cover
Contact Name
Heffry V. Dien
Contact Email
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Phone
+62811432676
Journal Mail Official
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Kampus Unsrat, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP
Memuat hasil penelitian dan critical review (tinjauan kritis) tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang mencakup, tapi tidak terbatas pada bidang: rancang bangun dan hidrodinamika alat tangkap ikan, rancang bangun dan hidrodinamika kapal perikanan, operasi penangkapan ikan, meteo-oseanografi perikanan dan kelautan, daerah penangkapan ikan, biologi perikanan, pengelolaan perikanan dan kelautan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2020): Desember" : 5 Documents clear
Modifikasi pemberat hand line dengan inovasi menggunakan pemberat batu beton pada penangkapan tuna di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung Franky Adrian Darondo; Sugianto Halim; Wudianto Wudianto
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.28921

Abstract

Penangkapan hand line tuna dapat dikategorikan sebagai perikanan skala kecil. Namun demikian secara kuantitatif jumlah alat tangkap hand line tuna di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (PPS Bitung), sangat dominan dibandingkan purse seine, long line, dan pole and line. Di lokasi penelitian terdapat masalah untuk keberlangsungan alat tangkap hand line tuna di masa yang akan datang yaitu bahan atau material dari komponen alat tangkap hand line yang terbatas persediannya di alam, oleh karena itu penelitian ini bertujuan membuat modifikasi pemberat yang praktis tersedia bahannya di alam yaitu dengan inovasi pemberat pancing hand line dari batu alam menjadi batu dari beton dan untuk mengetahui penggunaan batu beton mempunyai dampak terhadap hasil tangkapan di daerah penangkapan ikan (fishing ground). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengujian batu beton memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan. Keberlangsungan usaha penangkapan untuk hand line tuna di Kota Bitung dikemudian hari masih bisa bertahan apabila ketersediaan batu alam yang terbatas dapat diganti dengan inovasi pemberat batu beton.AbstractHandline can be categorized as small scale fisheries. However, quantitatively the number of Hand Line Tuna fishing gears in the Bitung Oceanic Fishing Port (PPS Bitung) is highly dominant compared to purse seine, longline, and pole and line. There is a problem at the research area for the sustainability of the handline tuna fishing gear in the future, such as substances or materials from handline fishing gear components that are limited in nature, therefore the aims of this study to create weigher modifications that are practically available in natural material, by innovating sinker on tuna handline from the natural stone into concrete stone. And to know the use of concrete stones have an impact on catches in the fishing ground. The results of this study indicate that concrete stone testing has a significant influence on the catches. The sustainability of the capture business for the tuna handline in the city of Bitung will still be able to survive if the availability of limited natural stone can be replaced by the innovations of concrete stone weights
Musim penangkapan tuna hand line di Laut Maluku Jefry Dalegi; Revols D. Ch. Pamikiran; Fransisco P.T. Pangalila
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.29743

Abstract

Bitung City is one oftunafisheries production centers hand line the very strategicin Indonesia, which is located between two fisheries management areas WPP 715 (Maluku Sea) and WPP 716 (Sulawesi Sea). In the Minister of Fisheries and Fisheries Decree No.50/Kepmen-KP /2017 it is explained that in WPP-NRI 715 it can be estimated to have a large pelagic fish potential of 555,982 tons, the amount of catch allowed (JTB) 444,786 tons, and the level of utilization of fish resources is 0,88. Tuna fishing, which is a large pelagic fish species in the Maluku sea, is generally dominated by hand line tuna ships based in the City of Bitung, but the problem is that they cannot regulate fishing activities more effectively and efficiently to increase catch production. So there needs to be research to find out how the fluctuation of tuna fishing every year and when the tuna fishing season period gives the best catch in the waters of the Maluku Sea. This study aims to determine the fluctuations in tuna fishing activities each year and to determine when the time period of the tuna fishing season provides the best catch in the Maluku Sea. The location of data collection is at the Bitung Maritime and Fisheries Resources and Marine Fisheries Supervision Base (PPS) Bitung office, Bitung City, North Sulawesi Province. Presentation and analysis of data are made in the form of cross tabulations and mapped in various graphic forms usingthe Average Percentage Methodbased on theTime Series Analysis. AbstrakKota Bitung merupakan salah satu sentra produksi perikanan tuna hand line di Indonesia yang sangat strategis, yang terletak di antara dua wilayah pengelolaan perikanan (WPP) yaitu WPP 715 (Laut Maluku) dan WPP 716 (Laut Sulawesi). Dalam Keputusan Menteri Keluatan dan Perikanan No.50/Kepmen-KP/2017 dijelaskan bahwa di WPP-NRI 715 dapat diestimasi memiliki potensi ikan jenis pelagis besar 555.982 ton, jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) 444.786 ton, dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan sebesar 0,88. Penangkapan ikan tuna yang merupakan jenis ikan pelagis besar di laut Maluku secara umum didominasi oleh kapal tuna hand line yang berpangkalan di Kota Bitung, namun permasalahannya mereka belum dapat mengatur aktifitas kegiatan penangkapan ikan secara lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan pruduksi tangkapan. Sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui bagaimana fluktuasi penangkapan ikan tuna setiap tahun dan kapan periode musim penangkapan ikan tuna yang memberikan hasil tangkapan terbaik di perairan Laut Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi kegiatan penangkapan ikan tuna setiap tahun dan untuk mengetahui kapan periode waktu musim penangkapan ikan tuna yang memberikan hasil tangkapan terbaik di Laut Maluku. Lokasi pengambilan data yaitu di kantor Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Bitung dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Penyajian dan analisis data dibuat dalam bentuk tabulasi silang dan dipetakan dalam berbagai bentuk grafik dengan menggunakan metode Presentasi Rata-rata (the Average Percentage Methodes) yang didasarkan pada Analisis Runtun Waktu (Time Series Analysis).
Kajian pasokan dan kebutuhan kayu untuk pembuatan kapal di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah Karyanto Karyanto; . Darmawan; Tri Widji Nurani
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.30123

