cover
Contact Name
Heffry V. Dien
Contact Email
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Phone
+62811432676
Journal Mail Official
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Kampus Unsrat, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP
Memuat hasil penelitian dan critical review (tinjauan kritis) tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang mencakup, tapi tidak terbatas pada bidang: rancang bangun dan hidrodinamika alat tangkap ikan, rancang bangun dan hidrodinamika kapal perikanan, operasi penangkapan ikan, meteo-oseanografi perikanan dan kelautan, daerah penangkapan ikan, biologi perikanan, pengelolaan perikanan dan kelautan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2018): Juni" : 6 Documents clear
Fluktuasi Musiman Cakalang (Katsuwonus pelamis): Studi Kasus Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (Seasonal Fluctuation of Skipjack (Katsuwonus pelamis): Case Study of Bitung Oceanic Fishing Port) Ismanto A.R. Taib; Lusia Manu; Alfred Luasunaung
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.3.1.2018.18853

Abstract

In this study we determined the seasonal catch fluctuations of skipjack (Katsuwonus pelamis) which landed at the Bitung Oceanic Fishing Port using descriptive method through case study approach. Data were analysed using analyzes period methods. The results indicated that the high seasonal index occurred from March to October, where the peak season occurred in May and August, and the respective indexes were 0.23 and 0.22 or equivalent to the catch average of 2.98 and 3.00 tons; and the low fishing season index was from November to February, which the lowest seasonal index of -0.36 occurred in December or equivalent to the catch average of 1.56 tonKeywords: fishing season, fluctuation, skipjack, Bitung ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi musim penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudra Bitung dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Data dianalasis menggunakan metode analisis periode.  Hasil penelitian menunjukkan Indeks musim yang besar terjadi pada bulan Maret sampai Oktober, dimana puncak musim terjadi pada bulan Mei dan Agustus dengan index masing-masing sebesar 0,23 dan 0,22 atau hasil tangkapan rata-rata 2,98 dan 3,00 ton, dan indeks musim penangkapan terkecil berada pada bulan November – Februari, dimana indeks musim terendah terjadi pada bulan Desember yakni sebesar 0,36 atau rata-rata tangkapan sebesar1,56 tonKata-kata kunci : Musim penangkapan, fluktuasi, Cakalang, Bitung
Produktivitas purse seiner 15 – 30 GT penangkap ikan layang (Decapterus sp) (Productivity of Scads Purse Seiner 15-30 GT) Yustin Yusuf; Lusia Manu; Alfred Luasunaung
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.3.1.2018.18904

Abstract

Productivity of purse seiner contributes to fishing catch. The purpose of this research was determined the productivity of scads purse seiner > 15 GT - 30 GT which landed at the Bitung Oceanic Fishing Port during 2016. Descriptive method with purposive sampling technique used in this research. The results indicated that were 8 purse seiners having the productivity value is greater than 1.2 tons with the highest production of 216.51 tons. Keywords: productivity, purse seiner, scads, Bitung ABSTRAKProduktivitas kapal purse seine berkontribusi terhadap hasil penangkapan ikan.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produktivitas kapal purse seine penangkap ikan layang (Decapterus sp.) berukuran > 15 GT – 30 GT yang didaratkan di Pelabuhan Samudra Bitung selama tahun 2016. Metode deskriptif dengan teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan terdapat 8 kapal yang nilai produktivitasnya lebih besar dari 1,2 ton dengan produksi sebesar 216,51 tonKata-kata kunci: Produktivitas, kapal purse seine, ikan layang, Bitung
Komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar di perairan Desa Talise Tambun, Kecamatan Likupang Barat (Composition catches of bottom gillnet in Talise Tambun Waters of Likupang Barat District) Fransina Kawarnidi; Ivor L. Labaro; Fanny Silloy
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.3.1.2018.18906

