of 1 | Total Record : 2