Abstract

Keberlangsungan dan produktivitas galangan kapal kayu di Kabupaten Batang bergantung adanya persediaan dan kelancaran pasokan kayu dari pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan kayu di galangan kapal kayu Kabupaten Batang, mengidentifikasi pemasok dan menghitung ketersediaan pasokan kayu, dan mengidentifikasi alur pasokan kayu. Analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif untuk memaparkan hasil-hasil perbandingan antara kebutuhan dan pasokan kayu selama tahun 2014-2018. Kayu yang digunakan  untuk membuat kapal berukuran dibawah 30 GT adalah jenis bengkirai sebesar 70%, kayu rimba campur 17% dan kayu laban 13%. Total kebutuhan kayu selama tahun 2014-2018 jenis kayu bengkirai sebesar 6.431,67 m3 dan jenis kayu rimba campur sebesar 1.561,98 m3. Ada 8 perusahaan yang menjadi pemasok utama di galangan Batang. 2 perusahaan berlokasi di kecamatan Batang, 6 perusahaan berlokasi di Kecamatan Tulis dan  Subah.  Ketersediaan kayu bengkirai (20.439,09 m3) dan rimba campur  (42.550,00 m3 ) di 8 perusahaan. Stok tersebut  masih lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan seluruh galangan di Kabupaten Batang  selama tahun 2014-2018, yang hanya sebesar 6.431,67 m3 untuk kayu bengkirai dan sebesar 1.561,98 m3 untuk kayu rimba campur. Alur pasokan kayu dimulai dari supplier (perusahaan Kalimantan dan Maluku), agen kayu di Wilayah Semarang, penjual kayu di Kabupaten Batang, galangan kapal kayu. Kayu dipesan dalam bentuk kayu bulat atau gelondongan, namun kayu dikirim ke galangan dalam bentuk kayu olahan.
Pengawasan aktivitas kapal pukat cincin yang berpangkalan di PPI Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara Fenly Robby Rantung; Effendi Pangihutan Sitanggang; Fanny Silooy
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.30296

