Education Journal: Journal Educational Research and Development
Education Journal: Journal Educational Research and Development is a scientific journal managed by LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember intended to disseminate the results of scientific works that have been made by lecturers, teachers, alumni and experts. In addition, the scientific journal is intended as a means of communication between educators both as a lecturer, as a teacher and as an alumni in order to disseminate information and develop education in general through research results and other forms.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2017)"
:
12 Documents
clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua dan tiga kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah guru-guru di SD Negeri Seruni 01 Kecamatan Jenggawah yang terdiri dari enam orang guru kelas dan dua orang guru bidang studi. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi diskusi adalah 79,38 kategori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88 dengan kategori “baik”, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 kategori “baik”. Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang diobservasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.
PENERAPAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA MELALUI TUTOR SEBAYA SMP NEGERI 2 AMBULU - JEMBER
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana upaya meningkatkan aktivitas siswa tentang aritmatika sosial melalui penerapan problem solving dengan bantuan tutor sebaya. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan aktivitas siswa siswa setelah pembelajara tentang aritmatika sosial kelas VII C SMP Negeri 2 Ambulu-Jember. Subyek penelitian ini adalah siswa VII C SMP Negeri 2 Ambulu-Jember dengan jumlah 37 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa pada saat pembelajaran dilaksanakan yaitu 81.12% pada siklus 1 dan 90.93% pada siklus 2. Sedangkan aktivitas siswa dapat dikatakan tuntas dengan persentase ketuntasan 92.5 % pada siklus 1 dan siklus 2.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran pendidikan matematika realistik merupakan proses pembelajaran yang diawali dengan pemberian masalah kontekstual yang sesuai dengan kehidupan siswa. Pembelajaran matematika realistik merupakan pembelajaran yang memanfaatkan realita dan lingkungan guna memperlancar proses pembelajaran matematika. Realita atau lingkungan tersebut adalah suatu kondisi yang dapat dipahami oleh siswa. Pembelajaran matematika realistik dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis penelitian tindakan kelas. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. SA Roudhotus Syifa Malang yang teridiri dari 18 siswa. Berdasarkan data hasil penelitian menyatakan bahwa persentase aktivitas guru meningkat dari 76,66% pada siklus 1 menjadi 83,96% pada siklus 2 dan persentase aktivitas belajar siswa meningkat dari 77,67% pada siklus 1 menjadi 85,33% pada siklus 2.
IMPLEMENTASI METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hasil Belajar MA Ainul Huda Banyuputih Situbondo tergolong rendah. Hal itu dapat dilihat dari hasil perolehan nilai UAS mata pelajaran biologi setiap tahunnya yaitu lebih dari 63% siswa dari keseluruhan siswa yang mendapatkan nilai di bawah 7. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu dengan memperbaiki sistem pembelajaran dengan metode discovery learning. Model tindakan kelas yang diadopsi dari Hopkins yaitu model yang menggunakan prosedur kerja yang dipandang sebagai suatu siklus spiral yang terdiri dari 4 fase meliputi perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan, pada pra siklus ketuntasan klasikal dicapai 45%. Setelah dilakukan metode pembelajaran metode discovery learning pada siklus I mencapai 70%. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat mencapai 87,5%. Perolehan ketuntasan hasil belajar pada siklus II, pembelajaran dapat dikatakan tuntas secara klasikal.
INDIKATOR EKOLOGI KALI SETAIL BERDASARKAN PEMETAAN BRYOPHYTA SEBAGAI BAHAN AJAR MATA KULIAH EKOLOGI DASAR
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masyarakat sekitar Kali Setail telah lama memanfaatkan aliran sungai sebagai tempat mandi, BAB, mencuci dan membuang sampah. Sehingga Kali Setail diduga mengalami pencemaran. Untuk mengetahui pencemaran perlu adanya suatu indikator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Bryophyta di Kali Setail dapat dijadikan indikator ekologi dan pemetaan Bryophyta sebagai alternatif bahan ajar mata kuliah Ekologi Dasar. Penelitian ini menggunakan metode Belt Transect dengan rumus indek keragaman, kerapatan, dominasi dan frekuensi. Penelitian dilakukan di Kali Setail dusun Sidomulyo desa Sumberberas Kecamatan Muncar kabupaten Banyuwangi bulan agustus 2016. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Keberadaan bryophyta disepanjang kali setail dapat digunakan sebagai indikator ekologi untuk mengukur tingkat pencemaran lingkungan, hal tersebut ditunjukkan oleh hasil indek keragaman pada semua plot adalah 0 - 1,25, kerapatan mendapatkan hasil 0-3, dominansi pada plot 1, 2 dan 9 > 1 populasi seragam, pada 5, 6, 10, 15 dan 20 = 1 populasi random dan frekuensi mendapatkan hasil 40%. Pada penghitungan indek keragaman mendapatkan hasil 0-1,25, dan Pemetaan Bryophyta di Kali Setail dapat dijadikan alternatif bahan ajar dan bahan praktikum lapang mata kuliah Ekologi Dasar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MENERAPKAN METODE KALPOKKALDUNG
