cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS" : 15 Documents clear
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG DENGAN MODIFIKASI PELAT LANTAI DAN DINDING DENGAN METODE PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) Boni Syahrul Fikri Pratama; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4301

Abstract

Zaman berkembang sangat pesat sehingga banyak masyarakat mencari hunian mewah, aman dan nyaman. Untuk dapat menghemat dan mempercepat pembangunan dengan memunculkan inovasi baru untuk konstruksi gedung bertingkat yaitu penggunaan panel lantai. Panel lantai juga dikenal sebagai panel yang relatif ringan. Elemen ini terbuat dari bahan berkualitas tinggi, ringan dan lebih mudah dipasang. Dengan menggunakan pelat lantai, pembangunan vertikal, sehingga mempercepat proses renovasi. Pelat lantai merupakan alternatif, di mana pelat lantai tidak dicetak dengan cara tradisional, tetapi menggunakan metode yang lebih efisien, pemasangan langsung. Penelitian ini dilakukan dengan Studi kasus pada Pembangunan Gedung Gedung Pusat Data Keanekaragaman Hayati (KEHATI) – Paket I. Berlokasi di Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 47, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16911, perencanaan ini untuk Mengetahui perbandingan penggunaan alternatif material yang paling optimal dalam membuat perencanaan pembangunan yang dipakai dalam pembangunan gedung. Rancangan ini didasarkan pada aturan perencanaan keselamatan gempa struktural dan non-struktural SNI 1726-2019. Dan juga untuk Mengetahui perbedaan perencanaan struktur pada tiap-tiap opsi yang direncanakan pada perencanaan gedung Dengan metode penelitian (Value Engineering). Untuk memecahkan masalah secara spesifik, dengan Mengganti pelat lantai dengan beton pracetak sebagai pengganti beton cor biasa, telah mencapai pengurangan berat yang signifikan sebesar ± 4.725 ton. Berdasarkan hasil yang diperoleh, alternatif yang digunakan adalah skenario 1 dan 2. Panel prefabrikasi direkomendasikan untuk pembuatan dinding eksterior. Lantai beton bertulang asli dapat didukung oleh pelat prefabrikasi, mengurangi manfaat struktural sebesar 36,55%.
KINERJA PELAYANAN “BIS KITA” TRANS PAKUAN BOGOR BERDASARKAN PERSEPSI KEPUASAN MASYARAKAT Prima Jiwa Osly; Wita Meutia; Erwin Kurniawan
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4302

Abstract

Bis Kita Trans Pakuan Bogor merupakan salah satu layanan angkutan umum di Kota Bogor yang pelayanannya mirip dengan Transjakarta namun tidak menggunakan lajur khusus. Pelayanan Bis Kita yang seperti transjakarta diharapkan mampu untuk menarik minat masyarakat beralih menggunakan angkutan umum. Selain itu, dengan adanya armada baru diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepuasan pengguna Bis Kita terhadap Pelayanan yang telah diberikan. Data dalam penelitian diperoleh dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada pengguna Bis Kita Trans Pakuan Bogor Koridor 2 Rute Terminal Bubulak - Ciawi. Selanjutnya hasil kuesioner dianalisis dengan Index Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui kepuasan pengguna terhadap pelayanan yang ada di Bis Kita Trans Pakuan Bogor. Dari hasil analisis diperoleh variabel kecepatan, “Kecepatan pengemudi sesuai dengan standar pelayanan angkutan umum”, “biskita memiliki jadwal pemberangkatan yang tepat waktu”, “Waktu tunggu biskita di halte <5 menit)”, “Adanya protokol kesehatan yang diterapkan di dalam biskita” perlu ditingkatkan. Variabel-variabel yang telah baik dan perlu dipertahankan antara lain “Terhindar dari tindakan pelecehan seksual”, “terhindar dari tindakan penculikan, pencopetan, dan kriminalitas”, “pengemudi memberikan rasa aman dan nyaman saat perjalanan”, “pengemudi tidak ugal-ugalan dalam mengemudikan biskita”, “kebersihan biskita selalu terjaga”.
ANALISIS KESTABILAN TIMBUNAN DENGAN METODE LIMIT EQUILIBRIUM DAN PERBAIKANNYA Rini Trisno Lestari
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4303

Abstract

Konstruksi jalan di Indonesia banyak terjadi kerusakan, hal ini dikarenakan pembangunannya banyak dibagun di atas tanah lunak. Ketidakstabilan pada konstruksi bangunan merupakan kasus yang paling umum terjadi dalam dunia rekayasa, hal ini juga terjadi pada lereng dan timbunan konstruksi. Analisis kestabilan lereng diperlukan untuk menganalisis potensi kelongsoran yang mungkin terjadi, salah satunya yaitu dengan Metode Penyeimbang Batas. Metode ini merupakan salah satu metode yang umum digunakan untuk menganalisi kestabilan dari lereng/timbunan. Nilai safety factor di dalam perhitungan metode ini dilakukan untuk melihat potensi kelongsoran yang akan terjadi. Pada kasus ini analisis timbunan dihitung dan didapatkan nilai safety factor (SF) sebesar 0,76 kurang dari 1,5 dan Resisting Momen (MR) 350,30 kNm, sehingga perlu adanya perkuatan tambahan. Alternatif perkuatan yang digunakan adalah geotextile dengan hasil perhitungan didapatkan 2 lapisan pemasangan dengan nilai Resisting Momen (MR) dihasilkan sebesar 667,400 kNm dengan panjang pemasangan 18 m.
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON DENGAN TAMBAHAN WATER REDUCING ADMIXTURE Riska Ayu Melyanti Sabang; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4304

