cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang
ISSN : 29617448     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.15294/ka
Core Subject : Social,
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang adalah terbitan ilmiah berkualitas tinggi di bidang pengetahuan alam.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "No. 2 (2023)" : 7 Documents clear
POTENSI EKSTRAK LIMBAH KULIT PETAI DAN KULIT UBI KAYU SEBAGAI BIOINSEKTISIDA PENGENDALI SERANGGA HAMA PETERNAKAN (Alphitobius diaperinus)
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.139

Abstract

Alphitobius diaperinus merupakan serangga hama peternakan ayam yang pengendaliannya masih bertumpu pada insektisida sintetis. Selain menyebabkan resisten pada serangga, insektisida sintetis menimbulkan residu yang membahayakan ternak dan lingkungan. Dalam rangka menemukan sumber bioinsektisida yang lebih ramah lingkungan, telah dilakukan analisis terhadap ekstrak kulit petai (Parkia speciosa) dan kulit ubi kayu (Manihot utilissima) serta menguji efeknya terhadap kemampuan makan, dan metamorfosis larva A. diaperinus. Skrining fitokimia ekstrak dilakukan untuk menganalisis keberadaan senyawa aktif apa saja yang berpotensi sebagai bioinsektisida. Pengujian dilakukan dengan memberikan paparan ekstrak secara kontak langsung dalam berbagai variasi konsentrasi. Penurunan konsumsi pakan, nilai FDI (Feeding Deterrent Index), dan penghambatan metamorfosis digunakan sebagai indikator kemanjuran ekstrak dalam mengendalikan populasi A. diaperinus. Hasil analisis fitokimia menunjukkan ekstrak kulit petai dan ubi kayu mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai sumber bioinsektisida. Hasil uji statistik data kemampuan makan dan persentase larva yang berhasil bermetamorfosis menjadi imago menunjukkan perbedaan nyata. Paparan ekstrak kulit petai dan kulit ubi kayu hingga level 50% terbukti mampu menurunkan konsumi pakan berturut-turut 64,15% dan 53,49%. Sedangkan kemampuan metamorfosis menjadi imago turun sebesar 96,77%, dan 90,62%. Dari analisis ini dapat disimpulkan bahwa paparan ekstrak kulit petai dan ubi kayu mempengaruhi kemampuan makan, dan kemampuan bermetamorfosis larva A. diaperinus. Dengan demikian ekstrak kulit petai dan ubi kayu berpotensi dikembangkan sebagai bioinsektisida yang ramah lingkungan.
BIOFERTILIZER BERBASIS BIOCHAR UNTUK REMEDIASI LAHAN PERTANIAN INDONESIA
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.140

Abstract

Remediasi lahan pertanian di Indonesia menjadi isu yang sangat penting untuk diteliti dan dikembangkan. Penggunaan tanah dalam jangka panjang dan metode pengelolaan yang kurang tepat disinyalir menjadi penyebab utama terus turunnya kualitas tanah pada lahan pertanian dari tahun ke tahun. Biofertilizer berbasis bahan alam dapat dipreparasi melalui proses pirolisis biomassa yang kemudian dikenal luas sebagai biochar. Penggunaan biochar baik secara individual maupun bersamaan dengan jenis pupuk lain dilaporkan mampu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian, dibandingkan dengan pengelolaan tanah tanpa penambahan biochar. Bab ini mengulas kondisi lahan pertanian di Indonesia dan remediasinya menggunakan biochar untuk perbaikan kualitas tanah dan peningkatan produktivitas lahan pertanian pada budidaya tanaman tertentu.
MODIFIKASI SELULOSA KULIT DURIAN MENGGUNAKAN GLUTARALDEHID SEBAGAI KOAGULAN UNTUK PEMULIHAN LIMBAH CAIR TEPUNG PATI AREN
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.141

Abstract

Selulosa kulit durian dapat dimodifikasi menjadi koagulan dengan melakukan beberapa proses modifikasi kimia. Salah satu metode modifikasi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan glutaraldehid. Proses ini akan menghasilkan selulosa terkoneksi gugus glutaraldehid yang memiliki kemampuan sebagai koagulan. Industri tepung pati aren di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah merupakan industri yang menghasilkan limbah cair dan limbah padat yang selain mengganggu estetika, juga mengganggu kualitas air di lingkungan sekitarnya. Pada bagian lain limbah kulit durian merupakan sumber selulosa yang dapat digunakan sebagai precursor koagulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas koagulan dari preparasi selulosa kulit durian (SKD) dan glutaraldehida dalam proses pemulihan limbah cair tepung pati aren sebelum dialirkan ke sungai. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk mencari solusi penanganan limbah cair tepung pati aren maupun limbah kulit durian. Hasil penelitian menunjukkan kandungan BOD5 dan COD pada limbah cair masing-masing mencapai 570,4 dan 1840 mg/L, selanjutnya proses koagulasi dan flokulasi dengan metode jar test didapatkan hasil penurunan kandungan BOD5 dengan koagulan SKD 339.97 mg/L (dosis 2500 mg/L) sedangkan menggunakan koagulan SKD-glutaraldehida menghasilkan 346,16 mg/L (dosis 2500 mg/L). Dalam penurunan kandungan COD dengan koagulan SKD diperoleh 1096,67 mg/L (dosis 2500 mg/L) sedangkan menggunakan koagulan SKD-glutaraldehida diperoleh 1116,67 mg/L (dosis 2500 mg/L).
SPIRULINA SEBAGAI SUPER FOOD
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.142