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa adalah menulis. Pem-belajaran menulis di Sekolah Dasar salah satunya adalah mengarang. Pembelajaran mengarang membutuhkan kemampuan tentang cara kalimat pokok dan kalimat pendukung selain itu penggunaan ejaan yang tepat sangat diperlukan. Uraian tersebut adalah alasan mengapa disusun sebuah penelitian tindakan kelas ini. Hasil belajar Bahasa Indonesia khususnya untuk materi mengarang sangat rendah, sehingga guru melakukan inovasi dalam proses pembelajaran dengan maksud mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan kesulitan siswa dalam mengarang maka di buatlah sebuah metode pembelajaran kalpokkaldung yang merupakan akronim dari kalimat pokok dan kalimat pendukung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menentukan langkah-langkah: perencanaan, prosedur pelaksanaan tindakan, refleksi, subyek penelitian, pengumpulan data, instrumen penelitian, teknis analisa data, penyiapan partisipan, penelitian tindakan menggunakan alur spiral dengan dua siklus. Hasil penelitian dari siklus 1 dan siklus 2 dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan prestasi yang signifikan, sehingga. dapat disimpulkan bahwa me-lalui metode kalpokkaldung kemampuan menulis pada siswa dapat ditingkatkan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION DI SMP NEGERI 1 AMBULU - JEMBER
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas yang bertujuan memperbaiki pembelajaran melalui model pembelajaran berdasarkan masalah (problem based instruction). Model ini merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan autentik yakni penyelidikan yang membutuhkan penyelesaian nyata dari permasalahan yang nyata (dengan melakukan eksperimen). Aktivitas belajar siswa dengan model pembelajaran problem based instruction disertai handout mengalami peningkatan dari pra-siklus ke siklus 1 dan siklus 2. Pada pra-siklus aktivitas siswa secara klasikal sebesar 52.43% yang termasuk dalam kriteria sedang. Pada siklus 1 aktivitas siswa secara klasikal rata-ratanya sebesar 74,86% mengalami peningkatan sebesar 22.43% yang termasuk dalam kriteria aktif. Pada siklus 2 aktivitas siswa secara klasikal rata-ratanya sebesar 83,24% mengalami peningkatan sebesar 30.81% persentase tersebut termasuk pada kriteria sangat aktif. Peningkatan aktivitas belajar siswa pada model pembelajaran problem based instruction diikuti peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari pra-siklus ke siklus 1 dan siklus 2. Pada pra siklus ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 16.22%. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 75.67%. Pada siklus 2 ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 81.08%. Dari hasil di atas menunjukkan model problem based instruction disertai handout dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif belajar dan lebih memahami konsep.
PENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan minat dan hasil belajar siswa rendah. Persoalan tersebut disebabkan karena pembelajaran matematika masih berorientasi pada guru dan siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu digunakan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW yang menumbuhkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa saat mengikuti pembelajaran tipe JIGSAW, dan bagaimana hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe JIGSAW. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata aktivitas siswa secara individu maupun kelompok selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan sebesar 8%, dari siklus I mencapai rata-rata 76%, kemudian pada siklus II mencapai rata-rata 84%. Pada keterampilan berkooperatif pada siklus I rata-rata persentase mencapai 74%, sedangkan pada siklus II rata-rata persentase mencapai 86% meningkat sebesar 12%. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal pada tes akhir siklus I mencapai 86,49% dan pada tes akhir siklus II mencapai 91,89% mengalami peningkatan sebesar 5,43%.
STRATEGI MEDIA GAMBAR DAN MODEL PEMBELAJARAN KANCING GEMERINCING
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tema indahnya kebersamaan melalui media gambar dan model pembelajaran kancing gemerincing. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Model ini terdiri dari siklus-siklus yang saling berhubungan dengan tahapan: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Apabila siklus pertama belum mencapai tujuan yang ditargetkan maka dilanjutkan dengan siklus kedua yaitu perbaikan rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus berikutnya dimulai dengan perbaikan tindakan dari siklus sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kebonsari 4 Malang pada kelas III tema Indahnya Kebersamaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: hasil lembar kerja siswa, angket respon siswa dalam proses pembelajaran, observasi, wawancara, dan validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media gambar dan model pembelajaran kancing gemerincing pada materi Indahnya Kebersamaan dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas III SDN Kebonsari 4 Malang.
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN INQUIRY BASIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SMP NEGERI 2 AMBULU - JEMBER
Education Journal : Journal Educational Research and Development Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : IKIP PGRI Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran inquiry basic dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX-A SMP Negeri 2 Ambulu. Selama penggunaan metode pembelajaran inquiry basic siswa lebih aktif dalam memecahkan masalah dan guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah. Tujuan dalam penelitian ini ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran IPA pokok bahasan sistem ekskresi pada manusia dan kesehatan setelah diterapkannya pengajaran inquiry basic pada siswa kelas IX-A semester ganjil SMPN 2 Ambulu Kabupaten Jember. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas IX-A SMPN 2 Ambulu Kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pengajaran inquiry basic memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (51%), siklus II (86%), siklus III (92%). Penerapan pengajaran inquiry basic mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk mempelajari pelajaran IPA yang ditunjukan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan pengajaran inquiry basic sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.