Abstract

The bottom gill nets are the most common fishing gear in coastal areas, with different mesh sizes.The catch of bottom gill nets is generally dameral fish with different sizes and species. Scientific information about the difference of catch composition in the 3-inch and 4-inch mesh size of bottom gill nets is still poorly available. It is therefore necessary to study a composition of the catch on two bottom gill net mesh sizes of 3 inches and 4 inches, comparing the composition of the quantity and weight of the catch and identify the species of fish caught.  This research was done in coastal waters of Talise Tambun village, Likupang Barat District of Minahasa Utara Regency for two weeks October 2017; following a descriptive method based on case studies. Two unit bottom gill nets were operated seven trips to data colected; and the data were analyzed by composition species analysis and weight composition.The results showed that the composition of the catch quantity of bottom gill net 3-inch 64 fish and 48 species dominated by Rengginan fish 21.88%, while the catching composition of 4-inch mesh size amounted to 91 fishes and 63 species dominated by Swangi as 14.29% .  The weight catch composition of the 3-inch bottom gill net was dominated by sharks of 25.16% with a weight of 33.386 kg, while the 4-inch bottom gill net catch weights were dominated by snapper as 35.71% with a weight of 101,502 kg.The results of the analysis showed that the 3-inch mesh size of bottom gill net catch composition of both the quantity, the species and the catch weight was better than the 4-inch capture composition.Keywords: Bottom gillnet, weight, composition ABSTRAKJaring insang dasar adalah alat tangkap yang banyak ditemukan diwilayah pesisir, dengan ukuran mata jaring yang berbeda-beda.Hasil tangkapan jaring insang dasar umumnya ikan damersal dengan ukuran dan jenis yang berbeda.Informasi Ilmiahtentang perbedaan komposisi hasil tangkapan pada jaring insang dasar mata 3 inci dan 4 inci masih kurang tersedia.Untuk itu perlu suatu penelitian yang bertujuan mengetahui komposisi hasil tangkapan pada dua ukuran mata jaring insang dasar 3 inci dan 4 inci, membandingkan komposisi jumlah dan bobot hasil tangkapan dan mengidentifikasi jenis ikan yang tertangkap.Penelitian ini dilaksanakan di perairanDesa Talise Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara;  selama 2 minggu, pada bulan Oktober 2017;  dikerjakan dengan mengikuti metode deskriptif yang didasarkan pada studi kasus.Dua unit jaring insang dasar PA Multifilament dengan besar mata masing-masing 3 dan 4 inci dioperasikan selama 7 trip untuk mengumpulkan data; dan data dianalisis dengan analisis komposisi jenis dan komposisi bobot.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jumlah tangkapan  jaring insang dasar mata 3 inci sebanyak  64 ekor dan 48 jenis yang didominasi oleh ikan Rengginan sebesar 21.88%, sedangkan komposisi tangkapan jaring insang dasar 4 inci berjumlah 91 ekor dan 63 jenis yang didominasi oleh  ikan Swangi sebanyak 14.29 %.  Selanjutnya komposisi bobot tangkapan jaring insang dasar mata 3 inci didominasi oleh ikan Hiu sebesar 25.16 % dengan  bobot 33,386 kg, sedangkan komposisi bobot tangkapan jaring insang dasar mata 4 inci didominasi oleh ikan kakap sebanyak 35.71% dengan bobot 101,502 kg. Hasil analisis menunjukkan bahwa komposisi tangkapan jaring insang dasar mata 3 inci baik jumlah, jenis maupun bobot tangkapan lebih baik dibandingkan dengan komposisi tangkapan jaring insang dasar mata 4 inci.Kata-kata Kunci: Jaring insang dasar, bobot, komposisi.
Kajian Produktivitas Perikanan Tuna Cakalang Tongkol yang Tertangkap dengan Kapal Pukat Cincin (purse seine) 20 – 30 GT di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (Productivity of Tuna, Skipjack, Tuna Frigate Catched by Purse Seiner 20 - 30 GT Landed in Bitung Oceanic Fishing Port) Fransisco W. Prasetyo; Lusia Manu; Revols R.D.Ch. Pamikiran
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.3.1.2018.18909

Abstract

The purpose of this research is to distinguish the productivity of purse seiner 20 - 30 GT and the fluctuation of Tuna, Skipjack and Tuna frigate landed in Bitung Ocean Fishing Port for the period of 2011 to 2015. Survey method with descriptive approach was applied in this research. The result indicated that the production reached the peak on 2011 to 2012 and subsequently decreased until 2015. In general, the production of every single purse seiner has shown a tendency to increase.Keywords : productivity, tuna, skipjack, tuna frigate, purse seiner, Bitung. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas kapal dan fluktuasi hasil tangkapan ikan Tuna, Cakalang, Tongkol yang menggunakan  kapal purse seine 20 – 30 GT di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung untuk periode tahun 2011 sampai 2015. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode survei dengan pendekatan secara deskriptif. Puncak produksi terjadi pada tahun 2011 sampai tahun 2012 dan selanjutnya mengalami penurunan  sampai tahun 2015. Perkembangan produksi per trip secara umum dari setiap kapal menunjukkan kecenderungan untuk naik.Kata-kata kunci: produktivitas, tuna, cakalang, tongkol, kapal purse seine, Bitung.
Studi tentang sertifikasi hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (Study on Fish Catch Certification in Samudera Bitung Fishing Port) Arthur B. Samola; Johnny Budiman; Heffry V. Dien
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.3.1.2018.19369