Abstract

The principal problems of fish catching in Indonesia until now is rampant illegal fishing, contributing negatively to the fisheries resources, regional and fishermen incomes. To avoid this illegal, unreported and unregulated fishing, the Indonesian government issued a lot of regulations related to fishery surveillances. This research was to study the surveillance implementation of Law bases and its application, of illegal fishing potencies and legal actions, of law enforcement obstacles for fishing vessels unreported their arrival, and on General surveillance, and to study the relation of GT group size of purse seiners on 3 surveillance domains. From 95 purse seiners existing, 50 purse seiners have selected as samples, i.e. 9 units of 5 - 10 GT, 39 units of 11 - 30 GT, and 2 units of > 30 GT. One respondent is purposively selected as sample from each purse seiner sample, such as skippers (including assistants) and crews (fishermen), to be directly interviewed by using a Likert’s scale questionnaire, the total score is then articulated into 2 surveillance categories (bad or good) based on median value. The research showed that the surveillance of Law bases and its application was 60% good; of Potencies of illegal fishing and legal actions was 54% good, of The obstacles of law enforcement for fishing vessels disobeyed to report their arrival was 58% good; and of General surveillance was 56% good. The Pearson’s correlation analysis showed that there were no a significant relation between GT group size of purse seiners and the implementation of 3 surveillance domains. As recommendations, Fishery Surveyor at PPI Belang have to increase their surveillance quality by training and education program and by optimizing existing surveillance instruments. Surveillance coordination between Fishery Surveyor and stakeholders need to be improved for increasing fishermen incomes, as well as regional incomes of Southeast Minahasa Regency, North Sulawesi Province and Central government. Socialization and education of regulation laws in fishing need to be implemented including the socialization on the importance of sustainability fishery resource and fishing activities, as well as the safety, security and convenience of the crews and fishing boats.AbstrakPermasalahan utama dalam perikanan tangkap di Indonesia hingga saat ini adalah maraknya kegiatan penangkapan ikan secara ilegal, yang berkontribusi negatif terhadap keberadaan sumberdaya ikan, perekonomian daerah dan ekonomi nelayan. Dalam upaya melawan illegal, unreported and unregulatedfishing (IUU) tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah peraturan perundang-undangan terkait pengawasan perikanan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan pengawasan terhadap aktivitas purse seiners dalam bidang Dasar hukum dan operasionalisasinya, Potensi illegal fishing dan sanksi hukum, dan Hambatan penegakan hukum bagi kapal yang tidak taat melaporkan kedatangannya, pada purse seiners yang berpangkalan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Belang oleh Pengawas Perikanan, dan hubungan antara kelompok GT purse seiners terhadap ketiga bidang tersebut, serta Pengawasan secara umum. Dari 95 purse seiners yang ada, 50 purse seiners dipilih sebagai sampel (9 kapal ukuran 5 - 10 GT, 39 kapal 11 - 30 GT, dan 2 kapal > 30 GT).  Satu orang responden dipilih secara purposive dari setiap sampel, yaitu nahkoda (KKM) dan nelayan, untuk diwawancarai langsung menggunakan Likert’s scale questionnaire, yang kemudian diartikulasikan kedalam 2 kategori pengawasan (tidak baik atau baik) berdasarkan nilai median. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawasan aktivitas purse seiners dalam bidang Dasar hukum dan operasionalisasinya, 60% terkategori baik; bidang Potensi illegal fishing dan sanksi hukum, 54% baik, bidang Hambatan penegakan hukum bagi kapal-kapal yang tidak taat melaporkan kedatangannya, 58% baik; dan bidang pengawasan secara keseluruhan 56% baik. Analisis Pearson’s correlation menunjukkan tidak ada hubungan antara kelompok ukuran purse seiners di PPI Belang dengan pelaksanaan pengawasaan ketiga bidang tersebut. Disarankan agar Pengawas Perikanan di PPI Belang perlu lebih meningkatkan kualitas pengawasannya melalui diklat dan mengoptimalkan instrumen pengawasan yang ada. Koordinasi pengawasan antara Pengawas Perikanan dan stakeholders perlu terus ditingkatkan dalam upaya meningkatkan pendapatan  nelayan, Kab. Minahasa Tenggara, Prov. Sulawesi Utara dan pemerintah pusat. Sosialisasi dan edukasi peraturan perundang-undangan di bidang perikanan kepada para pelaku usaha perikanan tangkap perlu terus ditingkatkan, termasuk sosialisasi terhadap pentingnya kelestarian sumberdaya perikanan dan keberlanjutan aktivitas penangkapan ikan serta sosialisasi terhadap keselamatan, keamanan dan kenyamanan kru dan kapal penangkap ikan
Studi kasus ketaatan nelayan soma pajeko yang berpangkalan di PPI Amurang terhadap tempat mendaratkan hasil tangkapan Noni Anastasya Sumampouw; Frangky E. Kaparang; Vivanda O.J. Modaso
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.30669

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan merupakan tempat para nelayan mendaratkan ikan hasil tangkapannya. Dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, Pasal 41 ayat 3 menegaskan bahwa“Setiap kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan harus mendaratkan ikan tangkapan di pelabuhan perikanan yang ditetapkan atau pelabuhan lainnya yang ditunjuk” Tetapi banyak nelayan Amurang yang tidak patuh terhadap aturan tersebut dengan melakukan bongkar muat atau pendaratan ikan dipesisir pantai yang tidak sesuai dengan pelabuhan yang tercantum dalam SIPI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketaatan nelayan PPI Amurang dalam mendaratkan hasil tangkapan, serta penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari aktivitas bongkar muat yang tidak dilakukan pada tempat yang semestinya.Penelitian ini dikerjakan dengan mengikuti metode deskriptif yang meneliti suatu metode didasarkan pada studi kasus. Pengambilan data juga dilakukan melalui survei dengan menyebarkan kuisioner dan wawancara di lokasi penelitian. Hasil Penelitian menujukan ketaatan nelayan Amurang berada dalam tingkat yang kurang taat, Penyebab Nelayan Amurang tidak mendaratkankan hasil ikan hasil tangkapan sesuai dengan SIPI karena dianggap lebih cepat melakukan pemasaran dan dekat dengan permukiman nelayan, dan juga fasilitas yang ada di PPI dianggap kurang maksimal. Akibat yang ditimbulkan berupa kurangnya retribusi dan mengakibatkan banyak sampah plastik serta bau menyengat di kawasan pengembangan pariwisata di Pesisir Boulevard Amurang. Diharapkan kepada pihak-pihak yang terkait untuk meningkatkan kesadaran nelayan dalam hal pendaratan hasil tangkapan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5