Abstract

Beton merupakan salah satu material konstruksi yang mempunyai berbagai keunggulan. Beton terbuat dari campuran semen, air, agregat kasar dan agregat halus serta dengan atau tanpa bahan campuran tambahan. Dalam penelitian ini menggunakan bahan campuran tambahan berupa serbuk kayu dan Water Reducing Admixture. Penggunaan serbuk kayu pada campuran beton dapat meningkatkan kekuatan beton karena serbuk kayu mengandung senyawa selulosa dan hemiselulosa yang dapat meningkatkan kekuatan ikat antar material pada campuran dan menghambat penyebaran air dalam material. Serta penggunaan Water Reducing Admixture dapat meningkatkan nilai mutu beton, mempermudah proses pengecoran dan pemadatan, meningkatkan kualitas dan beton lebih ekonomis. Banyaknya serbuk kayu yang digunakan adalah hasil dari substitusi dengan agregat halus. Variasi campuran beton yang digunakan yaitu campuran 7%, 7.5% dan 8% dari serbuk kayu dan Tricosal BV 0.8%. Pengujian kuat tekan beton dilakukan dengan menggunakan benda uji silinder dengan kuat tekan rencana 25 MPa pada beton umur 7, 14 dan 28 hari. Pengujian ini menghasilkan kuat tekan tertinggi terdapat pada beton normal sebesar 20.3 MPa dan untuk beton yang menggunakan limbah serbuk kayu dan Tricosal BV kuat tekan tertinggi berada pada presentasi serbuk kayu 8% dan Tricosal BV 0.8% yaitu sebesar 12.8 MPa, persentase penurunan kuat tekan yaitu sebesar 36.9%. Pemakaian limbah serbuk kayu tidak dapat meningkatkan kuat tekan beton. Semakin banyak persentase serbuk kayu yang digunakan dalam campuran beton, semakin berkurang juga kuat tekan yang dihasilkan. Water Reducing Admixture (Tricosal BV) dapat meningkatkan kuat tekan beton karena bersifat mengurangi jumlah air (fas rendah) sehingga dapat meningkatkan kuat tekan beton.
EVALUASI FASILITAS PEDESTRIAN Rafly Tirta Putra; Nuryani Tinumbia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4305

Abstract

Kemacetan merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya minat masyarakat untuk berjalan kaki dikarenakan fasilitasnya yang masih kurang memadai. Jalan Margonda Raya yang disana terletak pusat perkantoran, mall, perkantoran, dan pertokoan yang saling berdekatan dan mudah dijangkau oleh pejalan kaki. Selain itu sering terjadi kemacetan di sepanjang jalan ini. Berjalan kaki seharusnya menjadi solusi, namun fasilitas yang disediakan nampaknya masih kurang memadai. Perlu dilakukannya evaluasi fasilitas pedestrian di jalan ini yang menjadi tujuan penulisan ini, dan memberikan solusi terbaik agar para pengguna fasilitas pejalan kaki merasa nyaman dan menaikkan minat masyarakat untuk berjalan kaki. Penilaian Indeks Walkability dibutuhkan untuk mengetahui penilaian fasilitas pejalan kaki di sepanjang jalan Margonda Raya. Penilaian dilakukan dengan membagi segmen jalan sebanyak 27 segmen yang pembagiannya berdasarkan jalur keluar-masuk kendaraan dan jenis infrastruktur. Pembagian segmen ini bertujuan untuk memudahkan penelitian. Hasil yang didapatkan adalah 68,77. Penilaian parameter tentang infrastruktur penunjang kelompok penyandang disabilitas mendapatkan skor yang paling kecil yaitu 34% dan juga fasilitas pendukung dengan skor 46%. Berdasarkan hasil wawancara 30 responden tentang indeks kepuasan perihal fasilitas pejalan kaki di Jalan Margonda, para responden masih belum puas tentang parameter infrastruktur penunjang kelompok disabilitas dan mendapat skor indeks sebesar 34%, yang berarti responden menilai parameter tersebut masih buruk. Hal tersebut bisa menjadi perhatian instansi terkait untuk dilakukan perbaikan. Namun responden sudah sangat puas dengan ketersediaan jalur pejalan kaki dengan memperhatikan pemeliharaan dan kebersihannya dan mendapat skor indeks sebesar 83,33.

Page 2 of 2 | Total Record : 15