Abstract

European Union is nowadays the largest market in the world for fisheries products; it is also the strickest country in controlling the food security. It has also established requirements for marine fisheries products (fresh or processed products) exported directly or indirectly to European Union must be free of IUU Fshing. The fish catch certification follows the legal aspects and national reguaations in line with international regulations. Fish catch certification consists of Initial Sheet, Derivative Sheet, and Simplified Derivative Sheet. The objectives of the study are to know the issuance procedure of fish catch certificate in the form of preliminary document, the issuance procedure of fich catch certificate iin the form of derivative document as export supporting document, and the issuance procedure of fish catch certificate in simple form of derivative document. This study was carried out in September - November 2016 in Samudera Bitung Fisheries Port. The initial sheet is used for >20 GT-fishing vessels and proposed by the ship owner or its representative, the derivative sheet was used for the fish processing unit, and the simplified derivative sheet was export and fishing document for < 20 GT-fishing boat. This document is fish catch certificate under agreement between DG MARE and Indonesian government.Keywords: IUU fshing, certification, initial sheet, derivative sheet, simplified derivative sheet Abstrak[1]Uni Eropa saat ini merupakan pasar terbesar di dunia untuk produk perikanan, namun merupakan negara yang paling ketat dalam pengaturan keamanan pangan. Juga telah menetapkan persyaratan bagi produk hasil tangkapan ikan di laut (segar maupun olahan) yang akan diekspor ke Uni Eropa secara langsung maupun tidak langsung harus bebas dari praktek IUU Fshing.  Pelaksanaan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan mengacu pada dasar hukum dan peraturan nasional serta dengan mengikuti ketentuan aturan international. Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan terdiri atas 3 jenis yaitu Lembar Awal (Initial Sheet), Lembar Turunan (Derivative Sheet) dan Lembar Turunan yang Disederhanakan (Simplified Derivative Sheet). Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk, mengetahui prosedur penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Awal (SHTI-LA), prosedur penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Turunan (SHTI-LT) dan prosedur penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Turunan yang Disederhanakan (SHTI-LTS). Penelitian ini dilakukan pada bulan September - November 2016 di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (PPS). Dokumen  Lembar Awal digunakan untuk kapal penangkap berukuran  >20 GT, dokumen Lembar Turunan untuk unit pengolahan ikan, dan dokumen Lembar Turunan yang diserhanakan sebagai dokumen ekspor dan penangkapan ikan bagi kapal penangkap berukuran  < 20 GT. Dokumen yang disebut terakhir adalah sertifikat hasil tangkapan ikan di bawah kesepakatan antara DG MARE dan pemerintah Indonesia.Kata-kata Kunci: IUU fshing, sertifikasi, lembar awal, lembar turunan, lembar turunan yang disederhanakan
Studi tentang pelayanan terhadap kapal perikanan Di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa Kota Manado (Study on Fishery Ship Service at Tumumpa Coastal fishing port (PPP) at Manado City) Nikodemus Kirwelakubun; Mariana E. Kayadoe; Janny F. Polii; Frangky F. Kaparang; Fransisco P.T. Pangalila
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 3 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.3.1.2018.19377

Abstract

To achieve the purpose of fisheries development the most important thing to note is the development of fishing ports. This research is to assess the service of fishing vessel in PPP Tumumpa concerning: mooring service, loading and unloading service, port and shipping administration services.  Primary data in this study were collected by conducting a direct survey to the PPP location. Data obtained from this study were analyzed by using qualitative analysis. The number of fishing vessels based in PPP Tumumpa are 166 ships, 41% of them are between 20-30 GT with 4,5-5,5 in breadths. With harbour length of 50 m, the number of fising vessels, berthing in the same time was only 8-9 ships. During 2016, the least number of ship visits was in February of 89 ships, and the most visits were in October of 233 ships. The mooring activity at PPP Tumumpa needed to queue for 2-3 days. The time required for the uploading and unloding activities is reasonable. The uploading and unloading activities at PPP Tumumpa were very disturbed by some facilities that were not in good condition. Fishery ship administration service in PPP Tumumpa has been running folowing the SOPs.keywords: fishing vessel, unloading and loading, fishing port ABSTRAKUntuk mencapai tujuan pembangunan perikanan hal yang paling penting diperhatikan adalah pelabuhan perikanan. Penelitian ini untuk menilai pelayanan kapal perikanan di PPP Tumumpa menyangkut  pelayanan tambat labuh, pelayanan bongkar-muat, pelayanan administrasi pelabuhan dan pelayaran. Data primer dikumpulkan dengan cara melakukan survei langsung ke lokasi PPP, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif.Kapal perikanan yang berpangkalan di PPP Tumumpa sebanyak 166 buah, dan 41% diantaranya berbobot antara 20-30 GT dengan lebar kapal rata-rata 4,5-5,5 m. Dengan panjang dermaga 50 m, jumlah kapal yang dapat berlabuh secara bersamaan hanya sebanyak 8-9 unit. Selang tahun 2016 kunjungan kapal dan penerbitan SPB paling sedikit pada bulan Februari sebanyak 89 kapal dan paling banyak pada bulan Oktober sebanyak 233 kapal. Kegiatan tambat labuh di PPP Tumumpa membutuhkan waktu antre 2-3 hari. Waktu yang dibutuhkan tambat labuh dan melakukan aktivitas bongkar muat sudah sesuai. Kegiatan bongkar muat sangat terganggu karena beberapa fasilitas dalam keadaan rusak. Pelayanan administrasi kapal perikanan di PPP Tumumpa sudah berjalan sesuai tahapan pada SOP.Kata-kata kunci : kapal perikanan, bongkar-muat, pelabuhan perikanan

Page 1 of 1 | Total Record : 6