Abstract

Penggunaan spirulina sebagai sumber pangan baru terbarukan digadang-gadang menjadi solusi yang inovatif, ekonomis dan berkelanjutan. Namun demikian, belum ditemukan formula kultur spirulina yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan spesifik dan hasil panen biomassa untuk menekan biaya produksi dan energi listrik yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan dan produksi biomassa setelah diberi perlakuan variasi hormon pertumbuhan. Tahapan penelitian diantaranya kultur mikroalga dan analisis yang meliputi analisis laju pertumbuhan spesifik, waktu penggandaan dan produktivitas biomassa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pengambilan data secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormon auksin dan stikonin mampu memacu pertumbuhan spirulina, namun menurunkan kandungan proteinnya.
CUACA DAN KEGIATAN PERTANIAN GARAM DI KECAMATAN KALIORI - REMBANG
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.144

Abstract

Pertanian Garam di Indonesia dikerjakan konvensional, kondisi ini pengaruh cuaca mendominasi produksinya. Kebutuhan garam terus meningkat, sedangkan kuantitas garam fluktuatif. Lahan garam bagaimanakah yang dapat dimanfaatkan agar produksi optimal. Untuk menjawabnya penelitian ini menetapkan Kabupaten Rembang-Jawa Tengah sebagai lokasi penelitian. Menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, petani garam sebagai responden. Teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan regresi untuk mengkaji pengaruh fungsional variabel perubahan cuaca terhadap produksi garam dan analisis kualitatif untuk medeskripsikan pertanian, dan pemetaan lahan garam. Hasil penelitian mengindikasikan pengaruh cuaca yang meliputi kecepatan angin, curah hujan, dan suhu memberikan pengaruh tidak signifikan terhadap kuantitas dan kualitas garam dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai Sig 0,519 > 0,05 dengan F hitung 0,820 < 3,86. Faktor signifikan yang mempengaruhi kuantitas produk diantaranya luas lahan, pendidikan dan pengetahuan, penggunaan teknologi, pola usaha lahan integrasi, sedangkan variasi teknologi berpengaruh terhadap kualitas garam. Produktivitas penggunaan teknologi geomembran integrasi dengan luasan 292, 91 ha mencapai 22.988 ton kelas K1 (1: 78,48), sedangkan untuk non integrasi (non geomembrane) dari 631,54 ha mencapai 17.246 K1 dan 24.201 ton K2 (1:15,237), serta fungsi petak. Eduksi kepada petani garam mengenai pentingnya memahami kondisi cuaca dan pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan produksi dan kualitas garam. Pemetaan periodic diperlukan untuk memprediksi dan mengkalkulasi kemampuan produksi sangat diperlukan.
PENGEMBANGAN MODEL KETERKAITAN GREENWASHING DENGAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs): ANALISIS BIBLIOMETRIK
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena greenwashing melalui tinjauan pustaka yang sistematis di pencarian konsep dan tipologi utamanya dalam 20 tahun terakhir. Penelitian ini telah mengikuti proses tinjauan sistematis literatur untuk menyajikan analisis bibliometric terkait hubungan antara tentang Greenwashing dan Sustainable Development Goals (SDGs). Data yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 29 artikel berupa 17 jurnal, 2 buku, 6 book chapter, 4 conference paper, 1 catatan dan 1 hasil review yang dipublikasikan dari tahun 2000 hingga tahun 2021. Penelitian ini menggunakan R biblioshiny untuk analisis dan visualisasi data. Selanjutnya dilakukan pula analisis tambahan dengan menggunakan Vos Viewer. Terdapat 75 penulis, dengan jumlah penulis yang tidak berkolaborasi sebanyak 13 penulis pada 13 artikel. Jurnal Sustainability paling banyak menuat Penulis Indonesia belum ada yang terdaftar, sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi tertutama bagi penulis Indonesia yang akan melakukan publikasi internasional dengan tema serupa. Temuan penelitian ini menjadi acuan dan memberi arah bagi para peneliti berikutnya serta memberikan mapping keberadaan greenwashing, pengukurannya, faktor-faktor yang menyebabkannya terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
KONSERVASI LAHAN DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN IKLIM PASCA PANDEMI COVID-19
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.146

Abstract

Ancaman lingkungan yang serius seperti tanah longsor dan erosi merupakan konsekuensi logis dari adanya konversi lahan akibat peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan pembangunan lainnya. Diperlukan intervensi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan salah satunya melalui konservasi lahan. Sejalan dengan hal tersebut, pandemi Covid-19 telah mendorong setiap orang untuk memikirkan kembali hubungan mereka dengan lingkungan, dan untuk mempertimbangkan konsekuensi atas aktivitas yang dilakukannya terhadap kesejahteraan manusia dan kelangsungan hidup ke depannya. Dalam rangka membantu memerangi perubahan iklim ditengah ancaman degradasi lahan, erosi dan tanah longsor diperlukan konservasi tanah yang berfokus untuk menjaga stabilisasi lereng dan perlindungan erosi tanah melalui kombinasi praktik dan teknik. Perbaikan tanah yang efisien menggunakan teknik struktural telah berhasil di negara maju, sedangkan di negara berkembang, termasuk di Indonesia teknik yang sama belum begitu produktif. Hal tersebut dikarenakan metode structural yang mahal, tidak cocok untuk lereng alami, dan cenderung tidak ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknik bioteknologi tanah. Teknik ini merupakan alternatif pengelolaa lahan ramah lingkungan yang menggunakan vegetasi seperti rumput vetiver untuk perbaikan tanah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7